WARNING 21++
MOHON UNTUK YANG DIBAWAH UMUR 21 SILAHKAN UNTUK TIDAK MEMBACA NOVEL INI!
"Jika anda menikah dengan anak saya dan menyelamatkan perusahaan saya maka saya akan memberikan 50% saham yang saya punya pada anda tuan! saya mohon bantulah saya!"
Ia berjalan mendekati Arsen yang menatapnya dengan jijik. Laki-laki itu berlutut dihadapan Arsen dengan wajah yang sudah dipenuhi keringat dingin.
"Anak saya adalah anak yang sangat cantik serta dijuga pandai tuan."
Arsen sama sekali tidak tertarik dengan apa yang pria itu katakan. Ia hanya tertarik dengan saham yang ingin pria tua itu berikan.
"Aku ingin lebih dari sekedar 50% saham!"
Mata pria tua itu berbinar, ia mengangguk cepat. "Saya berikan 70% tuan, dan saya pastikan tuan tidak akan menyesal jika membantu perusahaan saya. Saya juga akan memberikan satu putri saya pada anda. Untuk memenuhi kebutuhan hasrat tuan...."
"Oke, aku menerima tawaran mu itu!"
DAN CERITA ARSEN AKAN DIMULAI SEBENTAR LAGI....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssyptr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 - DUA HAL !
YUK SEBELUM BACA PASTIKAN SUDAH
LIKE
COMMENT
VOTE
DAN JANGAN LUPA BERIKAN BINTANG l
LIMA.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
TERIMA KASIH CINTA-CINTAKU.
...o0o...
...🌊 CERITA INI HANYALAH CERITA FIKTIF NOVEL! MOHON UNTUK JANGAN DIAMBIL HATI. TERIMA KASIH SEBELUMNYA, PARA PEMBACA YANG TERHORMAT 🌊...
...⚠️⚠️⚠️WARNING ⚠️⚠️⚠️...
...21++ KONTEN!...
...YANG DIBAWAH UMUR MOHON SKIP EPISODE INI!...
"Wow!!"
Entah sudah berapa kali Sarah mengucapkan kata itu saat ia menginjakkan kakinya di kamar mewah milik Arsen.
Memang saat di apartemen Arsen, ia juga terkesan dengan design interior yang sangat indah dan sangat sesuai dengan kepribadian Arsen yang arogan.
Tapi ini berbeda, saat masuk kedalam kamar Arsen yang setara dengan 3 kali luas kamarnya itu terdapat kesan nyaman yang menyelundup masuk kedalam hati Sarah.
Setelah Arsen meninggalkannya begitu saja dimeja makan tadi, Sarah diantar oleh 2 orang pelayan dirumah ini menuju ke kamar Arsen. Salah satu pelayan itu mengatakan jika kamar Arsen sudah siap untuk ditempati.
Sarah yang masih bingung dengan situasi itu hanya menganggukkan kepalanya mengerti lalu mengikuti langkah 2 pelayan itu dari belakang sembari melihat kesekeliling melihat begitu mewahnya rumah ini.
"Gila banget sih ini, kamarnya aja udah setara sama 3 kali kamar gue. Gue gak bisa ngebayangin berapa banyak duit yang dia." ucapannya sembari duduk ditepi ranjang.
Ia menyenderkan kepalanya pada kepala ranjang. "Terserah orang tuanya Arsen, apalagi ibunya itu mau bilang apa tentang gue. Gue akan berusaha sebaik mungkin untuk menutup kedua telinga ini. Gue udah capek hidup miskin terus tinggal sama keluarga baru ayah.." ucapnya lirih.
"Gue bener-bener capek sama hidup gue yang berantakan ini. Apapun yang terjadi kedepannya nanti, gue harus nikah sama Arsen. Gue harus jadi nyonya muda Alexander!" ucapnya optimis.
Sarah menyeka air mata yang tiba-tiba menetes jatuh ke pipinya. "Gue gak perduli mau disebut jal*ng ataupun itu...hiks..." Sarah mengehela nafas panjang.
Ia mengibas-ngibaskan kedua tangannya kearah mukanya. "Tenang Sar, jangan nangis...." ucapnya menyemangati dirinya.
