NovelToon NovelToon
KETIKA AKU HARUS MEMILIH

KETIKA AKU HARUS MEMILIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Serafina Olivia mencintai Ravin Haryaka Arthadipa sejak ia berusia 17 tahun. Pria yang setahun lebih tua darinya itu, merupakan anak dari rekan bisnis sang papa. Tumbuh dan besar di lingkungan yang sama, membuat Sera semakin menyukai Ravin. Hingga suatu hari, rencana perjodohan dua keluarga pun terdengar. Tanpa berpikir dua kali, Sera pun menerima perjodohan itu demi bisa hidup bersama pria pujaan hatinya. Bahagia hanya terasa di awal cerita. Semuanya berubah, saat rahasia hati Ravin terungkap. Pria itu tidak pernah mencintai Sera. Hatinya hanya untuk wanita lain. Di tengah lelah menanti cinta Ravin yang tak kunjung berlabuh padanya. Sera pun di hadapkan pada dua pilihan. Bertahan dalam ketidakpastian dan sakit hati. Atau pergi untuk membebaskan hati dengan cinta yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Menemui Rania.

“Mas, kita pergi ke apartemen kak Ravin.” Perintah Sera pada Wira saat mobil mulai melaju meninggalkan halaman rumah.

Sera sengaja pergi lebih pagi, dan tanpa memberitahu Ravin. Ia harus segera bertemu dengan Rania. Berbicara berdua dengan wanita muda itu.

Sera ingin tau maksud dan tujuan Rania hadir di tengah rumah tangga dirinya dan Ravin.

“Nona ingin bertemu dengan wanita itu?” Tanya Wira penasaran.

“Hmm. Ingin bicara sesama wanita. Agar semuanya jelas.” Ucap Sera pelan.

“Lalu, bagaimana dengan pak Ravin? Apa nona sudah bertanya padanya? Maaf. Saya tidak bermaksud ikut campur urusan rumah tangga kalian.” Ucap Wira kemudian.

“Tidak apa - apa, mas. Yang tau tentang permasalahan kami, cuma mas Wira saat ini.” Sera menghela nafas panjang.

“Kak Ravin mengatakan kalau dia hanya ingin melindungi Rania dari mama. Mereka sama sekali tidak memiliki hubungan lebih.” Imbuh Sera pelan.

“Dan nona percaya dengan ucapan itu?” Pertanyaan Wira meluncur begitu saja.

“Tidak, mas. Apapun alasan kak Ravin, dia dengan sadar masih berhubungan dengan mantan kekasihnya. Bukannya saya melarang dia untuk berteman. Tetapi, kak Ravin sudah secara sadar membohongi saya.” Suara Sera terdengar sangat pelan dan lirih.

Wira merasa iba melihat keadaan gadis itu. Semalam pasti Sera tidak bisa tidur memikirkan pengkhianatan sang suami.

“‘Maafkan saya, non. Saya tidak bermaksud untuk membuat nona kembali bersedih.” Ucap Wira penuh sesal.

Sera tersenyum tipis. “Tanpa mas Wira bertanya pun, saya juga masih dalam suasana bersedih, mas.” Gadis itu menghela nafas panjang.

“Saya menyukai kak Ravin sejak 10 tahun yang lalu. Saya sempat berhenti berharap, karena dia menjalin hubungan dengan Rania. Tetapi, para orang tua justru menjodohkan kami. Jika kak Ravin masih mencintai Rania, kenapa dia harus menerima perjodohan ini? Seharusnya dia menolak.” Suara tangis Sera kembali terdengar.

Lirih. Namun terasa menyayat hati.

Ingin rasanya Wira menenangkan gadis itu. Tetapi, situasinya tidak memungkinkan.

‘Kamu harus tau, Sera. Seharusnya aku yang menikah dengan kamu. Perjodohan itu untuk putra sulung keluarga Arthadipa dengan putri keluarga Mahendra. Ravin dan ibunya telah merebut semuanya dari aku.’

“Non. Saya hanya mampu mengatakan, bersabar sebentar lagi. Semuanya pasti akan indah pada waktunya.” Ucap Wira kemudian.

Sera mengusap air matanya. “Kapan mas Wira akan mencari tau tentang keberadaan kak Ravin di rumah sakit Sehat Medika?” Tanya gadis itu.

