NovelToon NovelToon
Sekte Aliran Abadi

Sekte Aliran Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dan budidaya abadi / Sistem
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
​Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
​Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33 jantung mati yang membara

​Langit di atas Lautan Kabut seolah runtuh. Tekanan spiritual dari bentrokan resonansi antara Su Lang dan Raja Bajak Laut Hantu menciptakan badai petir hitam yang menyambar-nyambar di permukaan laut.

​Di bawah mereka, "pulau" tempat mereka mendarat—punggung Paus Purba Zombie—berguncang hebat. Paus itu tidak hidup, namun energi nekrotik yang menggerakkannya bereaksi terhadap gangguan di atasnya. Kulitnya yang sekeras baja dan tertutup ribuan teritip raksasa mulai mengeluarkan gas beracun.

​The Specter, kapal hantu milik Raja Bajak Laut, menabrak sisi lambung paus dengan suara KRAK yang mengerikan. Ratusan awak kapal hantu—mayat hidup yang terikat pada kapal—melompat keluar seperti semut yang keluar dari sarang, merayap naik ke punggung paus dengan senjata berkarat di tangan mereka.

​"Mereka datang! Jumlahnya ratusan!" teriak Li Yun, Cakar Guntur-nya sudah memercikkan listrik, siap bertempur.

​Su Lang tidak menoleh. Matanya tertuju pada menara tulang raksasa di tengah punggung paus—sirip dorsal yang telah dimodifikasi menjadi pintu masuk makam.

​"Jangan ladeni keroco-keroco itu!" perintah Su Lang tegas. "Tujuan kita adalah masuk ke dalam tubuh paus. Di ruang terbuka ini, Raja Hantu memiliki keunggulan mutlak dengan serangan area luasnya. Kita harus memaksanya bertarung di ruang sempit!"

​Su Lang melompat turun dari Naga Penyeberang, mendarat di atas kulit paus yang licin dan berbau busuk. "Ikuti aku!"

​Mereka berempat berlari menuju menara tulang.

​Di belakang mereka, Raja Hantu melayang turun dari anjungan kapalnya. Kakinya tidak menyentuh tanah. Fragmen ke-5 di lehernya bersinar ungu, memancarkan gelombang kendali jiwa.

​"Lari, tikus-tikus kecil..." suara Raja Hantu bergema langsung di otak mereka, dingin dan basah. "Kalian hanya berlari menuju perut kematian."

​Raja Hantu mengangkat satu jari.

​Seni Jiwa: Jeritan Ribuan Mayat!

​Gelombang suara transparan melesat ke arah punggung kelompok Su Lang.

​"Lindungi pikiran kalian!" teriak Su Lang.

​Chen Ling, yang kultivasinya paling rendah, langsung memegang kepalanya dan menjerit. Darah mengalir dari hidung dan telinganya. "Sakit! Kakek! Sakit!"

​Su Lang berbalik cepat. Dia tidak bisa menangkis serangan mental dengan pedang.

​"Sistem! Resonansi Kuali: Gema Lonceng Suci!"

​Su Lang memukul dadanya sendiri di mana kuali (dalam bentuk energi) bersemayam.

​DOOOOONG!

​Suara lonceng emas bergema dari tubuh Su Lang, bertabrakan dengan gelombang jeritan Raja Hantu. Udara di antara mereka meledak. Su Lang terdorong mundur tiga langkah, wajahnya memucat. Serangan mental Foundation Establishment tingkat menengah sangat mengerikan.

​Namun, gema itu berhasil memecah serangan Raja Hantu, memberi waktu bagi Lin Yue untuk memapah Chen Ling.

​"Masuk! Cepat!"

​Su Lang menebas pintu masuk menara tulang yang tertutup selaput daging tebal.

​Sreeet!

​Selaput itu robek, menyemburkan cairan hijau berbau asam. Mereka melompat masuk ke dalam kegelapan lubang tersebut, tepat saat Raja Hantu mendarat di tempat mereka berdiri sedetik sebelumnya.

​Perut Sang Raksasa

​Mereka meluncur turun melalui terowongan licin yang terbuat dari kerongkongan paus yang telah mengeras. Udara di dalam sini panas, lembap, dan berbau daging busuk yang diawetkan.

​BRUK!

