NovelToon NovelToon
THE SECRETARY SCANDAL

THE SECRETARY SCANDAL

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Obsesi / Kehidupan di Kantor / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:93.3k
Nilai: 5
Nama Author: NonaLebah

My bad story

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NonaLebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Mata Tomi Atmaja yang duduk di kepala meja berbinar bangga. Cara Karmel bekerja sungguh di luar ekspektasi. Dia bukan sekadar sekretaris yang terampil mengatur jadwal, tapi memiliki pemahaman bisnis yang mendalam. Karmel melanjutkan presentasinya, menjelaskan dengan gamblang bagaimana dia berhasil meyakinkan investor dari Jepang untuk menyuntikkan dana segar dengan menjanjikan suplai nikel grade A untuk baterai kendaraan listrik.

"Lobi yang saya lakukan bukan sekadar janji," jelas Karmel sambil menekan tombol berikutnya, menampilkan dokumen analisis pasar. "Saya tunjukkan pada mereka data bahwa cadangan nikel kita memiliki kandungan cobalt yang lebih tinggi dari rata-rata, yang sangat bernilai untuk industri EV. Plus, saya sudah pastikan semua sertifikat lingkungan dan perizinan tambang kita sudah clean, jadi tidak ada risiko di tengah jalan."

Para direktur lain mengangguk-angguk, terkagum-kagum. Dalam waktu singkat, Karmel telah menguasai kompleksitas bisnis tambang nikel—mulai dari hulu ke hilir, dari teknik ekstraksi hingga strategi marketing komoditas.

***

Matahari sore menyinari kantor Tomi yang dipenuhi maket site tambang dan sertifikat-sertifikat lama. Tomi memandangi Karmel yang sedang merapikan dokumen sebelum pulang.

"Karmel, ada waktu sebentar?" panggil Tomi lembut.

"Baik, Pak." Karmel mendekat, duduk di hadapan sang direktur.

Tomi menghela napas dalam-dalam, matanya berkaca-kaca. "Saya mau mengucapkan terima kasih. Lima bulan lalu, perusahaan ini hampir kolaps. Hutang menumpuk, tender-tender penting gagal kita menangkan. Tapi lihat sekarang..." tangannya menunjuk ke luar jendela, ke arah halaman dimana truk-truk pengangkut bijih nikel lalu lalang dengan riuh. "Berkat kamu, kita nggak hanya selamat, tapi mulai berkembang."

Karmel tersenyum kecil. "Saya hanya melakukan pekerjaan saya, Pak."

"Mel, ini lebih dari itu." Tomi bersikukuh. "Karena itu, mulai besok, saya angkat kamu sebagai Manager Business Development dan Strategic Partnership."

Karmel terkejut. "Pak, saya... saya nggak pantas. Jabatan itu terlalu tinggi."

"Mel, kamu pantas!" tegas Tomi, matanya penuh keyakinan. "Anggap ini sebagai ucapan terimakasih saya karena berkat kamu, perusahaan ini kini mulai stabil."

Tomi berdiri dan berjalan mendekati jendela. "Saya sangat mencintai perusahaan ini. Beberapa waktu lalu perusahaan ini hampir tumbang. Tapi coba lihat sekarang." Ia menoleh, memandangi Karmel dengan penuh kekaguman. "Memberi kamu posisi saat ini hanya sedikit cara saya untuk balas budi."

Karmel diam sejenak, mempertimbangkan. Dia melihat ketulusan di setiap kerutan wajah Tomi. Ini bukan sekadar promosi, tapi bentuk penghargaan yang tulus. Akhirnya, dengan keyakinan penuh, dia mengangguk.

"Baik, Pak. Terima kasih atas kepercayaannya."

***

"Lo udah denger berita soal Karmel?" tanya Herry, memecah kesunyian di antara mereka.

Renzi akhirnya tertawa kecil, "Jadi kantor lo kalah tender sama perusahaan tambang kecil?" Ejekannya halus tapi tepat sasaran.

"Kalah karena Karmel, tepatnya," sahut Herry, nada suaranya mulai sinis. "Dan lo tau? Sekarang Karmel menjabat jadi Manager Pengembangan." Dia memandang Renzi dengan tatapan penuh arti, "Dia emang cerdas sih. Daripada bertahun-tahun cuma jadi simpanan dan sekretaris, dia sekarang malah bisa jadi direktur di tempat lain."

Sindiran itu mengenai sasaran. Renzi meletakkan sendoknya dengan agak keras, hingga sedikit berdentang. Wajahnya yang biasanya maskulin dan tegas berkerut sebentar. Herry tahu persis di mana lukanya.

Tapi Herry belum selesai. "Kamis besok ada proses lelang tender untuk Green Energy Corp. Perusahaan Jerman yang strict banget. Dari sumber gw, mereka sudah melakukan pendekatan dengan Karmel. Gw rasa bakal kalah lagi kalau harus melawan dia."

Mendengar itu, mata Renzi yang dingin tiba-tiba berbinar. Sebuah ide muncul di kepalanya yang jenius. "Kalau gitu kasih berkas datanya ke gue," ujarnya, suaranya percaya diri. "Biar gue yang bantu lo menangin proses tender kali ini."

Dia mengambil gelas wine-nya, memutar-mutar cairan merah di dalamnya. "Karmel emang cerdas," akunya, tapi kemudian senyum tipis yang khas muncul di bibirnya, "Tapi nggak lebih pintar dari gue."

Herry akhirnya tersenyum lega. Inilah yang ia tunggu - pertarungan antara dua jenius yang pernah saling mencintai, sekarang berhadapan di medan bisnis. Dan ia tahu, Renzi adalah satu-satunya yang bisa mengimbangi bahkan mengalahkan Karmel.

1
leahlaurance
nah kan,air yang tenang jangan sangka tiada buaya.
leahlaurance
ya bab berulang
leahlaurance
cerita menarik
leahlaurance
jangan berharap dulu.
wina
lebih seru ..si cewek bunuh diri demi mempertahankan harga dirinya
its anna
pret
its anna
hadeh mel
leahlaurance: hum........,.......
total 1 replies
its anna
oon mak nya Karmel
its anna
penulisan dan gaya bahasanya rapih betul
Lia Amelia
hadeh .. mosok wes end,🤦
putrie_07
ah ngk mau aq kok tamatttttt g mauuuuuuuuu😭😭😭😭😭😭😭
lanjut Thor plissssss🙏🙏🙏
Anonymous
Halah renzot sama Karmel cerdas dari Hongkong, pretlah, mereka berdua ini menurutku couple terPRET. Dah bener tamatin aja Kak, create tokoh baru aja, baru kali ini sebel sama tokoh fiksi 🤣
dian
kok end????
sukensri hardiati
ibu anak sama aja
sukensri hardiati
ibunya karmel gampang disogok...
Rina Zulkifli
gantung?
Anonymous: Nih aku kasih konsep, Mora versi dewasa aja gimana? jodohin sama anaknya bita Rama 🤣
total 8 replies
IndahMulya
lanjut thor..
IndahMulya
wahh kerenn.. emg aku udah curiga si bima itu jahat
Rina Zulkifli
makin seru
astr.id_est 🌻
so sad
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!