“Saya janji besok sudah ada hasilnya, non.” Wira belum sempat bertemu dengan orang suruhannya. Karena semalam, ia tidak ingin keluar dari rumah Ravin.

Wira ingin memastikan tidak terjadi sesuatu pada Sera semalam. Makanya ia belum sempat bertemu dengan orang suruhannya.

“Mas Wira tunggu disini sebentar.” Ucap Sera setelah mobil mereka tiba di depan lobby apartemen.

“Nona yakin bisa pergi sendiri?” Tanya sedikit khawatir.

Sera mengangguk pelan. “Saya hanya ingin bicara berdua dengan Rania. Kalau terjadi sesuatu, saya akan menghubungi mas Wira.”

“Hati - hati, non.” Pesan Wira saat Sera keluar dari dalam mobil.

Tatapan Wira terkunci pada langkah Sera yang tengah memasuki lobby apartemen.

.

.

.

Sera berdiri di depan pintu unit apartemen nomor 707.

Ia menarik dan menghembuskan nafas panjang berulang kali. Seharusnya Sera tidak merasa gugup seperti ini.

Bagaimana pun juga, dirinya adalah istri sah Ravin. Ia yang berhak atas pria itu.

“Kamu bisa, Sera.” Ucap gadis itu kemudian menekan bel pada di samping pintu.

“Apa dia tidak ada di dalam?” Monolog Sera sembari menekan bel sekali lagi.

Tak berselang lama, terdengar suara gagang pintu terbuka.

“Sebentar — Sera.”

Rania nampak terkejut melihat Sera berdiri di depan pintu. Dengan cepat wanita muda itu ingin menutup kembali papan persegi panjang itu.

Namun, Sera tak tinggal diam. Ia maju untuk mendorong agar pintu tak tertutup.

“Mbak Rania, tunggu. Saya ingin bicara berdua dengan kamu.” Sera dengan sekuat tenaga mendorong pintu itu agar tetap terbuka.

“Saya tidak memilik urusan dengan kamu.” Ucap Rania.

“Tetapi, saya yang memiliki urusan dengan kamu, mbak.” Sera mendorong dengan kencang. Dan pintu itu pun terbuka lebar.

“Biarkan saya masuk. Atau saya berteriak. Agar semua tetangga tau, kamu tinggal di apartemen suami saya.” Ancam Sera saat Rania hendak kembali menutup pintu

Rania tidak berani bergerak. Ia hanya orang biasa. Jika sampai Sera berteriak, maka harga dirinya akan jatuh dan terinjak.

“S-Silahkan masuk.” Ucap Rania terbata.

Sera pun melangkah masuk ke dalam, dan Rania dengan cepat menutup pintu.

Sera melangkah dengan pelan. Mengamati setiap sudut apartemen itu. Meski hanya satu lantai, namun tempat tinggal itu cukup mewah dan mahal.

Ini untuk pertama kalinya Sera datang ke apartemen itu.

‘“Tempat ini lumayan nyaman untuk ditinggali ya, mbak. Pantas saja kamu betah tinggal disini.” Ucap Sera kemudian.

“Kamu jangan salah paham, Sera. Ravin hanya meminjamkan tempat ini untuk sementara.” Tukas Rania.

Sera tersenyum remeh. “Meminjamkan untuk sementara ya, mbak? Sampai - sampai suamiku yang mengirim bahan makanan kemari.”

Kening Rania berkerut halus. Dalam hatinya bertanya, darimana Sera tau jika Ravin mengirim bahan makanan ke apartemen ini?

“Kenapa, mbak? Kamu kira saya tidak mengetahuinya? Kamu kira saya bodoh bisa kalian kelabuhi setiap saat? Ravin bahkan tidak pulang di hari jadi pernikahan kami. Dan itu karena kamu ‘kan?” Sera menatap Rania dengan nyalang.

Sementara lawan bicaranya hanya diam tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.

“Tidak bisa menjawab? Apa kalian kira selamanya saya akan diam? Dimana letak hati kamu, mbak? Kenapa kamu mengusik rumah tangga saya dan kak Ravin?” Teriak Sera.

Rania menggelengkan kepalanya. “Saya tidak pernah mengusik rumah tangga siapapun.” Ucap wanita itu dengan suara yang tak kalah kerasnya.

“Justru kamu.” Rania menujuk ke arah Sera.

