NovelToon NovelToon
Ilove 100 Kg

Ilove 100 Kg

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Karir / Persahabatan / Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Cewek Gendut
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

- Berawal dari benci -

Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "


- berakhir di pelaminan -

"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "



- love 100 kg -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 33 Rendah diri!

"Berat badan lo, dari 100 kg sekarang udah 80 kg. Lumayan turun! " bunga mangut-mangut melihat, angka yang tertera di Timbangan di gital miliknya. " Tapi, menurut gue masih belum. Kelihatan banget lo kurusnya ra!, gue saranin lo ikut kita nanti! " Celetuk ilona sembari duduk di sepeda statis. Aura berkerut dahi, menatap ilona Agatha yang baru saja selesai. Memakai treadmill pun langsung ikut nimbrung,

"Kita mau, main tenis nanti di rumah gue!. Kebetulan ada alatnya, biasanya olahraga itu juga yang bakal buat kebakar kalori lo!. ' jelas Agatha sembari menyeka peluh yang, berada di wajahnya. Karena habis latihan yang cukup melelahkan sekali,

" Lo, ngga usah khawatir kita benar-benar akan. Bantu lo untuk cantik kembali aura! " Cakap bunga matanya berbinar penuh ketulusan, aura langsung memeluk bunga. Membuat bunga tersentak kaget, " Makasih banyak ya!, aku ngga tahu apa yang harus aku lakukan. Kalau tidak ada kalian semua! Mungkin, aku ak-"

"Shutt!, ngga boleh ngomong sembarangan!. Gue ngga suka! " Potong ilona, semua hanya terkekeh geli. Mendengar perkataan ilona, "nanti, kita main tenis kita. Liat siapa yang kalah siapa yang menang! " Cakap Agatha

"Gue pasti! " Sahut Bunga

"Idih, sok banget lo kepedean gue lah pastinya ya ngga? " Ilona langsung menyambar,

Tring!

Aura, menyeka peluh nya ia mengambil ponselnya. Lalu membaca siapa yang mengirimnya pesan tersebut, Ia hampir terkejut kala mendapatkan pesan dari dewa.

Ka dewa

𝘓𝘰 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬?

𝘋𝘪 𝘨𝘺𝘮?

𝘈𝘬𝘶, 𝘭𝘨 𝘨𝘺𝘮 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯!

𝘔𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢?,

𝘕𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘎𝘶𝘦 𝘫𝘦𝘮𝘱𝘶𝘵!

𝘏𝘢𝘩?, 𝘫𝘦𝘮𝘱𝘶𝘵 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘯𝘢? 𝘒𝘰𝘬 𝘵𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘪𝘩?.

𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘭𝘰 𝘬𝘦 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨!

𝘒𝘢 𝘱𝘭𝘦𝘢𝘴𝘦𝘦𝘦, 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘢𝘶 𝘨𝘶𝘦!

𝘎𝘶𝘦 𝘫𝘦𝘮𝘱𝘶𝘵 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘭𝘰!

𝘈𝘬𝘶, 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘈𝘨𝘢𝘵𝘩𝘢 𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘪𝘴 𝘵𝘢𝘱𝘪. 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘸𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘕𝘨𝘨𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘪𝘴!

𝘠𝘢𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱-𝘴𝘪𝘢𝘱!, 𝘨𝘶𝘦 𝘰𝘵𝘸 𝘬𝘦 𝘎𝘺𝘮 𝘥𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘦𝘭𝘦𝘬!.

Aura hanya, menghela napas berat kala melihat terkahir kali pesan. dari dewa membuatnya kesal, "lo, kenapa ra? " Tanya bunga melihat perubahan wajah aura.yang seperti kesal dan ada malu-malunya, "ka dewa.. Ajak gue ketemuan, sama dia katanya dia mau jemput gue! " Sahut aura dengan suara tergagap-gagap, "oh, berarti nanti lo ngga jadi main ke rumah gue? " Tanya Agatha langsung tersenyum simpul.

"Cie.. Ngedate nih! " Goda ilona, "maaf ya, gue ngga bisa main tenis bareng. Kalian! " Aura menundukkan kepalanya. Ilona langsung menepuk pundak aura, " It's okay!, lo ngga usah segitunya banget! " Sahut ilona

Krek!

