Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.
Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu dan amarah
Dan di kegelapan malam, fragmen mutiara di dalam tubuh Shang Zhi bergetar, seolah menyambut kehadiran energi es murni Yun Xi. Harmoni antara api naga dan es phoenix telah tercipta, sebuah kekuatan yang suatu hari nanti akan mampu mengguncang langit dan bumi.
Kemenangan mutlak Shang Zhi atas Lu Feng di arena turnamen kemarin tidak membawa ketenangan yang ia harapkan. Sebaliknya, hal itu memicu badai yang jauh lebih besar. Lu Feng, yang kini terbaring tak berdaya di paviliun medis, bukan hanya seorang murid; ia adalah kebanggaan keluarga Lu, penyumbang dana terbesar bagi faksi-faksi tertentu di dalam Sekte Tian Long.
Di sebuah ruangan mewah yang dipenuhi aroma dupa mahal, Lu Feng terbangun dengan tubuh terbalut perban. Di depannya berdiri ayahnya, Lu Tian, seorang pria dengan tatapan mata sedingin es yang menjabat sebagai salah satu tetua kehormatan di kota luar.
"Kau dipermalukan oleh seorang bocah jelata, Feng-er?" suara Lu Tian rendah namun mengandung ancaman. "Bukan hanya kau yang kehilangan muka, tapi seluruh keluarga Lu."
"Ayah... dia punya kekuatan aneh. Itu bukan teknik sekte kita!" Lu Feng mengerang, rasa sakit di dadanya tidak sebanding dengan rasa malu di hatinya. "Dan Yun Xi...gadis yang kusukai, dia terus membelanya. Aku ingin bocah itu mati!"
Lu Tian terdiam sejenak. "Sekte memiliki aturan yang ketat, namun aturan dibuat untuk dipatuhi oleh mereka yang tidak punya kekuatan. Jika dia begitu hebat dalam bertarung, mari kita lihat bagaimana dia menghadapi politik sekte."
Beberapa hari kemudian, sekte mengadakan perjamuan besar untuk merayakan promosi sepuluh murid luar terbaik menjadi murid dalam. Shang Zhi, yang kini menduduki peringkat pertama, diwajibkan hadir.
Shang Zhi masuk ke aula perjamuan dengan jubah barunya sebagai murid dalam. Di sampingnya, Yun Xi tampak cantik dengan gaun sutra berwarna biru muda. Mereka menjadi pusat perhatian. Banyak murid yang memandang Shang Zhi dengan kagum, namun tak sedikit yang menatap dengan dengki.
"Shang Zhi, aku merasa ada yang tidak beres," bisik Yun Xi sambil menggenggam lengan Shang Zhi.
"Lu Tian..ayah nya Lu feng ada di sana, dia terus menatap kita."
Shang Zhi melirik ke arah meja para tetua. Lu Tian sedang mengangkat cawan emasnya ke arah Shang Zhi dengan senyum yang tidak sampai ke mata.
"Biarkan saja. Selama kita tidak melanggar aturan sekte, mereka tidak punya alasan untuk menyentuh kita," jawab Shang Zhi tenang.
Namun, kejutan segera datang. Di tengah acara, Lu Tian berdiri dan memukul lonceng perunggu untuk meminta perhatian semua orang.
"Selamat bagi para pemenang! Terutama untuk Shang Zhi yang telah menunjukkan bakat luar biasa," ujar Lu Tian dengan suara yang menggema. "Namun, seorang murid hebat tidak hanya dinilai dari kekuatannya di arena, tapi juga keberaniannya dalam menjalankan misi nyata. Menurut tradisi kuno sekte Tian Long, peringkat pertama murid luar, memiliki hak istimewa atau lebih tepatnya kewajiban untuk memimpin misi ke Lembah Kabut guna mengambil Inti Kristal Serigala Api."
Aula mendadak sunyi. Lembah Kabut adalah wilayah terlarang bagi murid baru. Serigala Api di sana dikenal sangat ganas dan berburu dalam kelompok.
"Dan untuk melengkapi misi ini," lanjut Lu Tian dengan senyum licik, "murid peringkat kedua, Lu Feng, akan ikut serta sebagai wakil pemimpin untuk memastikan kerja sama tim yang baik."
"Itu gila!" Yuan Han berteriak dari kerumunan, namun segera dibungkam oleh penjaga.
