NovelToon NovelToon
Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Time Travel / Fantasi Wanita
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: bubun ntib

Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..

Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?

Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.

Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Rencana bekerjasama Dg para bibi baik.

“ Maaf, aku sama sekali tidak memikirkan sampai kesitu,” Chen Rui menunduk, jelas sekali ia menyesal telah mengungkapan apa yang di dalam pikirannya.

Su Ran tersenyum kecut, ternyata gadis di masa lalu juga ada yang tidak naif dan peka. Ia juga salah, terlalu berlebihan dalam bertindak dan sama sekali tidak memikirkan jika akan terekspos.

“ Tidak, kamu tidak salah. Juga kamu memang benar, aku telah berubah. Tetapi, menurutmu bukankah perubahanku ini baik?” Su Ran menatap Chen Rui dengan ekspresi nakal dan main – main.

Chen Rui tertegun sejenak sebelum ia tertawa lepas lalu mengangguk bak ayam mematuk makanan.

“ Benar, Benar. Kamu sangat menakjubkan. Bukan hanya berani melawan keluarga cabang pertama, kamu juga berani pisah keluarga,”

“ Jika aku yang menjadi kamu, entah apakah aku akan seberani dirimu,” ucap Chen Rui penuh kekaguman, membuat Su Ran sedikit tidak nyaman.

‘ Jika yang berada didalam tubuh ini adalah ‘aku’ yang asli, maka tidak akan menutup kemungkinan dirinya terjual,’ ringis Su Ran dalam hati.

“ Sudah, jangan berpikir macam – macam. Apa rencanamu dengan tanaman pedas ini? ini sangat enak, aku tidak tahu bagaimana jika dicampurkan dengan bumbu yang lain. Tunggu, sebenarnya darimana kau tahu tentang tumbuhan ini?” tanya Chen Rui dengan wajah penasaran.

“ Saat aku pingsan akibat dipukul paman besar, aku seperti berkelana ke dunia yang entah. Aku bermimpi bertemu dengan pertapa tua yang mengajariku berbagai macam pengetahuan. Mungkin pingsanku yang singkat, tetapi mimpiku seperti aku menjalani hidup bertahun – tahun,” Su Ran berbohong dengan mata terbuka dan lucunya Chen Rui mempercayainya bahkan sedang menatap Su Ran dengan kagum! Seperti penggemar fanatik!

“ Hebat...” sorak Chen Rui sambil bertepuk tangan.

“ Lalu, bagaimana ?” tanya Chen Rui lagi. Su Ran mengambil kembali keranjang yang berisi hampir 10 kati cabai. Ia juga tampak mengeluarkan beberapa pohon cabai yang terlihat masih segar. ( Tentu saja, pohon itu baru diambil dari dalam ruang ajaibnya).

( 1 kati \= 600 gram )

“ Ini, aku akan membagi menjadi 5 bagian. Masing – masing mendapat 2 kati. Tolong antarkan juga ke keluarga kepala desa, paman Ma, dan keluarga Wu. Biarkan mereka mencicipinya,”

“ Lalu ini ada beberapa pohon cabai yang aku bawa dari hutan juga, biarkan bibi Chen menanamkan ditanah yang gembur. Jangan lupa disiram teratur agar akarnya kuat,”

“ Sebenarnya bisa saja membuat benih dari isi cabainya, pisahkan dari ‘kulit’ merahnya lalu campakkan begitu saja di tanah yang subur,”

( tentu saja ada metode yang lebih detail yaa buat bikin benih dari isi cabenya langsung..)

Su Ran menjelaskan dengan detail apa yang perlu dilakukan. Membuat Chen Rui sedikit tersentuh. Teman baiknya ini adalah orang ‘malang’ tetapi masih sempat memberikan ini dan itu kepada keluarganya hanya karena keluarganya pernah membantunya sedikit.

“ Apa? Kenapa malah bengong? Cepat bawa pulang! Ngomong – ngomong, kamu bahkan bisa menggoreng cabai ini hanya dengan dicampur telur. Buat orak arik telur cabai dan rasanya akan sangat nikmat,” memikirkannya saja, membuat air liur Su Ran hampir menetes!

“ Baik, Baik. Kenapa kau begitu cerewet? Aku akan segera membawanya pulang!,” Chen Rui segera mengemasi beberapa kati cabai yang sudah dipisah sesuai jatah ke dalam keranjang bambunya dan mengangkutnya pulang, bersiap untuk mendistribusikan kepada keluarga pilihan tadi.

Su Ran juga tidak santai. Setelah Chen Rui pulang, ia segera mengambil cangkul kecil yang sudah dimodifikasi lalu mulai menggemburkan tanah.

Bagaimanapun, cabai sudah dibawanya keluar, ia juga tidak akan sungkan untuk mulai menanamnya. Beruntung ia sudah menyemai benih dalam ruang ajaibnya. Bahkan sudah mulai muncul anakan cabai setinggi 5 cm!

Dirinya hanya perlu untuk memindahkan ke dalam lahan sebelah rumahnya. 1 petak memiliki luas hampir 100 m persegi, sementara halaman sebelahnya memiliki 5 petak!