"Mama pasti sedih liat aku yang sekarang." Sarah menatap langit-langit kamar Arsen.
"Mama tenang aja, aku yakin setelah nikah sama Arsen aku pasti akan bahagia. Aku akan mempergunakan Arsen sebaik mungkin." Sarah tersenyum sembari memikirkan masa depannya kelak.
"Aku akan meminta salah satu anak perusahaan Arsen untuk aku kelolah!" mata Sarah berbinar saat ide cemerlang itu muncul pada kepalanya.
Wanita itu berdiri dari duduknya lalu berjalan kearah cermin yang ada dikamar itu. "Aku akan meminta salah satu perusahaan Arsen pada perjanjian pernikahan itu. Aku juga akan meminta 35% seluruh kekayaan Arsen sebagai mahar yang harus ia berikan kepadaku." ucapnya lagi, Sarah tersenyum dibalik rencana liciknya itu.
Licik ? itu bukan licik, tapi dia perempuan pintar yang memikirkan masa depan.
Ceklek....
"Kenapa kau tersenyum sendiri seperti orang gila begitu ?" suara yang terdengar dibelakang tubuh Sarah itu langsung membuyarkan lamunannya.
Ia membalikkan tubuhnya dengan ekspresi wajah kaget. Arsen tertawa kecil melihat ekspresi bodoh Sarah. Ia melangkahkan kakinya mendekati Sarah hingga wajah Sarah hampir bertubrukan dengan dada bidang Arsen.
Sarah reflek memundurkan badannya, namun Arsen dengan cepat menarik pinggang Sarah hingga tubuh mereka menempel sempurna.
Sarah mendongakkan kepalanya untuk menatap Arsen. Hidung mereka bersentuhan. "Kenapa?" tanya Arsen dengan suara beratnya.
Arsen memeluk Sarah sembari melangkahkan kakinya menuju tembok dan mengunci tubuh Sarah disana. "A-apanya yang kenapa ?" tanya Sarah berani, ia tadi bilang ingin harta Arsen kan ? maka ia harus berani juga melakukan hal-hal gila yang ada diluar batas.
"Kenapa tersenyum didepan kaca begitu, hm?" ucapnya serak sembari menci*mi leher jenjang Sarah.
Sarah memejamkan matanya erat, ia menahan nafasnya saat Arsen membuat banyak tanda dileher putihnya itu.
"Jawab Sarah!" tuntun Arsen tak sabar.
"A-aku hanya memikirkan t-tentang berjalan-jalan selama kita di Jerman.." jawabnya terbata-bata.
Arsen tersenyum mendengar jawaban Sarah. Ia menyudahi kegiatannya itu lalu menatap mata indah Sarah. "Apa kau pikir aku membawamu kemari untuk berjalan-jalan ?" tanya Arsen dengan seringai iblinya.
Sarah menelan salivanya susah payah, ia memberanikan diri menatap mata tajam Arsen. "Ingat posisi mu, Sarah! Kau bukan kekasihku, kau hanyalah wanitaku!" ucapnya berbisik.
"Ayo Sarah jangan takut! kamu bisa melawan Arsen ini. Jangan lupakan uang yang pria ini punya." batinnya.
"Ingat, aku selalu ingat!" ucapnya menantang Arsen.
Arsen tersenyum mendengar jawaban Sarah, ia semakin memojokkan Sarah dan tubuh mereka yang saling menempel. "Bagus, saat kita menikah nanti jangan pernah menuntut apapun dariku! Jangankan untuk menuntut, kau saja tidak boleh bermimpi untuk menjadi wanita yang aku cintai!" ucapnya dengan seringai iblisnya.
Sarah tersenyum menatap Arsen. "Terserah padamu saja, aku tak perduli! Tapi aku ingin meminta dua hal padamu sebelum kita menikah. ucap Sarah menatap mata Arsen tajam.
Arsen tertawa kecil lalu melepas kukungan tubuhnya pada Sarah. Ia melipat kedua tangannya didepan dada. "Ingin meminta dua hal? berkacalah Sarah, kau ku nikahi saja merupakan suatu hal yang besar. Jangan banyak mau!" ucap Arsen dingin.
