NovelToon NovelToon
The Prince Woman

The Prince Woman

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: @Miss_Kha11

[CH 01-145 END]
Apa yang akan kau lakukan jika kau terjebak di dalam tubuh Putri Mahkota yang sangat dibenci oleh Sang Pewaris Tahta?

****

"Dimana ini?" Pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan kebingungan sang gadis menatap sekelilingnya, tempat itu begitu asing dan bisa ia bilang sedikit kuno.

"Nona sudah sadar?"

Gadis itu mengernyit kebingungan saat di depannya ada orang dengan pakaian kuno.

"Apakah kita sedang syuting drama kolosal?"

Gadis itu kebingungan, pasalnya hal terakhir yang ia ingat adalah terjun ke danau karena menghindari ibunya. Ia kira ia sudah mati tetapi jika mati tidak mungkin ia masih bisa bernafas dan bertemu dengan manusia juga bukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 33: Eomma-Mama

"Silahkan Mama ini makanan anda"

Pelayan itu dengan telaten memindahkan makanan dari nampan ke atas meja. Sedikit menyeretnya takut karena melihat junjunganya dengan wajah marah.

"Haiss, sudah kubilang ingin makan nanti, cepatlah bawa pergi ini"

"Ye Mama"

Pelayan itu dengan cepat kembali mengabil mangkuk mangkuk kecil dan menatanya kembali di nampan. Pergi manit undur diri dengan membungkukan badan lalu hitang dibaling pintu. Wanita itu, Naeri karena masih dongkol dengan kedatangan Haerin tadi ia beranjak untuk keluar mencari udara segar. Perlakuan Haerin tadi sungguh menengelamkan seluruh harga dirinya.

Belum sempat Naeri beranjak mengeser pintu sayup sayup ia mendengar beberapa dayang di depan kediamanya tengah bergosip.

"Sudahlah nanti Ui-Bin Mama mendengarnya"

"Tapi aku merasa kasihan padanya, sekarang sudah tidak dilirik Jeonha dan hanya tinggal disini tidak pernah sekalipun diajak ke istana utama"

"Sudah sudah nanti kalian dimarahi"

Naeri tidak jadi menggeser pintu ia lebih memilih untuk pergi tidur saja. Hatinya sangat sakit, begitu buruk nasibnya hingga para dayang membicarakanya. Bukan keinginanya dari awal untuk menjadi sejahat ini dengan merebut tahta Ratu tapi penolakan dari Hwan dan juga keinginanya diakui perlahan membekukan hatinya. Naeri sadar jika ini salah tetapi ia sudah terlanjur melangkah begitu jauh tidak ada jalan lagi untuk kembali. Berbagai rencana ayahnya sudah disusun dengan baik tidaklah mungkin ia tinggalkan begitu saja.

LITTLE PEONY

Jaeyoon membuka matanya pagi pagi dan melihat Haerin sudah berada di sampingnya. senyuman hangat Haerin menyambut paginya. Jaeyoon langsung bangkit dan memeluk Haerin. Betapa ia menyayangi orang yang selalu membela dan mengasihinya itu. Ia berandai bagaimana jika Haerin saja yang menjadi ibu kandungnya. Yah, tapi lagi lagi itu hanyalah hayalan semata.

"Cuci mukamu dan makan ne"

"Ne"

Bocah kecil itu berlari untuk menuruti apa yang dikatakan Haerin. Setelahnya ia beranjak untuk mengahampiri Haerin.

"Cha makanlah, dayang yo sudah memasak banyak sekali untuk Jaeyoon-ie"

Jaeyoon mengangguk lalu beralih menyantap beraneka ragam hidangan di meja kecil itu. Andaikan setiap pagi ia mendapatkan sambutan seperti ini, kasih sayang dan juga perhatian yang penuh dari Sang ibu. Tapi nyatanya hanyalah bentakan dan amarah yang setiap hari ia terima dari ibunya.

"Apakah Abba-Mama tidak marah Jik Eomma-mama disini?"

"Tentu saja tidak, Eomma sekarang tengah bersama Jaeyoon-ie, tidak mungkin Jeonha marah"

Jaeyoon memeluk erat Haerin.

"Jae sayang Eomma-mama"

"Too Baby"

Jaeyoon mengeryit dengan apa yang diucapkan Haerin. Kalimat aneh yang sebelumnya tidak pernah ia dengar.

"Bahasa apa yang Eomma-mama katakan?"

Haerin reflek memegangi mulutnya, pada jaman ini tentu saja budaya barat belum masuk ke korea, mana ada yang paham dengan bahasa ini terlebih anak kecil seperti Jaeyoon.

"Tidak sayang lupakan saja"

"Ne"

"Bukankah Jaeyoon-ie sebentar lagi akan belajar dengan pengajar Yoo?"

"Ne Eomma-mama"

"Marilah Eomma-mama akan mengantar Jaeyoon-ie pulang"

Jaeyoon menggeleng.

"Mengapa? Marilah Jae harus membersihkan diri lalu menganti baju"

"Jae takut"

"Hei disini ada Eomma yang siap melidungi Jaeyoon, jadi tidak perlu takut"

"Jae ingin disini saja"

"Jaeyoon-ie anak kesayangan Eomma tidak boleh jadi anak nakal, marilah Jaeyoon harus belajar jika tidak nanti Abba-Mama bisa marah"

Jaeyoon mengangguk, Setakut apapun ia pada Naeri tetapi ia lebih takut jika Ayahnya marah itu berkali kali lipat lebih menyeramkan.