“Kamu yang sudah menghancurkan hubungan saya dan Ravin. Apa kamu tidak pernah merasa menjadi orang ketiga di antara kami?” Imbuh Rania.

Sera tercengang mendengar ucapan wanita muda itu.

Rania justru menuduh dirinya sebagai orang ketiga dalam hubungan wanita itu dan Ravin. Bukankah sekarang Sera adalah istri sah pria itu?

Siapa sebenarnya yang menjadi orang ketiga disini?

“Jadi kamu menyalahkan saya?” Tanya Sera tak percaya.

“Ya!” Rania menjawab dengan cepat.

Tawa Sera pun menggema di dalam unit apartemen itu.

“Kamu salah orang, mbak. Saya tidak pernah merasa merebut Ravin dari siapapun. Semua orang tau kalian sudah putus sejak kamu pindah ke Yogyakarta. Dan pernikahan kami terjadi karena persetujuan dua pihak. Saya sama sekali tidak pernah memaksa Ravin untuk menikah.” Ucap Sera panjang lebar.

“Jika kamu mau menyalahkan seseorang, seharusnya salahkan Ravin.” Imbuh Sera.

Gadis itu melangkah maju mendekati Rania.

“Sekarang pilihannya ada di tangan kamu, mbak. Tetap menjadi orang ketiga, atau mundur secara teratur, sebelum mama Irene mengetahui keberadaan kamu di apartemen ini.”

Setelah mengatakan kalimat itu. Sera pun pergi meninggalkan apartemen itu. Hatinya sudah merasa sedikit lega karena bisa bicara dengan Rania.

“Kita lihat. Aku atau kamu yang pergi dari sisi kak Ravin.”

1
Ilfa Yarni
asyik mari kita lihat apa yg terjadi setelah mahendra membatalkan kerjasama mrk
sunaryati jarum
Mantaaap Sera.Emak menunggu.kehancuran Ravin , perusahaan dan orang tuanya. Pasti Rania kabur, tidak mau hidup miskin, karena selama ini dicukupi Ravin .Dan Raditya penyelamat perusahaan, setelah Ravin dan orang tuanya jadi remahan sampah.
Oma Gavin
batalkan kontrak kerja sama dan pernikahan sera dan ravin
Ilfa Yarni
bagus papa mahendra bikin meeka bangkrut
sunaryati jarum
Suruh Ravin yang bertanggungjawab Pak Raja,segera blokir semua akses keuangan Ravin,atas perintah Pak Raka,Pak Raka,emak ingin tahu jika Ravin telah miskin, jabatan dicopot apa Rania masih setia? Emak tak sabar melihat kehancuran Ravin dan beri 5 bintang



🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
sunaryati jarum
Segera hancur mereka ,tolong Irene hukum Rania, miskinkan Ravin .Apa masih bisa membiayai hidup Rania yang pura- pura polos.
sunaryati jarum
Hancur Ravin,Raja ,dan Irene,maka perubahan ikut hancur.
sunaryati jarum
Biarkan perusahaan koleb.dan yang bisa menangani hanya Raditya
Naufal Affiq
hancur lah smuanya ravin
Elsker
karma will hit you hard...apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai
Elsker
cup cup cup kembang kuncup
Ilfa Yarni
sedikit LG kehancuran mereka ayo Raditya jg seta hancurkan mereka aku ga sabar nunggu mrk terlempar kejalanan terutama si jalang iirene
Ilfa Yarni
hsncurkanmereka Raditya sampe benar2 hancur
Naufal Affiq
kau harus sadar ravin,perbuatan mu sudah membuat sera untuk hidup bersama mu lagi
Aretha Shanum
ngapa berbelit"
sunaryati jarum
Seruuu.Ayo up rutin Thoor,tak tahu kelanjutan dan kehancuran Ravin
Ilfa Yarni
manfus kau ravinsrmoga saja Rajendra tmbh syok liar berita itu
sunaryati jarum
Ya harus sabar menunggu melihat reaksi Ravin dan Irene saat pengkhianatan Ravin di unggah.Semoga hari ini viral
sunaryati jarum
Pertarungan ibu anak ini bisa jadi celah Raditya dan Sera untuk memulai balas dendam.
Naufal Affiq
perang sudah di mulai,tinggal menunggu kehancuran keluarga mu ravin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!