NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 Canggung

Alea berada di dalam Taxi, dengan melihat keluar jendela.

"Ini sudah satu minggu pernikahanku, tetapi pernikahan ini justru sangat hambar, orang yang pertama kali menyentuhku di ranjang pengantinku bukanlah suamiku tetapi orang lain, dan sampai saat ini dia pergi membiarkanku bersama laki-laki itu harus menjalin hubungan seksual agar mendapatkan keturunan,"

"Mas Dharma bahkan tidak mengabariku sama sekali, seolah-olah benar-benar memberikan ruang dan waktu untuk kami berdua, seolah-olah dia tidak ingin mengganggu sama kali,"

"Tetapi untung saja Raidan sudah melakukan hal itu tidak terus-menerus kepadaku, dia bahkan menjaga privasi ku. Mungkin Mas Dharma akan pulang dalam waktu dekat ini," Alea hanya bisa bergerutu di dalam hatinya dengan semua lika-liku pernikahannya yang menurutnya cukup rumit.

Ditengah pemikirannya tiba-tiba saja Taxi yang dia tumpangi berhenti.

"Ada apa pak?" tanya Alea melihat-lihat ke arah depan.

"Maaf Nona, sepertinya ada sesuatu terjadi pada Taxi saya. Biar saya cek terlebih dahulu," jawab sopir taksi tersebut membuat Alea menganggukkan kepala dan pria itu langsung keluar dari Taxi.

Alea berdiri dan hanya melihat bagaimana supir tersebut membuka mesin mobil dan tidak lama sopir itu mengetuk pintu kaca mobil di bagian Alea, membuat Alea menurunkan kaca mobil tersebut.

"Nona mohon maaf sekali atas ketidaknyamanannya, ada kerusakan pada mesin mobil saya, jadi saya tidak bisa mengantar Nona ke tempat tujuan," ucap supir tersebut merasa bersalah.

"Begitu," Alea tampak kecewa.

"Saya akan hubungi teman saya untuk mengantar Nona sebagai penggantinya," sopir tersebut masih berusaha untuk bertanggung jawab.

"Sudah tidak apa-apa. Pak, saya akan cari transportasi sendiri," ucap Alea ternyata tidak masalah sama sekali, dia juga tidak bisa memaksa jika mendapatkan kendala dan lagi pula siapa yang menginginkan hal seperti itu.

Alea akhirnya keluar dari Taxi tersebut.

"Nona saya benar-benar menyesal dan meminta maaf sekali lagi," ucap supir tersebut.

"Sudah tidak papa. Saya akan cari kendaraan lain," ucap Alea dengan tersenyum kemudian berlalu dari hadapan pria tersebut.

Alea harus kembali menunggu di pinggir jalan dengan terik matahari yang cukup panas. Ternyata sudah hampir 30 menit dia berdiri di tempat itu menunggu taksi yang lewat tetapi tidak ada. Alea tadinya juga sudah berusaha untuk menghubungi grab, tetapi tetap saja terkendala masalah.

"Huhhh, cuacanya benar-benar sangat panas," Alea tampak mengipas-pas wajahnya yang terlihat berkeringat.

Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti tepat di depannya membuat Alea mengerutkan dahi, tidak lama pengendara mobil tersebut keluar dari dalam dan ternyata itu adalah Raidan.

"Raidan...." lirih Alea cukup kaget karena sudah 4 hari tidak bertemu dengan laki-laki itu.

"Kamu sedang apa di sini?" tanya Raidan.

"Oh tadi, aku menaiki taksi ingin pergi ke panti, tetapi tiba-tiba saja ada kendala dengan Taxi yang aku naiki, jadi aku menunggu kendaraan lain dan sampai saat ini belum ada," jawab Alea dengan memberi penjelasan sedikit.

"Begitu, ya sudah kalau begitu kamu ikut denganku saja biar aku mengantar kamu," ajak Raidan memberi tawaran tumpangan untuk Alea.

"Tidak usah, sebentar lagi juga pasti ada yang lewat lagi pula aku tidak ingin merepotkan kamu," tolak Alea.

"Tidak merepotkan, memang kamu ingin ke panti Asuhan di mana?" tanya Raidan.

"Di jalan Cempaka," jawab Alea.

"Kebetulan saya juga arah sana, jadi tidak merepotkan sama sekali dan lagi pula kamu mengatakan bahwa sejak tadi tidak mendapatkan Taxi pengganti dan tidak ada salahnya ikut bersama saya," ucap Raidan lagi-lagi memberi tawaran untuk menumpang pada mobilnya.

Alea masih memikirkan apakah menerima atau tidak.

