NovelToon NovelToon
NISKALA

NISKALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Persahabatan / Light Novel / Sci-Fi
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: Kazennn

Bercerita tentang mahasiswa yang melakukan KKN disebuah desa dengan banyak keanehan. Banyak hal yang terjadi sampai membuat kami mendapatkan banyak masalah yang tidak masuk akal. Namun perlahan kami beradaptasi dan nantinya membongkar misteri dari desa tersebut. Kira-kira misteri apa saja itu. Ini adalah cerita fantasy persahabatan yang menakjukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazennn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kasus Diluar Imajinasi

Beberapa saat kemudian aku pun bangun dari tidur ku karena Putra yang mengajak untuk pergi ke salah satu rumah warga. Saat itu tanpa memikirkan apapun, aku langsung bergerak dan ikut denganya. Semuanya baik-baik saja, cuaca masih cerah walau agak panas. Kami juga singgah terlebih dahulu dirumah ibu desa untuk membeli sesuatu. Disinilah keanehan terjadi, ketika masuk ke dalam rumah tiba-tiba saja suasana berubah menjadi aneh. Kami seperti berada didunia yang berbeda atau dunia lain. Aku dan Putra pun kembali mundur lalu semuanya kembali lagi seperti semula. Saat itu aku jadi ingat dengan cerita Eni sebelumnya yang juga mengalami hal yang sama.

“Apa ini maksud dari Eni waktu itu” ucap ku

“Yang apa?” tanya Putra

“Eni dulu pernah bilang kalau setiap kali memasuki rumah ibu desa maka dia merasa seperti masuk dunia lain mirip istana kerajaan gitu” tutur ku lalu Putra pun juga mengingatnya

“Ehh anak-anak, ada apa?” ujar ibu desa yang melihat kami

“Ibu hehe” Putra cengir

“Ini bu, habis minjam sekap dirumah pak Noman” ucapnya

“Ohh, masuk-masuk, jangan diluar” balas ibu desa lalu kami pun masuk lagi ke dalam rumahnya lalu suasana sekitar kami kembali berubah. Namun kami mencoba untuk tetap biasa saja seperti gak terjadi apapun. Setelah itu kami pun membeli keperluan kami lalu pamitan untuk pulang.

“Tunggu, kalian udah tau kabar sesuatu” ujar ibu desa

“Apa itu bu?” tanya Putra

“Kalian belum ketemu pak desa yah”

“Belum bu, emangnya ada apa yah bu” Putra penasaran namun ibu desa tak memberitahukannya. Beliau bilang “ Nanti kalian tau sendiri aja” lalu setelah itu kami pun pulang.

“Ada apa yah kira-kira” gumam ku memikirkan ucapan bu desa sebelumnya. Hal itu cukup menganggu ku sehingga membuat ku jadi mengira-ngira tentang apa yang terjadi sebenarnya. Apa yang akan nanti kami ketahui sendiri. Aku penasaran namun juga khawatir kalau itu adalah sesuatu yang buruk.

Ketika diperjalanan pulang melewati balai desa, kami dipanggil oleh Anwar untuk berhenti, “ Kalian berdua, sini” panggilnya lalu kami pun pergi menghampirinya

“Kenapa?” tanya Putra

“Ada apa ini, kok rame” tanya ku juga karena melihat teman-teman ku yang lain juga berada disana, seperti sedang berkumpul untuk sesuatu.

“Kasus...kasus” ucap Anwar

“Maksudnya?” tanya lagi Putra yang bingung

“Nanti lah kita tau sama-sama didalam” jawab Anwar

“Apa sih? Yang jelas dong beritahunya” kata Putra lalu Anwar pun dipanggil oleh seseorang yang tak kami kenal. Orang tersebut menanyakan apakah teman-temannya sudah berkumpul semua.

“B-belum pak, masih ada dua orang lagi” jawab Anwar

“Cepat yah, kalau sudah semua segera suruh masuk” kata orang tersebut lalu Anwar pun menyuruh kami untuk masuk kedalam balai desa lebih dulu.

“Ada apa sih ini” Eni bertanya karena bingung

“Nggak tau” jawab Fatin

“Udah masuk aja” bicara Ikon lalu kami pun masuk ke dalam ruangan aula balai desa. Saat itu suasana mencekam dan intimidasi sangat kuat sehingga membuat ku gemetaran.

“Huh?” aku langsung melihat sekeliling ku lalu pandangan ku tertuju pada seorang pria besar memakai seragam aneh. Orang tersebut menatap kami sangat tajam dan aura mengerikan ini berasal darinya. Saat berada didalam tiba-tiba ruangannya berubah, rasanya seperti berada dalam dunia imajinasi hanya saja suasannya berbeda—tidak ada kecerian, kehangatan atau warna warni. Semua hal dalam ruangan tersebut penuh dengan warna polos dan berbagai hal yang kompleks.

“Kalian semua ditahan—” ucap pria bertubuh besar berdiri dihadapan kami semua dengan aura intimidasi yang sangat kuat. Saat itu Anwar dan Putra pun langsung memasang badan melindungi yang lainnya.

“Apa ini maksudnya” tanya Putra

“Bukannya bukan begini kesepakatan kita sebelumnya” ucap Anwar

“Kesepakatan apa?Tidak ada kesepakatan diantara kita—kalian semua akan dihukum” kata pria itu lagi lalu kami melihat kepala desa bergerak namun tubuhnya terikat sehingga beliau tidak bisa membantu.

