NovelToon NovelToon
Jika Cinta Tidak Cukup

Jika Cinta Tidak Cukup

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: LilacPink

Enam belas tahun lalu, ia menyimpan rasa pada seorang perempuan yang tak pernah ia temui secara nyata.

Waktu berlalu, hidup menuntutnya dewasa,
namun perasaan itu tak pernah benar-benar pergi.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali,
perempuan itu telah menjadi ibu dari tiga anak,
dan ia dihadapkan pada cinta yang tak lagi sederhana.

Di antara keyakinan, tanggung jawab, dan logika,
ia harus menjawab satu pertanyaan paling berat dalam hidupnya:

apakah cinta cukup untuk memulai segalanya dari awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LilacPink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota yang Sama

...****************...

Di hari kelima sejak aku jalan bersama Disya, semuanya terlihat berjalan seperti biasa. Aku tetap bersikap normal, tidak berubah, tidak mendekat, tidak menjauh.

Justru Disya yang tampak berbeda.

Ia terlihat lebih sering tertawa dengan teman kantorku yang lain. Mereka terlihat akrab, serasi, dan entah kenapa… cocok.

Aku tidak berani berprasangka. Mungkin mereka sedang saling mendekat. Dan anehnya, aku tidak marah. Hanya ada rasa kosong kecil yang sulit dijelaskan.

Siang hari datang tanpa tanda apa pun. Tidak ada firasat buruk. Langit cerah, pekerjaan berjalan seperti biasa. Sampai akhirnya bos memanggilku ke ruangannya.

Dengan nada datar, ia berkata singkat,

“Raka, hari ini hari terakhir kamu bekerja di sini.”

Aku terdiam.

Padahal kontrak sudah kutandatangani.

Tidak ada peringatan. Tidak ada penjelasan panjang. Aku dipecat. Sepihak. Dadaku langsung sesak. Bukan hanya karena kehilangan pekerjaan, tapi karena ketidakadilan yang datang begitu saja.

Aku kembali ke meja kerjaku, mengemas barang-barang perlahan. Setiap benda terasa seperti potongan waktu yang tiba-tiba diputus paksa. Tak ada yang bertanya. Tak ada yang berani menatap terlalu lama. Hari itu terasa aneh.

Bukan karena aku marah, tapi karena aku terlalu kecewa sampai tak tahu harus membenci siapa.

Aku melangkah keluar kantor dengan kepala penuh, menyadari satu hal pahit saat hidup terasa kosong, ternyata masih bisa dibuat lebih sunyi lagi.

Kini hari-hariku terasa kosong. Setiap pagi aku bangun hanya dengan satu tujuan mencari cara agar bisa bekerja lagi. Namun waktu berjalan lambat. Satu bulan terasa seperti setahun karena aku tak benar-benar melakukan apa pun. Aku menunggu. Dan menunggu adalah pekerjaan paling melelahkan.

Rasa bosan datang tanpa izin. Di sela-sela hari yang sepi itu, aku hanya bermain media sosial.

Mengunggah konten kecil-kecilan yang penontonnya tak seberapa. Akun itu memang tidak pernah benar-benar aktif seperti hidupku saat itu. Sambil menunggu panggilan kerja atau undangan wawancara yang tak kunjung datang, aku mulai sering memainkan gitar. Sekadar mengisi waktu. Lalu kurekam, seadanya.

Hari demi hari, kontenku pun berubah. Bukan lagi tentang apa pun selain aku dan gitar di sudut ruangan.

Tanpa kusadari, aku mulai sering melakukan siaran langsung. Tak ramai, tapi ada.

Sesekali masuk gift cukup untuk membuatku merasa masih dihargai. Tiga bulan berlalu.

Dan di tengah rutinitas yang tak pernah kurencanakan itu, akhirnya sebuah panggilan datang. Pekerjaan baru.

Aku diterima sebagai host live streaming menjual baju batik pria. Jauh dari bayanganku sebelumnya. Aku tersenyum kecil.

Dunia memang sering kali tidak bisa ditebak.

Dan kadang, hidup hanya ingin kita bertahan sebelum memberi arah baru. Namun ada satu hal yang baru kusadari setelah membaca detail pekerjaan itu dengan lebih teliti.

Kantor tempatku akan bekerja berada di kota tempat Hana tinggal sekarang.

Bukan kota kenangan. Bukan pula tempat masa lalu kami tertinggal. Justru sebaliknya kami belum pernah benar-benar bertemu di kota itu.

Selain satu kebetulan di mall Bandung itu,

tak pernah ada pertemuan nyata antara aku dan Hana. Dan justru itu yang membuat dadaku terasa aneh. Bukan karena rindu, tapi karena kemungkinan. Kemungkinan untuk bertemu.

Atau justru kemungkinan untuk tetap tidak saling menyapa, meski berada di kota yang sama.

Aku menatap layar ponsel cukup lama.

Bukan menimbang perasaan melainkan menimbang keberanian. Aku membutuhkan pekerjaan ini.

Dan untuk pertama kalinya, aku sadar hidup sedang membawaku lebih dekat, bukan untuk mengulang, melainkan untuk menguji apakah aku benar-benar sudah selesai.

1
Rara Purnama
q suka banget. kayak di dunia nyata. ceritanya reltade dan masuk akal ga dbuat2 gitu ga alay
LilacPink: makasih ya ka
total 1 replies
Rara Purnama
thor itu lagu Element ya. vokalisnya baru meningga tgl 25 tepat saat kamu mulai menulis ya thor. semangat thor💪
LilacPink: iya sedih banget lucky meninggal innailaihi wa innailaihi rojiun
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!