Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.
Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.
Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.
Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?
Selamat Membaca💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33.
"Bukannya Grub N itu dulu dipimpin oleh mertua Rizky pah ?." Tanya Rizky.
"Hhmmiya betul, dulu Tama yang mengambil alih perusahan ayahnya itu ketika dalam keadaan pailit dan dia yang membereskan itu semua dan mengembangkan lebih besar dengan menggabungkan perusahan yang dirikan sendiri sehingga menajadi Grub N tersebut. "Jelas Roy, sambil memperhatikan kaca sepion dimobil putranya tersebut.
"Lalu kenapa sekarang Pak Nino yang mengendalikan perusahan tersebut ? bukan Sabrina yang..." Ucapan Rizky langsung dipotong oleh Roy.
"Rizky kau cereboh nak ! tambah kecepatan mobilmu ada yang mengikuti kita dari tadi !."
Mendengar itu Rizky melirik kaca sepionnya sekilas dan mengumpat dengan sangat keras.
"Berngsek siapa mereka !." Umpat Rizky dan menambah kecepatan mobil mereka dan mengelabui mobil yang sedang mengikutinya itu.
Sedangkan Roy sudah sibuk menghubungi seseorang untuk memintak bantuan. Dan Roy sudah mulai mencium gelagat seseorang yang sudah ia curigai dan tidak bisa dianggap main-main oleh dirinya karena bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan.
Bantuan datang dan lenyaplah mobil yang telah mengikuti mereka tersebut, Roy dan Rizky bukanlah orang yang sembarangan berani mengusik ketenangan mereka, tanggung dan terima yang akan mereka dapatkan.
Roy dan Rizky bukan sembarang orang akan menyerang lawan terlebih dulu, dia akan melihat pergerakan dari lawan terlebih dulu ketika lawan menyerang mereka membalas bertubi-tubi.
Mobil Lamborghini Veneno Roadster memasuki sebuah mansion besar, dimana didalam sudah Andra yang menunggu.
"Berngsek !!! Berngsek mereka !!!." Umpat Rizky setelah masuk kedalam.
"Tenanglah son, kendalikan emosi bukankah papah sudah mengajarkanmu banyak hal. Termasuk emosi mu itu !." Ucap Roy untuk mengingatkan anaknya.
"Tarik nafas lu bro !." Ucap Andra.
"Cari tau mereka Ndra !."
"Sebelum lu suruh udah gue lakukan !."
"Jadi apa tujuanmu membawa papah kesini Riz ?."
"Rizky mencurigai ada sesuatu yang tidak beres dengan keluarga Sabrina."
"Jelaskan secara detail."
"Kenapa Grub N itu dipegang oleh Bapak Nino ?! Kenapa Sabrina bisa dilantarkan oleh mereka ? Padahal yang berhak berkuasa itu semua Sabrina dan Syran ?."
"Apa kamu sudah mencari itu semua Andra ?."
"Sudah om dan Andra rasa om juga sedang mencari tau itu diam-diam."
"Apa-apaan ini !. Jadi papah sudah mencari tau itu semua sebelum Rizky mencurigainya."
"Jadi gini Riz, semenjak meninggalnya kedua orang tuanya Sabrina seluruh harta peninggal orang tuanya Sabrina dan Syran memang jatuh ketangan mereka berdua. Awalnya Syranlah yang menjalankan semua perusahan papahnya tersebut dia memegang alih walaupun masih diawasi oleh sekertaris papahnya dulu yaitu bokap gue dan omnya. Ya.. Bapak Nino itu, harta mereka itu akan menjadi hak milik mereka sepenuhnya ketika usia mereka 21 tahun atau 20 tahun. Namun saat itu perusahan dikendalikan penuh dan dipimpin Syran, namun tak berselang lama Syran kecelakan dan koma sampai sekarang akibat kecelakan tersebut sehingga Bapak Nino lah mangambil alih perusahan tersebut karena Wali sah mereka. Tapi sepertinya, setelah Syran kecelakan seluruh harta itu diambil oleh keluarga besar papahnya Sabrina dan Syran yang meninggalkan toko bunga itu dan rumah yang ditempati Sabrina dulu dan sedikit tabungan untuk biaya sekolahnya yang dia pakai untuk pengobatan Syran."
"Cepat atau lambat mereka akan melenyapkan kedua anak Tama. Dan itu, akan dimulai hari ini !." Kini Roy yang berbicara.
"Papah sudah mencari tau itu semua Rizky Andra."
...----------------...
"Apa ayahmu mengatakan sesuatu Andra ketika kamu menyakan hal ini ?." Tanya Roy.
