NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Kau pikir kau mencuri masa depanku malam itu, Nick? Tidak. Kau hanya memberi saya alasan untuk menikmati Rasa sakit di masa depan." — Nedine.

Di balik gemerlap statusnya sebagai putri dari seorang ibu tunggal yang sukses, Nadine Saville menyimpan rahasia yang menghancurkan dirinya secara perlahan. Sejak bangku SMA hingga memasuki dunia kampus yang liar di Amerika, ia terikat dalam hubungan gelap dengan Nickholes Teldford.
Bagi dunia, mereka adalah orang asing. Namun di balik pintu tertutup, Nadine adalah pelampiasan nafsu Nickholes yang tak pernah puas. Terjebak dalam kenaifan dan cinta yang buta, Nadine rela dijadikan alat pemuas demi mempertahankan pria yang ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Satu tahun telah berlalu sejak malam pernikahan kilat yang diatur oleh Nickholes Teldford. New York masih tetap sama—bising, ambisius, dan tak pernah tidur. Namun, di dalam penthouse megah yang kini dihuni oleh Daven dan Cheryl, atmosfernya jauh lebih berwarna dibandingkan saat Daven masih menjadi Pangeran Es yang kesepian.

Pagi itu, sinar matahari musim semi menerobos masuk melalui jendela besar, menyinari wajah Daven yang masih tertidur lelap. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.

"Daven! Daven, bangun! Gawat!"

Suara melengking itu disusul oleh guncangan hebat di bahu Daven. Sang Kapten Basket itu membuka matanya perlahan, menemukan wajah cantik istrinya yang tampak sangat panik. Cheryl berdiri di samping ranjang dengan rambut yang sedikit berantakan, mengenakan kemeja kebesaran milik Daven.

"Ada apa, sayang? Apa ada serangan alien?" gumam Daven dengan suara serak khas orang bangun tidur.

"Lebih buruk dari itu! Cincinku! Cincin pernikahanku hilang!" Cheryl mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan jari manisnya yang kosong.

"Aku ingat tadi malam aku menaruhnya di dekat wastafel saat mencuci muka... atau mungkin di meja rias? Atau jangan-jangan jatuh ke lubang pembuangan?"

Daven menghela napas panjang, sebuah senyum tipis tersungging di bibirnya. Ia bangkit dari tempat tidur, menarik pinggang Cheryl hingga gadis itu terduduk di pangkuannya.

"Tenanglah, Nyonya Teldford. Tarik napas," ucap Daven sambil mengelus pipi Cheryl yang kini mulai sedikit berisi kembali berkat asupan makanan sehat dan cinta yang melimpah. "Kau tidak menaruhnya di wastafel. Kau menaruhnya di dalam gelas susumu semalam karena kau bilang ingin merendamnya agar tetap berkilau. Ingat?"

Cheryl terdiam. Matanya berkedip dua kali. "Oh... iya. Aku lupa."

Daven tertawa rendah, lalu dengan gemas mencubit kedua pipi Cheryl sekaligus. "Kau ini... kalau kepalamu tidak menempel di leher, mungkin kau juga akan melupakannya di suatu tempat."

Di meja makan, keriwehan Daven dimulai. Ia tidak membiarkan Cheryl menyentuh kompor. Sejak mereka tinggal bersama, Daven mengambil alih dapur karena ia tidak mau Cheryl lupa mematikan api atau salah memasukkan garam dengan gula.

"Ini jadwal kuliahmu hari ini, ini bekal makan siangmu, aku sudah menaruh catatan di setiap kotaknya agar kau tahu mana yang harus dimakan duluan, dan ini kunci cadangan apartemen yang kelima," ucap Daven sambil menyusun barang-barang di depan Cheryl.

Cheryl menatap tumpukan barang itu dengan wajah haru sekaligus geli. "Daven, aku ini istrimu, bukan anak taman kanak-kanak."

"Bagiku kau adalah keduanya," sahut Daven sambil mengecup kening Cheryl. "Dan jangan lupa, sore ini kita ada janji makan malam di mansion Ayah dan Ibu. Abbey juga akan datang."

Cheryl sedikit menegang mendengar nama ayahnya. Hubungan mereka memang membaik sejak kerja sama bisnis dengan Teldford Group dimulai, namun masih ada kecanggungan yang tersisa.

"Jangan khawatir," Daven menggenggam tangan Cheryl erat. "Abbey sekarang sangat menghormatimu. Terutama setelah dia tahu kau mendapat beasiswa penuh untuk program Master Seni di NYU tanpa bantuannya. Kau hebat, Cheryl."

Sore harinya, sebelum berangkat ke mansion, Daven menemukan Cheryl sedang duduk di depan kotak kayu rahasianya. Kotak yang dulu kuncinya sempat hilang itu kini selalu terbuka.