1 petak untuk cabai, sawi hijau, lobak, kubis dan juga daun bawang! Setelah berhasil panen, ia tidak akan khawatir dengan kebutuhan sayur mayurnya.

Sore harinya, berbondong – bondong pasangan keluarga Ma, Wu, Chen dan kepala desa datang untuk ‘inpeksi’ dadakan pada tanaman cabai milik Su Ran. Mereka mengucapkan terima kasih bahkan para istri membawakan beberapa barang yang dihasilkan di rumah seperti telur ayam, asinan sayur dan juga buah kering.

Su Ran juga dengan sabar kembali mengulang penjelasan bagaimana menanam cabai kepada para paman yang sebaya dengan ayahnya.

“ .... Bibi Chen, Anda sangat pandai memasak. Bagaimana jika Anda mengolah cabai tersebut menjadi sambal kemasan?” saran Su Ran. Bagaimanapun juga, tujuan ia mengenalkan tanaman ini adalah untuk mengangkat penghasilan keluarga – keluarga ini.

“ Bisa seperti itu juga? Bagaimana caranya? Juga apa saja bahannya?” tanya Bibi Chen dengan antusias.

“ Sangat mudah. Para bibi hanya harus merebus cabai, menambah bawang dan beberapa bumbu lalu kita mengemasnya pada wadah, sebenarnya dikemas di wadah kedap udara,” ucap Su Ran dengan santai.

“ Para bibi bisa melakukan hal ini semua. Sambal ini juga bisa ditambahkan dengan cincangan daging ayam atau yang lainnya. Bahkan bisa dicampur dengan irisan tipis mangga untuk membuat sensasi sambal yang pedas sekaligus menyegarkan,”

“ Nanti bisa dijual. 1 botol pasti tidak akan kurang dari 1000 rupiah!” jelas Su Ran membuat hati para nyonya rumah tangga ini berdebar. 1000 rupiah? Bisa untuk membeli beras hampir 500 kati!

“ Tunggu, ini tidak akan berhasil. Kami tidak bisa melakukan ini. jelas cabai berasal darimu, dan lagi resep juga berasal darimu,” sela bibi kepala desa menyiramkan harapan para bibi. Tetapi mereka juga tidak bisa egois, karena faktanya memang seperti itu.

“ Bibi, apa yang bibi katakan? Bagaimana dengan ini, aku memberikan resep dan juga bertanggung jawab untuk semua prosesnya,”

“ Lalu bibi Chen dan bibi kepala desa bertugas untuk ‘memproses’ bahan – bahan. Bibi Ma dan bibi Wu yang bertugas untuk bagian pengemasan. Kita akan menerapkan sistem bagi hasil. 1 dibagi 5 untuk kita masing – masing,” usul Su Ran. Baginya semua ini hanya sebagai usaha sampingan, ia masih harus menjual hasil panennya di ruang ajaib!

Keempat bibi saling berpandangan dan memiliki keputusan bulat di dalam pikiran mereka. Mereka serempak mengangguk dan deal... usaha pembuatan sambal telah resmi dibuat.

“ Tetapi, Su Ran. Kepada siapa kita menjualnya? Apakah kau yakin jika sambal akan terjual? Bagaimanapun, 1000 rupiah pasti terasa mahal,” tanya bibi Wu dengan sedikit ragu. Pertanyaan ini membuat semua kembali meredup seolah kehilangan semangat api tadi.

“ Para bibi bisa tenang. Kalian bisa menyerahkan masalah penjualan kepadaku. Aku yang akan mencari pelanggan untuk usaha kita,”

Siapa yang akan menyangka jika Su Ran akan benar – benar berhasil?

1
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪dlm upnya
vivi oh vivi
lanjut😆
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
🌸nofa🌸🍉🍉
wah ayam balado pasti enak 😄
Ayu Aulia
Thor ini crita tentang kerajaan china? kenpa ada SD, SMP, SMA, bukan ya zaman kerajaan belum ada yaa?
bubun ntib: ehm.. gmna yaaaa..
mau bikin cerita yg campuran sihh.. kalau yg era tiongkok pure pasti pkai uang tael trs juga adatnya buntib gk berani ngeraba2.. tkut bnyak salah..🙏🙏
jdi buntib ambil versi zaman indonesia dlu..
namanya juga ngarang🤭🤭🙏🙏
total 1 replies
Shai'er
calon paksu
Shai'er
sudah dapat kandidat, tinggal persentase💪💪💪
Shai'er
🤤🤤🤤🤤🤤
Shai'er
hadeuh🙄🙄🙄
Shai'er
bubur sumsum penghilang capek 🥰🥰🥰
Shai'er
🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
Shai'er
cuan 🤑🤑🤑🤑🤑🤑
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
vivi oh vivi
loh yaampun dikit nya, 😳 lanjut🤭
Murni Dewita
💪💪💪💪
vivi oh vivi
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
tetap semangat
Murni Dewita
💪💪💪💪
Murni Dewita
👣👣👣👣👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!