NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesugihan?

Sugeng pulang kerumahnya dengan perasaan yang begitu geram, ingin sekali dia masuk ke rumah Linda dan membawa paksa Nenek Ratmi pulang, Namun Sugeng bukan orang bodoh apabila dia melakukan itu dia cuma akan menjadi samsak tinju hidup bagi para anak buah Linda yang seambrek.

Sesampainya di kamarnya Sugeng duduk termenung menatap batu jingga di tangannya. Batu itu tampak sangat bersih tidak ada satu debu pun yang menempel di batu itu, saking bersihnya batu itu sampai-sampai memantulkan bayangan wajah Sugeng di permukaanya.

Sugeng menarik nafas dalam dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan, "aku harus segera melunasi hutang Linda, ngga mungkin aku terus terusan lihat Nenek bekerja sekeras itu, dia sudah tua. Linda Sialan! Apa aku rampok aja rumah dia pakai kekuatan batu jingga ini? Lalu aku bayar pakai uang dia sendiri?" Sugeng menatap kembali batu di tangannya.

"Nggak! Nggak mungkin! Itu sangat mencurigakan, Polisi pasti akan langsung curiga padaku tentang perampokan itu karena tiba-tiba aku dapat uang banyak, gimana ya cara ngakalinya.... emm menang lotre? Ahh ngga mungkin, polisi pasti bakal tanya aku menang lotre di mana... hmmm aku ngga harus balas dendam sama Linda sekarang, aku rampok saja uang rumah orang kaya lainnya yang jauh dari desa ini pasti aku ngga akan di curigai.. yes gitu aja."

Sugeng kembali menaruh batu jingga itu di kotaknya kemudian menyimpan kotak itu di dalam koper jadul kemudian ia masukan koper itu ke dalam lemari dan ia kunci.

Ia kemudian mengambil uang hasil penjualan dua kambing dari Pak Drajad, "hmm... aku harus beli motor, biar bisa keliling lebih jauh. Ngga mungkin aku pake sepeda terus." Batin Sugeng.

Hari itu juga Sugeng pergi menuju showroom motor bekas untuk membeli sepeda motor.

Sugeng menuju ke showroom itu dengan menggunakan kendaraan umum, bukan sepedanya.

Sugeng mengendarai motornya dengan perasaan sedikit senang, karena sudah sangat lama ia tidak mengendarai sepeda motor. Supra x 125 itulah jenis motor yang Sugeng beli.

Sugeng tidak langsung pulang, ia berkeliling kota dan desa guna mencari rumah orang kaya yang hendak menjadi targetnya.

Lama berkeliling Sugeng mendapatkan cukup banyak informasi tentang rumah para orang kaya, hanya saja kebanyakan terdapat CCTV.

Karena merasa lapar dan lelah Sugeng memilih untuk makan siang di sebuah warung tenda pecel lele yang tampak sangat ramai. Sebuah warung tenda yang menjual pecel lele, ayam goreng dan bebek goreng yang berada di pelantaran halaman sebuah ruko yang tutup saat malam hari.

Saking ramainya bahkan teras ruko di jadikan lesehan makan, karena kursi dan meja di warung makan itu tidak cukup untuk menampung para pembeli yang sangat ramai tersebut.

"Bew, ramenya. Pasti enak makanannya, kebetulan laper makan lele ajalah enak kayaknya." Batin Sugeng.

Sugeng memesan nasi lele dan segelas teh manis hangat, ia duduk lesehan bersandar di pintu rolling folding gate ruko, ia duduk sendirian. Tak lama kemudian seorang lelaki berbadan besar berseragam security duduk bersama Sugeng, ya dia adalah security yang bertugas siang hari.

Tampak Security berseragam hitam itu menyalami Sugeng dengan senyum penuh keramahan..

"Udah makan apa masih nunggu pesenan mas?" Tanya Security itu kepada Sugeng.

"Masih pesen pak." Jawab Sugeng.

"Weh lama kayaknya mas, rame banget gini. Hmmm rokok nih mas."

"Iya pak, ada kok."