"Masuklah!" Raidan sudah membuka pintu mobil bagian depan.

Alea mengganggukan kepala mau tidak mau ternyata harus menumpang pada Raidan. Raidan juga tampak begitu sopan memperlakukannya.

Keduanya sudah sama-sama berada di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan santai. Tetapi terlihat tampak keheningan di dalam mobil tersebut, mungkin sama-sama canggung keduanya.

"Hmmmm, sudah lama sekali kita tidak bertemu," ucap Alea membuka obrolan karena giginya cukup kering sejak tadi hanya diam saja dan terlebih lagi perjalanan itu juga cukup jauh.

"Tidak terlalu lama dan hanya beberapa hari saja," sahut Raidan.

"Benar! terasa aneh sekali bertemu dengan kamu," sahut Alea.

"Itu karena kamu memikirkan apa yang terjadi sebelumnya diantara kita," sahut Raidan.

"Benar juga," sahut Alea.

"Hmmmm, apa Dharma belum kembali?" tanya Raidan.

"Belum, mungkin beberapa hari kedepan, Mas Dharma akan pulang, tetapi aku bosan di Apartemen sendirian, jadi aku tidak mungkin terus mengurung diri dan memilih untuk keluar tetapi tetap hati-hati," ucap Alea.

"Hati-hati bagaimana dan bahkan kamu tadi mengatakan sudah hampir 30 menit berdiri menunggu Taxi, bukankah banyak kemungkinan keluarga Dharma akan melihat kamu, mereka akan bertanya-tanya karena sepengetahuan mereka kamu sedang bulan madu," ucap Raidan.

"Benar juga, semoga saja tadi aku beruntung dan tidak ada yang melihatku," sahut Alea.

"Hmmmm, aku juga berharap seperti itu, semoga Dharma cepat kembali dari Cina, jadi kamu tidak perlu keluar dengan waspada seperti ini," sahut Raidan.

"Cina!" sahut Alea mendengar kata negara itu membuatnya tampak mengerutkan dahi.

"Mas Dharma pergi ke Cina?" tanyanya memastikan membuat Raidan menganggukkan kepala.

"Bukankah saat berpamitan kepadaku, beliau mengatakan hanya ke Singapura," ucap Alea.

"Mungkin saja juga iya, Dharma merupakan orang yang sangat sibuk dan mungkin saja ada keperluan mendadak di Cina yang membuat beliau pergi ke tempat itu tanpa memberitahu kamu terlebih dahulu atau memang perginya tanpa ada rencana sama sekali," ucap Raidan.

Alea mengangguk-angguk saja merasa hal itu masuk akal tetapi tetap saja mengapa suaminya tidak menelponnya.

Akhirnya Alea sampai juga di panti asuhan Kasih Bunda. Raidan turun terlebih dahulu dari mobil, Raidan ternyata membuka pintu mobil untuk Alea. Lagi dan lagi Alea sebenarnya merasa tidak enak mendapatkan perlakuan khusus seperti itu.

Wajahnya sejak tadi terlihat memerah dan bahkan salah tingkah dengan perhatian sekecil yang dia dapatkan menurutnya hal itu tidak biasa dilakukan oleh seorang pria gentleman.

"Sekali lagi saya berterima kasih kepada kamu karena sudah diantarkan. Maaf jika benar-benar sudah merepotkan," ucap Alea merasa tidak enak.

"Tidak apa-apa," jawab Raidan terlihat begitu santai.

"Paman baik," tiba-tiba saja terdengar suara teriakan anak-anak membuat Alea dan Raidan menoleh ternyata banyak anak-anak yang berlari.

Alea cukup kaget ketika melihat anak-anak panti itu mengerumuni Raidan.

"Hey pelan-pelan," Raidan terlihat mengalami kesulitan menghadapi anak-anak tersebut.

"Kenapa anak-anak panti ini mengenal kamu?" tanya Alea kebingungan.

"Hay Tante Alea, kenapa bisa datang bersama dengan paman baik?" tanya salah satu anak.

Alea semakin tampak kebingungan.

"Paman ayo kita masuk!" ajak anak-anak tersebut menarik Raidan.

"Hey tunggu, kenapa anak-anak jadi meninggalkanku? Apa dia sering ke panti asuhan ini sehingga anak-anak mengenal dirinya?" Alea bertanya-tanya semakin dipenuhi kebingungan.

Ingin menjawab rasa penasarannya membuat Alea memasuki panti asuhan tersebut. Alea melihat bagaimana anak-anak panti asuhan itu begitu excited ketika kedatangan Raidan, Mereka banyak bertanya seolah-olah Raidan adalah orang-orang yang mereka tunggu.

Bersambung ......

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!