" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Sepertinya yang bodoh itu kamu,bukan kau"! sahut Alea membenarkan. sarline menatap tajam ke arah Alea, meminta maksut dari ucapan Alea barusan.
"kenapa kamu tidak meminta asisten Dika melamar mu juga, bukankah sudah ciuman bibir ,kalau perlu bilang kepada orang tua mu supaya bertidak secara langsung"! kata Alea yang sudah siap menjadi kompor.
"hati ini papa dan mama,pergi keruang Oma dan nanti sore kak saka juga akan kesana, kalau begitu kamu temani aku lagi ke kantornya kak saka , aku akan bawa asisten sialan itu menghadap papa dan opa biar tahu rasa dia"! kata sarline dengan emosi yang sudah menggebu gebu. Alea mengangkat satu tanganya ke udara.
" semangat ,adik ipar"? seru Alea dengan semangat 45,sarline pun mengangguk antusias.
**.
siang pun tiba, saka yang baru saja selesai makan siang bersama Asisten Dika pun segera Kembali ke kantor ,ada sedikit pekerjaan yang harus dia selesaikan supaya cepat pergi kerumah Oma nya, baru saja saja mendudukan bokong nya di kursi kebesaran nya pintu ruang CEO di ketuk dari luar.
tok.tok.tok.
"masuk"!! kata saka dari dalam . asisten Dika membuat pintu tersebut .
"boss,ada yang mencari anda"! kata asisten Dika yang tidak kenal dengan wanita yang ada di belakangnya ini.
"siapa"! tanya saka tanpa memalingkan pandanganya ke arah laptopnya.
"silahkan nona"! kata asisten Dika sambil mempersilahkan sisi masuk,.
"kak,saka"!!
suara manja sisi pun berhasil membuat saka menoleh ke arahnya.
"sisi,,"! kata saka sambil tersenyum ke arah wanita yang berjalan masuk tersebut. saka beranjak dari duduknya dan menuju ke sofa.begitu pun dengan sisi,setalah memeluk saka singkat.
"siapa sebenarnya wanita itu , cantik juga walaupun masih cantikan nona sarline,tapi dia lebih dewasa dari pada nona sarline,kenapa aku baru melihatnya selama satu tahun lebih ini aku menjadi asisten boss ya"! gumam asisten Dika sambil berjalan menuju ruang kerjanya lagi.
"kapan kamu pulang"! tanya saka kepada sisi.
"kemaren kak, ini ada sesuatu untukmu"! kata sisi sambil menyerahkan totelbag yang di bawanya.
"om,sama Tante tidak ikut,lalu bagaimana keadaan mereka"! tanya saka lagi.
"Mereka semua baik ,aku sendiri kak,sekalian mau ambil barang ke tempat temanku"! kata sisi tak lupa senyum manis mengembang jelas pada wajah cantik nya, apalagi saat melihat saka yang semakin tampan dan dewasa saat ini.membuat hati sisi bergejolak.
tring"!!
pintu lif lantai 15 kembali berbunyi menandakan ada orang yang keluar dari lif tersebut, asisten Dika yang baru saja dari patri membuat kopi pun terkejut saat melihat dua gadis remaja berjalan keluar dari lif.
"ya tuhan "!! pekik Asisten Dika kaget.
"jangan sampai perang ke dua di ruang CEO"! gumam asisten Dika langsung saja menghadang langkah dua gadis tersebut.
"tunggu nona"! kata asisten Dika.
"ini dia biang keroknya"! sahut sarline sambil menarik tangan asisten Dika dan masuk keruang asisten Dika di ikuti oleh Alea yang mengekor begitu saja masuk.
* beberapa kali saja melihat jam di pergelangan tanganya ,dan itu tidak luput dari perhatian sisi.
"kak,apa kamu sibuk"! tanya sisi yang tak enak hati.
"iya, aku harus cepat menyelesaikan pekerjaan ,aku ada janji untuk menjenguk Oma yang sedang sakit"! kata saka dengan jujurnya.
"kali begitu aku permisi dulu kak,sekalian aku mau kerumah teman,mungkin nanti malam kalau kak saka tidak sibuk kita bisa makan malam bersama "! kata sisi mencoba mengerti kesibukan saka.saka pun mengangguk mengiyakan,tanpa berniat mencegah kepergian sosi karena memang pekerjaanya yang harus segera selesai..
*diruang sebelah .
" Al, kenapa malah ikut kemari ,apa kamu mau melihat aku bercinta dengan dia"! bisik sarline kepada Alea.
"lalu aku. harus kemana"! sahut Alea sambil berbisik.
'"ya keruangan calon suamimu lah,masa tidak peka sih"! geruntuh sarline kesal.
"oh, okey, okey " sahut Alea sambil mengangkat satu jempolnya .Alea pun keluar lalu berjalan menuju ruang CEO, meninggalkan sarline yang entak mau ngapain asisten Dika tersebut.
Alea berjalan dengan tubuh dan hati yang berdebar debar,masih sedikit canggung jika menghampiri saka secara langsung seperti ini.
"sampai ketemu lagi kak"! kata sisi sambil Kemabli memeluk singkat tubuh kekar saka.
ceklek"!!
pintu ruang CEO di buka dari luar dan terlihat Alea berdiri di ambang pintu melihat adegan berpelukan di hadapanya.
sisi dan saka yang sudah selesai berpelukan pun menatap ke arah pintu.
deg"!!
"a-alea". gumam saka dengan biji mata yang sudah akan keluar dari tempatnya.
dada Alea tiba tiba terasa sesak seakan kemarahan sudah berada di ujung ubun ubun nya.
sisi pun melangkah keluar sambil menatap ke arah gadis cantik ,tapi bukan sarline.dalam benaknya sisi bertanya tanya siapa gadis cantik ini ,namun dirinya tidak mau ikut campur terlalu jauh.
setelah kepergian sisi ,alea pun berjalan mesuk dan mendekat ke arah saka yang masih berdiri di depan sofa.
"Alea"!! panggil saka meskipun stok,namun wajahnya di buat senormal mungkin tidak ingin terlihat syok di depan Alea.
bruk "!!
Alea mendorong tubuh saka begitu saja dan terduduk Kemabli di atas sofa.
glek"!!
"apa dia marah"! gumam saka saat melihat wajah Alea yang tidak seperti biasanya.
"saka Hilya Aditama, begini ya kelakuanmu saat di kantor peluk peluk wanita lain"! kata Alea sambil naik di pangkuan saka dengan tangan yang sudah mencengkeram kerah kemeja saka hingga dua mata tersebut saling bertatapan.
glek"!
jakun saka terlihat naik turun kesusahan menelan ludahnya yang kering . bukan masalah di cengkeram bajunya oleh Alea,masalahnya dua kelamin tersenbut secara tidak langsung sudah bertemu apa lagi posisi duduk Alea yang sudah sangat intim dengan saka.
"Al, manuk ku ,Al ,itu apemmu sudah menempel padanya, dia bangun"! gumam saka dalam hati ingin rasanya mengeluarkan ucapanya secara langsung namun suaranya tercekat di tenggorokan, hanya panas dingin yang saka rasakan saat ini , apalagi di bawah saja keadaan sudah meronta ronta tanpa Alea sadari sedikit pun.