NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Perhatian yang sangat berarti

Anindia terbangun dari tidurnya, ia langsung tersentak kaget ketika melihat Keanu yang tertidur di pahanya. Bahkan Anindia bisa melihat jelas bahwa Keanu memegangi erat tangannya. Ia berpikir bahwa Keanu benar-benar menjaganya tadi malam, sehingga Keanu tertidur seperti ini.

"Kean, bangun sayang... Udah subuh, sholat gih," ujar Anindia sembari mengelus rambut suaminya itu.

"Hmm," Ujar Keanu dengan suara khas bangun tidur.

Keanu pun terbangun dan mengusap matanya, berusaha untuk mengumpulkan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul.

"Bangun gih, kamu harus pergi sekolah," ujar Anindia yang terdengar serak.

Keanu tidak menjawab perkataan Anindia, ia justru langsung menempelkan punggung tangannya di kening Anindia. Ia ingin memastikan bahwa demam istrinya itu sudah berkurang sedikit.

"Masih pusing?" Ujar Keanu penuh perhatian.

Anindia langsung menggelengkan kepalanya, masih terlihat lemah. "Udah enggak, cuma masih dingin."

"Istirahat aja di rumah ya? Hari ini gak usah sekolah dulu," ujar Keanu dengan seutas senyum.

"Tapi Keanu-" ujar Anindia tapi perkataannya terpotong ketika Keanu langsung menyela pembicaraannya.

"Ssstt, jangan keras kepala dulu. Kamu istirahat aja ya di rumah," ujar Keanu lembut.

Anindia menghela nafas pasrah, akhirnya ia pun mengangguk. Ia tidak ingin membuat suaminya itu merasa khawatir, sehingga Anindia hanya menurut saja. Terlebih ia juga merasa bahwa demamnya belum begitu surut.

"Gitu dong, baru istri aku," ujar Keanu sembari mengecup kening Anindia. "Ya udah aku sholat dulu." Lanjutnya sembari beranjak.

Belum sempat Keanu melangkah, tiba-tiba saja Anindia menangkap lengannya, membuat Keanu kembali berhenti.

"Ikut," ujar Anindia dengan suara yang terdengar manja di telinga Keanu.

Mendengar suara manja itu membuat Keanu merasa gemas sekaligus tidak tega untuk melarang. Anindia ingin menjalankan ibadah sholat subuhnya, dan Keanu tidak bisa menghentikan Anindia karena terkait dengan Tuhannya. Keanu pun menganggukkan kepalanya, ia merasa senang karena ini kali pertamanya ia sholat bersama Anindia.

"Ya udah, ayo. Hati-hati turunnya," ujar Keanu sembari menuntun Anindia untuk turun.

Anindia tiba-tiba sempoyongan karena efek demamnya. Ia hampir terjatuh, untungnya Keanu dengan sigap menangkapnya.

"Tuh kan masih oleng, yakin mau sholat?" Ujar Keanu dengan nada lembutnya.

"Iya, aku bisa kok," ujar Anindia memaksakan senyum.

"Nanti sholatnya duduk aja ya?" Ujar Keanu kemudian.

Anindia langsung menggeleng, keras kepalanya membuat Keanu langsung menghela nafas pasrah. Ia pun akhirnya membiarkan Anindia dengan keinginannya, asalkan istrinya itu bisa berhati-hati.

"Iya udah deh," ujar Keanu pasrah.

Anindia pun langsung beranjak menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Sementara Keanu langsung bergegas menuju ke kamar mandi sebelah untuk mandi dan juga mengambil air wudhu.

Setelah selesai, Anindia langsung mengenakan mukena nya dan duduk menunggu Keanu. Untuk pertama kalinya, ia akan sholat subuh berjamaah dengan suaminya itu. Rasa gugup dan deg-degan jelas saja muncul di dalam hatinya.

Ceklekk!

Saat itu pintu terbuka, Anindia pun langsung menoleh dan mendapati Keanu yang sudah selesai mandi. Keanu memakai seragam sekolahnya, namun yang membuat Anindia terpesona ketika melihat Keanu yang memakai sarung dan peci hitam. Rambut dan wajahnya yang basah karena air wudhu menambah kesan tampan pada dirinya.

"Kenapa liatin aku kayak gitu?" Ujar Keanu yang merasa heran dengan tatapan istrinya itu.

"Enggak kok, gapapa," ujar Anindia yang kini menunduk sembari memainkan ujung mukenanya.

Keanu tidak mengatakan apa-apa. Ia membenarkan pecinya lalu langsung melangkah ke arah sajadah. Sejujurnya ia merasa deg-degan, karena ini adalah kali pertamanya ia menjadi imam di dalam sholat bersama istrinya. Terlebih sebelumnya pun ia tidak pernah sholat karena kenakalan nya.

