NovelToon NovelToon
Chef Do

Chef Do

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Gadis Amnesia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: originalbychani

Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 13 : Hantaman Lawan

Suasana kompetisi memasak kini semakin intens dan waktu yang tersisa hanya 30 menit. Banyak yang hampir menyelesaikan setiap elemen dan urutan masakan, walau masih nampak sibuk.

"Chef, sepertinya supnya sudah siap. Apa kumatikan saja apinya?" tanya Eun Chae.

"Jangan, kecilkan saja apinya," balas Chef Do cepat.

"Ok, Chef. Lalu, apa yang harus kupersiapkan sebelum disajikan?" ucap Eun Chae tanggap.

"Tolong ambilkan piring nomor 3 sebanyak porsi yang diperlukan. Lalu, perlengkapan sendok nomor 5 dan kain lap bersih satu lagi. Sisanya akan kutangani sendiri," arah Chef Do.

"Yes, Chef," respon Eun Chae, lalu bergegas mencari apa yang diperlukan di pantry.

Sewaktu melihat Eun Chae berlari ke arah pantry seorang diri, Seong Jun mengambil kesempatan mendekati wanita itu.

"Kim Eun Chae."

Panggilan namanya itu membuat Eun Chae menoleh ke belakang, lalu kedua matanya terbelalak.

"Tak kusangka, kita akan bertemu lagi di tempat seperti ini. Bagaimana kabarmu? Dimana kau bersembunyi selama ini?" ujar Seong Jun sinis.

Entah mengapa, baik mulut maupun tubuh Eun Chae terasa membeku. Saking kebingungan dan takutnya, Eun Chae tidak berani menatap wajah pria angkuh yang tak dikenalnya itu.

"Tatap mataku dan jangan berani berbohong--," ancam Seong Jun, namun terhenti saat seorang yang lain mengalihkan kesadaran Eun Chae.

"Eun Chae-ya!" panggil Chef Do.

Walau terkejut, Eun Chae langsung bergegas kembali dengan membawa peralatan yang diminta oleh gurunya.

"Kamu tidak apa-apa? Wajahmu sedikit pucat," tanya Chef Do, saat Eun Chae telah berada di sisinya.

"Ya, Chef. Aku tidak apa-apa. Maafkan aku, padahal kita tidak boleh mengulur waktu," jawab wanita itu.

"Tidak apa-apa. Santai saja, kita sudah hampir selesai," ucap Chef Do, sementara tangannya bergerak ahli dan kasat mata.

Tak lama kemudian, Eun Chae yang merasa sedikit mual dan tegang diizinkan pergi ke toilet. Saat itu Chef Do telah selesai dengan hidangannya. Sambil menunggu Eun Chae, pria itu menatap ke arah Seong Jun dengan curiga.

Sepertinya orang itu mengenal Eun Chae, tapi bagaimana bisa? benaknya.

Daripada berandai-andai tentang hubungan keduanya, Chef Do mengkhawatirkan kondisi Eun Chae.

Dalam bilik kamar kecil, Eun Chae berusaha mengatur nafasnya dan berkata pelan pada diri sendiri.

"Tidak apa-apa. Aku tidak mungkin mengenalnya. Benar, itu tidak wajar," gumamnya perlahan dan berulang kali, sembari melangkah keluar dari bilik.

Kim Eun Chae. Eun Chae-ya.

Sambil menutup mata, Eun Chae meredam rasa pusing dan suara-suara dalam kepalanya. Saat pikirannya mulai jernih, perlahan sosok seseorang terbesit dalam ingatannya.

Seorang pria dan wanita paruh baya memandangi seseorang dengan lembut, memanggil namanya, walau samar. Lalu, muncul sosok seorang gadis yang tak lain adalah Eun Chae.

"Appa.. Eomma?" ucap Eun Chae tertatih, dengan mata yang masih terpejam.

Eun Chae-ya, kamu pasti bisa. Jangan takut, percayalah pada dirimu sendiri.

