NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pintar melawan

Pakaian Anisa hari ini adalah celana dasar panjang yang di padu padankan dengan kaos putih pendek polos tanpa gambar dan rambutnya di cepol berbentuk mawar.

Sambil terus memandangi tabletnya dan menulis sesuatu di buku dan di temani Canaria juga Sol di gazebo.

"Aku ingin main tapi, aku tidak punya satupun teman di sekitar sini. "

"Kami nona?" Nena dan Mina.

Anisa menghela nafasnya.

"Kakak pelayan itu sibuk aku mengajak main kalian nanti makan gaji buta dan nenek Sol pasti kerepotan."

Terdiam.

"Ah anu, kami tidak masalah nona karena memang pekerjaan kami mengasuh dan menemani anda bermain juga. "

Nena yang menjelaskan dan Canaria yang mendengarnya sedikit berdehem.

"Ah yaa.. Kak Nari pun hari ini tak ikut pergi bekerja Paman Silva?"

"Ahah... Sudah selesai Nona, saya mengerjakannya saat anda tidur semalam dan saat anda sedang istirahat di kamar anda."

Terdiam Anisa dengan dagu menyentuh ujung pena.

"Ah yaa, aku mau pergi ke taman bermain saja, teman sudah tidak aku butuhkan."

Nona mereka memang masih pin plan dan selalu seperti itu, tak terkejut bahkan sangat terbiasa tapi, semuanya sangat baik-baik saja sejauh ini sebelum kedatangan seseorang saat di taman bermain.

Canaria di temani Mina, keduanya berdiri sedikit jauh dari Anisa dan dari pandangan keduanya Anisa berhenti didepan anak perempuan dan laki-laki yang bergerombol ukuran tubuh sedikit besar dari nonanya. Canaria mau mendekat tapi terhalang beberapa orang saat yang sama teriakan keras anak didepan Anisa membuat Canaria dan Mina menerobos masuk gerombolan itu.

"Heh An**Ng Kalian ini punya muka p*n** yang menyebalkan!"

Mengacungkan jari tengahnya saat tatapan Mina dan Canaria kebawah ternyata anak laki-laki yang paling besar jatuh memegangi miliknya.

Anisa masih tetap berdiri di sana tapi, tak lama satunya menjambak rambut Anisa dan mendorongnya kedepan sampai permen gula nya jatuh dan tak berbentuk lagi sampai benar-benar tak bisa di makan.

Menyebalkan.

Wajah Anisa tersenyum miring.

"Kalian memang anak yang memalukan makannya kalian tidak bisa menilai seseorang dengan baik dan hanya bisanya di bodohi seperti keledai!"

"Yakk! Kau anak haram kau itu punya orang tua pengkhianat yaa... kau bahkan tak bisa punya ibu seperti kami."

Canaria mau mendekat kesana untuk menghentikannya.

Menoleh ke arah yang pas dimana Mina dan Canaria berdiri, Anisa tersenyum miring.

Langkah Canaria dan Mina seketika berhenti di tempatnya.

"Aku punya Ayah yang sayang padaku, memberikan apapun milikku, kau bodoh atau tak paham yaa, sini aku jelaskan... jika aku tidak punya ibu aku tak akan berdiri didepan kalian dan hidup baik di surga, jelas aku punya ibu walau ibuku lebih dulu meninggal."

"Tapi, berbeda kan, kau tak akan pernah melihatnya bahkan saat kau merayakan ulang tahun mu."

Anisa mendekat membantingnya kebelakang.

Canaria tersentak kaget.

Benar-benar marah nonanya.

"Jangan bahas tentang orang tuaku lagi!"

"Ah..atau kalian tak akan punya orang tua lagi," sambil terkekeh didepan wajah anak perempuan yang tubuhnya sedikit lebih tinggi dari Anisa.

Mengkerut wajah anak perempuan yang di tatap dari tempatnya berdiri.

"Sombong sekali cih!"

Satu tangan lain mendekat tapi, di pelintirnya kebelakang.

"Aw! Aw! Sakittt sakit!"

Beberapa dari mereka segera menjauh bahkan mereka membantu dua teman yang sudah terkapar.

"Kalian tak tahu kalo ayahku adalah James Arthur Oceanus."

Anisa sudah terlihat seperti anak yang sombongnya tak bisa di tandingi.

Mina dan Canaria yang mau membantu memilih menyembunyikan diri sampai malu rasanya.

