NovelToon NovelToon
DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: R. AL

Sinta Maharani dijual ayah kandungnya seharga Rp 500 juta untuk lunasi hutang judi.

Pembelinya adalah Arga Wijaya, CEO Rogue terkaya dan paling kejam di Jakarta. Pernikahan kontrak 1 tahun demi warisan triliunan.

Namun di malam pertama, Arga berbisik dingin, "Keluarga Maharani adalah pembunuh keluargaku. Sekarang giliranmu yang membayarnya."

Sinta terjebak. Menikah dengan musuh yang membenci darahnya, sambil menyembunyikan rahasia bahwa dia adalah serigala terakhir berdarah murni.

Mampukah Sinta bertahan di tengah dendam dan cinta terlarang? Ataukah dia akan hancur oleh masa lalu keluarganya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: DETAK JANTUNG KEEMPAT DAN PERANG 2,5 TRILIUN YANG DIMULAI DARI DAPUR PEN

BAB 23: DETAK JANTUNG KEEMPAT DAN PERANG 2,5 TRILIUN YANG DIMULAI DARI DAPUR PENTHOUSE

Detak jantung keempat itu masih ada.

Aku, Sinta, memegang perut kecilku yang masih rata, yang baru 5 minggu, yang di USG tadi masih berupa titik kecil berkedip di HP Arga yang masih menyala di atas nakas penthouse 50 Miliar, perut yang kata dokter ada 2 garis, hamil, hamil anak Arga, anak dari pernikahan 500 juta yang dulu aku benci, yang dulu aku anggap jual beli, yang dulu di Bab 3 aku ditampar Arga, di Bab 10 aku dilawan Arga, yang hampir mati di mall karena Kelvin Tan anak Robert Tan.

Tapi sekarang detak jantung itu ada, detak jantung yang tidak ada di USG, detak jantung yang hanya aku yang bisa rasakan, detak jantung keempat setelah detak jantungku, detak jantung Arga, detak jantung bayi titik kecil di USG, sekarang ada detak jantung keempat yang berbisik pelan, "Mama jangan takut, Papa pasti menang, seperti Papa menang beli Mama 500 juta dulu..."

Aku menatap Arga yang masih berdiri di depan ayahku di penthouse 50 Miliar yang tadi pagi jadi tempat pertarungan berdarah, yang lantainya masih ada bekas darah Kelvin Tan yang mati karena kecelakaan di mall atau dibunuh, yang iPad-nya masih menampilkan grafik saham Mahendra vs Tan Group masih merah turun 7% hampir crash, perang saham 2 Triliun di Bab 16 yang belum selesai sekarang jadi 2,5 Triliun.

Arga menatapku, matanya yang dulu dingin karena dendam 20 tahun lalu ayahku buat keluarga Mahendra bangkrut, yang dulu membeli aku 500 juta karena dendam, sekarang matanya hangat, mata yang melunasi hutang ayahku 3,2 Miliar tanpa aku minta, mata yang mau perang 2,5 Triliun untuk jaga aku dan bayi 2 garis, mata yang tadi bilang, "sampai saya bilang aman. Ini perang saya, bukan perang kamu. Kamu sudah perang 21 bab, dari Bab 3 kamu tampar saya, Bab 10 kamu lawan saya, sampai Bab 21 kamu kasih saya 2 garis. Sekarang giliran saya perang untuk kamu."

Ayahku yang masih gemetar berdiri di samping Arga, ayahku yang dulu menjualku 500 juta ke Arga karena bangkrut 20 tahun lalu oleh Tan Group, Robert Tan teman lama ayahku yang buat keluarga Mahendra bangkrut juga bukan ayahku, ayahku yang sekarang mau jadi tameng untuk cucunya, cucu yang masih berupa titik kecil di USG, cucu yang detak jantung ketiganya lebih kencang dari detak jantung perang saham 2,5 Triliun, ayahku berkata lagi dengan suara pelan.

"Arga, Sinta, ayah tahu ayah salah, ayah jual Sinta 500 juta di Bab 1, ayah tampar Sinta di Bab 3, ayah hampir bunuh Sinta di mall karena ikut Kelvin Tan, tapi sekarang ayah mau tebus, ayah masih punya sisa koneksi pengusaha dulu, ayah tahu cara Tan Group main saham, Robert Tan itu licik, dia yang buat keluarga Mahendra bangkrut 20 tahun lalu, dia yang buat ayah bangkrut juga, dia yang suruh Kelvin Tan kejar Sinta sampai hampir mati di mall, sekarang Kelvin mati, Robert pasti balas dendam, perang saham 2,5 Triliun ini bukan main-main, bisa crash seperti 20 tahun lalu..."

