NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pengawal

Terjerat Cinta Sang Pengawal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Buna_Ama

Siena Hartmann, gadis keras kepala dan sedikit bar-bar, selalu bisa membuat ayahnya pusing tujuh keliling. Tapi siapa sangka, di balik tingkahnya yang bebas, ada pria yang diam-diam selalu ada saat dia butuh.

Bastian Asher Grayson, muncul di hidupnya sebagai bodyguard baru dikeluarga Hartmann. Dia profesional, dingin, tapi entah kenapa selalu berhasil membuat hati Siena berdebar meski dia menolak mengakuinya.

Hingga skandal di malam wisuda membuat mereka terpaksa berada dalam satu atap, dan keputusan mengejutkan pun diambil. Namun, sesuatu tentang pria itu masih disembunyikan. sesuatu yang bila terungkap, bisa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna_Ama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE LIMA

"Evan..." bibir Siena menggumamkan nama orang yang memanggil nya itu. Dia adalah pria yang sudah menemani hari-hari nya sejak satu tahun terakhir.

"Sayang", Evan berjalan mendekat dan berhenti tepat dihadapan Siena. Seulas senyum lebar terukir diwajah tampan nya. Senyuman yang mampu membuat hati Siena meleleh seketika.

Dibelakangnya, Bastian masih berdiri dengan tegap. Tapi, tanpa sadar kedua tangannya terkepal erat dan pandangan matanya menatap Evan dengan tajam, penuh intimidasi. Menelisik penampilan Evan dari ujung rambut hingga kaki.

"Cih! tipe lelaki brengsek!" Desis Bastian dalam hatinya

"Evan ada apa ?" tanya Siena seraya melempar senyum manis kearah pemuda itu.

"Ku kira sayang tidak akan ke kampus hari ini, semalam pesan ku juga tidak kamu balas" Jawab Evan sambil mencebikkan bibirnya seolah-olah tengah merajuk.

Siena terkekeh gemas melihat itu, ia meraih tangan Evan lalu mengusapnya dengan lembut. "Maaf Evan, semalam aku sedikit sibuk jadi tak sempat membalas pesan mu". Ujar nya

Evan mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Siena. "Baiklah, aku maafkan tapi jangan diulangi lagi. Janji?"

"Janji".

Kemudian, pandangan mata Evan beralih menatap Bastian. "Siapa dia sayang?"

Siena melirik malas kearah Bastian, "Dia bodyguard ku".

"Bodyguard?" beo Evan dengan alis yang terangkat sebelah, menatap Bastian seolah meremehkan pria itu.

"Hmm, ayah yang menyuruhnya. Jadi mulai hari ini kemanapun aku pergi, dia akan ikut". Kata Siena

"Sejak kapan ayah mu memperkerjakan bodyguard untuk mu sayang ? Dan, apa dia bisa kuat menghadapi mu" ujar Evan. Nada bicara semakin terdengar merendahkan Bastian.

Sedangkan yang dibicarakan terus saja diam tak bergeming. Tapi, tatapan matanya semakin menatap Evan dengan dingin dan mengintimidasi. Kepalan tangan pun semakin erat.

Ingin rasanya Bastian menghajar mulut pemuda yang menjadi kekasih nona muda nya itu. Tapi, harus ia tahan mati-matian.

"Tunggu saja, kau akan terima konsekuensi nya nanti". Geram Bastian dalam hati

"Sejak hari ini", jawab Siena malas, "Sudah lah ayo pergi. Aku harus keruang Miss Merta untuk menyelesaikan revisi skripsi ku". Siena mengajak Evan untuk segera menemui dosen pembimbingnya.

"Sayang jalan duluan saja, aku ada urusan sebentar". Kata Evan

"Hmm..." Siena mengangguk seraya berdehem pelan. Ia lalu bergegas melangkahkan kakinya menuju ruang Miss Merta.

Bastian segera menyusulnya, tapi tanpa aba-aba Evan langsung mencekal lengan kekarnya. Tatapannya menatap tajam kearah Bastian.

"Dengar, kau hanya seorang bodyguard. Jadi kau harus jaga jarak dari Siena dan tau batasan". Tukas Evan menekan ucapannya.

Mendengar itu, bukannya takut ataupun gentar. Bastian justru balik menatap Evan dengan tak kalah tajam dan menusuk. Ia menghempaskan kasar cekalan tangan Evan lalu menepuk-nepuk lengannya yang disentuh seolah merasa jijik.

