"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Lirikan mata
"Tolong, ini kita harus segera membawa Pak Roni ke rumah sakit atau memberikan pertolongan secepat mungkin." Rehan dan juga Yoto menggotong tubuh pria itu.
"Alhamdulillah sudah ketemu!" Pak RT sangat senang karena Pak Roni telah berhasil di temukan oleh mereka.
"Ini pasti sudah terminum air juga sehingga dia tidak sadarkan diri seperti ini, kita harus mengeluarkan air yang ada di dalam tubuh dia." Gito langsung bergerak untuk menolong Pak Roni.
"Angkat kaki dia ke atas dan bantu memegangi tubuh biar air yang ada di dalam perut segera keluar." Yoto bergerak cepat dan membantu juga agar tidak ada yang sampai celaka lagi.
"Ya Allah tolong bantu kami agar nyawa Pak Roni masih bisa untuk diselamatkan." Pak RT juga berdoa karena dia turut kasihan kepada Pak Roni ini.
"Sudah ketemu mayat yang hilang itu ya?!" Nolan agak berlari karena dia ketinggalan tadi.
"Bukan, ini malah ada orang yang baru tenggelam dan segera di temukan tadi bersama dengan mereka." Bambang masih sempat menjelaskan kepada Nolan.
Mendengar pria ini belum lama tenggelam makan Nolan juga segera bergerak untuk membantu sehingga nanti bila memang di restui oleh Allah maka Pak Roni masih bisa selamat, tubuh Pak Roni di jungkir balik dan bagian punggung di tepuk-tepuk agar air itu segera keluar.
Walau wajah Pak Roni sudah pucat dan kemungkinan dia memang bila tidak segera di tolong maka bisa saja akan segera meninggal dunia, namun para tetangga tidak putus asa dan mereka berusaha keras untuk tetap membantu agar pria ini bisa selamat dan hidup kembali seperti sedia kala.
Kasihan bila mengingat bagaimana perjuangan Pak Roni ini, dia tetap nekat mencari ikan hanya karena keluarga yang kekurangan dan bila tetap dia tidak mencari ikan di sungai itu maka seluruh keluarga akan kelaparan karena mereka sudah tidak memiliki uang untuk membeli beras atau lauk pauk untuk di makan lagi.
"Sambil di beri nafas buatan Ndak sih?" Gito terus berusaha.
"Coba kasih, biar kami yang menepuk saja." suruh Nolan.
"Ih kok malah aku, ya enggak mungkin lah." tolak Gito pula.
"Dasar kau itu cuma bisa bilang saja, kalau di suruh malah tidak mau!" rutuk Nolan.
"Tekan bagian dada nya seperti ini, aku akan mengalirkan kekuatan agar dia bisa mendapat kejut." Arini mendekati Nolan yang sibuk itu.
Karena posisi yang begitu dekat sehingga aroma wangi di tubuh Arini bisa di cium oleh Nolan, seketika pria ini menoleh sesaat dan memperhatikan wajah cantik gadis tersebut sehingga Arini pun menyadari bahwa Nolan tidak paham dengan apa yang dia katakan.
"Cantik sekali." lirih Nolan tanpa sadar sambil menatap mata Arini.
"Siapa yang cantik, Mas Nolan?!" Pak RT bingung karena sekarang tidak ada wanita di sekitar sini.
"Hah!" Nolan kaget dan dia langsung reflek membuang muka.
"Aku bilang kau itu bersiap agar aku bisa memberikan kejutan kekuatan untuk dia, malah apa yang kau pikirkan itu!" Arini langsung marah kepada Nolan.
Karena sudah kena omel dari Arini maka Nolan hanya bisa mengangguk dan dia bersiap agar Arini bisa memberikan kejut kekuatan kepada Pak Roni ini, sebab bila hanya di jungkir balik seperti itu maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama. nanti justru akan beresiko membuat Pak Roni tidak bisa untuk di selamatkan lagi.