Yun Xi berdiri dengan marah. "Tetua Lu, Lu Feng masih terluka, dan Shang Zhi belum menerima pelatihan teknik tingkat dalam. Ini sama saja dengan mengirim mereka ke sarang kematian!"
Lu Tian menatap Yun Xi dengan dingin. "Ini adalah keputusan tetua. Lagipula, bukankah Shang Zhi mengatakan bahwa dia cukup mampu? Kecuali... dia ingin mengakui bahwa kemenangannya kemarin hanyalah keberuntungan dan menyerahkan gelarnya?"
Shang Zhi menarik napas panjang. Ia tahu ini adalah jebakan untuk membunuhnya di luar jangkauan pengawasan sekte. Jika ia menolak, ia akan dicap pengecut dan kehilangan akses ke sumber daya yang ia butuhkan untuk memulihkan kekuatannya. Jika ia menerima, ia harus menghadapi Lu Feng dan bahaya Lembah Kabut sekaligus.
Shang Zhi bangkit berdiri. Matanya berkilat dengan cahaya emas yang tajam. "Aku terima misi itu."
Setelah perjamuan berakhir, Shang Zhi berjalan sendirian menuju danau untuk menjernihkan pikiran. Namun, langkahnya terhenti saat ia melihat Lu Feng berdiri di sana, tanpa perban, tampak sudah pulih secara ajaib berkat pil tingkat tinggi.
"Kau benar-benar bodoh karena menerima misi itu, Shang Zhi," ucap Lu Feng, suaranya penuh kebencian. "Di Lembah Kabut, tidak akan ada wasit. Tidak akan ada Yun Xi yang membelamu. Hanya akan ada aku, kabut beracun, dan taring serigala."
Shang Zhi tidak berbalik. "Kau begitu terobsesi denganku sampai kau rela mempertaruhkan nyawamu sendiri di tempat berbahaya itu?"
"Obsesi? Tidak. Ini tentang posisi," Lu Feng melangkah maju. "Kau telah mencuri cahayaku. Kau telah mencuri perhatian Yun Xi. Di dunia ini, hanya boleh ada satu naga, dan itu bukan kau."
"Naga?" Shang Zhi akhirnya berbalik. Wibawanya tiba-tiba meningkat, membuat udara di sekitar danau terasa berat. "Lu Feng, kau bahkan tidak tahu apa arti menjadi seekor naga. Kau hanya seekor cacing yang bermimpi terbang ke langit."
Lu Feng gemetar sesaat karena tekanan mental yang luar biasa dari Shang Zhi, namun ia segera menenangkan diri. "Bicaralah sesukamu sekarang. Besok, saat kabut menyelimuti lembah, kita akan lihat siapa yang benar-benar akan terbang, dan siapa yang akan terkubur dalam tanah."
Lu Feng pergi dengan tawa kemenangan yang hambar. Shang Zhi menatap rembulan yang terpantul di air danau. Ia tahu, perjalanan besok bukan hanya soal misi sekte, tapi soal bertahan hidup dari pengkhianatan yang sudah direncanakan dengan rapi.
"Ibu..., Guru..." gumam Shang Zhi. "Dunia ini memang tidak pernah berubah. Kebencian selalu tumbuh lebih cepat daripada kasih sayang. Tapi kali ini, aku tidak akan membiarkan mereka memadamkan cahayaku lagi
Shang Zhi melangkah maju ke tengah danau, langkah nya pelan namun penuh wibawa, saat ia berjalan tak ada riak air sendiri pun di atas danau, seperti ia sedang berjalan di sebuah anak tangga tak kasat mata yang, Shang Zhi pun duduk di atas helai daun teratai,
mata nya terpejam.., namun tiba-tiba ia dapat merasakan sosok dari diri nya di masalalu yang sedang menatap marah ke arah nya.
Shang Zhi mencoba menjernihkan pikiran nya, dan perlahan bayang bayang sosok itu pun mulai menghilang, tapi melihat adegan tadi Shang Zhi menyadari bahwa ia Masi jauh dari kata sanggup untuk menerima kekuatan penuh dari dirinya di masa lalu.
malam itu Shang Zhi habiskan dengan berkultivasi di tengah danau teratai, demi menjernihkan akar spiritual nya.
...Bersambung.... ...