Cinta Palsu adalah hal yang amat menyakitkan dibanding apapun. Setidaknya itulah yang Lucyana rasakan. Bukan penghianatan tapi kebohongan yang di ciptakan dengan sengaja oleh orang yang paling dia sayangi.
Lucyana Shava Herman alias Lucy adalah wanita mandiri, kuat dan penuh percaya diri. Namun hidup Lucy mendadak berubah 180 derajat setelah mengetahui sebuah fakta yang di sembunyikan suami nya selama bertahun-tahun.
Apakah Lucy akan bertahan dengan pernikahan nya seteleh mengetahui fakta kelam tersebut....
Happy Reading ✨
Enjoy 💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Di restoran Jimbaran....
"Selamat siang, Tuan." Suara pelayan itu sopan, menyambut kedatangan tamu mereka.
Calvin tersenyum sementara Garuda hanya mengangguk kepala sekilas tanpa menoleh. Punggungnya tegak lurus.
"Saya mencari Tuan Frederer. Ada dimeja mana ?" tanya Calvin pada pelayan tersebut.
"Oh. Tuan Frederer ada di ruangan VIP, tuan. Silahkan ikut saya.." Pelayan itu langsung mengarahkan jalan. Garuda dan asistennya pun mengikuti di belakang.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka sampai di sebuah 'bilik' yang lokasinya ada di lantai dua.
"Terimakasih." Ucap Calvin dan langsung di jawab sopan oleh pelayan tersebut.
Calvin mengetuk pintu, lalu membuka pintu ruangan itu pelan.
Didalam sana, Garuda bisa melihat ada tiga orang yang sudah duduk menunggunya. Daddy, Mommy dan........Sher-Sha.
"Garuda!" Sher-Sha yang lebih dulu bersuara. Matanya berbinar dengan garis senyum yang lebar.
Melihat situasi sang Tuan yang tidak nyaman, Calvin segera bersuara, memecah keheningan antara mereka.
"Good afternoon, Mr. and Ms. Frederer." Sapa Calvin cepat-cepat. Tak lupa dia menunduk hormat.
Tuan dan Nyonya besar nya tersenyum ramah pada Calvin. Lalu menyuruh Calvin dan Garuda masuk, namun Calvin menolak dengan sopan.
"I shall wait outside, Sir." Kata Calvin.
Setelah itu Garuda masuk ke dalam ruangan, dan Calvin akan menunggu di luar hingga nanti Garuda selesai.
Di dalam ruangan...
Di meja sudah terhidang bermacam menu yang telah di pesan sebelum Garuda tiba.
"Sayang, apa kabar mu ? Mommy rindu.."
"Aku juga merindukan mu, Mom." Jawab Garuda seraya menggenggam tangan sang Mommy.
"Garuda." Suara bariton Daddy nya membuat Garuda menoleh dengan tatapan dingin.
"Sher-Sha sudah di Indonesia sejak seminggu yang lalu. Dia mencari mu. Apa kamu tidak memberitahunya kalau kamu di Bali ?"
"Dia tidak bertanya!" Jawab Garuda tenang.
"Kamu tidak seharusnya bersikap kasar seperti itu pada Sher-Sha! Dia datang jauh-jauh hanya untuk menemui kamu."
"Aku tidak pernah bersikap kasar, Dad. Bicaraku memang seperti ini! Kalau dia tidak suka, kenapa tidak cari saja lelaki lain?!!"
"Garuda! Kamu bicara seolah kalian tidak memiliki hubungan. Bicaralah yang sopan. Sher-Sha ini gadis yang baik. Dia sopan dan penyayang keluarga. Kamu sudah dewasa, hubungan kamu dan Sher-Sha seharusnya sudah ke jenjang pernikahan."
Ruangan hening.
Garuda tidak bereaksi. Wajahnya tetap datar, seolah kalimat itu tidak menyentuh apapun di dalam dirinya.
"Om...sudah, sudah... Garuda mungkin sedang banyak pikiran, nanti kami akan bicara berdua. Sekarang lebih baik kita makan dulu." Sher-Sher bicara lembut, menengahi pertengkaran kecil antara Garuda dan daddy nya. Namun sedikit pun Garuda tidak bersimpati, dia tau Sher-Sha hanya berakting.
Tuan Frederer menghembuskan nafas lelah. Sebenarnya Tuan Frederer tau bahwa putra nya sama sekali tidak tertarik pada Sher-Sha. Tapi itu tidak penting, toh nanti juga setelah menikah cinta itu akan datang dengan sendirinya. Begitu pikirnya.
Selesai makan, Garuda langsung pamit. Dia tidak suka berlama-lama berada bersama orang yang membuat nya tidak nyaman.
"Mom, Dad... Aku harus pergi sekarang karena ada meeting dengan client." Garuda mengelap bibirnya dengan tisu lalu mengangkat bokong nya dari tempat duduk.
Kedua orang tua serta Sher-Sha spontan mendongak bersamaan.
"Kita belum selesai bicara! Biarkan Calvin yang menemui client, kamu tetap disini!!" Ucap Tuan Frederer dengan tatapan nya yang tajam.
Garuda membalas tatapan Ayahnya tak kalah tajam. "Daddy yang selalu mengatakan padaku untuk tidak membuang waktu! Jadi untuk apa aku berlama-lama disini ? Hanya membuang waktu!" Timpal Garuda membuat hati Sher-Sha seperti di remas, nyeri. Gadis itu tau, Garuda berkata seperti itu untuk dirinya. Karena hanya dirinya lah yang tidak diinginkan Garuda.
