NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kimmy Yummy

"Menikah muda adalah jalan ninjaku!"

‎​Bagi Keyla, gadis cantik kelas 3 SMA yang keras kepala dan hobi tebar pesona, cita-citanya bukanlah menjadi dokter, pengusaha, atau profesi mentereng lainnya. Impian terbesarnya hanya satu, menikah di usia muda. Sayangnya, belum ada satu pun pria seumurannya yang mampu menembus selera tingginya.

‎​Hingga suatu sore, hujan deras menahannya di sebuah halte bus. Di sanalah takdir mempertemukannya dengan Arlan—pria berusia 28 tahun berpenampilan klimis dengan setelan jas mahal, tatapan mata setajam silet, dan aura dingin yang sanggup membekukan suasana. Bagi Keyla, Arlan adalah definisi nyata dari kematangan, kemewahan, dan pria idaman yang selama ini ia cari. Cukup satu kali lirik, keputusan Keyla sudah bulat, Om Duda berkarisma ini harus jadi miliknya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimmy Yummy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Halte Bus dan Aroma Jas Mahal

​Awan hitam menggantung pekat di atas langit kota Jakarta, menyiramkan jutaan titik air hujan yang langsung membasahi aspal panas sore itu. Angin bertiup cukup kencang, membuat beberapa siswi berseragam putih-abu-abu di halte bus meringkuk kedinginan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Keyla. Gadis berusia tujuh belas tahun itu justru berdiri di garis paling depan halte, merapikan rok abu-abunya sambil mematut diri di layar ponselnya.

​"Key, buruan duduk! Nanti seragam lu basah kena cipratan air!" seru Rara, sahabat Keyla, sambil menepuk bangku besi halte yang masih kosong di sampingnya.

​"Duh, Ra, cewek cantik itu nggak boleh kusam cuma gara-gara hujan. Siapa tahu aja sebentar lagi ada pangeran naik mobil mewah yang mobilnya mogok di depan halte ini, terus nanya alamat ke gue?"

​Rara memutar bolan matanya malas. "Mimpi lu ketinggian, Keyla Clarissa! Cita-cita lu tuh dari kemarin aneh-aneh banget. Orang lain habis lulus SMA mau kuliah di PTN, mau jadi dokter, mau jadi pengusaha. Nah lu? Malah pengen nikah muda. Aneh!"

​"Bukan aneh, Ra, tapi visioner!" potong Keyla cepat dengan nada penuh keyakinan. Ia menoleh ke arah sahabatnya lalu menyibakkan poni. "Menikah muda adalah jalan ninjaku! Lagian buat apa repot-repot pusing mikirin skripsi kalau gue bisa mengabdi jadi istri solehot yang disayang suami kaya raya? Gue cuma butuh satu pria yang matang, mapan, dan bisa membimbing cewek manja kaya gue ini."

​"Terserah lu deh, Key. Tapi cowok seumuran kita di sekolah mana ada yang masuk kriteria lu? Si Alvin anak IPS yang ngejar-ngejar lu aja lu tolak mentah-mentah," cibir Rara.

​"Alvin?" Keyla tertawa renyah. "Aduh, Ra... Alvin itu masih suka minta uang jajan sama mamanya, naik motor masih suka pamer knalpot blong. Ya jelas jauh dari kriteria gue lah! Gue tuh nyari yang laki banget, yang kalau berdiri aja auranya udah bikin bergetar."

Belum sempat Rara membalas ucapan sahabatnya yang penuh fantasi itu, sebuah mobil sedan hitam mewah berlogo Lexus berhenti persis di depan halte. Tak lama kemudian, pintu penumpang belakang terbuka. Seorang pria melangkah keluar sambil membuka payung hitam elegan.

​Suasana di halte bus mendadak hening. Beberapa siswi yang tadinya mengobrol langsung bungkam. Bahkan Rara pun sampai melotot melihat sosok yang baru saja menginjakkan kakinya di trotoar halte.

​Pria itu mengenakan setelan jas berwarna navy tailored-fit yang membungkus tubuh tegapnya dengan sempurna. Celana kainnya terpotong rapi di atas sepatu kulit bernilai belasan juta. Rambutnya disisir rapi ke belakang, memperlihatkan garis rahang yang tegas, hidung mancung yang kokoh, serta mata tajam berwarna cokelat gelap yang memancarkan aura dingin yang membekukan.

Melihat itu, ​Keyla mendadak menahan napasnya. Waktu seolah berputar lambat dalam pandangannya. Pria itu memasukkan ponsel mewahnya ke dalam saku jas, lalu berdiri hanya sejauh dua meter dari tempat Keyla berdiri. Dari jarak sedekat ini, aroma parfum woody dan citrus mahal milik pria itu tercium jelas.

"​Gila... ini mah visual level dewa!" batin Keyla menjerit histeris. Jantungnya berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya.

​Pria itu melirik jam tangan perak di pergelangan tangannya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Tidak ada senyum, tidak ada kehangatan. Hanya ada aura kekuasaan dan kematangan yang sangat pekat.

​"Pak, ban belakang kiri sepertinya bocor kena paku. Saya harus panggil derek atau ganti ban serep dulu," ujar sopir pria itu yang baru saja keluar dari mobil dengan pakaian basah kuyup.

​Pria berjas navy itu menghela napas tipis. "Ganti ban serep saja. Jangan terlalu lama, sepuluh menit lagi aku ada meeting penting."

​"Baik, Pak Arlan," jawab sang sopir seraya bergegas mengambil peralatan di bagasi belakang.

​Keyla yang mendengar percakapan itu menyeringai kecil. Matanya berbinar penuh antisipasi. "Arlan... namanya Om Arlan. Gila, nama sama mukanya sama-sama seksi!" gumam Keyla dalam hati.

