NovelToon NovelToon
Gadis Incaran Gangster Hyper

Gadis Incaran Gangster Hyper

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Mafia / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:130.1k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Cole Han, gangster paling ditakuti di Shanghai, dikenal dingin dan tak tersentuh oleh pesona wanita mana pun. Namun, semua berubah saat matanya tertuju pada Lillian Mei, gadis polos yang tak pernah bersinggungan dengan dunia kelam sepertinya.

Malam kelam itu menghancurkan hidup Lillian. Ia terjebak dalam trauma dan mimpi buruk yang terus menghantuinya, sementara Cole justru tak bisa melepaskan bayangan gadis yang untuk pertama kalinya membangkitkan hasratnya.

Tak peduli pada luka yang ia tinggalkan, Cole Han memaksa Lillian masuk ke dalam kehidupannya—menjadi istrinya, tak peduli apakah gadis itu mau atau tidak.

Akankah Lillian selamanya terjebak dalam genggaman pria berbahaya itu, atau justru menemukan cara untuk menaklukkan hati sang gangster yang tak tersentuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Ruang Rapat Utama — Suasana Memanas

Cole menatap semua orang di sekeliling meja dengan tatapan dingin. Jemarinya mengetuk permukaan meja, pelan tapi menekan.

“Kalau aku keluar,” katanya dengan nada rendah namun penuh wibawa, “apa kau bisa menjamin keamanan wilayah proyek kita? Pastikan tidak ada gangguan dari pihak mana pun?”

Will menegakkan tubuhnya, mencoba terlihat tenang. “Tentu saja aku bisa,” jawabnya mantap, meski ada sedikit keraguan di matanya.

Cole mengangkat sebelah alis. “Dengan cara apa?”

“Dengan caraku sendiri,” ucap Will, suaranya terdengar lebih percaya diri. “Aku akan menggunakan kekuasaan polisi. Kita tak perlu lagi melibatkan preman. Aku akan menempuh jalan yang bersih, bukan cara gelap dan ilegal.”

Beberapa pemegang saham mengangguk kecil, seolah mendukung gagasan Will. Tapi Cole hanya tersenyum tipis—senyum yang membuat udara di ruangan terasa menegang.

“Polisi?” ulang Cole dengan nada sarkastik. “Kau pikir mereka sanggup berhadapan dengan ratusan preman bersenjata yang datang mengacau? Apakah mereka akan menggunakan kekerasan untuk mengusir mereka? Tidak, Will. Mereka akan bertindak sesuai hukum. Dan hukum tidak akan pernah cukup cepat untuk menghadapi dunia sepertiku.”

Cole bersandar, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih dingin. “Mungkin caraku ilegal, tapi berkat itu, tidak ada satu pun proyek kita yang tertunda. Will... kau terlalu percaya diri.”

Will membalas tatapan kakaknya dengan gelisah, namun berusaha menahan diri. “Aku hanya ingin membangun perusahaan ini dengan cara yang benar,” katanya lirih.

Cole tidak menjawab. Ia menoleh ke arah Julian yang berdiri di sisi ruangan.

“Julian, nyalakan rekamannya. Tunjukkan pada semua orang di sini.”

“Baik, Bos.” Julian menunduk lalu menekan tombol di remote. Layar televisi besar di dinding menyala, menampilkan rekaman video dari sudut tersembunyi.

Suasana mendadak sunyi. Semua mata tertuju ke layar. Dalam rekaman itu terlihat Will dan Sammy bertemu seorang pria di tempat gelap. Suara keduanya terdengar jelas.

“Ambil uang ini, dan rekam semua apa yang kakakku lakukan. Sebarkan agar semua orang melihatnya!” suara Will menggema di seluruh ruangan.

Kemudian disusul suara Sammy yang lebih tegas dan kejam,

“Aku ingin dalam dua hari ini, Cole diusir dari perusahaan dan ditahan!”

Begitu rekaman berhenti, ruangan itu menjadi hening—begitu hening hingga suara napas pun terdengar.

Wajah Will seketika pucat, matanya membulat tak percaya. Luwis terpaku di tempat, sulit menerima kenyataan yang baru saja ia lihat.

Para pemegang saham lainnya saling berpandangan, sebagian menggelengkan kepala, sebagian lagi menarik napas panjang dengan ekspresi ngeri.

Cole bangkit perlahan dari kursinya. Tatapannya menusuk langsung ke arah Will.

