NovelToon NovelToon
Ternyata Jodohku Ketua Mafia:Suamiku Pria Paling Berbahaya

Ternyata Jodohku Ketua Mafia:Suamiku Pria Paling Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Di dunia luar, Gabriel Alexius adalah ketua mafia paling ditakuti—dingin, kejam, dan tanpa ampun. Namun, takdir mempertemukannya dalam pernikahan rahasia dengan Aira, gadis biasa yang awalnya mengira suaminya hanyalah pria kaya yang polos dan sedikit konyol.

​Di rumah, Gabriel berubah drastis menjadi suami yang manja dan bucin setengah mati, bahkan rela bertingkah konyol demi membuat istrinya tersenyum.

​Semua kebohongan manis itu terbongkar saat Aira tak sengaja memergoki Gabriel dalam "mode monster" saat menghadapi musuhnya. Panik karena takut ditinggal, sang ketua mafia yang garang itu mendadak jadi panutannya yang paling penakut di hadapan sang istri.

​“Aira, aku bisa menghancurkan kota ini, tapi jangan minta aku hidup tanpamu!”

​Bagaimanakah kisah rumah tangga gadis biasa dengan pria paling berbahaya di dunia bawah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Jebakan Di Balkon Dan serangan Tak Terduga

Udara malam di balkon lantai dua Grand Ballroom Hotel Imperial terasa begitu sejuk. Dari atas balkon berpagar besi ukir ini, pemandangan lanskap kota yang diterangi pendar lampu jalanan tampak begitu memesona.

​Aira menyandarkan kedua lengannya di pagar balkon, menikmati angin malam yang menghempas lembut rambut panjangnya. Di sampingnya, Gabriel berdiri kokoh, mengikis jarak di antara mereka dan merangkul pinggang Aira dari belakang, menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher sang istri.

​"Gabriel, di sini tempat terbuka. Bagaimana kalau ada pengawal atau tamu yang melihat?" bisik Aira sambil tertawa kecil, mengusap rahang tegas suaminya.

​"Biarkan saja," gumam Gabriel manja, mengecup kulit leher Aira yang halus. "Biar mereka tahu kalau Dark Lord mereka cuma tunduk pada satu wanita. Lagipula, udara di dalam ballroom tadi kotor sekali, penuh sama manusia berwajah dua. Di sini cuma ada kamu."

​Aira tersenyum hangat. Di balik sosoknya yang kejam dan ditakuti seluruh syndicate bawah tanah, Gabriel selalu memiliki cara untuk menjadi pria paling manis di hadapannya.

​Namun, kedamaian itu hanya bertahan beberapa detik.

​Cklik.

​Suara mekanisme senapan angin halus terdengar dari balik kegelapan atap gedung sebelah kanan. Refleks membunuh Gabriel yang terasah selama belasan tahun seketika berdesir hebat!

​"Aira, merunduk!"

​Dengan kecepatan kilat, Gabriel memutar tubuh Aira, merengkuh istrinya ke dalam pelukan dada bidangnya, lalu berguling ke lantai marmer balkon tepat saat sebuah peluru penenang beracun menyambar udara—memecahkan vas bunga kaca di belakang mereka hingga hancur berkeping-keping!

​PRANG!

​"Gabriel!" seru Aira terkejut, namun matanya tetap tenang tanpa panik.

​"Felix! Blokir seluruh akses atap sektor barat!" perintah Gabriel tegas melalui earpiece tersembunyi di telinganya.

​Dari balik kegelapan sudut balkon, empat orang pria berjas hitam dengan topeng taktis melompat turun. Mereka bukanlah pengawal biasa, melainkan pasukan pembunuh bayaran tingkat tinggi yang sengaja disusupkan oleh faksi Rosewood untuk menculik Aira saat Gabriel lengah.

​"Ternyata tebakan Lady Eleanor benar," desis salah satu pembunuh bertopeng sambil menarik pisau komando. "Serahkan Mutiara Hitam itu, Blackwood, jika kamu tidak ingin mati di sini!"

​Gabriel perlahan bangkit berdiri. Ia merapikan kerah tuxedo-nya yang sedikit kusut, lalu menatap keempat pembunuh bayaran itu dengan pendar mata cokelat gelap yang memancarkan pendar pembunuh paling dingin dari dasar neraka.