​Mereka mendarat di atas tumpukan tulang belulang di sebuah ruangan gua yang luas. Dinding-dinding ruangan itu bukan batu, melainkan daging merah tua yang berdenyut lemah. Urat-urat nadi sebesar pohon beringin menjalar di dinding, mengalirkan cairan hitam—darah nekrotik.

​"Di mana kita?" bisik Li Yun, menyalakan api kecil di tangannya untuk penerangan.

​"Ini rongga dada paus," jawab Su Lang, mengamati sekeliling dengan mata Naga Api-nya. "Makam kuno itu dibangun menyatu dengan organ dalam monster ini."

​Chen Ling muntah di sudut ruangan. "Baunya... baunya seperti kematian yang difermentasi selama seribu tahun."

​"Tahan napasmu, Ling'er. Udara di sini mengandung miasma mayat," Lin Yue memberikan pil penawar racun kepada semua orang.

​Tiba-tiba, dinding daging di sekitar mereka bergetar. Dari celah-celah urat nadi, muncul makhluk-makhluk kecil seukuran anjing. Mereka bukan anjing, melainkan Kutu Paus Parasit. Tubuh mereka terbuat dari kitin keras, dengan mulut bulat penuh gigi tajam yang berputar.

​"Parasit Tingkat 3," Su Lang mendengus. "Bahkan mayat pun punya kutu."

​Ratusan parasit itu mendesis dan menyerbu.

​"Li Yun, Lin Yue! Bersihkan jalan! Kita harus terus bergerak ke bawah, menuju jantung!"

​Li Yun maju, cakarnya menjadi badai listrik. Di ruang sempit dan lembap ini, elemen listrik menjadi sangat mematikan karena air adalah konduktor.

​ZRRRT!

​Setiap kali Li Yun menyentuh satu parasit, listriknya menjalar ke parasit lain yang berdempetan. Mereka meledak menjadi cairan hijau.

​Lin Yue menggunakan Pita Sutra Es-nya untuk membekukan lantai daging yang becek agar mereka bisa berlari tanpa terpeleset. "Jalan sudah beku! Lari!"

​Mereka berlari menembus koridor-koridor organik. Su Lang berada di belakang, memastikan tidak ada yang tertinggal.

​Tiba-tiba, langit-langit daging di atas mereka meledak.

​BOOM!

​Raja Hantu turun, menghancurkan jaringan daging dengan mudah. Dia tidak lewat jalan biasa; dia menembus lurus ke bawah.

​"Aku menemukanmu!"

​Raja Hantu mengayunkan tangannya. Cairan darah hitam dari dinding tertarik ke arahnya, membentuk tombak-tombak darah.

​Seni Darah: Hujan Tombak Hitam!

​"Terus lari!" Su Lang berbalik. Dia tidak bisa menghindar di lorong sempit ini. Dia harus menahan.

​Dia mengeluarkan Kuali Penempa Surga (dalam ukuran aslinya, sekitar 1 meter) dan menggunakannya sebagai perisai.

​TANG! TANG! TANG!

​Tombak darah itu menghantam kuali. Kuali itu berdengung keras, menahan serangan fisik itu dengan mudah karena materialnya yang tak tertandingi. Namun, dampak kinetiknya membuat Su Lang terseret mundur, kakinya membajak lantai daging.

​"Kuali itu..." Mata Raja Hantu bersinar tamak. "Itu Kuali Penempa Surga yang asli! Bukan fragmen! Kau... kau telah mengumpulkan tiga bagian?!"

​"Empat, sebenarnya," koreksi Su Lang sambil menyeringai darah.

​Su Lang memukul kualinya dengan telapak tangan.

​Seni Kuali: Semburan Api Pemurnian!

​Api biru dari Jantung Api Bumi dan Api Roh Langit Biru yang tersimpan di dalam kuali disemburkan keluar seperti flamethrower raksasa.

​Api itu memenuhi lorong sempit.

​"Api Yang Murni?!" Raja Hantu terkejut. Sebagai kultivator mayat, api murni adalah musuh alaminya. Dia terpaksa membatalkan serangannya dan membungkus dirinya dengan kepompong energi Yin untuk bertahan.

​Su Lang memanfaatkan kesempatan itu.

​"Sistem! Uraikan dinding di bawah kaki kita!"

​[Aktifkan: Penguraian Material.]