Pintu ruangan Gym, terbuka menampilkan seorang lelaki tampan. Berjaket kulit berwarna hitam, " Gue, jemput aura kesini! " Cakap dewa sembari membuka kacamata, hitam yang ia kenakan " Ya sudah, silakan sana pergi! " Ilona langsung mendengkus sebal. Ia tidak benar-benar marah hanya saja, bercanda " Yaudah, sana jemput tuan putri lo! " Cetus bunga

"Ayo, gue tunggu di depan! " Dewa langsung berlalu. Meninggalkan tempat latihan tersebut, "Ck!, ck!, ck!, kebiasaan tuh orang!. Ngga ada romantis-romantisnya! " Cebik Agatha

"Yaudah, lah biarkan saja! " Bunga menyahut "yaudah ya, aku pamit by! "

"By! "

Sudah beberapa menit lalu, akhirnya mobil melaju kencang. Di Iringi sebuah musik yang menyala dari radio mobil, sesekali aura menoleh ke arah dewa. Dengan raut yang begitu penasaran, jantungnya terasa terpompa setiap ia ingin bertanya kepada sosok, lelaki tersebut.

"Dah, sampe! " Dewa langsung membuka. Seat belt nya lalu turun, membuat aura berkerut dahi. Sesekali ia mendengkus sebal dengan sifat cuek nya, lelaki tersebut "Ck!, ngga ada romantis-romantisnya banget sih! " Cebiknya, dewa duduk di body mobil. Sembari menunggu aura turun,

" Ka sebenarnya, kita mau ada dimana sih? "Tanya aura saat sadar kalau mereka turun di Sebuah restoran, bintang lima yang mewah.

" Ke acara ulang tahun adik sepupu gue!. "Sahut dewa membuat Aura menunduk malu, "ka, tapi gue belum beli kado! " Cakap aura dengan suara pelan hampir tidak terdengar.

"Gue, udah beli!. Santai aja! " Tanpa sadar dewa. Meraih tangan aura mereka melangkah kan kaki mereka, masuk ke restoran bintang lima tersebut. Yang sudah di sulap menjadi dekorasi seorang anak perempuan, berulang tahun. Aura bisa melihat ada banyak balon-balon yang tersusun rapi di dekat penyejuk udara, Balon berwarna merah muda dan putih.

Lalu di sudut sana ada, meja yang lengkap dengan makanan dan minuman. Serta di meja tengah-tengah ada kue ulang tahun, tingkat tiga dengan sebuah lilin angka 16 . banyak tamu yang Datang langsung melirik aura membuatnya langsung, membanding kan dirinya dengan para tamu undangan.

"Ka dewa! " Sambut seorang gadis berpakaian gaun, berwarna biru dengan rambut di gerai sepunggung. Tetiba senyuman nya sirna kala melihat seorang gadis berbobot besar, yang Bergandengan tangan dengan sang kaka sepupu, " Dia siapa? "Tanya gadis cantik tersebut

" Pacar! " Singkat Dewa. Dengan tatapan datar membuat gadis tersebut, tersenyum sinis ke aura. " Apa di dunia ini, sudah kekurangan wanita sampe cewek jelek. Kaya gini lo pacarin! " Cemooh gadis tersebut ia menatap Aura seperti hendak menerkam nya,

"Cukup janeta! " Sentak Dewa

"Ka! " Suara aura bergetar menahan gejolak, yang berada di dadanya. "Lo keterlaluan! " Sentak dewa. Aura melepaskan tangannya dari genggaman dewa, " Apa yang, di katakan adik ka dewa. Sangatlah benar! Kaka pasti malu jalan sama aku kan? " Cetus aura dengan suara bergetar

" Lo sadar diri juga?, ka gue ngga mau ya cewek gendut ini. Rusuhkan acara Ulang tahun gue dengan dia, makan semua nya! " Sarkas Janeeta tertawa sinis. Membuat aura Seperti tersayat-sayat hatinya, ia pun memilih pergi. "Aura! " Dewa menatap Janeeta dengan tatapan kebencian. "Cukup!, janeeta kamu keterlaluan!. Suatu saat nanti kamu akan merasakan gimana nya kehilangan kepercayaan diri kamu! " Sergah Dewa

"Ka, liat body aku bagus dan ngga mungkin aku bisa segendut dia!. Kaka Bilang aku akan kehilangan kepercayaan diriku?, itu tidak mungkin! " Kata janeeta dengan sombongnya

"Terserah kamu!. " Dewa berlalu mengejar aura. " Ka dewa! " Teriak janeeta ia menggeram frustasi melihat, dewa yang lebih perhatian oleh. Aura

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!