“Jadi... begini caramu melindungi perusahaan?” suaranya rendah, tapi setiap katanya seperti pisau.

Will tak sanggup menjawab. Tangannya gemetar di atas meja, sementara keringat dingin menetes dari pelipisnya.

“Aku adalah pemegang saham terbesar, dan kau berani menjatuhkanku dengan cara licik?” suara Cole menggema keras, membelah keheningan ruangan. Ia melemparkan sebuah berkas tebal ke meja rapat.

Prak!

Suara benturan keras itu membuat semua orang di ruangan terlonjak kaget.

Cole berdiri, berjalan perlahan di sepanjang sisi meja dengan langkah berat dan aura yang menekan. Tatapannya menusuk tajam ke arah Will.

“Walaupun aku hanya wakil direktur, kalau aku bersikap serakah, posisi direktur utama itu sudah lama bisa aku rebut, Will,” ujarnya tajam.

“Aku tidak tertarik merebut kursi, yang kuinginkan hanya satu — mengembangkan perusahaan ini.”

Ia berhenti tepat di depan Will, mencondongkan tubuhnya sedikit.

“Selama ini aku menggunakan orang-orangku untuk melindungi setiap proyek, memastikan semua berjalan tanpa hambatan. Dana kita aman, bisnis berkembang, tak ada satu pun proyek yang tertunda.”

Suaranya semakin berat dan penuh emosi.

“Tapi kau… memilih menjebakku, memanfaatkan skandal, agar aku diusir dan ditahan. Luar biasa.”

Cole tersenyum sinis. “Ternyata pengkhianat terbesar justru datang dari dalam. Katakan, Will Han, apakah tidak ada cara lain yang lebih elegan untuk merebut posisiku selain menjebakku?”

Will bangkit berdiri, menatap balik kakaknya dengan wajah tegang namun mencoba tenang.

“Selama ini aku tidak pernah setuju dengan caramu, Kak,” katanya tegas.

“Aku bukan preman, bukan gangster. Aku orang yang berpendidikan, dan aku ingin menjalankan perusahaan ini dengan cara yang bersih. Tanpa kekerasan, tanpa ancaman.”

Cole tertawa pendek—tawa sinis yang membuat bulu kuduk semua orang merinding.

“Dengan caraku yang ‘kotor’ itu,” katanya perlahan, mendekat, “apa perusahaan ini pernah mengalami kerugian? Apa satu pun proyek kita gagal? Apa ada mitra bisnis yang menarik diri? Atau... justru semua berjalan lancar?”

Ia menghentikan langkahnya di depan Will, menatap lurus ke mata adik tirinya itu dengan pandangan tajam penuh amarah.

“Kau bicara tentang idealisme, Will. Tapi dunia bisnis tidak bisa dijalankan dengan moral yang rapuh. Kadang untuk bertahan, kita harus kotor. Dan aku tidak menyesal memilih jalan itu.”

Udara di ruangan terasa semakin berat. Para pemegang saham hanya bisa saling berpandangan, tak berani berkata apa pun.

1
Annie
Annie
👌
nobita
akhirnya happy ending... makasih thor utk karya yang luarrr biasa apik ini.. sukses selalu utkmu👍
Pikachu: Terima kasih kak😍😍😍
total 1 replies
nobita
setegang hatiku
nobita
yang di khawatirkan orang tua ya seperti itu..
nobita
semakin seruuu... 👍
nobita
like like like
nobita
walau Lucy hanya ibu tiri... tapi sungguh sayang pada Lilian..
nobita
nekat juga nihh Cole
nobita
menegangkan... lanjutkan Cole
nobita
wahhh jadi pahlawan nihh Cole
nobita
benar kan katanya Cole... jalani aja pernikahan itu Lilian.. demi kamu dan keluarga mu
nobita
apa salahnya menikah dengan Cole... Lilian.. dia sangat menginginkan mu
nobita
emosiii jiwa
nobita
alur ceritanya yang wow gituu... seolah olah ngajak para readers masuk ke dalam cerita mu thor... mantapp👍😄
nobita
pemaksaan sekalee kamu Cole🤭
nobita
ooh ternyata Lilian tidak tau ya thor kalau dia menghabiskan malam itu dengan Cole
nobita
sudah cemburu aje niih Cole
nobita
lebih seperti itu kan Lilian... engkau dapat perlindungan dari Cole
nobita
nanti kamu akan bertemu lagi dengan Cole
nobita
tulisannya rapi thor ku suka👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!