NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Napas Raga sedikit memburu, begitu matanya bertemu dengan Risa, langkahnya terhenti sesaat sebelum segera mendekat.

‎‎"Risa," panggilnya.

‎‎Risa menghentikan langkahnya, menatapnya dengan pandangan datar tanpa ekspresi.

‎‎"Apa yang sedang kamu lakukan disini, Mas?" tanya Risa dingin.

‎‎Raga menyeka keringat di dahinya, lalu menjawab, "Aku mendapat telepon dari papamu. Katanya mamamu sakit dan dibawa ke rumah sakit, jadi aku langsung bergegas datang untuk menjenguk. Bagaimanapun, aku masih menjadi bagian dari keluarga ini."

‎‎Ia melirik sekeliling memastikan tidak ada orang terlalu dekat, lalu melangkah sedikit lebih maju.

‎‎"Risa... bisakah kita bicara sebentar? Hanya kita berdua saja. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan."

‎‎Risa terdiam sejenak. Ia tahu pasti apa yang ingin dibicarakan Raga, tentang gugatan cerai yang diajukan, atau mungkin mencoba membujuknya lagi. Namun ia tidak ingin menimbulkan keributan di tempat ini.

‎‎"Hanya sebentar, dan jangan bertele-tele," jawabnya singkat, memberi isyarat agar berbicara cepat.

‎‎Raga mengangguk, lalu mengajaknya ke sudut koridor yang agak sepi. Keduanya saling berdiri diam untuk beberapa saat.

‎‎"Kamu sungguh sudah kelewatan, Risa," ucap Raga dengan suara rendah namun berat. "Mengapa harus sampai mengajukan gugatan cerai ke pengadilan? Kamu lihat sekarang... semuanya jadi kacau. Mama kamu sakit, Papa kamu bahkan tidak mau menerima kamu dirumah mereka lagi."

‎‎Ia melangkah lebih dekat, menatap mata Risa tajam.

‎‎"Sudah kubilang berkali-kali, aku masih mau menerimamu apa adanya. Aku masih bersedia menafkahimu, melindungimu, meski kamu tidak bisa memberiku keturunan. Bukankah itu sudah cukup? Lalu mengapa kamu membalas kebaikan itu dengan cara seperti ini?"

‎‎Risa hanya mendengarkan dengan wajah datar, tidak lagi terpancing emosi seperti dulu. Saat Raga berhenti berbicara, ia mengangkat wajah dan menatap pria itu.

‎‎"Kebaikan apa yang kamu maksud, Mas? Selama lima tahun menikah, aku membiarkan ibumu menghinaku setiap hari, membiarkan kerabat dan tetangga menyebutku wanita mandul yang tidak berguna. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu berani menjalin hubungan dengan wanita lain di belakangku." ucap Risa, suaranya sedikit meninggi namun tetap terjaga agar tidak menarik perhatian terlalu jauh.

‎‎"Dan kamu bilang apa barusan?Menerima apa adanya?" Risa menggeleng pelan. "Itu bukan merima, Mas. Itu hanya rasa kasihan yang merendahkan. Kamu mempertahankan aku bukan karena cinta, tapi hanya agar citramu sebagai suami yang baik tetap terjaga di mata orang banyak."

‎‎Ia melangkah mundur sedikit, memberi jarak yang jelas di antara mereka berdua.

‎‎"Sudahlah, Mas, memang sudah tidak ada yang perlu diperjelas lagi diantara kita. Kita sudah berpisah jalan. Kamu punya duniamu sendiri, dan aku juga sudah punya jalanku sendiri."

‎‎Setelah mengucapkan itu, Risa tidak menunggu jawaban apapun lagi. Ia memutar tubuhnya dan melangkah pergi, meninggalkan Raga yang berdiri terpaku di koridor.

-

-

‎Risa terus melangkah tegas meninggalkan koridor rumah sakit, jantungnya masih berdebar sedikit namun hatinya terasa lega setelah sekali lagi menegaskan posisinya. Begitu sampai di halaman depan, ia segera melambaikan tangan memberhentikan sebuah taksi yang lewat.

‎‎"Ke RTF Corp, Pak." ucapnya singkat begitu masuk ke dalam kendaraan.

‎‎Sepanjang perjalanan, Risa duduk bersandar, memejamkan mata sejenak untuk menenangkan pikirannya. Ia tahu pertemuan tadi hanyalah salah satu dari sekian banyak usaha Raga untuk memutar keadaan, tapi kali ini ia tidak lagi merasa terguncang. Ia sudah tahu apa yang ia inginkan dan berani mempertahankannya.

‎‎Kurang dari satu jam kemudian, taksi berhenti tepat di depan pintu masuk gedung kantor. Risa membayar ongkosnya, lalu turun. Namun baru saja dia menginjakkan kaki di teras gedung, ia berpapasan dengan sosok yang baru saja melangkah keluar dari pintu utama.

‎‎Regan.

‎‎Pria itu baru saja hendak pergi untuk sebuah urusan. Begitu melihat Risa, matanya langsung menangkap raut wajah wanita itu yang meskipun tenang, menyimpan sedikit tanda lelah dan kekesalan.

‎‎"Risa?" panggil Regan dengan nada penasaran sekaligus khawatir. "Tadi Bu Hera bilang kamu izin untuk menjenguk ibumu yang sakit."

