NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Gadis Gunung

Identitas Tersembunyi Gadis Gunung

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.

Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.

Happy Reading All🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanda Terima Kasih

"Bagaimana kondisi sahabat kami, dok?" tanya Dhira, begitu dokter keluar dari IGD

"Semua baik-baik saja, pasien hanya terlihat kelelahan. Setelah infusan habis, pasien sudah boleh pulang." jawab dokter, ketiganya menghembuskan nafas lega.

"Alhamdulillah" ucap ketiganya pelan

"Terima kasih dok" ucap Arkan, dokter mengangguk. Dhira memilih masuk ke ruangan, sedangkan kedua pria menunggu di luar. Arkan menyandarkan punggungnya, ke sandaran kursi tunggu. Sedangkan Danish, ia merebahkan tubuhnya di kursi. Dengan kaki yang di tekuk, seraya memeluk tubuhnya sendiri. Karena hari masih menunjukkan pukul 01.15, keduanya terlelap.

Dhira duduk di kursi samping ranjang Aulia, ia menatap lama wajah Aulia.

"Syukurlah kamu baik-baik saja, teriakan mu tadi membuat tubuhku merinding bukan main. Kamu pasti kesakitan, tapi... kenapa tidak ada luka?" ucap Dhira, ia melihat ke arah tubuh Aulia.

"Kalo sampe kamu terluka, apa yang harus aku katakan pada ibu Ulfa?" Dhira merebahkan kepalanya di atas ranjang, ia pun terlelap.

.

.

'KALIAN SUDAH TERLALU LAMA MENIKMATI SESUATU, YANG TIDAK SEHARUSNYA. DUNIA INI SUDAH HANCUR DAN KOTOR, TAK ADA SALAHNYA AKU MEMBINASAKAN KALIAN DARI DUNIA INI. KARENA HIDUP KALIAN, TIDAK BERMANFAAT SAMA SEKALI. HANYA BIA MEMBUNUH, MEMPERKOSA DAN MENGANIAYA MANUSIA LAINNYA. BAHKAN... AKU PUN TAK LUPUT DARI KEBEJATAN KALIAN SEMUA!!!' pangeran lelembut merentangkan tangannya ke depan, muncul cahaya merah dari telapak tangannya. Dan..

BLAARR

WUSHHHH

"TIDAAAAAKKKK"

"AMPUUUUUUNNN"

Api merambat dengan cepat, bangunan yang menjadi perkumpulan mereka hancur. Tak memakan waktu lama, api melalap habis para manusia dan rumah berlantai dua tersebut. Teriakan para manusia sesat itu, terdengar begitu pilu.

Para warga keluar dari kediaman mereka, berusaha memadamkan api. Namun seakan api itu mengamuk, membuat para warga mundur. Anehnya... api itu tak menyebar, tak ada angin. Hanya membakar bangunan tersebut, padahal api membumbung tinggi.

'Api itu... dia seolah memilih, hanya ingin membakar bangunan itu.'

'Kamu benar, bahkan tak ada angin sama sekali. Tapi api semakin membesar dan diam di tempat.'

'Ngomong-ngomong... ini rumah siapa?' para warga terdiam, lalu pak Rt datang

'Ini rumah pak Bagas, guru oleh raga di sekolah XXX.' jawabnya

'Jangan-jangan pak..'

'Sudah sudah, sebaiknya jangan su udzon. Kita tidak tau apa-apa, tak juga memiliki bukti.'

'Tapi pak, saya tadi liat ada banyak orang yang masuk. Apa mereka juga ikut terbakar?' pak Rt menggelengkan kepalanya, ia tak tau harus menjawab apa. Meski ia curiga, dengan Bagas. Tapi ia tak memiliki bukti apapun, Bagas orang yang introvert. Tak pernah keluar, untuk ikut bergabung dengan kegiatan warga. Bagas merupakan warga baru, karena belum setahun menempati rumah tersebut.

Pemadam kebakaran datang, di saat api sudah padam. Asap masih mengepul, bangunan terbakar habis. Beberapa warga, ikut membantu. Tapi... mereka tak menemukan satu mayat pun, semuanya menjadi abu.

'Aneh... padahal aku jelas-jelas, kalo liat ada beberapa orang yang masuk ke rumah ini.' ucap warga, yang melihat rumah itu ramai sebelumnya. Bahkan mobil yang parkir di depan pekarangan pun, sudah habis di lalap si jago merah.

Dari jarak jauh, pangeran lelembut melihat semuanya dengan wajah datar. Setelah di rasa sudah tak ada yang penting lagi, ia pergi menghilang.

.

.

Syuuuttt

Angin berhembus pelan, muncul pangeran lelembut di samping ranjang Aulia. Tanpa membuat Aulia dan Dhira bangun, hanya Kia yang tau.

'Apa lagi? Bukankah semuanya sudah selesai?' tanya Kia

'Hmm... maaf sudah membuatmu dan temanmu terluka, demi membebaskan aku.' jawab pangeran lelembut

'Aulia... selama dia yakin yang di tolongnya memang baik, dia akan menolong. Meski nyawa taruhannya, kalau pun itu bukan kamu. Dia tetap akan memilih, untuk menolong.' ucap Kia

'Terima kasih' ucap pangeran lelembut

'Hmm... pergilah, ucapan terima kasih mu akan aku sampaikan nanti.' balas Kia, ia masih merasa marah dan kesal. Karena sosok itu, Aulia harus berada di sini dalam keadaan tak sadar.