Kemudian, Bastian mencondongkan sedikit tubuhnya. Tangannya menarik bahu Evan mencengkeramnya dengan erat, membuat lelaki itu merintih kesakitan.

"Seharusnya saya yang mengatakan itu tuan muda Evan, anda yang harus tau diri dan batasan..." bisik Bastian, nada suaranya terdengar tegas dan penuh penekanan.

"Kau...!!!" Desis Evan merasa geram.

Bastian menegakkan kembali tubuhnya, menatap ekspresi Evan yang terlihat menahan amarah karena terpancing ucapannya. Seulas senyum tipis menyeringai seketika tersungging diwajah tampan Bastian.

Tanpa berkata apapun lagi, Bastian segera melangkahkan kakinya menyusul Siena meninggalkan Evan yang terus melihat kearahnya, sesekali ia juga mendengar umpatan yang dilontarkan oleh kekasih nona nya itu tapi Bastian tak menggubris.

.

.

.

Siena melangkah memasuki ruang Miss Merta dengan begitu percaya diri. Meja kerja dosen itu terlihat tertata dengan rapi, tumpukan naskah revisi dari mahasiswa lain dan laptop yang sudah menyala.

Miss Merta menoleh sambil melempar senyum hangat saat melihat Siena masuk.

"Ah, Siena. Masuklah, silakan duduk. Sudah siap dengan revisi skripsimu?" tanya Miss Merta ramah.

Siena mengangguk pelan sambil menarik tas nya kedepan kemudian duduk dikursi yang bersebrangan dengan Miss Merta. "Siap Miss. Saya sudah mencoba memperbaiki semua catatan yang Miss berikan minggu lalu." Jawabnya

"Bagus. Coba kita lihat hasilnya," ucap Miss Merta sambil menerima naskah yang disodorkan Siena. Ia mulai menelusuri halaman demi halaman dengan serius, seraya sesekali mengetik sesuatu di laptopnya.

Ruangan itu seketika mendadak hening. Hanya terdengar bunyi halus kertas yang dibolak-balik dan ketikan keyboard dilaptop. Siena duduk dengan tenang, kedua tangannya bertaut di atas meja, menunggu dosennya itu memberi komentar. Meski sedikit tegang, Siena berusaha untuk tetap tenang.

“Bagian latar belakang penelitianmu sudah lebih rapi,” ucap Miss Merta tanpa menoleh. “Tapi di bagian metodologi, kamu masih perlu jelaskan alasan pemilihan sampel. Pembaca harus tahu kenapa kamu memilih 60 responden, bukan 100.”

“Iya, Miss. Saya akan tambahkan penjelasannya,” jawab Siena cepat sambil mencatat di buku kecil yang ia bawa.

“Lalu di tabel hasil analisis, formatnya sudah bagus. Tapi angka-angkanya jangan terlalu rapat. Biar lebih enak dibaca, beri sedikit jarak antar kolom,” lanjut Miss Merta.

Siena mengangguk lagi. Pandangannya fokus menatap setiap catatan yang ia buat. Tak ada pikiran lain di kepalanya selain menyelesaikan skripsi itu sebaik dan secepat mungkin.

Setelah hampir empat puluh menit berlalu, Miss Merta menutup naskah dan tersenyum kecil. “Untuk sementara cukup, ya. Kamu tinggal perbaiki bagian yang saya sebutkan tadi. Minggu depan kita lihat hasil finalnya.”

“Baik Miss. Terima kasih banyak atas bimbingannya,” ucap Siena sopan lalu berdiri dari duduknya.

Miss Merta mengangguk. “Kamu salah satu mahasiswa yang paling konsisten, Siena. Miss senang membimbing kamu.”

Siena tersenyum kikuk, sedikit menunduk. “Terima kasih, Miss. Saya akan berusaha lebih baik lagi.”

"Hmm..." Miss Merta hanya berdehem

Setelah itu Siena berpamitan dan bergegas melangkahkan kaki menuju pintu. Tapi, begitu membuka pintu, ia dikejutkan oleh sesuatu.

Deg!

Langkahnya terhenti. Tepat didepan pintu, Bastian berdiri bersandar ditembok dengan wajah datar seperti biasanya. Begitu melihat Siena, ia langsung menegakkan tubuh tegap nya.

“Sudah selesai, Nona?” tanya Bastian dengan suara yang rendah, tapi cukup membuat Siena sedikit kaget.