Kalimat itupun sering didengarnya. Kini, Eun Chae dapat mengenali sosok dan suara itu. Namun, secara mendadak sebuah gambar mengerikan terngiang dalam kepala Eun Chae, kembali disertai rasa sakit yang memilukan.

"Tidaaak!" jerit Eun Chae histeris, lalu kedua matanya terbuka.

Dengan tubuh gemetar dan terhuyung, Eun Chae menangis dan pingsan dalam seketika.

Mendengar suara-suara kecil di tengah keramaian itu, Chef Do mulai mencari Eun Chae.

"Eun Chae-ya. Apa kamu masih di dalam?" panggilnya dari luar pintu masuk toilet wanita.

Walau dipanggil sebanyak 3 kali, tidak ada respon dari Eun Chae. Dengan terpaksa dan waspada, Chef Do membuka pintu dan melangkah masuk.

Baru sedikit melangkah, pria itu menemukan Eun Chae yang terbaring di lantai tak sadarkan diri seperti sebelumnya.

"Eun Chae-ya!" serunya, lalu dengan sigap dan berhati-hati menggendong Eun Chae pada punggungnya.

Chef Do berjalan cepat meninggalkan area penuh keramaian itu, lalu memberitahu Chef Ik Jun yang kebetulan lewat dari kamar kecil pria.

"Ya ampun. Dia kenapa? Aku mengerti, akan kusampaikan kepada pihak yang berwenang. Bawalah dia ke rumah sakit," kata Chef Ik Jun.

"Terima kasih. Aku berhutang budi padamu," ucap Chef Do tulus.

Sambil mengamati Chef Do yang bertingkah lain dari biasanya, Chef Ik Jun tertegun lalu berpikir sejenak.

"Wow. Ini benar-benar tak terduga. Apa dia sebenarnya seperhatian itu terhadap sesamanya?" ujar Chef Ik Jun, lalu dipukul kepalanya dari belakang oleh Chef Jang.

"Aduh, Chef Jang!" gerutunya.

"Kamu sedang apa? Ayo cepat kembali, semua orang telah menunggu. Dimana yang lain?" tegur Chef Jang.

"Yang lain? Oh, maksudnya Chef Do dan asisten kecilnya?" terka Chef Ik Jun.

"Iya. Memangnya ada siapa lagi?" sahut Chef Jang.

Chef Ik Jun dengan cepat menjelaskan situasi khusus yang dialami oleh Chef Do, lalu diam-diam memberitahu para tim produksi acara bersama Chef Jang.

Berita itu dalam sekejap didengar oleh Seong Jun.

"Huh, memang sudah seharusnya. Takkan kubiarkan pasangan penghasut itu menang," tawa Seong Jun puas, lalu menerima telepon dari sang ayah tanpa sepengetahuan siapapun.

"Bagaimana hasilnya? Seperti apa hubungan mereka?" selidik Bapak Lee.

"Meski tidak ada yang mencurigai chef yang sedang naik daun itu, aku cukup yakin ada sesuatu di antara keduanya," lapor Seong Jun licik.

"Hmph. Kalau begitu, biar kutangani sesaat lagi," balas Bapak Lee, lalu menutup telepon.

Demi menghindari jeda panjang dan gosip miring di antara para peserta yang lain, tim produksi meminta host menyampaikan keputusan dadakan.

"Baik, para hadirin. Dikarenakan sebuah kondisi pribadi yang tak terelakan, salah satu tim peserta akan diberi waktu khusus setelah kembali. Untuk itu, kita beri kesempatan kepada para peserta yang telah siap mengikuti sesi penilaian," jelas host.

Mendengar kabar baik itu, Chef Ik Jun menghela nafas lega.

"Kok kamu jadi perhatian padanya?" sindir Chef Jang.

"Ei, bukan begitu. Aku hanya senang karena keputusan ini adil. Lagipula, aku baru saja teringat akan sesuatu yang penting," sela Chef Ik Jun.

