Rosalia Aviesta adalah seorang gadis yang dilahirkan di keluarga terpandang dan terkaya.
Dia menjadi incaran Pembunuh karena dia menyaksikan tragedi yang sangat tragis.
Akankah Rosalia Aviesta bisa lolos dari pembunuhan berencana?
apakah ada orang yang akan menolongnya?
Baca terus kelanjutan ceritanya ya...
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah berkunjung...
terima kasih..😉😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap_33.
"Steve, ada apa?" Lilith bertanyaa saat Steve melepaskan ciuman di bibirnya.
Steve hanya diam, dia seperti menahan hasratnya pada wanita cantik dihadapannya itu. Dia berbalik membelakangi Lilith, Tapi dia tidak menyerah. Lilith lalu menahan tangan Steve dan menciumnya.
Steve tidak bisa lagi menahan hasratnya, kini dia kembali ke arah Lilith. Dia membuka gaun yang menutupi tubuh wanita cantik itu. Lilith tersenyum penuh kemenangan.
Saat Steve menanggalkan gaun Lilith, dan mulai mencium leher jenjang Lilith. Tiba-tiba Lilith menghentikan Steve. "Sabarlah Steve, jangan terburu-buru." Lilith mengarahkan telunjuknya pada bibir Steve.
"Kenapa kamu menghentikanku? bukankan kamu yang ingin memulainya," ucap Steve kesal.
Nagsu yang sudah memuncak harus di tunda saat Lilith menghindarinya. Wanita cantik itu mengambil gelas dan menuangkan anggur ke dalam gelas itu. Lilith kemudian meminum anggur yang kini ada di tangannya.
Lilith yang meneguk segelas anggur, kini berdiri di hadapan jendela dengan hanya menggunakan kain tipis yang menampakkan lekukan indah tubuhnya dengan sangat jelas. Melihat itu, Steve sudah tidak tahan lagi untuk menyentuh tubuh Lilith.
Steve mendekati Lilith dan memeluknya dari belakang. Dia mencium leher dan telinga Lilith dengan penuh gairah. Di perlakukan seperti itu, Lilith menjadi tidak bisa menahan hasratnya, dia langsung menaruh gelas yang tadi di pegang olehnya dan berbalik menghadap Steve.
Wanita cantik itu membuka satu persatu kemeja yang dikenakan oleh Steve. Setelah selesai Steve pun menggendong Lilith ke atas ranjang. Dia menanggalkan kain yang tadinya sedikit menutupi tubuh Lilith.
Kini wanita cantik itu benar-benar tidak mengenakan sehelai kain pun pada bagian tububnya. Mereka pun melanjutkan apa yang sudah sempat tertunda tadi. Lilith memeluk tubuh kekar laki-laki tampan itu.
"Apa bisa kita lakukan sekarang?" tanya Steve.
"Lakukanlah sepuas hatimu," ucap Lilith yang hanya pasrah pada laki-laki tampan itu.
Mereka berdua pun memadu cinta di atas ranjang. Setelah selesai, Steve sadar apa yang telah dilakukannya tadi adalah kesalahan. Dia langsung bangun dan mengenakan pakaiannya.
"Steve, kamu mau kemana? apa kamu sudah puas dengan tubuhku, sehingga kamu buru-buru pergi?" tanya Lilith yang masih berbaring di atas ranjang.
"Aku harus pergi, maafkan aku. Seharusnya aku tidak melakukan ini." Cukup jelas penyesalan yang terpancar dari wajah Steve.
Melihat itu, Lilith menjadi tertawa. "hahaha, pergilah, pergi kemanapun kamu mau Steve. Tapi ingat, kemanapun kamu pergi aku akan selalu ada di sana." Lilith bangun dan mengenakan gaunnya.
"Apa maksud perkataanmu tadi?" Steve terkejut mendengar perkataan Lilith.
Lilith tidak menjawab dia tersenyum penuh kemenangan. Dia berhasil membuat Steve bersetubuh dengannya, dan itu adalah kemenangan bagi Lilith. "Aku akan kembali," ucap Lilith dan kemudian menghilang.
"Hei, tunggu!" teriak Steve.
Tiba-tiba Steve terbangun saat Kai menepuk tangannya. Kai tidak tau apa yang di mimpikan oleh kakaknya itu, tapi dia tau pasti mimpi iti tidak baik karena Steve sampai mengeluarkan banyak keringat di malam yang sangat dingin.
"Sudah pagi, kenapa harus teriak-teriak? lagian nggak ada yang mau pergi juga, kenapa minta di tungguin?" ejek Kai yang duduk di sebelah Steve.
