NovelToon NovelToon
Fang Yuan

Fang Yuan

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Action / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:98.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku kehilangan kedua orang tuaku karena ulah seorang kultivator. Lalu kakekku—satu-satunya keluarga yang tersisa—juga pergi meninggalkanku.

Dunia ini kejam bagi yang lemah. Dan aku… tidak punya bakat.

Sampai aku menemukan sebuah buku kultivasi.
Tanpa dukungan. Tanpa restu langit. Hanya tekad dan kebencian yang membara di dadaku. Aku membenci langit yang merenggut segalanya dariku.

“Aku akan melakukan apa pun 1000 kali… sampai berhasil.”

Jika surga tak mengakuiku, maka aku akan menghancurkan surga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Persiapan(fix)

​Matahari baru saja mengintip di ufuk timur Kota Awan Putih, namun Fang Yuan sudah berada di jalanan.

Dua puluh koin perak di kantongnya terasa berat, bukan karena nilainya, tapi karena setiap kepingnya adalah taruhan nyawanya.

​"Bakat adalah hadiah dari langit, tapi persiapan adalah usaha dari manusia." gumam Fang Yuan.

Ia tahu, di Gunung Awan nanti, ia mungkin akan berhadapan dengan binatang iblis yang lebih kuat dari Chi Yan Zhu, atau bahkan kultivator seperti Bai Lie yang jauh lebih berpengalaman.

​Ia tidak menuju ke toko senjata mewah yang sering dikunjungi murid sekte.

Sebaliknya, ia melangkah ke arah Distrik Bawah, tempat di mana barang-barang tanpa nama dan tanpa sejarah diperjualbelikan.

​Tujuan pertamanya adalah sebuah bengkel pandai besi kecil yang pengap dan gelap. Di sana, ia tidak mencari pedang panjang yang berkilau.

​"Tuan, aku butuh tiga belati hitam yang tidak memantulkan cahaya." ucap Fang Yuan datar.

​Pandai besi itu menatapnya curiga, namun setelah Fang Yuan meletakkan tiga koin perak, ia memberikan apa yang diminta.

Belati itu terbuat dari besi hitam kasar, pendek, dan sangat tajam. Fang Yuan menyembunyikan satu di balik lengan bajunya, satu di pinggang, dan satu lagi di sepatunya.

​"Senjata panjang terlalu mencolok untuk seseorang sepertiku," pikirnya. "Dalam pertarungan hidup-mati, jarak satu jengkal adalah tempat di mana aku paling mematikan."

​Langkah selanjutnya membawanya ke sebuah toko obat tua yang tersembunyi di gang sempit.

Aroma pahit dan menyengat menyambut hidungnya. Seorang pria tua bungkuk dengan jari-jari yang menghitam menatapnya dari balik meja kayu.

​"Aku butuh racun lumpuh dan sesuatu yang bisa merusak aliran Qi." kata Fang Yuan tanpa basa-basi.

​Si pemilik toko tersenyum licik. "Kau tahu harganya mahal, Nak. Itu barang terlarang."

​"Lima koin perak. Berikan aku yang terbaik yang kau punya, atau aku akan mencari toko lain."

​Pria tua itu memberikan dua botol kecil. Satu berisi cairan bening bernama 'Embun Pemutus Nadi'—racun yang jika terkena luka akan membekukan Qi lawan selama beberapa menit.

Botol lainnya berisi bubuk 'Kabut Penghisap Jiwa' yang bisa disebarkan di udara untuk mengacaukan pandangan dan pernapasan.

​Fang Yuan juga membeli beberapa pil pemulihan stamina murah dan kain perban.

Baginya, racun bukanlah cara yang curang; racun adalah penyeimbang bagi mereka yang tidak dilahirkan dengan bakat surgawi.

​Terakhir, ia pergi ke pasar umum untuk membeli barang-barang dasar:

​Tali rami yang kuat: Untuk memanjat atau menjerat.

​Batu api dan minyak: Karena kegelapan dan kedinginan adalah musuh selain monster.

​Daging asap dan kantong air: Nutrisi adalah bahan bakar bagi Qi.

​Topeng kain hitam: Untuk menyembunyikan identitasnya saat melakukan perampasan.

​Setelah semua barang terbeli, tersisa hanya lima koin perak di kantongnya. Fang Yuan kembali ke penginapannya dan mulai melakukan ritualnya.

​Di dalam kamar yang terkunci, Fang Yuan tidak langsung tidur. Ia mulai mencabut belati dari lengan bajunya.

​Sekali,sepuluh kali, seratus kali.

​Ia melatih gerakan itu berulang-ulang sampai tangannya lecet. Ia harus bisa mencabut dan menusukkan belati itu dalam waktu kurang dari satu detik.

Ia mengoleskan racun ke mata pisau dengan sangat hati-hati, memastikan tidak ada satu tetes pun yang mengenai kulitnya sendiri.

​"Bai Lie ... atau siapapun yang ada di Gunung Awan," Fang Yuan menatap belati hitamnya di bawah cahaya bulan. "Kalian mungkin punya teknik lebih tinggi, tapi aku punya seribu persiapan untuk membunuh kalian. Aku tidak butuh bakat untuk menggorok leher orang yang sedang tidur."

​Eksperimennya dengan energi Yin dan Yang semalam membuatnya sadar bahwa ia butuh katalis.

Mutiara Petir bukan lagi sekadar pilihan; itu adalah kewajiban jika ia ingin bertahan di dunia kultivasi yang kejam ini.

1
Dadang Sumbada
yahhhh aku kira sampai akhir yang jelas
Agen One: judul Fang Yuan: Melindungi Pewaris jiwa api surgawi🙏🙏🙏
total 3 replies
Penjaga Gerbang
sakit💔
Budi Wahyono
terimakasih atas karyanya thor..
sehat selalu...
Agen One: siap kak👍👍
total 5 replies
Agen One
𝗟𝗔𝗡𝗝𝗨𝗧𝗔𝗡𝗡𝗬𝗔 𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗔𝗗𝗔,𝗦𝗜𝗟𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗗𝗜 𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗬𝗔 𝗧𝗘𝗠𝗔𝗡-𝗧𝗘𝗠𝗔𝗡/Applaud//Pray//Pray/
Agen One
salah kirim
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤭🤭
Agen One
🙏🙏
Agen One
💪💪
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
😴🤣
Agen One
🙏🙏
Agen One
🔥🔥
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤭🤭
Agen One
💪💪
Agen One
😴😴
Agen One
💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!