​Lantai daging di bawah kaki Su Lang dan murid-muridnya tiba-tiba hancur menjadi partikel debu. Mereka jatuh bebas ke tingkat yang lebih bawah, meninggalkan Raja Hantu yang terperangkap di lorong atas yang penuh api.

​Jantung Makam

​Mereka jatuh meluncur di saluran yang licin dan mendarat di sebuah ruangan raksasa yang menakjubkan.

​Ini adalah pusat dari segalanya.

​Ruangan ini berbentuk bola, dindingnya dilapisi kristal-kristal biru yang memancarkan cahaya dingin. Di tengah ruangan, tergantung sebuah organ raksasa sebesar rumah: Jantung Paus Purba.

​Jantung itu tidak berdetak. Warnanya abu-abu batu. Namun, di tengah jantung itu, tertancap sebuah pedang kristal biru yang memancarkan api dingin.

​Api Roh Lautan (Ocean Spirit Fire).

​Api itu tidak panas. Api itu sangat dingin hingga membekukan udara di sekitarnya. Itulah sumber energi yang mengawetkan mayat paus ini selama ribuan tahun.

​"Itu dia..." mata Chen Ling berbinar. "Api itu... begitu murni."

​"Jangan sentuh!" peringatkan Su Lang. "Api itu adalah segelnya. Jika dicabut sembarangan, seluruh paus ini akan runtuh dan kita akan remuk di kedalaman laut."

​Tapi mereka tidak punya waktu untuk mengagumi.

​KRAK!

​Dinding kristal di atas mereka retak. Raja Hantu menerobos masuk, jubahnya sedikit hangus tapi auranya semakin membunuh. Dia marah. Sangat marah.

​"Cukup main petak umpetnya," suara Raja Hantu bergetar karena emosi.

​Fragmen ke-5 di lehernya bersinar menyilaukan. Dia merentangkan kedua tangannya ke arah Jantung Paus.

​"Bangkitlah, Wahai Penjaga Abadi!"

​Raja Hantu menggunakan otoritas fragmennya (Pengendali Jiwa) untuk memanipulasi sisa-sisa kesadaran paus purba tersebut.

​Jantung raksasa itu tiba-tiba berdenyut.

​DUM.

​Gelombang kejut menyapu ruangan.

​Dari dinding-dinding jantung, keluar tentakel-tentakel arteri yang bergerak liar. Dan yang lebih mengerikan, dari kolam darah di bawah jantung, bangkitlah Avatar Jiwa Paus—sesosok manusia setengah ikan transparan yang memegang trisula.

​[Peringatan! Deteksi Entitas Roh Tingkat 6 Puncak.]

​"Bunuh mereka semua, kecuali pemuda itu. Aku ingin jiwanya utuh untuk disiksa," perintah Raja Hantu.

​Avatar Jiwa Paus itu melesat ke arah Li Yun dan Lin Yue.

​"Guru! Ini Tingkat 6!" Li Yun menangkis trisula itu dengan cakarnya, tapi dia terpental menabrak dinding kristal hingga muntah darah. Kekuatannya terlalu jauh.

​Lin Yue mencoba membekukan Avatar itu, tapi esnya pecah seketika di hadapan kekuatan roh murni.

​Su Lang tahu dia dalam masalah besar. Raja Hantu di satu sisi (Tingkat Foundation), Avatar Paus di sisi lain (Tingkat 6 Puncak).

​"Dia menggunakan Fragmen ke-5 untuk mengendalikan roh paus..." otak Su Lang berputar cepat. "Jika aku bisa memutus koneksi itu..."

​Su Lang menatap Fragmen ke-5 di leher Raja Hantu, lalu menatap Pedang Kristal (Api Roh Lautan) yang tertancap di jantung.

​Sebuah ide gila muncul.

​"Li Yun! Lin Yue! Tahan Avatar itu selama 10 napas! Gunakan Formasi Pertahanan Gabungan yang kita latih!"

​"Sepuluh napas... kami akan mencobanya, Guru!" Lin Yue menggigit lidahnya, membakar esensi darah untuk meningkatkan kekuatan esnya secara paksa.

​Su Lang tidak menyerang Raja Hantu. Dia berlari menuju Jantung Paus.