​"Lancang sekali kalian..." suara Gabriel terdengar begitu rendah dan berat, sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya. "...mengganggu waktu mesraku dengan istriku."

​Sebelum pembunuh pertama sempat mengayunkan pisaunya, Gabriel melesat bagaikan bayangan hitam. Tangannya mencengkeram pergelangan tangan musuh, memutarnya hingga terdengar bunyi KREK yang mengerikan, lalu merebut pisau tersebut dan menghantamkan gagangnya tepat ke leher musuh hingga pingsan seketika!

​Dua pembunuh lainnya maju bersamaan dari arah samping. Namun Aira tidak tinggal diam. Dari balik belahan gaun berliannya yang tampak sopan, Aira menarik keluar sebuah pisau lipat taktis berukuran kecil yang memang sengaja disiapkan Gabriel untuknya.

​SRET!

​Dengan gerakan cepat dan presisi ala advisor militer, Aira menyayat lengan musuh yang mencoba meraih bahunya, lalu menendang lutut musuh hingga pria bertubuh kekar itu tersungkur ke lantai.

​Gabriel yang melihat aksi tangkas istrinya seketika menyeringai lebar penuh rasa bangga di tengah pertempuran.

​"Wajah cantiknya makin membara kalau lagi memukul musuh! Istriku memang paling sempurna!" seru Gabriel penuh kegirangan sambil melempar pembunuh terakhir menghantam tembok balkon hingga pingsan.

​Aira menghela napas, merapikan gaun sutra biru malamnya yang tidak tersentuh noda sedikit pun, lalu menatap Gabriel yang tersenyum konyol ke arahnya.

​"Gabriel! Fokus! Kita di tengah serangan musuh!" tegur Aira gemas.

​"Tapi kamu keren banget tadi, Sayang!" puji Gabriel tanpa rasa bersalah, melangkah mendekat dan langsung memeluk pinggang Aira rapat-rapat, memastikan istrinya tidak terluka sedikit pun. "Ada yang sakit tidak? Jari manismu kena goresan tidak?"

​Aira menggelengkan kepala, melunakkan tatapannya. "Aku baik-baik saja."

​Tak lama kemudian, Felix bersama puluhan pengawal berjas hitam mendobrak pintu balkon. Felix bernapas terengah-engah dengan pistol terkokang di tangan.

​"Tuan! Nyonya! Anda berdua tidak apa-apa?!" tanya Felix panik melihat empat pembunuh bayaran sudah terkapar tak berdaya di lantai.

​"Kami baik-baik saja," jawab Gabriel dingin, sifat manjanya seketika menguap begitu menatap Felix. "Bawa tikus-tikus Rosewood ini ke ruang interogasi bawah tanah. Cari tahu siapa pimpinan tertinggi yang memberi perintah malam ini."

​"Baik, Tuan!" tegas Felix.

​Gabriel kemudian menoleh ke arah Aira, menyunggingkan senyuman miring yang sarat akan muslihat manis. Ia mengulurkan tangannya ke hadapan Aira.

​"Pesta amal ini makin membosankan dan kotor, Permaisuriku," ucap Gabriel lembut. "Bagaimana kalau kita tinggalkan tempat ini, lalu kita pergi cari makan malam berdua di tempat favoritmu?"

​Aira tersenyum manis, menyambut uluran tangan kokoh suaminya. "Setuju. Aku sudah bosan melihat wajah-wajah bertopeng di dalam sana."

​Di bawah temaram lampu malam kota, Gabriel merangkul Aira berjalan keluar melalui jalur evakuasi VIP, meninggalkan kekacauan pesta amal di belakang mereka dengan kemenangan mutlak.

​📌 Pojok Penulis (Rey Nanda):

​Aaaa! Aira keren banget bisa tumbangkan pembunuh bayaran pakai pisau taktis! Tapi reaksi Gabriel yang malah kagum dan puji istrinya di tengah pertarungan bener-bener konyol sekaligus bikin baper! 😭🔥

1
Chenyu Wang
mantap awal cerita sudah seru..
Chenyu Wang: sama2
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!