NovelToon NovelToon
After Moon : Sekutu Di Paleside

After Moon : Sekutu Di Paleside

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Fantasi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Murdoc H Guydons

Dia pikir adiknya sudah tewas dibunuh 7 tahun lalu. Dia salah.

Zane Elian Kareem kehilangan segalanya dalam satu malam: Rumah, Orang tua, dan Serra, adiknya.

Namun, sebuah benda di toko berdebu mengubah takdirnya. Serra masih hidup.

Kini, Zane bukan lagi bocah lemah. Dia adalah seorang Tarker—pemeta wilayah liar yang berani menembus zona maut demi uang. Persetan dengan intrik politik kerajaan atau diskriminasi ras. Masa bodoh dengan Hewan Buas Kelas E yang mengintai di hutan.

Zane akan membakar siapapun yang menghalangi pencarian "jalan pulangnya" menuju Serra. Bahkan jika harus melawan satu republik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Murdoc H Guydons, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resonance 4 - Skenario Mustahil

Udara di Paleside terasa sejuk pagi itu, membawa aroma pinus dari Hutan Palenwood dan wangi samar rempah dari dapur. Di ruang tamu sederhana keluarga Crestfall, aku yang kala itu masih berusia enam belas tahun menggerutu, melempar kartu Shiftd ke atas meja kayu yang usang.

"Tiga kali!" seruku, separuh kesal, separuh takjub. "Bagaimana bisa langkah terakhirku selalu tidak berguna? Bermain Shiftd puzzle seperti ini konyol."

Di seberang meja, Kakak sepupuku—Ewan Stillwater, tertawa renyah. Ia bersandar di kursinya dengan gaya percaya diri yang baru. Tiga bulan merantau ke Adam membuatnya terlihat berbeda.

Lebih ramping, pakaiannya sedikit lebih necis, dan ada aura "kota" yang kental padanya. Ia bekerja sebagai asisten di toko kelontong besar di kota, sebuah pekerjaan yang terdengar sangat sukses di desa ini.

"Kau terlalu memperhatikan langkahmu, Fiora," kata Kak Ewan, mengumpulkan kartu-kartu Shiftd itu dengan gerakan cepat yang terlatih. "Itu masalah pertamamu."

"Tentu saja aku memperhatikan langkahku! Ini kan permainan strategi!"

"Maksudku," sela Kak Ewan. "Kau harus memperhatikan juga..."

Krieeet...

Pintu depan terbuka, memotong ucapan Kak Ewan. Ibuku, Lena Crestfall masuk, membawa keranjang pasar yang penuh sayuran. Wajahnya yang terkadang pucat—yang selalu membuat ku khawatir—langsung bersinar melihat Kak Ewan bangkit menyambutnya.

"Ewan! Kapan kau pulang?"

"Baru saja sampai, Bi," kata Kak Ewan, mengambil keranjang itu dari tangan Ibu dengan sopan—sebuah teladan yang selalu kucontoh darinya. "Kelihatannya toko kelontong di Adam memperlakukanmu dengan baik. Kau tampak lebih rapi," puji Ibu.

Kak Ewan tertawa. "Mungkin karena kami diwajibkan memakai kemeja, Bi. Kalau di sini aku kan berpakaian sesukanya."

"Ayo, Kak, kita bantu Ibu di dapur," Aku mengajak Kak Ewan, sambil beranjak dari kursi.

"Ah, tidak usah," cegah Ibu, mengibaskan tangannya dengan lembut. "Kalian selesaikan saja permainan kalian. Kakakmu ini jarang-jarang pulang. Ibu bisa sendiri."

Dengan senyum hangat, Ibu menghilang ke dapur, meninggalkan aroma wangi Daun Pandan yang tercium saat keranjang belanjaan melewatiku.

Aku kembali duduk, menatap Kak Ewan. "Jadi? Tadi kau mau bilang apa? Memperhatikan juga...?"

“Memperhatikan juga lawanmu.” Kak Ewan kembali fokus pada meja. Ia mencondongkan tubuhnya, suaranya merendah. "Di Adam, ini bukan permainan. Ini cara orang kota mengambil uangmu dengan cepat. Puzzle Shiftd yang ditawarkan di kedai-kedai itu, semuanya adalah jebakan. Sebuah skenario yang mustahil."

"Mustahil bagaimana?"