"Tidak om, ayah menghindari pertanyaan ini dan mengalihkannya. Sehingga membuat Andra mencari taunya sendiri." Jelas Andra.
"Rizky paham sekarang ! Pasti meninggalnya mertua Rizky pasti ulah mereka dan komanya Syran juga ulah mereka juga !."
"Urusan ayahmu Andra biar om yang selesaikan, om tau dia menyimpan sesuatu."
"Sekarang kita harus mengembalikan apa yang harus dimiliki oleh Sabrina dan Syran." Ucap Roy.
"Dan sekarang pasti Nino sudah menargetkan Sabrina untuk disingkirkan." Ucap kembali oleh Roy.
"Berani menyentuh Sabrina sehalai rambut Sabrina saja, aku habasi mereka dengan tangan ku sendiri !."
"Awasi mereka terus ndra, jangan sampai mereka tau kalau dibalik ini semua ada kita !. Perketat semua pengaman untuk Syran dan Sabrina." Jelas Rizky.
"Ayok pah kita harus kembali ke rumah sakit sekarang, ada mamah dan istri Rizky disana." Ajak Rizky.
Rizky dan Roy pun berjalan keluar mansion yang mereka miliki itu, meninggalkan Andra yang sendri yang akan mencari tau yang harus mereka ketahui.
"Ayihhh ganggu aja lu Riz gue lagi enak enak ngedekati ayang bebeb yang dingin kaya es itu, kalo gini ceritanya gimana gue luluhi dia coba." Keluh Andra sambil berjalan kesalah satu ruangan yang disana.
Kini Sabrina sudah tidak menangis seperti tadi lagi, dia merasa agak sedikit tenang didalam pelukkan Rita yaitu ibu mertuannya yang tidak lain adalah sahabat dari Karina Munaf ibu kandungnya. Pelukkan itu hangat namun tak sehangat pelukkan mamahnya dulu.
Sambil mengusap-usap rambut menantunya dengan sayang menggunakan tangan kanannya dan tangan kirinya mengusap lembut punggung menantunya itu agar merasa tenang.
"Mah.."
"Iya nak."
"Sabrina.. takut..."
"Jangan takut sayang ada mamah disini, ada papah, dan tentunya ada suamimu. Kami selalu bersamamu sayang, kita harus terus berdoa agar Syran tidak terjadi apa apa kepada Syran."
Roy dan Rizky menyusuri lorong rumah sakit yang dikawal beberapa para pengawal mereka, kini Roy dan Rizky bersikap waspada karena mereka tidak tau kapan musuh akan menyerang mereka, lebih tepatnya adalah untuk menyerang Sabrina dan Syran tugas mereka adalah melindungi kakak beradik itu.
"Jangan sampai Sabrina tau masalah ini Rizky !." Ucap Roy.
"Baik Pah." Sahut Rizky.
"Papah sudah menyiapkan satu rencana untuk menyerang mereka dari dalam." Ucap Roy dan Rizky hanya melihat kearah Roy bertanya melalui tatapan matanya.
"Tugasmu tenangkan Sabrina hilangkan rasa sedihnya karena selama ini, dia sudah melalui banyak cobaan dan beban yang begitu berat." Jelas Roy.
"Rizky tau itu pah."
Mereka berduapun masuk kedalam ruangan perawatan Syran dan mendapati dua orang wanita duduk disana. Dengan setia Rita masih memeluk Sabrina menenangkan Sabrina, namun Rita melihat kearah pintu yang terbuka yang masuk adalah Anak dan suaminya.
"Dari mana ?." Tanya Rita lembut.
Sabrinapun melihat kearah Rizky dengan tatapan sendu, dan Rizky melihat itu berjalan kearah Sabrina dan mengulurkan tangannya untuk memegang telapak tangannya yang hangat agar menyalurkan kekuatan dari sana.
"Ada sesuatu yang harus papah urus berdua dengan putra kita tadi mah." Jawab Roy dan memberikkan kode kepada istrinya agar meninggalkan anak dan menantunya berdua.
"Sabrina mamah keluar sebentar nemanin papah kamu." Ucap Rita dan dijawab oleh Sabrina dengan anggukan kepala.
"Jaga anak perempuan mamah Rizky."
"Pasti mah."
Rizkypun duduk disebelah Sabrina dan memeluknya dengan erat dan mencium pucuk kepala istrinya dengan sayang.
"Sudah larut malam ayok kita pulang kerumah. Syran tidak akan kenapa kenapa, percaya padaku aku sudah menyuruh orang terpacaya untuk menjaganya. Jadi, ayok kita pulang sayang." Ajak Rizky dan Sabrina hanya menurut apa yang dikatakan oleh suaminya.
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