NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Tuan Dexter

Istri Kesayangan Tuan Dexter

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:79.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pa'tam

"Ini cek satu miliar. Tapi serahkan putri mu." Dexter.

Dexter yang dikenal dingin terhadap perempuan. Tapi tertarik pada seorang gadis yang ditemuinya.

Dengan caranya sendiri, dia memaksa untuk menikahi gadis itu. Bahkan tidak segan-segan memberikan cek senilai satu miliar.

"Pa, aku tidak ingin menikah dengan pria tua dan cacat." Wilona.

Sementara gadis yang diincar Dexter adalah Kiandra. Seorang gadis yang memiliki identitas ganda.

Siapa gadis itu sebenarnya? Apa yang istimewa dari gadis itu sehingga membuat Dexter tertarik? Bahkan rela mengeluarkan uang sebanyak itu untuk mendapatkan gadis itu.

Kalau penasaran baca yuk.

Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Tidak ada kaitannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Kiandra dan Arsy saling pandang. Keduanya tersenyum melihat tingkah para preman yang sok jago menurut mereka.

Ada yang memikul tongkat baseball. Ada juga yang memukul-mukul pelan tongkat baseball ke telapak tangan.

Ketua mereka maju sambil tersenyum miring. Karena mangsanya kali ini wanita, jadi menurut mereka pasti lebih mudah.

"Cepat sini tas kalian." Sambil memberi kode tangan, pria itu meminta tas keduanya.

"Ini, ambillah." Arsy melempar tasnya ke pria itu. Ketika pria itu menyambar tas tersebut, satu tendangan keras mendarat di perut pria itu.

"Aaaaaaa, sial!" Pekiknya dengan makian.

Pria itu terlempar sekitar dua meter sebelum akhirnya tersungkur ke aspal di parkiran mall itu.

"Boss!" Pekik anak buahnya serentak.

Dua orang membantu pria itu untuk bangkit. Namun pria itu tidak bisa berdiri tegak karena harus menahan sakit akibat tendangan dari Arsy.

"Tangkap mereka!" Perintah pria itu.

Ketiga anak buahnya maju dengan mengayunkan tongkat baseball. Arsy dan Kiandra menghindar dari tongkat baseball.

Keduanya pun berpencar mencari tempat yang nyaman untuk mereka bertarung. Ketiganya kembali menyerang dengan mengayunkan tongkat baseball.

Arsy menangkap tongkat baseball dari salah satunya, kemudian menendang yang satunya lagi.

Sementara Kiandra menghindar ketika tongkat baseball mengarah ke arahnya. Kemudian memutar tubuhnya dan mengangkat sebelah kakinya lalu menendang.

Dua orang tersungkur ke aspal hampir bersamaan. Sementara yang satunya ragu-ragu untuk kembali menyerang.

Arsy dan Kiandra kembali saling dekat. "Ayo maju," kata mereka serentak.

Pria itu malah mundur ketakutan. Melihat rekannya yang begitu mudahnya dikalahkan oleh dua orang wanita.

Arsy dan Kiandra berjalan maju, pria itu semakin mundur. Hingga terbentur ke kap mesin mobil.

"Biar aku saja, Ma," kata Kiandra.

Arsy menoleh ke Kiandra dan mengangguk. Kemudian dia mundur beberapa langkah. Kiandra dengan posisi tegak menghadap ke pria itu.

Lalu memutar tubuhnya dan menendang pria itu hingga terlempar ke sisi kiri mobil. Yang lain tercengang melihatnya.

Ternyata wanita yang mereka anggap lemah lebih kuat dari mereka. Kiandra menghampiri pria yang baru saja ditendangnya.

"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Kiandra sambil mencengkram kerah baju pria itu.

"K-kami t-tidak tahu. Di-dia seorang wanita paruh baya," jawabnya gagap.

"Ciri-cirinya?" tanya Kiandra.

Pria itu dengan tubuh gemetar menceritakan ciri-ciri dari wanita itu. Bagaimana tidak? Sorot mata Kiandra kini setajam silet. Seakan-akan mampu membuat tubuh seseorang terluka.