"Sedang apa?" tanya Daven sambil memeluknya dari belakang.

"Melihat foto-foto lama kita," jawab Cheryl sambil menunjukkan foto mereka saat SMP. "Lihat, kau dulu sangat kurus dan sombong."

"Dan kau dulu sangat bulat dan mudah ditipu," balas Daven cepat, membuat Cheryl mencubit lengannya.

"Daven... terima kasih," bisik Cheryl tiba-tiba. "Terima kasih sudah menjadi pria yang sangat riweh. Kalau bukan karena keriwehanmu mencari kunciku malam itu, mungkin aku masih menjadi 'Dewi Marmer' yang kesepian di suatu tempat."

Daven membalik tubuh Cheryl, menatap mata cokelat yang kini penuh dengan kebahagiaan itu. "Aku yang harus berterima kasih. Kau memberiku alasan untuk tidak menjadi dingin lagi. Kau adalah satu-satunya orang yang membuat keriwehanku terasa berharga."

Mansion Teldford malam itu dipenuhi tawa. Nickholes tampak sangat akrab dengan Abbey Alton, membicarakan tentang ekspansi bisnis mereka ke Asia. Sementara itu, Nadine dan Cheryl sibuk di dapur membicarakan tentang dekorasi rumah.

Saat makan malam berlangsung, Nick berdiri sambil mengangkat gelasnya.

"Aku ingin memberikan pengumuman," ucap Nick dengan gaya teatrikalnya yang biasa. "Berhubung Daven sudah resmi menjadi suami yang sigap dan Cheryl sudah menjadi menantu yang luar biasa, aku memutuskan untuk... pensiun lebih awal!"

"Apa?!" seru Daven.

"Ya, Jagoan. Aku ingin menghabiskan waktu berkeliling dunia dengan ibumu. Jadi, mulai bulan depan, kau akan memegang kendali sebagian besar operasional Teldford Group di New York," Nick mengenyitkan mata. "Anggap saja ini ujian keriwehan tingkat lanjut."

Daven menatap Cheryl, yang membalasnya dengan senyum bangga. Ia tahu ini akan menjadi tanggung jawab besar, tapi ia tidak lagi takut. Ia memiliki jangkar yang selalu membuatnya tetap berpijak di bumi.

Malam itu, saat mereka pulang ke apartemen, salju tipis mulai turun di Manhattan. Daven dan Cheryl berjalan bergandengan tangan menyusuri trotoar.

"Daven," panggil Cheryl pelan.

"Hmm?"

"Aku baru ingat sesuatu."

Daven berhenti berjalan, menatap istrinya dengan waspada. "Apa lagi yang kau lupakan? Ponsel? Dompet? Atau kau lupa kita sudah menikah?"

Cheryl tertawa, lalu ia menarik tangan Daven dan meletakkannya di atas perutnya yang masih rata. "Aku lupa memberitahumu... bahwa sepertinya, beberapa bulan lagi, keriwehan mu akan bertambah dua kali lipat."

Daven terdiam. Ia menatap perut Cheryl, lalu menatap matanya yang berbinar. Butuh waktu lima detik bagi otak sang Kapten Basket itu untuk memproses informasi tersebut.

"Maksudmu... kita... ada Bakpao Kecil di dalam sini?" tanya Daven dengan suara bergetar.

Cheryl mengangguk mantap. "Dan aku harap dia punya pipi yang sama bulatnya denganku, agar kau punya objek cubitan baru."

Daven langsung mengangkat Cheryl dan memutarnya di udara, mengabaikan tatapan orang-orang di sekitar mereka. Ia tertawa lepas, sebuah tawa penuh syukur yang bergema di antara gedung-gedung pencakar langit New York.

"Aku akan menjadi ayah yang paling riweh di dunia!" seru Daven bahagia. "Aku akan menyiapkan sepuluh perawat, lima dokter, dan aku akan memastikan tidak ada satu pun debu yang menyentuh kalian!"

"Tuh kan, mulai keriwehan-nya," ucap Cheryl sambil memeluk leher Daven erat.

Di bawah lampu kota yang temaram, cerita cinta yang dimulai dari seorang ayah muda yang protektif di Swiss, diturunkan kepada putranya yang riweh di New York, kini bersiap menyambut babak baru.

Cinta mereka telah melampaui waktu, jarak, dan ego, membuktikan bahwa sesulit apa pun jalan yang ditempuh, hati yang ditakdirkan bersama akan selalu menemukan jalan pulang, biasanya dengan sedikit bantuan dari kunci yang hilang dan cubitan di pipi.

...🌷🌷🌷The And🌷🌷🌷...

...See You 🥰...

1
Endang Sulistia
bagus...ceritanya ringan
Lutfiah Tunnissa
semangat kkk
Lutfiah Tunnissa
hadir kk ceritanya bagus up terus yaa💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!