"Sesuatu yang penting? Apa maksudmu?" tanya Chef Jang heran.

"Bukan apa-apa. Aku baru sadar bahwa Bapak Lee memiliki dua orang putra, dan aku mengenal salah satunya," kata Chef Ik Jun serius.

"Hmm, ya sudah. Aku takkan mencampuri urusanmu," respon Chef Jang, walau Chef Ik Jun masih sanggup bercerita.

"Bukankah dia putra bungsu Bapak Lee? Lalu, kakaknya itu sangat amat menyebalkan. Singkatnya, manusia sampah yang dijual mahal," terang Chef Ik Jun dengan sendirinya.

"Kamu ini ngomong apa, sih? Aku tidak paham," sanggah Chef Jang.

Chef Ik Jun hanya tertawa masam, lalu tidak jadi membahas kisah pribadinya.

Sementara itu, Chef Do terus menemani Eun Chae yang belum juga bangun di rumah sakit.

"Eun Chae-ya. Kamu kenapa? Tolong jangan sakit," bisik Chef Do khawatir dan sendu.

Tanpa berpikir panjang, tangan pria itu perlahan membelai rambut kepala Eun Chae. Pemandangan itu membuat beberapa orang di rumah sakit mulai bercerita, sehingga Chef Do menutup tirai bangsal dengan gesit.

"Menyebalkan sekali. Kenapa orang-orang ini mampu mengenaliku dalam sedetik saja?" desah Chef Do, lalu terduduk di sebelah Eun Chae.

Saat Chef Do terdiam, sebuah berita di televisi membuatnya bangkit berdiri.

Pemirsa. Berikut detail kejadian di lokasi kompetisi, sesuai yang terekam dalam CCTV. Seorang chef terkenal dicurigai telah menyandera putri tunggal almarhum kedua orang tua konglomeratnya....

Setiap kalimat berikutnya yang didengar oleh Chef Do membuat pria itu terkejut bukan main.

"Tidak mungkin," ucapnya kewalahan, seketika menyadari bahwa dirinya telah disorot oleh seluruh pembawa berita dan media sosial.

- Bersambung -

1
Tuan Gong
menggugah selera makan + selera baca💯👍🏻happy CNY in advance utk authornyaa.
Tuan Gong
hmmm antagonis muncul.💪
Tuan Gong
kerennn bro💪
Tuan Gong
karakter cwekny jg mantapp👍
Tuan Gong
pria sejatii tuh👍 kalau jatuh cinta n menghargai pasangan.
Tuan Gong
wakkk mantaps broo👍
Tuan Gong
astagaaa kasian bgt lu eun chae
Tuan Gong
mauuu
Tuan Gong
Wih kerenn💪
Tuan Gong
wahhh
Tuan Gong
Hhhh yaa ituu👍
Tuan Gong
Jantan💪
Tuan Gong
logis bgt cwok sih 💪
henryy
Critanyaseru dan menarik +ga dangkal. jadi aku sukaa very good ideas /Good//Gift//Sun/
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
strawberryjam
karya yg menarik krn bnyak yg bs dipelajari soal kehidupan, ga hanya satu aspek romantis aja,.. jg ada humor.. kebutuhan khusus manusia... blm lg ada kuliner koreanya tuh mantap &unik banget /Good/sukaa sm chef do, karakter dia tuh cool bangett😍
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
bambam
Baru mulai baca ini, tapi sangat menarik, tulisan rapiii banget, suka sm jokes dlm series nya jg, sipp deh/Good//Heart/
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
bambam
Wow tulisan yg rapi banget aku smpe irii 👍 keren, semangat author
Panda CEO
ngakak lols baru aje makan nengg🤣/Heart/
Panda CEO
ini tuh ya Chae sma kyak kamu pas ngeliatliatin chef Do si cogan kesayanmuu🤭
ig@__02chani: hehe iya kak
total 1 replies
Panda CEO
Wajj menu barat/Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!