Vira, terkejut ketika kartu undangan pernikahan kekasihnya Alby (rekan kerja) tersebar di kantor. Setelah 4 tahun hubungan, Alby akan menikahi wanita lain—membuatnya tertekan, apalagi dengan tuntutan kerja ketat dari William, Art Director yang dijuluki "Duda Killer".
Vira membawa surat pengunduran diri ke ruangan William, tapi bosnya malah merobeknya dan tiba-tiba melamar, "Kita menikah."
Bos-nya yang mendesaknya untuk menerima lamarannya dan Alby yang meminta hubungan mereka kembali setelah di khianati istrinya. Membuat Vira terjebak dalam dua obsesi pria yang menginginkannya.
Lalu apakah Vira mau menerima lamaran William pada akhirnya? Ataukah ia akan kembali dengan Alby?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drezzlle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perselingkuhan yang Terkuak
William segera memastikan kebenaran foto itu pada David, detektif yang baru saja mengirimkannya.
"Dia punya keluarga?" tanya William lewat telepon, menggaruk pelipisnya karena heran.
"Menurut penyelidikan saya, Jonatan menikah secara agama, mengikuti kepercayaan istrinya," jawab David.
"Bagaimana dengan keluarganya? Apakah mereka tahu dan menutupinya, atau...?"
"Saya akan mencari tahu lebih dalam. Jika benar ia menutupi pernikahan ini, Jonatan melanggar kode etik dan disiplin. Tapi, menurut saya, pria ini cukup berani. Bahkan, tempat tinggal mereka cukup strategis, mudah diketahui banyak orang," lapor David.
William semakin penasaran. Suryono menolaknya dengan alasan duda, tetapi menerima pria lain untuk putrinya yang memiliki keluarga tersembunyi. Tidak mungkin kedua keluarga tidak tahu soal hubungan gelap ini... apalagi Jonatan tampak terang-terangan datang dan pergi dari rumah yang tak jauh dari kediaman orang tuanya.
“Lalu bagaimana dengan keberadaan Alby? Apa orang-orang mu telah berhasil menemukannya?” William beralih mencari tahu sosok Alby, pria yang sudah kabur selama 3 hari, mengantongi video intim yang diambilnya secara ilegal di kamar apartemen Vira.
“Masih dalam pencarian, Pak. Tidak ada tanda-tanda Alby keluar dari ibu kota atau keluar negeri untuk saat ini,” lapor David.
“Oke, aku tunggu perkembangannya. Jangan sampai pria itu terlebih dahulu menyebarkan video itu, kau mengerti David!”
“Tentu, Pak.”
Sementara Pria yang sedang diburu itu kini seperti orang tidak waras yang kebingungan mencari tempat persembunyian—Alby.
Alby bersembunyi di apartemen lamanya yang dulu pernah ditempati Vira. Beberapa pesan masuk di ponselnya, keinginan William yang meminta video yang berhasil Alby dapatkan secara ilegal dari unit apartemen Vira secara baik-baik. Tapi, ia masih ragu memberikannya.
“Sial, apa yang harus aku lakukan? Jika aku berikan video itu apa dia benar-benar akan melepaskan ku atau ini hanya jebakan?” monolognya. Pria dengan postur tubuh tegang, rambut yang acak-acakan serta kedua kantung matanya yang hitam itu mengusap wajahnya dengan frustrasi.
Alby keluar dari persembunyiannya, hendak kembali ke apartemen Abella mengambil flashdisk yang berisi salinan video Vira.
.
.
Di dalam kamar Apartemen Abella, cahaya temaram menciptakan siluet misterius dua insan di dinding. Tiga hari setelah Alby menghilang, Abella mengundang Riko untuk menemaninya. Lebih dari sekadar obrolan biasa, mereka kembali terjerat dalam hubungan terlarang mereka.
Di atas sofa tantra, Abella, dengan perut yang membuncit karena usia kehamilan yang memasuki bulan kelima, mendominasi Riko dalam posisi Sit On The Throne. Gerakannya anggun memunggungi kekasihnya namun penuh kendali.
