NovelToon NovelToon
Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: YeJian

Terlahir dengan bakat rendah dan tubuh lemah, Ren Tao hanya dianggap sebagai murid sampah di Sekte Awan Hitam. Ia dihina, dimanfaatkan, dan diperas tanpa henti. Di dunia kultivasi yang kejam, orang sepertinya seharusnya mati tanpa meninggalkan nama.

Namun tak ada yang tahu Ren Tao tidak pernah berniat melawan dengan kekuatan semata.

Berbekal kecerdasan dingin, ingatan teknik kuno, dan perhitungan yang jauh melampaui usianya, Ren Tao mulai melangkah pelan dari dasar. Ia menelan hinaan sambil menyusun rencana, membiarkan musuh tertawa… sebelum satu per satu jatuh ke dalam jebakannya.

Di dunia tempat yang kuat memangsa yang lemah, Ren Tao membuktikan satu hal
jika bakat bisa dihancurkan, maka otak adalah senjata paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YeJian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 – Latihan yang Tidak Tercatat

Latihan malam dimulai tanpa suara lonceng.

Tidak ada pengumuman resmi. Tidak ada daftar kehadiran. Bahkan formasi pencatat utama di lapangan tidak diaktifkan sepenuhnya. Cahaya qi hanya menyala setengah, cukup untuk menerangi medan namun tidak cukup terang untuk memberi rasa aman.

Unit Ketujuh tiba hampir bersamaan.

Ren Tao berdiri di posisi tengah, tidak mengambil alih barisan, namun juga tidak mundur. Ia mengamati sekeliling dengan tenang. Medan latihan malam ini berbeda. Tidak ada tekanan qi besar, tidak ada perubahan medan mencolok. Namun aliran energi terasa tidak rata, seolah beberapa titik sengaja dibiarkan kosong.

Formasi tidak lengkap.

“Ini latihan tanpa hasil resmi,” gumam Zhou Min pelan. “Apa gunanya?”

“Untuk melihat siapa yang tetap disiplin saat tidak dicatat,” jawab Ren Tao singkat.

Tidak lama kemudian, seorang pengawas muncul dari sisi lapangan. Wajahnya biasa saja, tidak menunjukkan afiliasi khusus. Ia tidak menyebut nama, tidak menyampaikan tujuan panjang.

“Latihan kendali medan,” katanya. “Mulai.”

Tanpa aba-aba tambahan, formasi parsial aktif.

Tekanan qi muncul tidak merata. Di satu sisi hampir tidak terasa, di sisi lain tiba-tiba mengeras lalu menghilang. Medan seperti ini tidak dirancang untuk melatih kekuatan melainkan untuk mengganggu ritme.

Beberapa murid dari unit lain langsung bergerak agresif, mencoba menekan area yang terasa ringan. Kesalahan pertama terjadi dalam hitungan napas. Ketidakseimbangan kecil langsung berkembang menjadi gangguan formasi.

Ren Tao tidak mengalihkan pandangan.

“Pertahankan jarak,” ucapnya pelan. “Jangan kejar area kosong.”

Unit Ketujuh bergerak sesuai instruksi. Langkah mereka tidak cepat, tidak lambat. Mereka tidak berusaha unggul. Mereka hanya menjaga pola.

Namun justru di situlah tekanan sebenarnya muncul.

Tanpa peringatan, formasi di bawah kaki mereka melemah. Bukan runtuh melainkan melunak, seperti pijakan yang sengaja dibuat tidak stabil. Ini bukan kesalahan teknis. Ini uji reaksi.

Li Shen segera menyesuaikan aliran qi-nya, menopang dua murid di sisi kanan. Zhou Min hampir terpeleset, namun berhasil menahan diri dengan satu langkah pendek.

Ren Tao mengamati perubahan itu dalam diam.

Ia tidak mengoreksi dengan suara.

Ia membiarkan mereka menyelesaikan penyesuaian sendiri.

Beberapa detik berlalu. Unit Ketujuh tidak jatuh. Tidak ada kesalahan tercatat. Pengawas di sisi lapangan mengangkat alis sedikit, lalu kembali mencatat tanpa ekspresi.

Latihan berlanjut.

Kali ini, tekanan datang dari arah yang berbeda. Bukan dari medan, melainkan dari unit lain. Dua murid dari Unit Kelima bergerak terlalu dekat, memotong jalur aman dengan dalih latihan bebas.

Itu tidak melanggar aturan.

Tapi jelas disengaja.

Ren Tao melangkah setengah langkah ke depan, bukan untuk menghalangi, melainkan untuk menggeser pusat pola Unit Ketujuh sedikit ke dalam area tekanan.

Keputusan itu membuat jalur mereka lebih sempit namun juga lebih terkendali.

Unit Kelima ragu. Mereka tidak berani masuk ke area dengan fluktuasi qi yang lebih padat.

Kesalahan mereka tercatat, bukan sebagai pelanggaran, tetapi sebagai kehilangan inisiatif.

Latihan berakhir tanpa penutupan resmi.

Pengawas pergi begitu saja, seolah kehadirannya tidak pernah ada. Tidak ada evaluasi. Tidak ada komentar.

Namun Ren Tao tahu latihan ini tidak pernah dimaksudkan untuk memberi hasil.

Ini adalah filter.

Di perjalanan kembali, Li Shen berjalan di sampingnya. “Mereka tidak mencatat hasil, tapi mereka mencatat reaksi.”

“Dan reaksi paling jujur muncul saat orang mengira tidak ada konsekuensi,” jawab Ren Tao.

Malam semakin larut.

Di kamarnya, Ren Tao akhirnya duduk bersila. Ia menenangkan aliran qi, membiarkannya berputar stabil tanpa dorongan berlebihan. Latihan hari ini tidak menguras tenaga, tapi menguras fokus.

Wei Kang mengubah metode.

Tidak lagi menekan dengan formasi besar atau evaluasi terbuka. Kini ia menciptakan situasi abu-abu di mana setiap pilihan bisa ditafsirkan, dan setiap tindakan meninggalkan jejak.

Ren Tao membuka mata perlahan.

Jika tekanan terus datang tanpa bentuk, maka satu-satunya cara bertahan adalah menjadi konsisten di bawah ketidakpastian.

Di paviliun pengawas, sebuah laporan tambahan muncul.

Latihan malam tidak tercatat resmi.

Unit Ketujuh stabil. Minim reaksi berlebihan.

Ren Tao tidak mengintervensi langsung. Membiarkan unit menyesuaikan diri.

Wei Kang membaca laporan itu tanpa ekspresi.

“Dia tidak hanya bertahan,” gumamnya pelan. “Dia sedang membangun kebiasaan.”

Ia menutup laporan.

Tekanan berikutnya tidak akan lagi bersifat umum.

Mulai sekarang, permainan akan menyentuh satu titik saja.

Dan Ren Tao sudah cukup terlihat untuk menjadi titik itu.

1
Zan Apexion
salam sesama penulis novel Kultivasi.☺️👍

semangat terus ya...
YeJian: siap terimakasih bro atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!