LITTLE PEONY

"Ada apa Naeri, mengapa pagi pagi kau sudah ada disini?" Tanya Tabib Han karena jika ingin bertemu Putrinya itu pasti yang memanggilnya tapi sekarang ia datang sendiri.

"Ayah, percepatlah rencana itu aku sudah tidak sabar lagi"

"Sabarlah Putriku, perlu beberapa catatan yang perlu dipalsukan untuk menjatuhkan menteri Song"

"Tapi ayah, aku sudah lelah aku ingin segera menjadi Permaisuri"

Tabib Han menghela nafas panjang ia tidak bisa berbuat jauh selain menunggu Menteri San. Menteri San yang bertugas secara sembunyi untuk memalsukan beberapa lembaran dari Menteri Song.

Sementara itu menteri San tengah berada di kantor kehakiman ia akan meminta cap. Ia meminta cap pada dokumen palsu. Dokumen pembangunan proyek di Jeolla yang ditangani oleh Menteri Song, ia akan membuat seolah jika menteri Song melakukan korupsi besar dalam proyek itu dan menunjukanya pada Raja. Sudah dengan susah payah mencari kertas kertas yang kini berada di tanganya dan akan dengan mudahnya meminta cap karena ia memiliki teman dekat yang berada di kehakiman dan akan selalu mendukungnya.

Setelah sampai di sana ia terkejut karena tidak mendapati kang Hyuk yang merupakan teman dekatnya.

"Siapa kau dan dimana Kang Hyuk?" tanyanya begitu melihat kursi kang Hyuk diduduki oleh orang asing yang terlihat masih muda.

"Saya Hakim baru mengantikan Sonbaenim"

"Bagaimana bisa dia tidak bilang padaku"

"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya hakim itu dengan sopan, ia adalah Nam Woo Hyun. Baru beberapa hari menjabat hakim tapi sudah mengenal banyak orang, dan tentu saja tugasnya sebagai hakim turut mengawasi kejanggalan para pejabat istana.

"Berikan cap pada lembaran ini" Menteri San menyerahkan beberapa lembar dokumen.

Woo hyun mengambil alih dokumen itu dan membacanya dengan saksama. Dahinya mengernyit karena merasa aneh. Dokumen itu berisi tentang pekerjaan di Jeolla, ia bukanlah orang bodoh sekalipun baru di istana tapi setidaknya dia tahu siapa orang di depanya. Menteri San bukanlah orang yang memegang proyek itu dan tidak mungkin ia begitu saja memberikan pengesahan dokumen berupa Cap itu.

"Maaf saya tidak bisa"

"Ini pekerjaanku"

"Biarpun saya baru, tapi saya tidak bisa dibodohi" Woo hyun memutar bola matanya malas, apa gunanya belajar sampai Qing jika beginu saja ia dibodohi. Tidak semudah itu tentunya.

"Kau?"

"Bukankah ini kejahatan? Lalu anda sendiri menyerahkan diri anda kepada seorang hakim"

Menteri San mengepalkan tanganya, ia telah salah orang. Ia kira hakim baru itu masih muda dan mudah untuk ia bodohi tapi ternyata ia salah.

"Hais, jangan berani bertindak apapun anak muda. Aku tidak sendiri aku akan dengan mudah jika ingin menghancurkanmu"

"Sebenarnya saya tidak ingin ikut campur, tapi bukankah tugas saya memang mengadili orang jahat di istana. Lalu jika saya diam saja melihat anda seperti ini apa gunanya saya menjadi hakim?"

"Lihat saja jika kau berani melapor ke Hakim kepala maka detik itu juga kau akan mati"

1
Maya Audina
thor..aku dah mengulang ke sekian, aku kangen haerin&hwan😍
Khalisa: waaa makasihhh kak sudah mampir lagii😍
total 1 replies
arfan
up
Nanik Lestari
Membosankan
Nanik Lestari
Dari awal cerita cengeng
Nanik Lestari
Terlalu naif bodoh apa Oon
Nanik Lestari
cengeng
Nanik Lestari
Nangis lagi, ya ampun
Nanik Lestari
Goblok
Nanik Lestari
Orang modern tapi cengeng
Nanik Lestari
lemah semua perempuan nya
Maya Audina
aku sudah dua kali baca Thor..aku suka kangen sama Hwan &haerin
Nuzlie🎭eiLzun
aku juga tidak mencintai siapa2 d dunia ini.. kerna itu mencari cerita cinta d sini wkwkwkwkw
Nuzlie🎭eiLzun
sayanya ga skip thorr.. tapi.. bacanya laju🤭🤭
Minarni Saranani
aq bingung pilih yg mana 😁
Khalisa: hehe jangan bingung kak 🤣😁
total 1 replies
Tien Kumalasari
bagus..
Khalisa: Termina kasihhh 🙏😍
total 1 replies
Selamet Kabu
ff CC ffuhyili
Susan Elga Pontoh
keren
Mien Mey
serasa nontor dakor🤗
Jamilah Bee
coba haerinx punya kelebihan gitu,, jago beladiri kh,, pintar politik
Amrih Ledjaringtyas
thor senja di kahuripan tdk ada di pencarian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!