“Astaga, kau membuatku terkejut.. Kau sudah dari tadi di sini?” Siena balik bertanya

“Baru saja nona". Jawab Bastian

Siena menganggukkan kepalanya paham. “Ah, baiklah ayo pergi.”

“Baik, nona,” sahut Bastian datar lalu segera berjalan mengikuti langkah kaki Siena.

Namun, saat kedua nya hendak kembali menuju parkiran entah dari arah mana tiba-tiba Evan datang dan langsung menarik tangan Siena.

"Ayo jalan-jalan sayang..." ajak Evan dengan suara yang lembut tapi sedikit menggoda

Siena yang terkejut pun refleks menghempaskan tangan Evan.

"Evan... Bisa tidak jangan membuatku terkejut".

Evan terkekeh pelan,"Maaf sayang. Aku hanya ingin mengajak mu jalan-jalan. Sudah lama bukan kita tidak quality time bersama?" ujar nya

"Iya, tapi--"

Tanpa aba-aba, Bastian langsung meraih tangan Siena lalu menarik tubuh gadis itu kebelakang tubuh besarnya.

"Nona Siena tidak akan kemana-mana, nona Siena ayo pulang...." Ucap Bastian dengan tegas

"Tapi, aku-"

Belum sempat Siena menyelesaikan ucapannya, Bastian sudah lebih dulu menarik tangannya dan membawanya pergi.

"Evan aku pulang dulu..." teriak Siena sambil melambaikan tangan.

Melihat itu, sontak saja kedua tangan Evan terkepal erat. Pandangan matanya menatap tajam kearah Bastian yang berjalan menjauh sambil menggandeng tangan Siena.

"Bodyguard Sialan! tunggu saja, aku akan membalas mu!".

.

.

.

Haii jangan lupa dukungannya yaaa... Like, vote dan komen... Terimakasih 🫶🏻♥️

1
vnablu
wahh apakah jodohnya Han juga akan muncul di cerita ini buna??...aku setuju banget kalau emang iyaa😄😄😄
Buna_Ama 🌺: mau request siapa jodohnya han 😅
total 1 replies
vnablu
ayooo Buna minimal kasihh visual lahh biar nggak kepo aku nya😌😌
Buna_Ama 🌺: besok yaa kapan2 buna kasih visual 🫶
total 1 replies
vnablu
kurang ajar kamu bas🤭😭
Buna_Ama 🌺: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💝F&N💝
mana up nya hari ini
Buna_Ama 🌺: bentar yaa.. nunggu lulus review 🙏🫶
total 1 replies
vnablu
lanjut bunaa semangat terus 😄😄
Naufal Affiq
lanjut kak
💝F&N💝
soo sweet bingit, kak
ayo lanjut lagi

secangkir kopi susu manis untukmu
sebagai teman up date

ok👍👍👍
Buna_Ama 🌺: terimakasih 🥰🫶🫶
total 1 replies
vnablu
hukumnya cium ak Bas🤭😭
Buna_Ama 🌺: heii antriii, buna duluan yaa 😌🤣
total 1 replies
Naufal Affiq
oh bastian kau yang terbaik untuk siena,buat siena jatuh cinta sama mu bas,aku mendukungmu
Buna_Ama 🌺: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Naufal Affiq
lanjut buna
Buna_Ama 🌺: beberapa hari ini buna up nya cuma satu bab dulu aja ya. di rl lagi sibuk 🙏🙏🫶
total 1 replies
💝F&N💝
ayo lanjut lagi yg banyak
tetap semangat yaaaaa
vnablu
ciee yang udah mulai dekat 😄😄🤭
vnablu
kamu pikirr Bastian 🐶 menggonggong 😭
Buna_Ama 🌺: 🤣🤣🤣🤣😭😭😭
total 1 replies
Naufal Affiq
memang yang terbaik kau seina,babang tampan sudah menunggu mu
Buna_Ama 🌺: siena bukan seina😭
total 1 replies
💝F&N💝
good👍👍
lanjut
vnablu
ayoo Bas sebaiknya jujur takutnya nanti Siena salah paham nanti ngira kamu itu mata mata 🤭🤭
vnablu
kira" apa yang penting yaa Emmm 🤔🤔 curiga ak Van sma kamu apa kamu adaa wanita lain di belakang Siena😄😄
💝F&N💝
up lagi dooooooong
Buna_Ama 🌺: sabar ya nunggu lulus review dulu 🙏
total 1 replies
vnablu
kalauuu rindu bilang lahh😄😄
Eliermswati
lnjut q tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!