season 1
Zahira, gadis cantik berhijab itu di haruskan menikah dengan Abimanyu, bos dingin dan sombong. Putra dari Tuan Alex, orang yang memberikan suntikan dana kepada perusahaan ayahnya.
"Sebaiknya kita bekerja sama untuk membahagiakan orang tua kita. Aku mempunyai kekasih." (Bima)
"Aku akan menikah denganmu dan mencari ridho Allah SWT, aku akan mencoba merebut hatimu"(Zahira)
Season 2
Khalista dan Andika terpaksa menikah karena sebuah Misi. Pada akhirnya suatu kecelakaan membuat khalista hilang ingatan.
Mampukah Andika membuat istrinya jatuh cinta, jika dalam ingatan khalista Andika adalah orang yang menjengkelkan dan menyebalkan sedunia? 😀
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sokhibah El-Jannata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33.Maafkan aku
"au.... "
Zahira terkejut, air matanya lolos begitu saja, ia memegang pelipis nya yang berdarah akibat terkena pecahan kaca.
"wahhh ada bidadari cantik, keluar lah nona, apa kami akan memaksamu keluar"
Zahira terdiam, namun orang itu menarik tangan Zahira,,
"au... , lepaskan, "
"kau keluar atau aku memaksa mu"
Mau tak mau Zahira membuka konci pintu mobil kemudian keluar, dilihatnya kedua preman itu, air matanya begitu saja lolos.
"lihatlah, son.. bidadari ini cantik sekali,,, "
mereka mengamati Zahira dari atas sampai bawah.
"Apa yang kalian inginkan? bawalah mobil ini jika mau, jangan sakiti aku, atau kalian mau uang, ambil lah"
hahaha tawa mereka menggelegar, Zahira berjalan mundur, menjauh dari 2 orang yang tersedia saja maju, Zahira terus saja memberikan mereka penawaran agar mereka tak menyakitinya. namun naas, sebuah ranting pohon membuatnya tergelincir dan jatuh terduduk. kakinya tetkilir.
"au"
preman itu terus mendekat, Zahira terus saja memundurkan tubuhnya. salah satu dari mereka berjongkok, telunjuknya membelai pipi mulus Zahira, Zahira menepis tangan itu.
"ayolah sayang, kita bersenang-senang"
orang itu memegang tengkuk Zahira, air matanya terus saja mengalir.
"Mas Bima tolong aku"
Zahira pasrah apapun yang akan terjadi padanya, mau berlari tidak bisa, mau teriak percuma, mereka berada ditengah hutan.
Tangan Zahira dibelakang mengambil sebuah ranting, dan leher memukul orang didepannya. Dia merasakan kesakitan. saat itu Zahira berdiri melepas sepatunya, dan berjalan dengan kaki pincang nya, preman itu menyadari Zahira berlari.
"kejar dia,. "
ucap salah satu dari mereka. hingga tibalah Zahira dijalan buntu. Zahira sudah tidak bisa berjalan. orang itu menariknya Zahira meronta, Air matanya terus saja mengalir, salah satu dari mereka, menarik jilbab Zahira namun Zahira masih bisa mempertahankan nya. keduanya mendorong Zahira hingga Zahira terlentang, Ia meringsut mundur.
"jangan,, jangan sakiti aku"
Zahira pasrah, 2 orang itu terus mendekat, Zahira memejamkan matanya, berharap ada pertolongan untuknya.
"lepaskan dia"
Zahira benar-benar bersyukur, matanya mengarah pada suara itu, begitu juga dengan preman itu, dilihatnya Bima dengan wajah dingin penuh kemarahan ,tak menunggu lama, tangannya mengepal , Bima menghajar ke 2 preman itu tanpa ampun, hingga keduanya babak belur dan lari entah kemana.Bima mendekati istrinya dan memeluknya erat. Zahira menangis sesenggukan. Bima mengelus jilbab istrinya yang sudah berantakan kemana-mana.
"Menangislah ."
Bima menggendong istrinya menuju ke mobilnya. kemudian menghubungi Andika untuk mengurus masalah ini.Bima menancap gas mobilnya menuju apartemen. Zahira masih syok dengan kejadian yang dialaminya. tak ada percakapan diantara mereka.satu jam kemudian mereka telah sampai di apartemen, Bima menggendong istrinya, menuju kekamar nya, kemudian membaringkan istrinya ke ranjang. Bima mengambil kotak p3k kemudian membuka jilbab istrinya, dan mengobati luka di pelipis Zahira. Zahira masih diam, airmatanya terus mengalir, Sesekali bima mengusap air mata istrinya. Bima sudah selesai mengobati luka Zahira, ia pun beranjak, namun tangan Zahira menariknya.
"Mas,,, disini saja, aku takut"
Bima duduk disamping Zahirah, kemudian menariknya dalam pelukan nya.
"Maafkan aku, aku tidak bisa mengantarmu, sehingga kejadian ini menimpamu"
Zahira terus saja menangis, Bima memeluknya erat, ia mengambil gelas air diatas nakas kemudian memberikan pada Zahira.
"Minumlah, kau akan merasa lebih baik, setelah itu aku akan membawamu kekamar mandi"
Zahira mengangguk patuh. Bima menggendong nya kekamar mandi.
"Mandilah, nanti aku akan menggongmu lagi, kalau kau sudah selesai"
"Aku bisa berjalan mas,
Bima keluar dari kamar mandi, dan memesan makanan online.
20 menit berlalu Zahira berjalan, dengan pincang, kemudian keluar dari kamar mandi, Bima yang mengetahui Zahira segera mendekat dan membantu nya.
" Kenapa kau keras kepala sekali, aku bilang aku akan membantumu"
"mas jangan menyentuhku, aku sudah berwudhu"
"iya, aku tidak menyentuhmu"
Bima memapah Zahira tanpa menyentuh kulitnya. Zahira melaksanakan sholat isya'.
setelah itupun mereka makan malam bersama.
"Mas, terimakasih kamu sudah menolongku"