​"Kau mau apa? Mencabut apinya? Lakukan saja! Maka kita semua akan mati tertimbun!" Raja Hantu tertawa mengejek. Dia menembakkan Jarum Jiwa ke arah Su Lang untuk mengganggunya.

​Su Lang mengaktifkan Domain Api Biru di punggungnya untuk menahan jarum-jarum itu. Rasa sakit tusukan jiwa membuat kepalanya serasa mau pecah, tapi dia terus berlari.

​Dia melompat ke atas jantung raksasa itu. Dia memegang gagang pedang kristal (Api Roh Lautan).

​Dingin yang luar biasa menjalar ke tangannya. Tangannya membeku seketika, menjadi biru dan keras.

​[Peringatan! Suhu tubuh kritis! Hipotermia Spiritual!]

​"Sistem! Jangan serap apinya! Tapi salurkan Api Roh Langit Biru (Panas) milikku ke dalam pedang ini!"

​Su Lang melakukan hal yang berlawanan. Bukannya mengambil api dingin, dia menyuntikkan api panas ke dalam jantung beku itu.

​"Apa yang kau lakukan?!" Raja Hantu berhenti tertawa. Dia merasakan ketidakstabilan pada roh paus yang dikendalikannya.

​Termal Shock.

​Ketika benda yang sangat beku tiba-tiba disuntik panas ekstrem...

​KRETEK... KRETEK...

​Jantung raksasa itu mulai retak. Struktur energi yang dibangun Raja Hantu untuk mengendalikan mayat ini mulai runtuh.

​Avatar Jiwa Paus yang sedang mencekik Li Yun tiba-tiba berteriak kesakitan dan memudar.

​"Koneksinya putus!" teriak Su Lang.

​Dia tidak berhenti di situ. Dia mencabut pedang kristal itu sekarang.

​SRING!

​Api Roh Lautan (Dingin) kini ada di tangan kiri Su Lang.

Api Roh Langit Biru (Panas) ada di tangan kanan Su Lang.

​Yin dan Yang. Es dan Api.

​Su Lang berdiri di atas jantung yang mulai hancur, memegang dua api legendaris.

​"Raja Hantu!" teriak Su Lang. "Kau suka bermain dengan jiwa? Mari kita lihat bagaimana jiwamu bertahan melawan Ledakan Ganda ini!"

​Su Lang menepukkan kedua tangannya. Menyatukan Api Biru Panas dan Api Putih Dingin.

​Ini adalah teknik bunuh diri jika kontrolnya salah sedikit saja.

​[Peringatan! Reaksi Fusi Tidak Stabil!]

​Sebuah bola energi berputar terbentuk di antara tangan Su Lang. Warnanya abu-abu kekacauan.

​Raja Hantu merasakan ancaman kematian yang nyata. Wajah datarnya berubah menjadi horor. "Kau gila! Ledakan itu akan membunuh kita berdua di ruang tertutup ini!"

​"Aku punya Kuali untuk bersembunyi. Kau punya apa?" Su Lang menyeringai buas.

​Dia melemparkan bola api abu-abu itu ke arah Raja Hantu.

​"Lari!" Su Lang berteriak pada murid-muridnya.

​Dia menarik Li Yun, Lin Yue, dan Chen Ling, lalu menendang Kuali Penempa Surga-nya agar membesar dan menelan mereka berempat, menutup tutupnya rapat-rapat.

​Di luar kuali...

​KABOOOOOOOOOM!!!

​Ledakan fusi es dan api menghancurkan segalanya.

​Raja Hantu menjerit saat perisai jiwanya hancur berkeping-keping. Tubuh mayat hidupnya yang abadi meleleh oleh panas dan hancur oleh dingin secara bersamaan. Fragmen ke-5 di lehernya terlempar lepas akibat gelombang kejut.

​Dinding kristal gua hancur. Daging paus hancur. Tulang paus hancur.

​Seluruh tubuh Paus Purba itu meledak dari dalam.

​Permukaan Laut

​Di atas laut yang tenang dan berkabut, tiba-tiba terjadi ledakan air mancur setinggi ratusan meter. Potongan daging dan tulang paus berhamburan ke langit seperti hujan meteor organik.

​Gelombang tsunami kecil menyapu The Specter dan kapal-kapal hantu lainnya, membalikkan mereka.