"Mustahil untuk dimenangkan," jelas Kak Ewan. "Posisi kartu itu sudah diatur. Apapun langkahmu, si bandar sudah punya jawabannya. Kau pikir punya pilihan menang di langkah terakhir? Omong kosong. Kemenangan sudah ada di tangan bandar saat gilirannya bermain. Kecuali.. "

"Kecuali apa?" tanya Fiora, kini benar-benar penasaran.

“Kecuali kau rusak skenario mereka dengan skenariomu sendiri.” Senyum miring tergurat di wajah Kak Ewan.

Ia mengeluarkan Baton-nya yang tidak aktif dan menaruhnya di atas meja. Dari pangkal batonnya, tempat sigil berada, ia sedikit menarik elemen tanah yang tersimpan disana dengan petrocraft. Ia menunjukkannya di ujung jari telunjuknya.

"Lihat ini."

"Tanah?" tanyaku bingung.

"Ya. Ini berfungsi sebagai penanda," bisik Kak Ewan. Ia mengambil salah satu kartu Shiftd—sebuah Mist Panther. Dengan sangat hati-hati, ia menempelkan butiran tanah itu ke satu sisi tengah kartu yang cukup ramai gambarnya. Butirannya begitu halus, nyaris seperti debu, mustahil terlihat kecuali kau tahu di mana harus mencari.

"Nyaris tak terlihat," katanya. "Tapi bisa kau rasa."

"Aku tidak mengerti," ucapku sambil refleks memiringkan kepala.

"Tidak perlu mengerti Fiora. Kau hanya perlu merasakan." Kak Ewan mengumpulkan lima kartu, termasuk Mist Panther yang sudah ditandai tadi. Ia kemudian memberikannya padaku

"Sekarang," perintah Kak Ewan. "Pegang kartu itu seperti kau sedang bermain."

Aku menatapnya bingung. Aku mengambil kartunya, kemudian melebarkannya seperti kipas di tangan kiri. "Oke. lalu?"

"Bagus. Sekarang, pakai tangan kananmu," instruksi Ewan, "coba ambil kartu selain Mist Panther dan taruh di atas papan permainan"

Masih sedikit bingung, aku lakukan instruksi dari Kak Ewan seperti bermain biasa. Aku mengambil kartu Beruang Geode, dan melihat kemana kartu itu akan ditaruh.  Kemudian menaruhnya seperti biasa.

"Lho?"

Kartu yang barusan aku taruh ternyata bukan Beruang Geode, tapi adalah Mist Panther. Padahal aku sangat yakin bahwa aku mengambil Beruang Geode.

"Bagaimana bisa?" Aku menatap Kak Ewan dengan mata membelalak.

Kak Ewan tertawa terbahak-bahak, tawanya yang lepas mengisi ruangan. "Aku yang menggesernya Fiora. Dengan Petrocraft.”

“Kau tahu Petrocraft dua, selubung debu? Konsep pengendalian tanahya sama, tapi skalanya jauh lebih kecil. Butiran tanah halus itu sedikit digetarkan sehingga dia akan menempel kuat, persis seperti debu menempel di baju. Selanjutnya ketika kau coba ‘gerakkan’ tanahnya, kartunya akan ikut terbawa. Mudah bukan?” Ucapnya singkat, mencoba menjelaskan fenomena tadi dengan sombong.

“Sama denganmu, si bandar akan bingung setengah mati ketika kartu yang ia taruh berubah jenis. Tapi tentu saja kau harus melakukannya dengan sangat halus.”

Aku menatap sepupuku itu dengan campuran kagum dan tertawa. "Itu mah curang Kak."

"Itu adalah langkah cerdas memenangkan sesuatu yang mustahil Fiora," koreksi Kak Ewan.

Aku meletakkan kartu-kartu itu, bersandar di kursi, ketertarikanku pada permainan itu sejujurnya tidak sebesar itu. "Tetap saja," kataku pelan. "Untuk apa aku tahu semua ini? Aku kan tidak suka bermain Shiftd."

Kak Ewan kembali tersenyum lebar, dan Ia menatap ku cukup dalam. Kali ini dengan tatapan seorang kakak.