​Tanpa ragu sedikit pun, Keyla melangkah maju mendekati pria bernama Arlan tersebut. Rara yang melihat aksi nekat sahabatnya itu langsung membelalakkan mata dan mencoba menarik ujung seragam Keyla, namun terlambat.

​"Sore, Om," sapa Keyla dengan suara yang dibuat sehalus dan semanis mungkin.

​Arlan menoleh perlahan. Ditatapnya gadis berseragam SMA di sampingnya itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tatapan Arlan begitu dingin, seolah sedang menilai sebuah dokumen bisnis yang tidak berguna.

​"Kamu bicara denganku?" tanya Arlan datar, tanpa ada keramahan sedikit pun.

​"Iya lah, Om! Masa aku bicara sama tiang listrik?" jawab Keyla, seolahh tidak terintimidasi sama sekali oleh tatapan maut Arlan. "Lagian kasihan banget Om-nya kebasahan di pinggir jalan gini. Oh iya, kenalin, nama aku Keyla. Keyla Clarissa. Om namanya Om Arlan, kan?"

​Keyla mengulurkan tangan dengan percaya diri yang membumbung tinggi. Sementara ​Arlan, hanya melirik tangan Keyla sekilas, lalu kembali memalingkan wajahnya menatap jalanan yang diguyur hujan. Ia sama sekali tidak membalas uluran tangan gadis itu.

"Aku tidak biasa berkenalan dengan anak sekolah," sahut Arlan dingin dan terkesan meremehkan.

Bukannya ciut atau sakit hati, Keyla justru semakin tertantang. Pria di depannya ini benar-benar tipe idamannya! Dingin, mahal, dan sulit ditaklukkan. Aura kaku dan ketangguhan Arlan justru makin menyulut gairah berburu dalam diri Keyla.

​"Duh, Om dingin banget sih? Nanti kalau Om dingin terus, yang ada es batu kalah saing lho," goda Keyla sambil merapat selangkah lagi. "Sekarang emang cuma anak sekolah, Om. Tapi beberapa bulan lagi aku lulus kok. Dan fyi aja nih Om, cita-cita aku itu mau jadi istri. Gimana kalau calon suaminya itu Om Arlan?"

​Rara, yang berada di belakangnya sampai menepuk jidatnya sendiri mendengar kenekatan Keyla. Beberapa gadis lain di halte bahkan saling berbisik kaget melihat kepedean tingkat dewa dari Keyla.

Arlan kembali menoleh. Kali ini alis tebalnya bertaut rapat. Tatapan matanya yang tajam seolah ingin menusuk keberanian gadis belia di depannya ini. Pria berusia dua puluh delapan tahun itu menarik napas panjang, menatap Keyla dengan penuh penekanan.

"Dengar ya, Dek," tegur Arlan dengan nada suara tegas dan menusuk. "Fokus belajar yang benar. Masuk perguruan tinggi, capai cita-cita kamu, dan jangan buang waktu kamu buat menggoda pria dewasa. Aku bukan mainan anak SMA."

​"Siapa juga yang mau jadiin Om mainan? Aku seriusan mau jadiin Om masa depan!" sahut Keyla.

"Pak Arlan, mobilnya sudah siap." ucap sopir Arlan.

Arlan tidak merespons ucapan Keyla lagi. Ia segera melangkah masuk ke dalam mobil Lexus-nya tanpa memalingkan wajah sedikit pun.

​Saat mobil mewah itu perlahan bergerak membelah genangan air, kaca mobil belakang tiba-tiba turun beberapa sentimeter. Arlan menatap keluar singkat, lalu kaca kembali tertutup rapat sebelum mobil itu melaju kencang meninggalkan kawasan halte.

Dan dengan percaya dirinya, ​Keyla melambaikan tangannya dengan semangat membara, lalu memegang dadanya yang masih berdebar kencang.

​"Gila lu ya, Key! Lu urakan banget! Itu om-om mukanya galak banget, lu malah ajak nikah!" seru Rara heboh.

​Keyla menoleh ke arah sahabatnya dengan senyuman paling lebar yang pernah Rara lihat.

​"Ra, lu dengar ya kata-kata gue hari ini," bisik Keyla dengan mata berbinar penuh tekad. "Mulai detik ini, pilihan gue udah resmi terkunci. Om dingin itu... harus dan pasti bakal jadi suami gue!"

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Kamsia
up gimana org judulnya tamat
Kamsia
di sing ker khan aj sih thor
Kamsia
kamu udh di incar vino.jgn sampe kamu kena tipu
Kamsia
wahh kayla ternyata oneng jg dia arlan ceo udh psti pny it bgs di kntrnys
Kamsia
udh ninggalin mntn suami mau balikan tapidgn cara yg gak bgt🙏🙏 💪💪 thor jgn kendor sm hama
Kamsia
wahhh saingan kayla tante mntan 💪💪💪 key
Kamsia
mungkin nnti om arlan lngsg bucin 😍😍😍
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Evi Lusiana
agresif
Putri Lauren
lanjut double up Thor
Fauzianurul 08
up lagi dong
Reni Anjarwani
lanjut doubel up
Rifda Hanifah
double up thor
Rotib Peace
ceritanya bagus
Rotib Peace
jangan lama2 thor😭🙏
Kimmy Yummy: Nanti Up lagi ya Kak
total 1 replies
Putri Lauren
lanjutr thorr
Fauzianurul 08
ceritanya bagus up terus lanjutannya yah kak
Kimmy Yummy: syiap, Kak
total 1 replies
Fauzianurul 08
lanjuutt
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!