‎‎Risa mengangguk sambil tersenyum tipis, berusaha terlihat biasa saja. "Iya, Pak. Saya baru saja dari rumah sakit. Kondisi Mama sudah membaik, jadi saya memutuskan kembali ke kantor saja."

‎‎Regan melangkah mendekat, pandangannya meneliti wajah Risa dengan lebih teliti. "Apa kamu baik-baik saja?"

‎‎"Saya baik-baik saja, Pak." jawab Risa santai, "Hanya tadi sempat cemas dan khawatir saat mendengar ibu saya jatuh pingsan, tapi sekarang sudah sedikit lebih baik setelah melihat sendiri keadaannya."

‎‎Regan mengangguk paham, "Syukurlah kalau begitu. Kalau kamu butuh waktu untuk pulang atau istirahat, katakan saja. Jangan memaksakan diri," ucapnya lembut.

‎‎"Terimakasih banyak, Pak. Tapi saya rasa lebih baik tetap masuk dan melanjutkan pekerjaan saja," jawab Risa sambil tersenyum lebih tenang. "Kalau saya hanya diam saja memikirkan semuanya, pikiran saya akan terus melayang kemana-mana."

‎‎Regan menatapnya lama, lalu tersenyum dan mengangguk. "Baiklah. Sebentar lagi sudah masuk jam makan siang. Bagaimana kalau kamu ikut denganku dulu, kita makan siang diluar."

‎‎Risa tertegun sejenak, matanya sedikit melebar mendengar ajakan itu. Wajahnya memerah samar, ada rasa ragu sekaligus tersanjung yang muncul di hatinya. Ia menatap Regan yang menunggunya menjawab dengan pandangan tenang dan tulus.

‎‎"Makan siang bersama, Pak?" tanyanya pelan, seolah memastikan apa yang didengarnya benar. "Tidak merepotkan? Lagipula saya takut nanti orang-orang di kantor akan berbicara macam-macam jika melihat kita pergi berdua."

‎‎Regan menggeleng pelan, lalu melangkah sedikit lebih dekat.

‎‎"Biarkan saja mereka berbicara. Aku hanya ingin memastikan kondisimu benar-benar baik sebelum kamu kembali bekerja. Anggap saja sebagai bentuk perhatian dari atasan, atau sebagai teman. Bagaimana?"

‎‎Risa terdiam sejenak, mempertimbangkan tawaran itu. Ia merasa aman dan nyaman bersama Regan, dan memang perutnya mulai terasa kosong setelah semua kejadian pagi ini. Akhirnya, ia mengangkat wajah dan mengangguk.

‎‎"Baiklah, Pak. Saya terima ajakannya."

‎Regan tersenyum lega mendengar jawabannya. "Kalau begitu, mari kita pergi sekarang."

‎‎Baru saja mereka akan berbalik badan, suara deru mesin kendaraan yang melaju kencang terdengar mendekat. Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti mendadak tepat di depan teras gedung.

‎‎Pintu mobil terbuka dengan kasar, dan Raga turun dengan napas terengah-engah. Matanya langsung tertuju pada Risa dan Regan yang berdiri berdampingan, dan pandangan itu membuat emosinya semakin tak terkendali.

‎‎"Jadi ini alasan kamu ingin cepat bercerai dariku! Karena kamu sudah punya laki-laki pengganti, kan?!"

-

-

-

Bersambung...

1
vj'z tri
ahayyyy jreng jreng jreng
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ icik bos dah salting berat ini
🔥Violetta🔥: Udah cenat-cenut dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
kamu nanya.. kamu bertanya-tanya....,

secara g langsung km udah siap ni ditinggalin raga.. km kan nyuruh cek, terus tau kenyataan pahit asam manisnya kyk apa.... ya jelas nanti raga bakalan ngejar balik lg risa.. ya nerima apa adanya kan cm dia.... siap² deh mimpi terindah menikah dengan raga hanya tinggal khayalan belaka... 🤣🤣🤭
〈⎳ FT. Zira
coba cekk. di lihat..diraba.. di...🤭🤭
〈⎳ FT. Zira
kesempatan noh Re .. ambilll🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
jodoh ka Re🤭
〈⎳ FT. Zira
kamulah orangnya🤭
〈⎳ FT. Zira
cieeee cieee🤭🤭🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
deg deg ser gak ris🤭
〈⎳ FT. Zira
jodoh emag gak kemana yaa🤭
Rizky Manik
lanjut thor🤗
Rizky Manik
ayo periksa lagi kalo berani🤭
Anonim
awokawok mending baca seishun buta yarou Bunny girl senpai wo yume wo minai
MamDeyh
Nah nah nah kan.... Eng ing eng
Kusii Yaati
kamu terlalu memandang rendah orang mel,di bandingkan dengan kamu Risa lebih baik dari segi manapun, sedang kamu apa perlu di banggakan selain pandai merebut suami orang alias pelakor... punya cermin nggak 😒
Anonim
JONTOL
vj'z tri
bagaimana caraaaa nya untukk kau bisa mengerti bahwa aku iriiii 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
jika Oma sama ibu tahu siapa yang lagi di Pepet icik bos pasti girang 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
eeeeeeeaaaaaaa ee ee eaaaaaa eeeeeaaaaa 🤣🤣🤣🤣
🔥Violetta🔥: Astaga 🤣🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
gak say biar icik bos yang langsung turun tangan 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!