Anindia pun langsung berdiri dan mereka berdua menjalankan sholat subuh bersama. Setelah selesai salam, Anindia mencium tangan Keanu dan Keanu mengecup kening istrinya penuh takzim. Keduanya bisa merasakan jantungnya yang berdegup kencang dengan momen itu, terlebih sebelumnya mereka berdua bisa dibilang sebagai musuh.

Setelahnya, mereka berdua saling pandang untuk sejenak. Mereka tidak mengatakan apa-apa, tapi tatapan keduanya sudah cukup menjelaskan semuanya.

"Makasih ya Nindi, aku bersyukur banget kamu yang jadi jodoh aku," ujar Keanu di sela-sela keheningan.

"Jodoh itu di tangan Allah, begitu juga dengan takdir. Semua yang terjadi sudah kehendak-Nya termasuk pernikahan kita," ujar Anindia yang masih terdengar lemah, namun kata-katanya begitu berarti menurut Keanu.

Keanu tersenyum menanggapinya, dan ia benar-benar merasa bersyukur. Karena Anindia, ia bisa berubah menjadi lebih baik seperti ini dan itu juga yang membuat Keanu merasa ingin selalu ada untuk istrinya itu.

"Aku bolos aja hari ini boleh gak sih?" Ujar Keanu, seakan berat untuk pergi ke sekolah tanpa Anindia.

"Eh, mana boleh gitu. Kamu harus sekolah untuk masa depan kamu dan kita juga," ujar Anindia.

"Belajar itu melelahkan, lagipula aku udah ketemu sama masa depan aku." Ujar Keanu sembari menaik-naikkan alisnya, bermaksud untuk menggoda istrinya yang sedang sakit.

"Gombal mulu kerjanya," ujar Anindia yang menatap Keanu dengan tatapan sayu.

"Pengen liat senyum kamu. Kamu sakit gini aku jadi gak semangat buat pergi ke sekolah," ujar Keanu.

Anindia mencubit gemas lengan suaminya itu, ia pun tersenyum sedikit. Keanu benar-benar membuatnya merasa sedikit lebih baik pagi ini.

"Nah gitu kan manis liatnya. Sarapan dulu ya sayang, terus minum obatnya. Bentar ya aku ke dapur dulu," ujar Keanu yang langsung beranjak tanpa menunggu jawaban dari Anindia.

Anindia hanya menanggapinya dengan seutas senyum. Hatinya terasa hangat dengan sikap Keanu yang benar-benar tulus memperhatikan dirinya.

"Ya Allah, terima kasih engkau telah menghadirkan seseorang yang benar-benar mencintaiku," batin Anindia.

Meskipun lemas, Anindia pun langsung melipat mukena dan sajadah itu. Lalu meletakkannya kembali ke tempatnya.

Saat itu, Keanu kembali dengan membawa nampan yang berisikan sebuah mangkuk berisi bubur ayam yang asap nya masih terlihat mengepul, serta segelas susu di sebelahnya.

"Gak usah diberesin sayang, kamu masih lemes. Biar aku aja," ujar Keanu sembari meletakkan nampan itu di atas meja.

"Udah siap kok, Kean," ujar Anindia yang kini duduk di tepi tempat tidur.

Keanu menghela nafas, seharusnya ia tidak membiarkan Anindia untuk membereskannya. Terlebih kondisi Anindia sedang tidak fit saat ini.

"Sarapan dulu ya, Bi Yeyen udah buatin bubur buat kamu." Ujar Keanu kemudian sembari mengambil mangkuk berisi bubur itu.

Keanu menyendok buburnya, lalu meniupnya sejenak sebelum akhirnya menyuapi Anindia dengan penuh perhatian. Anindia pun langsung menerima suapan dari suaminya itu, ia merasa spesial ketika diperhatikan penuh oleh Keanu seperti ini.

Keanu sesekali menyeka sudut bibir Anindia dari sisa-sisa bubur itu. Tatapan keduanya bertemu, membuat keduanya kembali terjebak di dalam getaran aneh yang menyeruak di dalam hatinya masing-masing.

"Udah sarapannya?" Ujar Keanu mengalihkan perhatian, yang hanya diangguki singkat oleh Anindia. "Ya udah, minum obatnya dulu ya?"

Tanpa menunggu jawaban dari Anindia, Keanu langsung mengambil obat dan membukanya. Ia kembali membantu Anindia untuk meminumnya, sama seperti tadi malam. Sementara Anindia langsung meminum obatnya.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Keanu pun berangkat ke sekolah sendirian, mobilnya terasa sepi karena Anindia tidak bersama dirinya hari ini. Ia merasa berat untuk pergi ke sekolah karena kepikiran Anindia yang sedang sakit. Rasa khawatirnya semakin nyata ketika ia tidak berada di sisi istrinya itu.

Keanu mengemudi dengan hati-hati, meskipun pikirannya terus saja tertuju pada Anindia. Setibanya di sekolah, Keanu berdiam diri sejenak di dalam mobilnya. Ia menarik nafas dalam-dalam, berusaha untuk menghadapi hari ini tanpa adanya Anindia.