Kiandra melepaskan cengkeramannya secara kasar. Hingga pria itu terhuyung dan jatuh ke aspal.

"Bagaimana sayang?" tanya Arsy.

"Aku tahu Ma, siapa yang menyuruh mereka?" jawab Kiandra.

"Lalu mereka?" tanya Arsy.

Kiandra mengambil ponselnya, kemudian menghubungi seseorang. Hanya bicara sebentar, Kiandra menutup kembali teleponnya.

Arsy mengerti, kemudian dengan cepat memukul keempat pria itu hingga pingsan. Lalu menarik mereka dan meminggirkan nya agar tidak menghalangi kendaraan lain.

"Ah kurang seru, tidak ada perlawanan sama sekali," gumamnya sambil menepuk-nepuk telapak tangannya seolah menepis debu yang menempel.

Kemudian mereka pun masuk ke dalam mobil. Kali ini Arsy yang menyetir. Mereka pun segera pergi dari situ, karena hari pun sudah malam.

Selang beberapa menit, Louis dan beberapa orang anak buahnya pun datang. Mereka langsung membawa keempat orang itu ke markas mereka.

Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi. Karena sudah malam, Arsy tidak ingin suaminya kelamaan menunggu.

Setibanya di rumah Dexter. Keduanya langsung keluar dari mobil. Arsy meminta tolong kepada penjaga untuk membawakan belanjaan mereka ke dalam rumah.

"Kenapa lama sayang?" tanya Zio dengan wajah cemberut.

"Biasalah Hubby, para wanita sedang belanja pasti lupa waktu," jawab Arsy sambil duduk di samping suaminya.

"Kamu belum makan sayang?" tanya Dexter.

Kiandra menggeleng lalu menjawab. "Tidak sempat suamiku."

Dexter sudah menduga. Maka dari itu dia meminta pelayan untuk menyiapkan makan malam untuk mereka.

Kiandra pamit ke kamar untuk mandi. Sebenarnya dia tidak terlalu gerah, hanya saja dia merasa kurang nyaman kalau tidak mandi.

"Mandilah, setelah itu kita makan malam bersama," kata Dexter.

Sementara Arsy sedang sibuk merayu suaminya yang kelamaan menunggu. Dexter merasa menjadi nyamuk, lalu naik ke atas tanpa pamit.

Baru masuk ke kamar, terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Dexter duduk di sofa menunggu Kiandra selesai mandi.

Tidak berapa lama, Kiandra keluar dengan hanya menggunakan handuk menutupi tubuhnya. Kiandra sedikit kaget ketika mendapati Dexter juga ada di dalam kamar.

Dexter bangkit dari duduknya dan berjalan perlahan menghampiri Kiandra. Tanpa berkata apa-apa, Dexter langsung memeluk Kiandra.

"Sayang aku kangen," bisiknya di telinga Kiandra.

"Lepas sayang, aku mau ganti pakaian dulu," kata Kiandra.

Namun Dexter malah mempererat pelukannya. Kemudian mengecup kening Kiandra dengan lembut. Tidak hanya sampai di situ, Dexter berpindah ke bibir Kiandra.

Kali ini cukup lama, karena Kiandra tanpa sadar membalasnya. Setelah beberapa saat, Kiandra pun mendorong tubuh Dexter untuk menjauh.

Dexter tertawa kecil, kemudian kembali memeluk Kiandra dari belakang. Kiandra sedikit berontak, karena dia hendak berganti pakaian.

"Nanti ya, tunggu papa dan mama pulang," ucap Kiandra pelan.

"Serius?"

Kiandra mengangguk. Kemudian berjalan ke lemari pakaian setelah pelukan Dexter terlepas.

Setelah berganti pakaian dan mengeringkan rambutnya. Dexter dan Kiandra pun kembali ke ruang tamu.

Namun, kedua orang tuanya ternyata sudah berada di ruang makan. Kiandra dan Dexter pun menyusul ke ruang makan.