"Jangan remehkan langkah curang, Fiora," katanya, dengan suara bercanda. "Di luar sana, orang jujur mati duluan. Ilmu curang begini, boleh jadi hal yang akan menyelamatkan dompetmu—atau nyawamu— suatu hari nanti." Imbuhnya dengan gaya sok bijak.

Aku tersenyum aneh mendengar kata-kata itu keluar dari Kak Ewan. “Mana mungkin. Urusan nyawa apa karena permainan begini?” Jawabku sembari mengejek usil. Kak Ewan tertawa.

"Lagi pula, kenapa kau tahu semua ini?" tanya Fiora akhirnya, menyuarakan pertanyaan yang mengganjal. "Maksudku, bagaimana seorang pegawai toko kelontong di Adam punya waktu untuk belajar trik penjudi seperti ini?"

Sesaat, hanya sesaat, Aku melihat senyum Kak Ewan goyah. Matanya beralih ke jendela sejenak, seolah mencari jawaban di luar sana. Lalu, ia tertawa lagi.

"Tentu saja di hari libur!" katanya dengan ceria, terlalu ceria. "Di Adam, hiburannya memang aneh-aneh. Kau akan kaget melihat apa saja yang dilakukan orang untuk beberapa koin Aspen."

Ia mengambil kembali batonnya, bangkit dari kursi, dengan sengaja mengakhiri percakapan itu.

"Sekarang," katanya, berjalan menuju dapur. "Ayo kita bantu Bibi di dapur. Aku sudah rindu masakannya."

Perasaan tidak enak menjalari perutku. Untuk sekejap merasa bahwa Kak Ewan mencoba menghindar dari pertanyaan itu. Tapi wangi Sup Pisang Pandan yang manis mulai memenuhi ruangan, dan membuatku bergerak. Membuyarkan firasat aneh, yang ternyata mengandung kebenaran pahit yang belum siap untuk kuketahui...

1
Kabuki
yaa pasti tetep punya secercah harapan dong? barang berharga dari keluarga satu²nya bisa berpindah tangan sampe kemana².

tujuan diganti dan mengesampingkan pekerjaan juga normal² aja. soalnya orang mana yang ga kangen setelah insiden mengerikan itu?/Frown/
Mingyu gf😘
kuda batu itu yg seperti apa ya
Mingyu gf😘
Ibu kadang tidak pernah ingin terlihat lemah di hadapam anaknya🥺
Panda
aku terlalu fokus sama adegan fiora dan ibunya

karena aku bisa tau rasa cemasnya mengkhawatirkan satu satunya orang yang dipunya
evrensya
Gemes bgt pengen kugunting itu sol.
evrensya
Kayak organisasi kriminal aja yg suka potong bagian ekor untuk melindungi tubuhnya. 😁
Kabuki
bisa²nya dia cuma mikirin sepatunya doang😭
CACASTAR
ciri-ciri orang bengis yaa begitu😄
Wida_Ast Jcy
wah sehebat itu kah suaranya sampai bisa menarik kaki mu🤭🤭🤭
Wida_Ast Jcy
wah untung bisa menghindar
PrettyDuck
fiora kenapaa?
PrettyDuck
men and their egos
udah biarin aja debat sampe capek /Facepalm/
PrettyDuck
buktinya data di petamu menyesatkan om
PrettyDuck
asbun banget si bapak 🥲
Zan Apexion
apa itu taker kk?🤔
Jing_Jing22
untung punya insting yang bagus bisa menghindar, kalau nggak pasti udah kenapa-napa
MARDONI
Zane 😭 dari awal aku nahan napas pas dia pegang gelang itu, dan waktu dia nemu tonjolan kecil buatan Ayah… merinding banget. Serra ternyata bukan cuma kenangan, dia nyata, dia hidup 😭✨ Cara Zane langsung berubah fokus begitu dengar nama Cragspire bikin dadaku ikut bergetar. “Tunggu aku, Serra” itu bukan cuma janji, itu tekad yang bikin aku yakin perjalanan Zane bakal makin gila dan penuh api 🔥💔
Jing_Jing22
penyerangan lagi, sebenarnya apa yang mereka cari di sana???
evrensya
jadi dia menempuh jalan ini demi mencari jejak adiknya..
evrensya
Misinya besar sekali jd tarker, tolong cari tau ttg sundaland juga dong, apakah itu adlh atlantis yang hilang? katanya ada peradaban maju di sana sebelum tenggelam.🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!