Security tersebut menyalakan rokoknya begitupun dengan Sugeng. Mereka berdua duduk mengobrol sembari menunggu pesanan mereka datang.

"Tau ngga mas, yang dagang ini masih bocah loh mas. Paling masih umur 25 tahunan." Ucap Security itu membuka obrolan.

"Apa iya pak?"

"Iya mas, sukses dia.. mobilnya udah dua, Pajero sama Yaris. Kalah aku umur udah 40 tahunan masih jadi security punyanya juga cuma supra fit." Keluh Pak Security.

"Hahaha.... bersyukur aja pak, mungkin rejekinya lagi bagus."

"Tapi ngga masuk akal loh mas, aku inget banget 3 tahun yang lalu dia masih ngamen di pasar. Lah sekarang? Dia loh baru dagang 2 tahun. Ini ruko ini, denger denger udah di beli sama dia 1,2 milyar. Coba bayangin cuma dagang beginian dua tahun bisa kayak gitu pencapaiannya.

"Hah? Yang bener pak? Ruko ini di beli sama dia?"

"Iya, denger denger dalemnya masih di pugar. Mungkin dia mau buka rumah makan atau caffe gitu. Jadi pecel lele dengan konsep kekinian. Gitu yang saya denger."

"Bew... hebat juga ya, dagang cuma 2 tahun bisa kayak begini hasilnya, di luar nalar si itu. Tapi bisa jadi pak, lihat aja tuh rame banget yang beli."

"Iya sih rame banget, denger denger sehari paling sepi dia dapet 8 juta, kalau rame dia bisa dapet 12-15 juta per hari. Soalnya itu tuh.. anakku kerja di sini, aku yang masukin."

"Oh gitu... jadi sampean (kamu) kenal sama yang punya?"

"Yang punya itu tetangga saya mas, rumahnya itu di belakang mesjid Al Korim... itu orangnya yang lagi ngulek sambel."

Sugeng menoleh, tampak seorang pemuda berbadan gemuk dan pendek mungkin tingginya hanya mencapai 155-160 cm terlihat sedang mengulek sambel di sebelah wajan penggorengan tepatnya di belakang tenda.

"Oh itu to yang punya. Kirain karyawan hahaha..."

"Iya mas dia yang punya, penampilannya emang biasa aja. Tapi karyawannya banyak banget, cuma warung tenda kayak begini tapi 8 orang yang kerja. Gajinya harian lagi. Semua karyawannya laki-laki cuma kasir aja yang cewe, kasir itu anak saya."

"Harian pak gajiannya? Berapa gajinya pak?"

"80 ribu sehari, rokok sebungkus, sama makan. Kalau ngga ngerokok 95 ribu sehari."

"Behh... masok.. gede juga."

Entah mengapa Sugeng merasakan perasaan aneh ketika menatap warung tenda itu, oleh karena itu ia menatap lebih seksama. Sugeng menyadari bahwa sang pemilik warung selalu dekat dengan cobek tempat mengulek sambel. Bahkan jika ia pergi tak ada satupun karyawan yang berani ngulek sambel. Bahkan mereka berteriak memanggil bos mereka jika memerlukan sambel.

"Emmm... kok karyawannya saya lihat-lihat ngga ada yang buat sambel ya pak? Padahal banyak karyawannya."

"Oh itu, kata anakku biar rasa sambelnya ngga berubah. Karena beda tangan bisa beda rasa. Jadi dia berusaha mempertahankan cita rasa dari rasa khas sambelnya. Karena memang warung tenda itu terkenal dengan sambelnya yang enak."

Sugeng memicingkan matanya menatap sang pemilik warung, "pasti dia pesugihan, sangat ngga masuk akal jika cuma dagang 2 tahun tapi udah bisa beli ruko seharga 1,2 milyar sama dua mobil Pajero dan Yaris lagi, di tambah hanya dia yang buat sambel. Seenak enaknya sambel buatan dia pengunjung juga pasti bakalan bosen kalau merasakan rasa yang sama tiap hari. Apa aku rampok aja rumah dia ya? Mencuri dari orang kayak dia aku rasa ngga terlalu merasa bersalah." Batin Sugeng.

1
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!