Cukup lama ia terdiam diri, akhirnya ia pun turun dari mobilnya dan langsung menuju ke arah kelasnya. Saat itu, tiba-tiba saja ia dikagetkan oleh Niko yang sudah kembali ke sekolah, setelah kemarin ia absen karena pertengkaran sebelumnya.

Keanu hanya menoleh singkat, tidak menunjukkan rasa terkejutnya. Ia bersikap biasa saja, sementara Niko langsung berdecak kesal karena gagal mengagetkan temannya itu.

"Gila lo bro! Bisa-bisanya gak kaget," ujar Niko pada akhirnya.

"Hmm," Keanu seakan tidak tertarik dengan pembicaraan Niko. Jiwanya memang berada di sana, namun pikirannya melayang jauh kepada istrinya di rumah.

"Woi, tumben hari ini sendiri lo. Gak sama Nindi?" Ujar Niko mengalihkan pembicaraan.

"Dia lagi sakit," jawab Keanu singkat.

"Pantesan," ujar Niko meledek.

"Lo tumben sendiri, Ariga?" Tanya Keanu kemudian, pasalnya ia tidak melihat Ariga bersama temannya itu.

"Mana gue tau. Gue datengin ke rumahnya, kosong," ujar Niko menimpali.

Keanu tidak mengatakan apa-apa selain satu kata singkat, 'oh'. Ia pun langsung melangkahkan kakinya, dengan kedua tangan yang ia sisipkan di balik saku celananya yang sudah menjadi ciri khasnya.

Niko pun langsung mengikuti langkah Keanu. Wajahnya masih terlihat memar, tapi tidak separah seperti sebelumnya. Tak ada perbincangan apapun lagi di antara mereka, keduanya berjalan menuju kelasnya masing-masing.

Sementara itu di kamarnya, Anindia merasa bosan. Ia merasa jenuh karena sedari tadi diam berbaring di atas tempat tidur tanpa melakukan apa-apa. Ibu Keanu melarangnya untuk melakukan apapun, karena kondisi Anindia yang masih sakit.

Anindia yang tidak bisa diam akhirnya memutuskan untuk beranjak ke arah balkon, sembari membawa sebuah buku di tangannya. Pemandangan pagi itu cukup indah, angin yang berhembus serta cahaya matahari yang bersinar terang membuatnya merasa sedikit lebih baik.

Anindia duduk di sebuah kursi, sembari membuka buku yang di pegangnya. Hangatnya mentari pagi setidaknya bisa menghangatkan tubuhnya yang terasa dingin.

Ia mencoba untuk membaca buku itu, meskipun ia merasa tulisannya sedikit kabur karena efek demamnya. Namun pada akhirnya ia pun bisa membaca dengan baik meskipun tidak bisa ia cerna sepenuhnya.

Ting!

Saat itu tiba-tiba saja ponselnya bergetar menandakan adanya pesan masuk. Anindia langsung membukanya, dan betapa terkejutnya ia ketika membaca pesan yang ternyata dari Keanu.

"Aku gak fokus belajar, kepikiran kamu terus," tulis Keanu dalam pesan.

Anindia mengernyitkan dahi, ia merasa bahwa Keanu begitu nekat. Bagaimana tidak, seharusnya jam segini Keanu masih belajar di dalam kelas, tapi suaminya itu justru mengiriminya pesan.

Tanpa pikir panjang, Anindia pun langsung mengetikkan balasan. "Kamu nekat banget, Kean. Ini lagi jam pelajaran lho, kok main hp?"

Tak butuh waktu lama, Keanu pun langsung mengirimkan balasan. "Curi-curi hehe, yang penting bisa ngabarin kamu."

Anindia menggelengkan kepalanya, merasa tidak habis pikir dengan suaminya itu. Jam pelajaran sedang berlangsung, tapi Keanu justru mengiriminya pesan seperti ini.

"Jangan nekat, Keanu. Udah matiin ponselnya, ntar ketahuan guru ribet lho," omel Anindia dalam balasan pesan.

"Iya bawel... Istirahat yang cukup ya? Aku lanjut belajar dulu demi masa depan kita. Dari suami tengil mu, Keanu <3." Balas Keanu kemudian.

Anindia terkekeh kecil, ia merasa lucu dengan kata-kata yang diucapkan oleh suaminya itu. Bahkan, ia lupa tentang sakitnya untuk sejenak. Anindia tidak mengetikkan balasan apa-apa, ia tidak ingin suaminya itu terkena konsekuensi jika ketahuan guru.

Anindia meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Lalu kembali membuka buku di hadapannya, setidaknya bisa mengurangi rasa bosannya saat ini.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
𝕴𝖓𝖉𝖆𝖍 𝕽𝖆𝖒𝖆𝖉𝖍𝖆𝖓𝖎: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!