Arga mengangkat tangan, menghentikan ayahku, "Cukup. Hutang 3,2 Miliar ayah sudah saya lunasi tadi pagi, sertifikat rumah atas nama Sinta sudah saya balik nama, itu bukan karena ayah mau jadi tameng cucu, tapi karena Sinta sudah kasih saya 2 garis, Sinta sudah jadi alasan dua keluarga musuh 20 tahun bersatu, Mahendra dan keluarga Sinta yang dulu musuh karena bangkrut, sekarang bersatu karena bayi titik kecil di HP saya yang masih menyala di atas nakas."

Aku yang masih memegang perut kecilku yang ada detak jantung keempat yang berbisik "Mama jangan takut, Papa pasti menang, seperti Papa menang beli Mama 500 juta dulu...", aku tiba-tiba mual, mual hamil 5 minggu, mual yang dari tadi pagi belum hilang sejak tahu 2 garis di Bab 21, mual yang membuat aku lari ke kamar mandi penthouse 50 Miliar yang mewah, yang wastafelnya emas, yang dulu aku tidak pernah bayangkan bisa tinggal di sini setelah dijual 500 juta.

Di kamar mandi, aku muntah, muntah karena hamil, tapi dari muntahan itu, aku melihat sesuatu, bukan darah, bukan makanan, tapi air mata, air mataku sendiri yang dari Bab 3 sampai Bab 22 tidak pernah berhenti, air mata karena ditampar, dilawan, dijual, hampir mati, dan sekarang air mata karena 2 garis, karena sertifikat rumah atas nama aku, karena kakek yang kembali, karena ayah yang dulu menjualku sekarang mau jadi tameng untuk cucunya.

Arga masuk ke kamar mandi, memelukku dari belakang, tangannya yang besar yang dulu menamparku di Bab 3, yang dulu melawanku di Bab 10, sekarang mengelus perut kecilku yang rata, mengelus detak jantung keempat yang hanya aku yang bisa rasakan.

"Sinta, jangan takut, perang 2,5 Triliun besok biar saya yang urus, kamu di rumah saja, jaga titik kecil di USG yang berkedip di HP saya, jaga sertifikat rumah atas nama kamu, jaga ayahmu yang sudah kembali, yang dulu menjualmu sekarang mau jadi tameng untuk cucunya, saya yang akan perang melawan Tan Group yang pasti akan balas dendam atas kematian Kelvin Tan."

Aku menangis di pelukan Arga, "Arga, aku takut, aku takut seperti 20 tahun lalu keluarga Mahendra bangkrut karena Robert Tan, aku takut seperti ayahku bangkrut karena Tan Group, aku takut saham Mahendra vs Tan Group masih merah turun 7% hampir crash di iPad kamu, aku takut perang saham 2 Triliun Bab 16 yang belum selesai sekarang jadi 2,5 Triliun, aku takut bayi kami yang masih berupa titik kecil yang berkedip di HP kamu yang masih menyala, detak jantung ketiganya lebih kencang dari detak jantung perang saham 2,5 Triliun, tapi di perut kecilku ada detak jantung keempat yang baru muncul, detak jantung yang tidak ada di USG, detak jantung yang hanya aku yang bisa rasakan, detak jantung yang berbisik pelan, 'Mama jangan takut, Papa pasti menang, seperti Papa menang beli Mama 500 juta dulu...'"

Arga memelukku lebih erat, "Detak jantung keempat itu siapa?"

Aku menggeleng, "Aku tidak tahu, Arga, tapi dia berbisik seperti kamu, seperti kamu waktu beli aku 500 juta dulu di Bab 1, kamu bilang 'Saya beli kamu bukan karena saya butuh istri, tapi karena saya butuh balas dendam ayah kamu buat keluarga Mahendra bangkrut 20 tahun lalu', dan sekarang detak jantung keempat itu bilang 'Mama jangan takut, Papa pasti menang, seperti Papa menang beli Mama 500 juta dulu...'"

Di luar kamar mandi, ayahku masih berdiri di penthouse 50 Miliar yang tadi pagi jadi tempat pertarungan berdarah sekarang jadi tempat keluarga yang mau perang bersama, ayahku yang dulu menjualku sekarang mau jadi tameng untuk cucunya, ayahku memanggil kami.