"Setelah makan, mama dan papa akan langsung pulang," kata Arsy.

"Sudah malam Ma, kenapa tidak menginap di sini saja?" tanya Kiandra.

"Lain kali saja," jawab Arsy.

Mereka pun mulai makan. Setelah itu tidak ada percakapan diantara mereka. Hanya suara dentingan sendok dan garpu beradu dengan piring.

Setelah selesai makan, Arsy dan Zio pun pamit pulang. Kiandra dan Dexter mengantar mereka hingga depan pintu.

"Hati-hati di jalan, Ma, Pa," kata Kiandra.

"Iya," ucap Arsy dan Zio bersamaan.

Setelah mobil yang ditumpangi Arsy dan Zio menghilang dari pandangan mereka, Kiandra dan Dexter pun masuk ke dalam rumah.

"Aaaah!" Pekik Kiandra. Karena tiba-tiba saja tubuhnya sudah dalam gendongan Dexter.

Karena takut jatuh, Kiandra pun melingkarkan tangannya di leher Dexter. Para pelayan hanya tersenyum senang melihat kemesraan majikannya.

Hingga sampai di kamar, Dexter pun meletakkan tubuh Kiandra dengan perlahan. Seolah Kiandra adalah barang yang terbuat dari kaca yang mudah pecah.

"Kita mulai ya?" Bisik Dexter. Kiandra hanya mengangguk perlahan.

Tanpa membuang waktu, Dexter pun langsung melancarkan aksinya. Dia benar-benar sudah tidak sabar lagi saat ini.

Seperti biasa, Dexter melakukan pemanasan terlebih dahulu. Agar keduanya merasa lebih nyaman saat melakukan pendakian.

"Aku mencintaimu sayang," bisik Dexter. Kiandra hanya mengangguk sebagai jawaban. Dexter pun tersenyum senang.

Walaupun Kiandra tidak menjawab dengan ucapan yang sama. Tapi, bagi Dexter itu sudah cukup.

Setelah melakukan pemanasan, Dexter pun mulai membawa Kiandra untuk melakukan pendakian.

1
Afifah Hanum
thor update yuk thor....
Afifah Hanum
bagus banget....g pernah gagal bikin novel nya...🥰🥰
StAr 1086
Thor ini udah tamat atau gimana sih kok gak update2
Lucy
THOR GAK UPDATE KAMI MENUNGGU NIH LANJUTAN DEXTER -KIANDRA🤭dah 9hari Scroll tapi blom ada update lanjutan 😃
💟노르 아스마💟
Semoga diri mu sehat dan baik² aja ya bro...🤲🤲🤲
Yani Sugondo
slow update thooor,ditunggu lnjut nya😍😍
vania larasati
lanjut kak
Yani Sugondo
keluarga Henderson selalu punya cerita yg unik,menarik,full action,sukaaaa
Lucy
Thor ini Dexter liburan 3hari ya🤭😃😃😃krna perusahaan dan karyawan nya di liburkan 3hari kan
Osie
libur donk kantor krn semua karyawan cuti
Sani Srimulyani
Dexter mh cerdas kalo James sama Naomi doang yang libur dia bakalan keteteran, makanya mending semuanya aja yang libur biar dia bisa menikmati waktu berdua dengan Kiandra.
StAr 1086
Mau ngadain resepsi x ya...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
Lucy
lanjut double up thor👍🤭
Astuti tutik2022
karena kmren g up jdi voteny hari ini. 💪💪 thor buat up
Astuti tutik2022
Ibarat kata cinta itu gila, makany Dexter jdi senyum" sendiri😄😄
Nice1808
lanjut double up thor🤭jgn lama2 donk kami selalu menunggu kisah dexter🤣Dexter boss baik semua diliburkan 3 hari krna dia mau bermanja2 dgn kiandra🤭🤣🤣
kaylla salsabella
Dexter mau bikin resepsi
dik sugiyantoro
up datenga terlalu lama thor.
Karo Karo
jangan lama up-nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!