“Diam pak, ini bukan lagi urusan bapa tapi urusan kami dengan anak-anak tak tau aturan ini” katanya sambil menatap kami

“Fatin, aku takut” bicara Tian kepada Fatin yang berdiri didepanya

“Tenang saja, aku akan melindungi kalian” kata Putra

“Aku juga sebagai kordes, tidak akan meninggalkan kalian” sambung Anwar

“Heee..ikatan kalian kuat juga yah” ucap pria bertubuh besar lalu menyerang kami “Coba tahan ini” katanya lalu melayangkan pukulannya kearah kami. Anwar dan Putra sempat menahanya tapi tak cukup kuat sehingga membuat tubuh mereka terlempar jauh.

“Anwar...Putra” sebut Fatin dan Dila

“A-apa yang kamu lakukan?Siapa kamu sebenarnya” tanya Sulis

“Kenalin aku makhluk yang menghukum orang-orang yang melanggar aturan, kalian boleh menyebut ku Sang Hakim” jawab pria itu

“Dan karena kalian sudah melakukan kejahatan, maka aku akan menghukum kalian” lanjutnya lalu kembali menyerang dengan kekuatan auranya sehingga membuat kami semua terjatuh ditanah.

“Aaaa a-aku gak bisa gerak” desih Dani karena seperti ada tekanan gravitasi kuat yang menekan tubuh kami dari atas, “Rasakan kekuatan gravitasi ku yang kuat” ucap Sang Hakim dengan sombong.

“Gawat, kita harus memberitahu Zee” ujar Tian

“Umm sebelum terjadi sesuatu yang buruk pada kita” bicara juga Dila

“Aaaakk” suara Putra melawan tekanan itu tapi tak bisa lalu terdengar suara menantang

“Segini saja belum seberapa untuk ku” ucapan itu datang dari Anwar yang berhasil berdiri dengan tegak lalu menghilangan tekanan gravitasi pada dirinya

“Aku pernah mendapatkan beban yang lebih kuat saat latihan” katanya sambil tersenyum

“Heee ternyata ada mahasiswa yang kuat melawan gravitasi ku” ujar Sang Hakim

“Tentu saja, jangan meremehkan mahasiswa” balas Anwar lalu keduanya saling berhadapan. Setelah tak lama pertarungan pun terjadi, Sang Hakim memukul Anwar berkali-kali namun pemuda itu bisa menangkisnya menggunakan kedua tangannya. Teman-temannya yang melihat hal tersebut jadi takjub, seperti tidak percaya kalau itu benar-benar adalah Anwar. Namun itu tak lama karena kekuatan Anwar kalah sehingga pelan tapi dia semakin terdorong kebelakang.

“Putra bantu dia” ujar Fatin namun Putra kesulitan untuk melepaskan dari tenakan gravitasi pada dirinya. Pemuda itu pun terlihat sangat kesal bahkan frustasi karena tidak bisa membantu.

“Duh bagaimana ini” gerutu Tian lalu melihat Dani disampingnya yang juga tak bisa bergerak. Dia ingin menyuruhnya untuk berusaha membantu Anwar tapi niat itu hilang seketika karena melihat kaki Dani yang gemetaran ketakutan.

Setelah itu Fatin pun melihat kearah ku, namun tak mengatakan apapun. Seakan dia menyadari bahwa aku sekalipun gak akan bisa membantu lebih. Dia pun kembali mengembalikan pandanganya kearah Anwar dan Sang Hakim yang masih beradu kekuatan. Sementara itu Ikon tidak terlihat, karena masih berada diluar bersama Nadin.

“Lari!!!Kabur dari tempat ini”

“Bahaya...bahaya. Tinggalkan tempat ini” suara itu bergama dalam otak ku menyuruh ku untuk segera pergi. Itu adalah alaram peringatan dari kesadaran ku yang lain—menandakan ada bahaya besar yang tak bisa ku hadapi. Aku menyebut ini sebagai salah satu kekuatan dan kelebihan spesial ku karena seringkali berhasil menyelamatkan ku dari bahaya. Namun kemampuan mendeteksi bahaya ini terkadang menyakiti ku, karena jika terlalu sering muncul maka akan membuat kepribadian ku jadi kacau—seperti yang akan terjadi saat itu. Sesuatu yang selalu aku tahan selama ini memaksa untuk keluar.

“Biar kan aku kelur, maka aku akan menyelesaikan semuanya” ucapnya

“Nggak, aku baik-baik saja” balas ku

“Cihh” suara mendesis karena kesal

“Dengan apa kamu bisa baik-baik saja, sudah lah serahkan saja padaku kali ini” aku membalasnya dengan gelengan kepala sambil terus mencoba untuk lepas dari tekanan gravitasi.

“Karena ini lah aku membenci mu” ucapnya lalu memegang pundak ku dan seketika tubuh ku pun jadi lebih bertenaga sehingga bisa melepaskan diri. Fatin yang melihat ku bisa lepas langsung menyuruh untuk keluar dan memanggil Zee.

“Untuk apa?” tanya ku

“Pergi saja, dia tau apa yang harus dilakukan—“ tapi belum menyelsaikan ucapanya tiba-tiba tekanan gravitasi makin kuat sehingga membuat tubuhnya makin jatuh ke bawah

“Cepaat” teriak mereka lalu aku pun berlari keluar. Sang Hakim yang melihatnya pun semakin marah lalu menyerang Anwar semakin kuat sehingga terpental.

“Cukup main-mainnya” ucapnya lalu tiba-tiba tubuh Anwar dan yang lainnya terikat oleh tali. Tak lama munculan seseorang berpenampilan serba putih, dia berjalan sangat tegap namun sesekali menunjukan sikap yang aneh seperti membungkuk dan mengigit jarinya. Tubuhnya juga suka tiba-tiba bergetar dengan sendirinya, lalu orang tersebut berdiri dihadapan Anwar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!