​Beberapa menit kemudian, sebuah benda hitam meluncur naik dari dalam air, mengapung di permukaan yang penuh puing.

​Itu adalah Kuali Penempa Surga.

​Tutupnya terbuka.

​Su Lang merangkak keluar, terbatuk-batuk. Wajahnya pucat pasi, darah mengalir dari tujuh lubang di kepalanya akibat dampak guncangan. Tapi dia hidup.

​Murid-muridnya juga selamat, meski pingsan karena guncangan.

​Su Lang melihat sekeliling. Lautan penuh dengan sisa-sisa paus.

​Dan tidak jauh dari kualinya, mengapung sebuah benda logam hitam yang bersinar redup.

​Fragmen ke-5.

​Su Lang mengulurkan tangannya yang gemetar. Dia menggunakan teknik Pengambilan Jarak Jauh.

​Fragmen itu terbang ke tangannya.

​[Ding! Memperoleh: Fragmen Kuali Penempa Surga (5/9).]

[Fitur Baru Terbuka: Manipulasi Jiwa & Ruang Penyimpanan Nyawa (Life Storage).]

[Bonus: Api Roh Lautan (Tingkat Bumi - Belum Dimurnikan).]

​Su Lang tertawa lemah, berbaring telentang di atas kualinya yang mengapung, menatap langit abu-abu yang mulai cerah.

​"Satu lagi... tumbang."

​Namun, dia tahu ini belum berakhir. Dia belum melihat mayat Raja Hantu. Foundation Establishment tidak mudah mati.

​Benar saja.

​Dari kejauhan, di atas sepotong tulang rusuk paus yang mengapung, sisa tubuh bagian atas Raja Hantu sedang merangkak. Dia kehilangan kaki, kehilangan tangan kiri, dan wajahnya hancur separuh.

​Tapi dia masih hidup. Dan dia menatap Su Lang dengan kebencian yang akan membakar lautan.

​"Su... Lang..."

​Su Lang mencoba bangkit, tapi tubuhnya lumpuh sementara akibat fusi energi tadi. Dia tidak punya Qi.

​Raja Hantu mengangkat sisa tangannya, mengumpulkan sisa energi jiwanya untuk serangan terakhir.

​"Mati bersamaku!"

​Jarum jiwa hitam melesat ke arah Su Lang yang tak berdaya.

​TING!

​Sebuah pedang terbang menghantam jarum itu, membelokkannya.

​Su Lang menoleh kaget. Siapa?

​Dari balik kabut yang menipis, sebuah kapal perang ramping dengan bendera Matahari Ungu muncul.

​Di haluan kapal, berdiri seorang wanita cantik dengan jubah ungu kekaisaran, memegang pedang panjang yang berkilau.

​Putri Ketiga Sekte Matahari Ungu (Purple Sun Sect).

​"Sepertinya aku datang tepat waktu untuk melihat pertunjukan yang menarik," kata wanita itu sambil tersenyum misterius. "Raja Hantu yang agung, dikalahkan oleh seorang anak muda?"

​Wanita itu menjentikkan jarinya.

​Seorang pengawal di belakangnya memanah Raja Hantu. Panah itu meledakkan kepala sisa Raja Hantu.

​Mati. Kali ini benar-benar mati.

​Su Lang tidak merasa lega. Dia justru semakin waspada. Sekte Matahari Ungu adalah penguasa wilayah tetangga yang jauh lebih kuat dari Aliansi Selatan.

​Wanita itu menatap Su Lang yang terbaring lemah di atas kuali.

​"Namaku Zi Ling. Dan aku rasa... kau berhutang nyawa padaku, Tuan Su Lang."

​Su Lang menghela napas panjang. Keluar kandang harimau, masuk mulut naga.

​"Hutang nyawa, ya?" Su Lang memaksakan diri untuk duduk. "Berapa harganya?"

​Zi Ling tertawa renyah. "Oh, aku tidak butuh uangmu. Aku butuh kau. Sekte Matahari Ungu sedang mencari Alkemis berbakat untuk Turnamen Naga Langit. Dan melihat ledakan apimu tadi... kau lulus kualifikasi."

​Su Lang tersenyum tipis. Politik lagi.

​"Mari kita bicara di atas kapal, Nona Zi. Air laut ini mulai dingin."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!