"Mom, aku pergi, ya. Jangan lupa makan dan jaga kesehatan." Garuda mencium pipi Mommy nya, lalu pergi tanpa pamit pada Daddy dan Sher-Sha.
"Om, Tante.. Saya permisi, ya.." Sher-Sha menyambar tas nya kemudian berlari kecil mengejar Garuda..
"Garuda! Tunggu!" Sher-Sha setengah berteriak memanggil nama Garuda, tapi yang menoleh ke belakang justru Calvin bukan nya Garuda.
"Tuan, Nona Sher-Sha memanggil." Kata Calvin memberitahu.
"Kau pikir aku tuli?!" Jawab Garuda sama sekali tak menghentikan langkah panjang nya menuju tempat parkir dimana Maybach nya berada.
Calvin meneguk saliva susah payah. Pasti seperti ini. Mood Garuda selalu buruk setelah bertemu Ayah nya, apalagi di tambah kehadiran Sher-Sha. Calvin berani taruhan, di sisa hari ini dia akan menjadi pelampiasan kemarahan Garuda.
Sampai di parkiran, Calvin langsung membukakan pintu mobil, tapi belum sempat hal itu terjadi Sher-Sha langsung menghadang. Dia berdiri tepat di samping pintu mobil, seolah menghalangi Garuda untuk masuk ke mobilnya sendiri.
"Garuda, aku mau bicara." Kata Sher-Sha dengan nafas yang ngos-ngosan.
Garuda menatap dingin. Tapi Sher-Sha tidak perduli. Selama ini pun sikap Garuda selalu seperti itu, meski hati nya sakit namun Sher-Sha tidak perduli. Dia mencintai Garuda. Apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan hati pria itu.
"Aku.....rindu sama kamu. Bisa kita bicara berdua ?" tanya Sher-Sha
"Bicara saja disini. Aku tidak punya waktu." Jawab Garuda sambil melirik ke jam di pergelangan tangan kiri nya.
"Tapi....." Sher-Sha melirik ke arah Calvin. Maksudnya, dia tidak mau bicara jika masih ada orang lain.
"Kalau begitu, saya permisi." Pamit Calvin, namun saat Calvin hendak berbalik, Garuda berkata.. "Tetap disini!" Ucap nya tegas. Bahkan tanpa menolah sama sekali. Tatapan Garuda lurus ke Sher-Sha.
Calvin lagi-lagi di paksa harus sabar menghadapi sikap Garuda yang seperti ini. Tegas tapi menjengkelkan.
"Bicara sekarang atau tidak sama sekali!"
"Oke. Aku akan bicara." Sher-Sha akhirnya menyerah. "Garuda, aku kesini untuk kamu. Kenapa kamu bersikap acuh sekali padaku ? Apa pengorbanan ku selama ini tidak cukup ?" tanya Sher-Sha dengan tatapan sendu. Kali ini bukan akting. Sungguh, Sher-Sha sudah di titik ingin menyerah, tapi harga diri nya menolak. Dia merasa tidak ada seorang pun yang pantas memiliki Garuda selain dirinya.
"Aku sayang sama kamu. Aku yakin di hati mu pasti juga ada perasaan itu tapi kamu hanya belum menyadari nya."
Garuda mulai jengah. Tapi dia tidak menunjukkan reaksi apapun.
"Please, kasih satu saja kesempatan untuk membuktikan betapa besar cinta aku sama kamu. Aku tidak akan menuntut apapun, aku hanya ingin menunjukkan padamu bahwa hanya perasaan ku ini sangatlah tulus."
Untuk pertama kali nya Sher-Sha memberanikan diri memegang tangan Garuda. Di detik itu, debaran di dadanya semakin bergemuruh. Punggung tangan Garuda penuh urat yang menonjol halus di tambah jemari nya yang panjang serta ramping membuat darah Sher-Sha tiba-tiba berdesir menciptakan sensasi aneh dalam diri nya.
"Aku mohon, Garuda. Percayalah. Aku pasti bisa membuatmu jatuh cinta padaku."
Garuda memejamkan mata, lalu berkata dengan dingin..
"Lepaskan tanganmu!"
Lagi-lagi Sher-Sha hanya bisa pasrah. Dia pun melepaskan tangan Garuda. Wajahnya kembali murung.
"Aku sudah katakan! Aku tidak menyukai mu, Sher-Sha. Aku tidak bisa menerima perasaan mu."
"Tapi kenapa, Garuda ? Kenapa ? Apa aku tidak cukup baik untuk mu, hum ?" Tanya Sher-Sha tidak terima dengan penolakan Garuda yang sudah tak terhitung jumlah nya itu.
"Karena aku mencintai wanita lain!"
Deg!
Wajah Sher-Sha menegang. Dia membeku di tempat nya.
"Wa-wanita lain ?" Mata Sher-Sha mulai berembun. "Siapa wanita itu, Garuda ? Katakan padaku ? Aku bersumpah akan membuat perhitungan!!"
Dalam sekejap Sher-Sha langsung berubah sikap. Tatapan nya penuh amarah.
Garuda menarik satu sudut bibirnya, "Kau tau siapa wanita itu!" Kata Garuda sebelum menyingkirkan Sher-Sha dari jalan nya. Garuda sama sekali tidak perduli dengan ancaman Sher-Sha yang katanya akan membuat perhitungan, sebab sebelum Shee-Sha melakukan itu pasti Garuda akan lebih dulu mengambil tindakan.
"Calvin! Kita pergi sekarang!"