Di tenda hanya ada Steve dan Kai saja, Joe dan Arnes sedang pergi mandi. Steve kemudian menceritakan pada Kai apa yang di alaminya di dalam mimpi tadi, dan apa yang dia lihat kemaren malam.
"Kai, sejujurnya aku ingin menceritakan ini padamu tadi malam, tapi kamu buru-buru tidur." Steve sangat gugup waktu menceritakan tentang wanita itu.
"Ada apa?" tanya Kai.
Tadi malam aku melihat wanita tubuhnya di tutupi dengan ular. Tapi ular itu bisa menghilang seketika saat berhadapan denganku, wanita itu menjadi sangat cantik," ucap Steve.
"Hah? wanita ular? siapa?" Kai semakin penasaran saat mendengar ucapan Steve.
"Iya, tapi anehnya awal aku melihat dia itu keluar dari tenda Angel dan Velly," kata Steve.
"Apa? tapi mereka nggak kenapa-napa, kan?" tanya Kai.
"Tidak, tapi wanita itu masuk ke dalam mimpiku. Dia ... dia ...." Steve ragu untuk menceritakan mimpi yang tidak pantas di ceritakan itu.
"Dia kenapa? kamu cerita kayak berdongeng ****, putus-putus kayak kehabisan sinyal aja hape lu," ucap Kai yang penasaran.
Steve ragu untuk menceritakan mimpinya, dia takut Kai malah menertawakannya. Tapi jila dia tidak menceritakan mimpi itu, Steve yakin wanita itu akan datang lagi. Entah kapan tapi keyakinan Steve sangat kuat, dia merasa Lilith akan kembali bertemu dengannya.
"Jadi cerita nggak nih?" tanya Kai yang tidak sabar menantikan kelanjutan cerita Steve.
"Dia datang dalam mimpiku, dan dia menggodaku." Steve akhirnya mengatakan mimpinya pada Kai.
"Menggoda? menggoda gimana maksudnya?" Kai heran dan tidak mengerti dengan ucapan Steve.
Steve menggelengkan kepalanya mengingat mimpinya tadi malam. "Harus melupakan." Dia kemudian berbicara kepada dirinya sendiri.
"Melupakan apa sih? wah curiga nih gue, jangan-jangan mimpi kamu aneh-aneh lagi," ucap Kai.
Tanpa bicara Steve mengiyakan pemikiran Kai. Kai masih tidak mengerti dengan Steve yang hanya diam dan menganggukan kepalanya seperti burung.
"Hah, mimpi apaan?" tanya Kai.
"Aku ... aku tidur sama dia." Steve mengucapkannya dengan ragu.
"Buset! serius kamu? dia siapa sih, dari tadi kamu bilang dia-dia terus." Kai makin penasaran.
"Dia menyebutkan namanya Lilith," ucap Steve.
"Pantas, nggak aneh kalau dia mengejarmu ke alam mimpi. Karena dia tidak bisa mendapatkanmu di alam nyata," ucap Kai.
Steve tidak paham dengan apa yang di katakan oleh adiknya itu. Dia bingung apa maksud dari perkataan Kai. "Maksud kamu apa?" tanya Steve yang bingung.
Kai mengernyitkan dahinya, dia tidak mengira kalau Steve tidak mengetahui hal seperti ini tentang Lilith. "Kamu seriusan nggak tau apa-apa tentang Lilith?" tanya Kai sambil mendekatkan wajahnya pada Steve.
Steve terkejut dan agak menjauh dari Kai. "Apaan sih, nggak usah dekat-dekat juga kali," ucap Steve sambil memundurkan wajahnya.
"Ya aku heran aja, kenapa kamu tidak tau tentang Lilith," kata Kai yang kembali pada posisi duduknya.
Steve juga tidak tau kenapa dia tidak mengetahui banyak tentang wanita itu, padahal dari awal kekuatan Steve lebih kuat dari Kai. "Sedikit yang ku tau, dia hanya wanita jahat yang bisa merayu lelaki dengan paras cantiknya," ucap Steve.
Kai tertawa melihat wajah Steve yang kebingungan. Dia kemudian menjelaskan tentang Lilith pada Steve.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG : Blue Flower
like & sub
mmpir juga thor ke novelku :)
baik2 saja kan??
makasih yak sudah update cerita.
aku bawa boomlike, dan boomrate buat karya kecemu ini.
semangat yak.
salam dari Novel PELARIAN 😊
mampir ya..