"Ah… Sayang… baru kali ini aku merasakan sensasi yang begitu memabukkan. Inikah yang dinamakan kenikmatan dengan wanita hamil?" bisik Riko, tangannya mengelus lembut perut Abella.
“Mmppt…” Abella hanya mampu mendesah, pinggulnya bergerak perlahan, menciptakan ritme candu di atas tubuh Riko.
Sejak menikah dengan Alby, ia tidak pernah merasakan sentuhan lembut dan penuh cinta. Tubuhnya hanya menjadi objek pemuas nafsu tanpa kelembutan.
Bersama Riko, ia menemukan kembali kenikmatan yang selama ini dirindukannya. Meskipun harus membayar pria muda yang masih berstatus mahasiswa semester tujuh itu dengan harga yang cukup mahal, Abella rela melakukan apa saja. Bahkan, ia rela menjual kalung berliannya demi merasakan kembali sensasi ini.
Desahan dan erangan memenuhi ruangan. Sentuhan lembut Riko membangkitkan gelombang kebahagiaan dalam diri Abella, membawanya menuju puncak kenikmatan yang tak terlukiskan.
Klik!
Suara panel pintu apartemen yang berbunyi, bahkan tak mereka dengar.
Pintu apartemen terbuka…
Langkah sunyi Alby yang memasuki apartemen membuat hubungan terlarang itu akhirnya terbongkar.
“Apa yang kalian lakukan?!” pekik Alby, suaranya memecah keheningan. Matanya membulat tajam, menyaksikan istrinya bercumbu dengan pria lain di dalam kamar.
Abella dan Riko tersentak kaget. Dalam keadaan toples, mereka kelabakan mencari pakaian untuk menutupi tubuh mereka yang terbuka.
“Sial!” umpat Abella, mengusap wajahnya dengan kasar.
Riko segera mendorong tubuh Abella, dan ia bangun dari sofa tantra. Dengan gerakan cepat pria yang pernah diperkenalkan Abella sebagai sepupu itu memakai boxer dan kaosnya.
Alby tak tinggal diam, dia menendang punggung Riko hingga tubuh Riko tersungkur di lantai. “Breng.sek, apa yang kau lakukan pada istri orang?!” Alby menjambak rambut Riko kuat-kuat, membenturkan kepala Riko di dinding berulang kali dengan brutal.
Abella segera memakai bathrobe, ia mendekat ke arah suaminya yang tengah menghajar kekasih gelapnya itu tanpa ampun. “Alby, hentikan!” pekik Abella terus memukul punggung suaminya.
Alby menoleh, menatap istrinya dengan amarah yang membuncah.
Plak!
Satu tamparan melayang di pipi Abella.
“Jadi ini yang kamu lakukan jika aku tidak ada?!” pekiknya, lalu mendorong tubuh istrinya itu hingga membentur bed leg.
Abella meringis kesakitan, antara tamparan Alby dan juga nyeri di perutnya.
Alby kin menjambak rambut istrinya kuat, menyeretnya ke kamar mandi.
“Aaaaaa! Lepaskan!” teriak Abella histeris.
Abella terus meronta dan memukul tangan suaminya.
Alby menghentikan langkahnya. Ia berjongkok dan menatap tajam wajah istrinya. Ibu jari dan telunjuknya mencengkeram kuat dagu Abella. “Setelah merusak hidupku, kau juga mengkhianati ku.”
Abella dengan berani membalas tatapan itu. “Iya, aku melakukannya! Itu semua karenamu yang tidak pernah memperlakukanku dengan baik!” pekiknya, air mata mulai membasahi pipinya.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Abella, membuat tubuhnya terhuyung dan merasakan panas yang membakar.
PYAR!
Suara pecahan keras dari belakang membuat Alby menoleh. Riko, dengan wajah penuh amarah, membanting lampu tidur dan menyeringai dingin ke arah Alby. “Jangan sentuh kekasihku!” pekik Riko, dengan tubuh yang gemetar berusaha berlari ke arah Alby.
JLEB!
Pecahan kaca dari lampu tidur itu menancap tepat di punggung Alby. Ia terhuyung ke depan.
Bersambung…
Untuk Bab kali ini lebih Dark ya, semoga nggak ada yang uring-uringan. 🙏