"Dan Nenekku Stella Spatium Oceanus...."

"Kakeku Zachary Spatium Oceanus. "

Semakin ingin menghilang dari muka bumi ini karena kesombongan Anisa sudah benar-benar memalukan tapi, mereka juga sudah keterlaluan.

"Anakku!"

Suara wanita dari kejauhan mendorong Anisa sampai jatuh lututnya terluka.

Menarik anaknya yang di pelintir tangannya oleh nona mereka.

 Canaria mendekat membantu Anisa berdiri bersama Mina menepuk nepuk celana dan memeriksa kaki Anisa.

Ternyata ada sedikit darah mengalir.

Canaria juga memperhatikan Mina yang berlutut memeriksa Anisa.

"Mari nona kita bersihkan dulu lukanya."

Ajakan Mina tiba-tiba di hentikan.

"Kalian tak bisa pergi begitu saja kalian harus mengganti rugi tangan anakku yang di pelintirnya !"

Canaria mengeluarkan ponselnya.

"Apa itu! Kalian menelpon siapa?"

Berteriak didepan banyak orang.

Sampai beberapa dari mereka menoleh penasaran.

Melihat Anisa tetap di tempatnya tatapannya turun melihat Anisa.

Canaria yang memperhatikannya menghalangi tatapannya.

"Hei!"

"Apa ini kau menghalangiku !"

"Maaf Nyonya harusnya anda menjaga sikap anda di tempat ini, kami akan menyingkir demi kebaikan dan nama baik anda.... "

Marah wajahnya menunjuk wajah Canaria.

"Kau! Hanya pesuruh kau menjaga anak haram Oceanus yang membuat Robert kehilangan pekerjaan dan sekarang ia di tahan di penjara, kau melindungi pembuat masalah pembawa sial !"

Canaria berbalik menggendong Anisa di ikuti Mina pergi.

Wanita tadi kesal di tinggal begitu saja dan tak di tanggapi apapun.

Menurut Canaria untuk apa menanggapi ucapan yang sama sekali tak berguna.

Apa yang sebenarnya terjadi sebelumnya Anisa sama sekali tak boleh mendengarnya.

Duduk di dalam mobil dan Canaria di luar. Mina mengobati luka di kaki ya.

"Nona ini tak perih sebentar saya ya?"

"Gak akan sakit Kakak. "

Memang mengatakan tidak akan sakit tapi, ekspresi nya menahan sakit benar-benar terlihat dari keringat yang banyak padahal mobil ini AC nya hidup.

"Sudah ini akan sembuh dalam beberapa hari, anda mau keluar lagi?"

Hati-hati Mina bertanya.

"Iyaa, aku tidak masalah biarkan saja yang mengataiku, aku tidak akan sakit hati tuh. "

Bohong sekali. Anisa sama sekali tak terlihat menerima semua ucapan itu.

Pintu mobil di ketuk dan di buka Canaria berdiri disana.

"Nona Tuan menelpon. " menggerakkan layar ponselnya panggilan vidio disana.

"Ayah... "

"Hallo sayang, kamu bertemu siapa? Kamu terluka hari ini?"

"Ah tidak apa, hanya lecet aku didalam mobil sedang di obati, aku melawan mereka semua kok, tenang saja. "

Tersenyum James.

"Ayah sibuk sekali?"

James membalikkan kameranya dan terlihat semua orang didepan meja panjang diam.

"Tidak terlalu sayang, ayah temani?"

"Tidak usah ayah, aku bersama Mina dan Canaria aku akan pukul mereka sampai pingsan atau sampai tak bisa jalan tadi aku sedang baik hati tau."

Terkekeh James.

Tapi, para hadirin rapatnya tidak sedang santai atau senggang mereka diam berhenti rapat karena James menundanya untuk menelpon putrinya.

Wajah mereka benar-benar tegang mendengar semua yang di katakan anak James.

"Ahahah bagus lah, Kalo mereka kelewatan kau tinggal tanya dimana rumahnya dan siapa kakek nenek atau ayah ibunya, ayah akan datang bertamu sebentar."

Mereka yang mendengar ucapan James di depan meja rapat menelan ludahnya kasar.

"Ok, ayah harus bekerja jangan menelpon di tengah pekerjaan kasian para kakek itu, ayah jangan nakal ya."

Semua diam, berubah menahan tawa mendengar James di nasehati putrinya untuk tidak nakal.

"Iyaaa ayah tutup sayang."

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!