NovelToon NovelToon
Chasing Her, Holding Him

Chasing Her, Holding Him

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku adalah saksi dari setiap cintamu yang patah, tanpa pernah bisa memberitahumu bahwa akulah satu-satunya cinta yang tak pernah beranjak."

Pricillia Carolyna Hutapea sudah hafal setiap detail hidup Danesha Vallois Telford
Mulai dari cara laki-laki itu tertawa hingga daftar wanita yang pernah singgah di hatinya.
Sebagai sahabat sejak kecil, tidak ada rahasia di antara mereka. Mereka berbagi ruang, mimpi, hingga meja kuliah yang sama. Namun, ada satu rahasia yang terkunci rapat di balik senyum tenang Pricillia, dia telah lama jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.

Dunia Pricillia diuji ketika Danesha menemukan ambisi baru pada sosok Evangeline Geraldine Mantiri, primadona kampus yang sempurna. Pricillia kini harus berdiri di baris terdepan untuk membantu Danesha memenangkan hati wanita lain.

Di tengah tumpukan buku hukum dan rutinitas tidur bersama yang terasa semakin menyakitkan, Pricillia harus memilih, terus menjadi rumah tempat Danesha pulang dan bercerita tentang wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Meskipun ketegangan di rumah Pricillia memuncak, di area kampus, Danesha masih berada dalam gelembung asmaranya bersama Evangeline.

Baginya, hubungan ini adalah tantangan yang baru saja ia menangkan, dan ia ingin menikmati setiap detiknya.

Siang itu, kelas Hukum Internasional sedang berlangsung di ruang auditorium yang sejuk. Danesha dan Evangeline duduk di barisan paling belakang, tempat yang sengaja dipilih agar mereka bisa mencuri-curi momen di tengah penjelasan dosen yang membosankan.

Pricillia duduk dua baris di depan mereka. Dari posisinya, dia tidak perlu menoleh untuk tahu apa yang sedang terjadi, suara bisikan manja dan tawa kecil Evangeline sudah cukup menjelaskan segalanya.

"Dan, kamu dengerin dosen atau dengerin aku?" bisik Evangeline, jari-jarinya yang lentur memainkan ujung kerah kemeja Danesha.

Danesha menoleh, menatap wajah cantik Evangeline yang terpapar cahaya redup proyektor.

"Dosennya ngebahas traktat, tapi di mata kamu ada yang lebih menarik buat dibahas," goda Danesha dengan gaya playboy klasiknya.

Evangeline tersipu, ia menyandarkan kepalanya di bahu lebar Danesha. Tanpa mempedulikan mahasiswa lain, Danesha melingkarkan lengannya di bahu Evangeline, menariknya semakin rapat. Ia kemudian mengecup pelipis Evangeline dengan lembut, sebuah gerakan yang begitu natural hingga membuat beberapa teman sekelas mereka bersiul pelan.

Evangeline, yang sadar betul bahwa punggung Pricillia ada di depan sana, sengaja memperdalam permainannya. Ia meraih telapak tangan Danesha, lalu mulai memainkan jari-jemari laki-laki itu, sesekali membawanya ke bibirnya untuk dikecup singkat.

"Tangan kamu hangat, Dan. Aku suka," gumam Evangeline.

Danesha, yang memang dasarnya sangat ekspresif dalam urusan fisik, merespons dengan mengusap pipi Evangeline menggunakan ibu jarinya. Ia memiringkan wajahnya, dan di tengah kegelapan auditorium, mereka berciuman singkat namun dalam.

Ciuman yang penuh dengan letupan gairah remaja yang sedang dimabuk cinta.

"Kamu wangi banget hari ini, Vang," bisik Danesha di sela ciuman mereka, napasnya sedikit memburu. "Bikin gue susah konsen belajar."

"Ya sudah, nggak usah belajar. Fokus ke aku aja," balas Evangeline sambil mengelus tengkuk Danesha, memberikan tatapan yang sangat intens.

Dari kursinya, Pricillia tetap mencatat poin-poin kuliah dengan tulisan tangan yang sangat rapi. Dia tidak terganggu. Dia justru merasa sedikit geli. Dia tahu bahwa kemesraan yang ditunjukkan Evangeline saat ini adalah bentuk kompensasi dari ketakutan. Evangeline sedang berusaha keras Menandai wilayahnya karena dia tahu betapa rapuhnya posisinya setelah kejadian di rumah Pricillia pagi tadi.

Pricillia sempat melirik pantulan mereka dari layar laptopnya yang gelap. Ia melihat Danesha yang begitu antusias membalas sentuhan Evangeline.

Nikmatilah, Danesha, batin Pricillia tenang. Habiskan sisa rasa penasaranmu pada tubuhnya, sampai kamu bosan dan menyadari bahwa kecantikan itu tidak punya isi yang bisa membuatmu bertahan selamanya.

Saat kelas berakhir, Danesha berdiri sambil tetap merangkul pinggang Evangeline posesif. Mereka berjalan melewati kursi Pricillia.

"Pris! Gue duluan ya, mau nemenin Vang ke toko buku. Lo balik sendiri nggak papa kan? Atau mau gue pesenin taksi?" tanya Danesha, wajahnya terlihat sangat bahagia dan segar setelah sesi romantis tadi.

"Nggak usah, Dan. Papa tadi bilang mau jemput gue sekalian jalan-jalan sore," jawab Pricillia sambil tersenyum sangat manis, senyum yang membuat Evangeline mendadak merasa was-was lagi.

"Oh, mantap! Salam buat Om ya! Yuk, Vang!"

Danesha melenggang pergi dengan tawa lepas, memeluk pinggang Evangeline dengan erat, meninggalkan Pricillia yang menatap punggung mereka dengan pandangan seorang pemenang yang sedang menunggu waktu eksekusi.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰🥰😍

1
Retno Isusiloningtyas
mdh2an happy ending
Retno Isusiloningtyas
mmm....
masih nyimak 🤣
Paon Nini
sinting
falea sezi
ngapain ngintil mulu g ada krjaan mending prgi sejauh nya lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!