Pangeran lelembut tau, bila sosok di depannya masih menyimpan rasa kesal padanya. Pangeran menengadahkan tangannya, muncul cahaya sekejap. Lalu di telapak tangannya muncul, satu kalung dengan liontin permata merah miliknya. Yang sudah di ekstrak menjadi cair, sangat mirip dengan darah. Tidak semua, mungkin hanya sebagian kecil. Tapi bisa membantu Aulia, bila ke depannya ia mendapatkan kesulitan.

Pangeran memakaikan kalung itu, dari jarak cukup jauh ke leher Aulia. Kia membulatkan kedua bola matanya, saat melihat liontin kalung tersebut.

'Itu...

'Aku memberikan sebagian kecil, permata merah milikku untuknya. Aku tau, kakek nya sedang tidak baik-baik saja. Benda itu bisa berguna, untuknya di masa depan. Itu tanda terima kasih ku padanya, aku akan kembali ke tempat tinggal ku. Ingat, cukup satu tetes saja. Selamat tinggal..' potong Pangeran, seraya menghilang

'Dia tau si tua sedang tidak baik-baik saja, mungkin dia bisa merasakan hal itu. Dari hubungan darah, yang di miliki Aulia dengan si tua Pamir. Syukurlah...' ucap Kia tersenyum

.

.

Malam pun berganti pagi, Aulia sudah berada di rumah pohonnya. Dia ijin tidak masuk hari ini, jadi rencana belajar bersama pun pindah tempat di kediaman Aulia. Rencananya sepulang sekolah, teman sekelasnya akan langsung ke rumah Aulia.

Aulia duduk di ayunan, yang memang sengaja di buat oleh pak Amir. Ia memegang mengusap liontin kalung, yang terpasang di lehernya.

'Lelembut itu yang memberikan nya padamu, sebelum dia pergi.' ucap Kia

"Hmmm" jawab Aulia singkat

'Apa yang ada dalam pikiranmu sekarang?' tanya Kia

"Aku ingin pulang menemui kakek." jawab Aulia, membuat Kia langsung diam

'Mmm... apa kamu tau sesuatu?' tanya Kia

"Aku tau semuanya, tau kalo kakek bisa melihat dan berkomunikasi dengan kalian. Tau... bila kakek sedang tidak baik-baik saja, aku tau..." jawab Aulia, dengan melemahkan suaranya di dua kata terakhir.

'Kamu... sejak kapan?' tanya Kia lagi, Aulia mengangkat salah satu bibirnya

"Apa itu penting?" tanya Aulia balik

'Maaf, bukan maksud ku.. mm.. bukan maksud kami menyembunyikan hal ini darimu, hanya saja..'

"Kakek selalu menolak, setiap kali aku ingin memeriksa nadinya. Selalu ada alasan untuk mengelak nya, aku tau itu. Beberapa kali aku memergoki kakek, menatap ku dengan tatapan takut dan sedih. Seolah enggan... untuk meninggalkan aku, dan hal itu juga... merupakan alasan kakek, menyuruhku untuk pergi turun gunung. Mendapatkan teman, yang bisa menerima ku apa adanya." ucap Aulia

'Lia.. kami...

"Aku tak menyalahkan kalian, aku tau ini semua demi kebaikan ku. Demi perasaan ku, agar tak terus-terusan memikirkan kakek." potong Aulia

"Aku ingin pulang malam ini, atau... setelah teman-teman ku selesai belajar. Pokonya, aku ingin pulang. Aku sudah memiliki ini, kakek akan baik-baik saja." lanjut Aulia, Kia terdiam sebentar, tak lama ia pun mengangguk.

'Ayo kita pulang...'

...****************...

Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....

1
Ika Vina
si Lita ini emang lah 🤣
Ayudya
mang ni ya si Lita ada ada aja di makan nasi Mala bilang makan paku🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vania larasati
lanjut kak
Eliermswati
thor q tunggu y aulia dan kawan2 liburan ap lg nnti hafis ikut bkk rame nih smga su lita berjodoh sm bang zaki😂😂 ngmng2 sambil menyelam minum susu nih aulia tenang nnti q blng sm author supaya lita dpt jodoh biar dia g ngereog lg y tp q kemblkn lg author aj deh soalnya gmn nnti nya kn yg buat cerita dia😂smngt thor up nya
fifia
gak makan kaca sekalian lit🤣🤣
RiriChiew🌺
wahh ajaib sekalii si Lita bisa makan pakuu🤣🤣 mana si Aul belum ngeuh lagii astogeee
mama_im
udah kacau kalo ngomong sama si lita 🤣🤣🤣🤣
Ela Jutek
rusak si Lita mah, ini bakal ketularan kau Aul/Joyful/ yeah double dong uy
E F
????????
Ayuk Witanto
masih mending di siram li,daripada di seret di masukin kolam🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
ada yang buat judi juga sok lah gercep masukin penjara
Ayuk Witanto
serem nih
Ayuk Witanto
selamat bersenang-senang
Ayuk Witanto
gila duit segitu banyak mau di makan sendiri...bener2 orang tua dholim
Ade Irma
semua nama nya koq ber bau nama2 Arab ya koq bisa?mbok ta pk
nama bangsa sendiri..
ule_keke (IG: ule_keke26): kaya Udin, Asep.. jangan atuh😭
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
coba bangunin'a jangan dsiram ceu, cbain deh sxx bangunin'a ga ush triak2 ckup bilang dnagn suara yg biasa aja tpi bilang'a "man robbuka" dijamin lgsg loncat dan ketar ketir psti ni c lita🤭, semangat thor, tmben hari ini ga up 🤔
E F
tdk up kah thor?????
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
/Facepalm//Facepalm/ aduhh, makanya Lita, jangan macam-macam sama Lia 🤣🤣
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
/Facepalm/ aduhh, Lia, kamu masih sempat-sempatnya buat jodohin mereka 🤣/Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!