Arini mengumpulkan kekuatan yang ada di dalam tangan dan segera menyentuh dada Pak Roni agar pria itu segera tersadar, sebab sekarang ini pasti jantung dia berhenti untuk sesaat karena sudah terisi dengan banyak air. mereka semua sangat berharap bahwa Pak Roni masih bisa selamat, sungguh kasihan keluarga yang dia tinggalkan bila nanti tidak bisa untuk kembali dengan keadaan masih bernyawa.
Dreeeeeet.
"Ueeek." Pak Roni langsung menunjukkan gelagat akan segera tersadar.
"Nah Ayo tepuk seperti itu lagi karena dia sudah mau sadar itu." Bambang girang karena mengira dia bisa membuat Pak Roni bangun.
"Huh dia pikir dirinya yang bisa membangkitkan pria, dasar RT tidak berguna!" rutuk Arini kesal sendiri.
"Ayo cepat tepuk lagi biar air nya banyak yang keluar." suruh Gito antara panik dan senang juga.
"Aaaaah dada ku sesak sekali, pandangan ku terbalik." lirih Pak Roni.
"Cepat suruh mereka menurunkan tubuh dia." Arini menyenggol bahu Nolan.
Nolan kembali berdesir tidak karuan karena bersentuhan dengan gadis cantik itu dan dia sendiri tidak mengetahui apa yang telah terjadi sehingga sampai memiliki perasaan aneh ini kepada Arini, padahal sebelumnya tidak pernah dan kepada member lain juga dia tidak pernah merasakan perasaan yang seperti sekarang ini.
"NOLAN!" Arini membentak kasar.
"Ah iya." Nolan kembali sadar dari keterpakuan nya.
"Gila ya bocah ini, dari tadi kok cuma melongo saja." kesal Arini.
"Turun kan sekarang mayat Pak Roni, dia sudah sadar itu." suruh Nolan agak gugup juga.
"Kok mayat, Mas Nolan!" Pak RT dan yang lain juga bingung.
"Tubuh, maksud ku tubuh Pak Roni." Nolan segera revisi kata.
Mereka segera menurunkan tubuh Pak Roni agar pria itu bisa duduk dengan benar dan tidak terjungkir lagi, sebab sekarang dia sudah sadar dan bisa melihat keadaan sekitar dengan benar setelah di beri kejut kekuatan oleh Arini tadi.
Arini masih memperhatikan Nolan yang terlihat begitu gugup dan seolah tidak bisa bersikap seperti biasa, sudah ada rasa takut di dalam hati gadis ini bila nanti Nolan justru jatuh cinta kepada dia dan maka pasti akan timbul pertengkaran yang begitu luar biasa di antara Nolan dan juga Jalak.
Siluman ular ungu kekasih dari Arini itu sangat tidak bisa bila melihat kekasih dia di lirik oleh orang lain, apa lagi ini Nolan dan kebetulan Jalak kurang menyukai Nolan karena dia menganggap Nolan begitu tidak bisa berubah dengan baik seperti dia dulu saat masih menjadi siluman jahat.
"Aku di bawa hantu air? apa memang aku di bawa hantu air." Pak Roni saja sampai ragu dan dia bertanya kepada semua orang.
"Iya benar, sampeyan di bawa oleh siluman yang ada di dalam air itu namun berhasil di tolong oleh Mas Arya dan Mbak Purnama." jelas Pak RT.
"Ya Allah." Pak Roni memegang dada yang masih terasa sesak.
Ada rasa lega di dalam hati karena dia masih bisa selamat dan melihat dunia ini, bila saja tadi hari ini tidak turun tangan untuk menangani Pak Roni maka pastilah orang tua ini akan segera meninggal dan hanya mayat saja yang pulang ke rumah.
Selamat siang menjelang sore besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
Hendra hatinya lembut JD ga tegaan walopun sama musuh😌