"Kalian berdua ini memang tak jauh beda. Ayah dan anak sama-sama sampah!" ucap Arsen menusuk.
Sarah menghembuskan nafas panjang, ia harus banyak bersabar mendengar omongan pedas Arsen. "Jadi kau tidak mau ?" tanya Sarah nakal sembari menggosokkan kedua tangannya pada dada bidang Arsen.
"Jika dengan cara baik-baik ia tidak mau memberikan apa yang gue mau! terpaksa harus melakukan cara ini!" batinnya pasrah.
Arsen menggeram tertahan mendapat perlakukan intim dari Sarah. Ia memojokkan tubuh Sarah lagi pada dinding. Sarah tersenyum melihat Arsen yang menganggapi kegiatan nakal Sarah tadi.
"Jangan menggodaku!"
Sarah tersenyum lalu memberanikan diri mencium rahang Arsen yang menonjol itu.
Cup...
"Apa kau akan memberikannya ? dua hal yang aku inginkan ?" tanya Sarah pada Arsen yang tengah menutup matanya menahan gairah.
Arsen membuka matanya perlahan. "Apa ? apa yang kau inginkan ?" tanya Arsen yang sudah terlihat frustasi itu.
"Berikan aku salah satu dari anak perusahaan mu..." ucapnya menatap Arsen dengan dahi pria itu yang berkerut menandakan dia tengah kebingungan.
"Dan yang kedua aku mau 35% dari semua harta yang kau miliki!" ucap Sarah mantap.
Arsen tertawa mendengar pertanyaan Sarah, apa itu lelucon?
"Bagaimana ?" desak Sarah.
"Sehebat apa kau diranjang ?" tanya Arsen tiba-tiba.
Sarah memberengut kesal, kenapa Arsen malah mengalihkan pembicaraan???
"Jangan mengalihkan pembicaraan!" jawab Sarah sebal. "Jawab saja pertanyaan ku, Sarah!" tuntut Arsen.
Sarah memainkan kuku-kuku jarinya, ia bingung harus menjawab bagaimana. "Seberapa hebat diranjang ? aku bahkan belum pernah berci*man!!!!" batin Sarah memekik kesal.
Ia tidak pernah disentuh oleh laki-laki lain. Ia jelas masih peraw*n! ia sama sekali tak berpengalaman di ranjang.
"A-aku sangat handal! aku sangat liar!" ceplosnya asal.
Arsen menaikan kedua alisnya tak percaya. "Benarkan ? tapi dilihat dari wajahmu kau begitu polos, bahkan ayahmu berkata padaku kau masih peraw*n!"
Sarah dengan cepat menggelengkan kepalanya. "D-ddia berbohong!" ucapnya gugup. "Aku sangat baik diranjang!"
Arsen menganggukkan kepalanya mengerti.
"Memang sepertinya sudah tidak ada lagi wanita yang peraw*n didunia ini!" gumamnya yang masih didengar oleh Sarah.
"Nanti malam aku mau kamu! jika aku suka dengan layanan mu maka aku akan memberikan dua hal yang kau mau itu. Tapi jika aku tidak puas maka kau tidak akan mendapatkan apapun!" ucap Arsen dingin.
Sarah menganggukkan kepalanya mengerti. "Astaga! aku harus apa nanti??? aku tak tahu apapun tentang hal itu!!!!" batinnya bingung.
...o0o ...
KAMAR ARSEN 👇
...o0o ...
CERITANYA SAMPAI SEGITU DULU YA...
BESOK AKAN SEGERA DI UPDATE KEMBALI EPISODE TERBARU.
JANGAN LUPA UNTUK VOTE+KOMEN+LIKE.
UNTUK MEMBERIKAN AUTHOR SEMANGAT ❤️❤️
TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH VOTE+KOMEN+LIKE
apapun itu ceritanya bagus dn gk mau brhenti bacanya untung baca pas udh end jd gk nunggu lama 🤗🤗🥰🥰
sebelum kamu biarkan aku ninju mukamu seperti kamu meninjuku dulu gtu sar 😔😔
si arsen kejem juga ya
tp siapa yg ngintip dn ngerekam sarah itu ya 🤔🤔
ada ya perempuan kyk gtu 🤦♀️🤦♀️🙄🙄🙄