Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tentang Rendy
Di ruang kerja, Zayn duduk di kursinya tapi tak bisa fokus pada berkas kerja yang ada di mejanya. Pikirannya terus terbang pada Raras dan cerita singkat tentang Rendy yang baru saja dia dengar.
Dia memang tidak suka campur tangan dalam kehidupan pribadi Raras, tapi tidak bisa menerima kalau ada orang yang berani menyakiti dan merendahkan istri nya.
Tanpa pikir panjang, Zayn mengambil telepon dan menghubungi Dav.
“Hallo pak, ada apa?”
“Keruangan saya sekarang!”
Zayn mematikan sambungan telepon begitu saja, menunggu kedatangan sekretarisnya. Hingga tak menunggu lama pintu diketuk dan munculah Dav dengan tergesa.
“Ada masalah apa, pak?” Tanyanya sedikit tegang, mendengar suara Zayn di telepon tadi Dav yakin ada yang tidak beres dengan bosnya itu.
“Dav, tolong cari informasi tentang Rendy dari perusahaan Barata group, dan hubungan antara dia dengan istriku.”
Dav hampir saja menganga mendengar titah yang Zayn ucapkan, sejak kapan bosnya itu peduli dengan istrinya. Dav memang salah satu orang yang tau pernikahan Zayn dan Raras, tapi dia memastikan kerahasiaannya.
“Maksudnya bu Raras pak?” Tanyanya memastikan.
“Memangnya ada berapa istri saya?” Jawab Zayn ketus.
Dav langsung melipat bibirnya, kentara sekali si bos dingin itu tengah sentimen. “Baik pak, akan segera saya lakukan. Permisi,” Dav buru-buru bangkit dan berbalik badan. Patuh pada perintah, untuk saat ini memang lebih baik.
“Tunggu!”
Dav menghentikan langkahnya, kembali berbalik badan menatap bosnya. “Iya, pak?”
“Cari celah sekecil mungkin, dan batalkan kerja sama dengan Barata group.”
Dav kembali mendekat, siapa tau salah pendengaran. “Batalkan pak? Bukankah baru saja kita menandatangani kontrak kerjanya? Apa ada masalah?”
Zayn mengibaskan tangannya, “Sudah, lakukan saja!” Peringatnya tegas.
“Baik pak.” Kali ini Dav benar-benar keluar dari ruangan bosnya. Lalu menghembuskan nafas panjang. “Harimau jantan telah bangun.” Keluhnya kembali ke ruang kerja.
Di meja kerjanya, Dav langsung membuka laptop dan mulai mencari informasi tentang Rendy serta Barata Group. Dalam waktu singkat, data-data mulai muncul di layar, dari profil pribadi Rendy hingga rincian kontrak kerja sama yang baru saja ditandatangani.
"Duh ini masalah besar nih," gumam Dav sambil memijat pangkal hidungnya. “Kontrak kerja sama dengan Barata Group nilainya mencapai puluhan miliar rupiah, bahkan ada potensi ekspansi bisnis yang menguntungkan di masa depan.” Tapi Dav tahu, ketika Zayn sudah mengambil keputusan, tidak ada yang bisa mengubahnya.
Setelah beberapa jam menyelidiki, dan menunggu kabar dari anak buahnya yang ditugaskan untuk menyelidiki masa lalu antara Rendy dan Raras Dav kembali keruang kerja Zayn.
Hanya satu yang kini ada dipikiran Dav, sejak kapan bosnya itu menunjukan sisi lain. Dav baru kali ini menjumpai Zayn dengan sikap yang berbeda terhadap istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Gimana Dav?” tanya Zayn begitu Dav masuk.
“Duduk dulu pak bos.” Cengenges Dav menyodorkan beberapa berkas yang ia bawa.
Zayn mulai meneliti berkas yang sekretarisnya bawa, sekalian mendengarkan penjelasan Dav.
“Dari data yang kami kumpulkan, Rendy adalah anak dari salah satu komisaris Barata Group,” Dav mulai menjelaskan sambil menunjuk ke sebuah lembar profil. “Dia pernah menjadi pacar bu Raras sekitar satu tahun yang lalu, sebelum bu Raras menerima pernikahan dengan pak bos.”
Zayn menghentikan gerakan tangannya, fokus penuh pada Dav. “Lanjutkan.”
“Kabar yang kami dapatkan dari beberapa sumber dekat bu Raras waktu itu – Rendy selingkuh dengan teman dekat bu Raras sendiri, yaitu seorang wanita bernama Maya yang juga bekerja di perusahaan yang sama,” jelas Dav dengan suara yang lebih rendah.
“Bahkan setelah ketahuan, Rendy malah menyalahkan bu Raras, bilang kalau dia terlalu fokus pada kerja sehingga mengabaikannya.”
Tanpa sepengetahuan Dav, Zayn mengepalkan tangan dengan erat, wajahnya menunjukkan kemarahan yang jelas tapi tetap terkendali.
“Setelah memutuskan Rendy, bu Raras sempat terkena beberapa masalah. Rendy masih sering mengganggu bu Raras di kantor, menyebarkan omongan tidak benar bahwa bu Raras yang selingkuh duluan. Hingga akhirnya bu Raras merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk keluar dari perusahaan.”
Zayn menutup berkas dengan perlahan tapi pasti. “Jadi dia berani menghina Raras setelah melakukan kesalahan sendiri?”
Dav mengangguk. “Dan yang lebih mengkhawatirkan dari informasi terbaru, Rendy baru saja diangkat jadi kepala divisi kerja sama dengan perusahaan kita.”
“Konyol,” ujar Zayn dingin. “Apa dia berpikir akan kembali mengganggu Raras lagi?”
“Sepertinya dia tidak tahu kalau bu Raras sekarang sudah menikah dengan pak bos.” jelas Dav. “Selain itu, dari analisis kontrak kerja sama, kami menemukan bahwa pihak Barata Group telah menyembunyikan fakta bahwa Rendy pernah diberhentikan dari perusahaan sebelumnya karena masalah pelanggaran etika, ini adalah pelanggaran klausul pemeriksaan latar belakang yang ada di kontrak.”
“Semakin bagus,” ucap Zayn dengan tatapan yang menyala. “Gunakan alasan apapun untuk membatalkan kontrak secara langsung. Jangan beri mereka kesempatan untuk membantah. Selain itu, pastikan agar Rendy tidak akan pernah bisa menghubungi atau melihat Raras lagi. Saya tidak ingin dia merasa terganggu sedikit pun!”
“Baik pak.” Dav mengangguk mengerti. “Apa saya harus melakukan sesuatu diluar kerjaan kantor pak?”
“Tidak perlu, tanpa mengotori tangan pun sudah banyak kasus yang akan dia hadapi. Terus pantau dan pastikan dia jatuh!”
“Baik pak.”
“Dan satu lagi pastikan mantan teman Raras juga tidak akan pernah bisa berkaitan dengan bisnis kita. Saya tidak ingin ada orang yang pernah menyakiti Raras bisa mendapatkan keuntungan dari perusahaan saya.”
“Baik pak bos,” jawab Dav dengan tegas.
“Satu lagi Dav, tolong siapkan seseorang untuk jadi pengawal bayangan Raras.”
“Baik pak, akan segera saya siapkan.”
Setelah Dav keluar, Zayn menghembuskan nafas berat. Berjalan menatap keluar jendela, memandang perkotaan yang ramai dengan hiruk pikuk orang-orang.
Bersambung…