"Arga, Sinta, keluarlah, ada yang harus kalian lihat di luar, Jakarta masih bising, di layar iPad Arga grafik saham Mahendra vs Tan Group masih merah turun 7% hampir crash, tapi di luar jendela penthouse 50 Miliar, ada mobil hitam, mobil Tan Group, Robert Tan datang, dia datang balas dendam atas kematian Kelvin Tan, dia bawa pengacara, dia bawa wartawan, dia mau umumkan perang saham 2,5 Triliun besok pagi..."

Aku dan Arga keluar dari kamar mandi, dan dari jendela penthouse 50 Miliar di lantai 45, kami melihat ke bawah, Jakarta masih bising jam 20.37 seperti di screenshot HP Sinta yang 1474 kata disimpan dalam 57 detik, di bawah ada 5 mobil hitam, mobil Tan Group, dan di tengahnya ada Robert Tan, teman lama ayahku waktu bangkrut 20 tahun lalu, yang buat keluarga Mahendra bangkrut juga bukan ayahku, Robert Tan yang sekarang pakai jas hitam, kacamata hitam malam-malam, membawa map, map yang isinya bukan KTP nangis darah BELUM DIKUBUR - MENUNGGU TUBUH BARU seperti di novel KKN Desa Mati, tapi map yang isinya gugatan, gugatan 2,5 Triliun, gugatan atas kematian Kelvin Tan anaknya yang hampir bunuh aku di mall.

Robert Tan menatap ke atas, ke penthouse 50 Miliar, ke arah kami, dan dia tersenyum, senyum yang sama seperti senyum Kelvin Tan sebelum hampir bunuh aku di mall di Bab 10, senyum yang bilang "Kalian menang malam ini, kalian punya 2 garis, kalian punya sertifikat rumah atas nama Sinta, kalian punya kakek yang kembali, tapi besok perang baru akan dimulai, perang melawan keluarga Tan Group yang pasti akan balas dendam atas kematian Kelvin Tan, perang saham 2 Triliun Bab 16 yang belum selesai sekarang jadi 2,5 Triliun."

Arga menutup gorden penthouse, mematikan iPad yang masih menampilkan grafik saham Mahendra vs Tan Group merah turun 7% hampir crash, dan dia menggendongku, menggendong Sinta yang dulu dijual 500 juta, yang dulu ditampar di Bab 3, yang dilawan di Bab 10, yang hampir mati di mall karena Kelvin Tan, sekarang hamil dan menjadi alasan dua keluarga musuh 20 tahun bersatu, menggendongku ke atas nakas, ke tempat rekaman USG bayi kami yang masih berupa titik kecil yang berkedip di HP Arga yang masih menyala.

Di atas nakas, Arga memelukku, ayahku yang dulu menjualku sekarang mau jadi tameng untuk cucunya duduk di sofa penthouse 50 Miliar yang tadi pagi jadi tempat pertarungan berdarah, dan di luar Jakarta masih bising, tapi di dalam penthouse ini, di atas nakas, rekaman USG bayi kami yang masih berupa titik kecil yang berkedip di HP Arga yang masih menyala, detak jantung ketiganya lebih kencang dari detak jantung perang saham 2,5 Triliun, dan di perut kecilku ada detak jantung keempat yang baru muncul, detak jantung yang tidak ada di USG, detak jantung yang hanya aku yang bisa rasakan, detak jantung yang berbisik pelan, "Mama jangan takut, Papa pasti menang, seperti Papa menang beli Mama 500 juta dulu..."

Dan malam itu, kami menang, kami punya 2 garis, kami punya sertifikat rumah atas namaku, kami punya kakek yang kembali, kami punya detak jantung keempat yang berbisik, dan perang baru akan dimulai besok, perang melawan keluarga Tan Group yang pasti akan balas dendam atas kematian Kelvin Tan, perang saham 2 Triliun Bab 16 yang belum selesai sekarang jadi 2,5 Triliun, tapi malam ini kami tidur bersama, 3 orang di penthouse 50 Miliar yang tadi pagi jadi tempat pertarungan berdarah sekarang jadi tempat keluarga yang mau perang bersama, ayahku yang dulu menjualku sekarang mau jadi tameng untuk cucunya, Arga yang dulu membeliku karena dendam karena ayahku buat keluarga Mahendra bangkrut 20 tahun lalu sekarang melunasi hutang ayahku 3,2 Miliar tanpa aku minta dan mau perang 2,5 Triliun untuk jaga aku dan bayi 2 garis, dan aku Sinta yang dulu dijual 500 juta yang dulu ditampar di Bab 3 yang dilawan di Bab 10 yang hampir mati di mall karena Kelvin Tan sekarang hamil dan menjadi alasan dua keluarga musuh 20 tahun bersatu.

Bersambung ...

1
aina susiyanti77
keren kk😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!