NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Dua insan yang tidak pernah akur

Keanu masuk ke dalam kamarnya, dan ia mendapati Anindia yang sedang belajar di sofa. Tanpa senyum dan sapa, Keanu pun masuk dan langsung melangkahkan kakinya ke arah balkon.

Keanu berdiri di pinggiran balkon, memandang kosong ke kejauhan. Ia merasa tidak ada kebebasan lagi setelah ini, hidupnya benar-benar dikekang mulai hari ini. Tidak ada lagi balapan, tidak ada lagi tawuran, yang ada hanya keterpaksaan untuk menjaga Anindia.

"Sial," umpatnya sembari menendang pagar pembatas balkon.

Anindia yang fokus pada bukunya pun langsung menoleh ke arah Keanu, merasa tidak mengerti dengan suaminya itu. Anindia menghela nafas sejenak, lalu memutuskan untuk menghampiri Keanu. Ia berdiri dengan jarak yang cukup jauh dari Keanu dengan pandangan yang juga tertuju ke kejauhan.

"Aku minta maaf," ujar Anindia yang mengucapkan kata maaf yang entah untuk apa.

"Ngapain lo minta maaf? Semua ini terjadi gara-gara lo," ujar Keanu dingin tapi ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa ia sedang marah saat ini.

Anindia menghela nafas panjang, ia tahu bahwa Keanu selalu saja menyalahkan dirinya. Tapi bisa-bisanya Anindia meminta maaf kepada Keanu meskipun bukan kesalahannya.

"Seharusnya kamu bisa belajar dari semua kesalahan kamu, Keanu. Cobalah sesekali introspeksi diri, jangan selalu menyalahkan orang lain. Semua ini juga terjadi karena kecerobohan kamu sendiri," ujar Anindia berusaha menasihati.

"Berisik! Tau apa lo tentang gue, hah?!" Ujar Keanu sedikit meninggi sambil menoleh ke arah Anindia dengan tatapan tajam.

Anindia hanya menggelengkan kepalanya, merasa bahwa Keanu sangatlah keras kepala. Ia pun tidak tahu apakah ia bisa bertahan pada pernikahan paksa ini atau justru kebalikannya. Tanpa kata lagi, Anindia pun langsung berbalik pergi meninggalkan Keanu sendirian.

"Tunggu!"

Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba Keanu memanggil dirinya, membuat langkah Anindia kembali berhenti. Anindia menoleh dan mendapati Keanu yang menatapnya dengan tatapan dingin, seakan bisa menembus jiwa Anindia yang melihatnya.

"Iya?" Ujar Anindia.

"Gue cuma mau bilang, mulai hari ini lo ada di bawah pengawasan gue. Jangan kepedean, ini permintaan dari Papa sebagai hukuman buat gue," ujar Keanu dengan nada penuh keterpaksaan.

"Siapa juga yang kepedean? Aku juga gak ngarep kok," ujar Anindia dengan nada ketusnya.

Mendengar perkataan Anindia, Keanu merasa semakin frustasi. Baru dua hari saja ia merasa seperti sudah bertahun-tahun, dan ia tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya kedepannya dengan istri yang serasa musuh ini. Ya, meskipun Keanu selalu menganggap Anindia sebagai musuh sebelumnya.

"Ingat ya, gue cuma terpaksa. Jangan sampe lo jatuh cinta sama gue. Gue sih ogah jatuh cinta sama lo," ujar Keanu mengingatkan tentang hal yang sama.

Mendengar hal itu, Anindia langsung berkacak pinggang merasa aneh dengan penuturan Keanu. Ia sendiri juga berharap bahwa tidak ada cinta di antara mereka, kalaupun itu terjadi sudah pasti mereka akan selalu bertengkar. Ya, setidaknya begitulah yang Anindia pikirkan saat ini.

"Aku juga gak berharap cinta dari kamu, Keanu! Pernikahan ini terjadi juga karena kamu, tau gak sih?!" Ujar Anindia dengan nada kesalnya.

"Masih bahas itu?" Ujar Keanu dengan nada yang terdengar malas.

Anindia yang berkacak pinggang, kini justru menurunkan tangannya lalu menggenggam erat tangannya, seakan ia ingin menyerang Keanu saat ini juga.

"Ihhhh! Kenapa sih aku harus ketemu sama cowok kayak kamu? Udahlah ngeselin, rese, tengil lagi!" Ujar Anindia yang merasa geram.

Seakan tidak terima dengan perkataan Anindia, Keanu pun langsung melangkah lebih dekat bahkan membuat tubuh mereka hampir bersentuhan. Tatapan tajam Keanu tidak membuat gentar Anindia yang benar-benar merasa kesal saat ini.

Dari tatapan keduanya saja sudah menunjukkan adanya perselisihan yang kuat di antara mereka. Bahkan, masalah kecil pun bisa menjadi seluas samudera jika keduanya sudah berselisih seperti ini.

"Berani lo ngatain gue?" Ujar Keanu dengan nada dinginnya. "Terus lo apa? Bawel, cerewet, galak lagi, iya?!" Lanjutnya yang tidak mau mengalah.

Anindia menatap Keanu dengan tatapan yang semakin tajam. Tubuhnya yang mungil membuatnya terpaksa mendongak untuk melihat Keanu yang bertubuh tinggi. Ekspresi kesalnya terlihat jelas di wajah cantik Anindia. Tapi Keanu tidak peduli, karena ia tidak ingin kehilangan citra jiwa pemberontak nya di depan musuh berkedok istri itu.

"Heh Keanu! Sejak awal ketemu sama kamu aja di SMA kamu tuh selalu aja buat aku naik tensi. Bisa gak sih sehari aja biarin aku tenang?" Ujar Anindia meluapkan rasa kesalnya.

"Yang ada lo yang buat gue selalu naik tensi. Semenjak kenal lo apes banget hidup gue tau gak!" Ujar Keanu yang lagi-lagi tidak ingin mengalah.

"Kamu tuh yang nyebelin!" Ujar Anindia yang tidak ingin mau mengalah juga.

Di bawah teriknya matahari, mereka terus berdebat mengutarakan pendapatnya yang menurut mereka benar adanya. Tidak ada yang mau mengalah di antara mereka, keduanya sama-sama mengedepankan ego masing-masing.

Baik Anindia maupun Keanu merasa bahwa pernikahan ini sangatlah menekan batin mereka. Mereka menikah bukan hanya karena sebuah kesalahpahaman, melainkan karena keterpaksaan untuk menghilangkan fitnah yang menimpa keduanya.

Dua insan yang tidak pernah akur, kini diharuskan untuk bersatu di dalam ikatan yang suci. Tanpa adanya cinta, tanpa adanya kasih sayang, yang ada hanya sebuah perselisihan yang tidak memiliki akhir.

Mulai saat itu juga, mereka dipaksa untuk tinggal bersama dan tidur di dalam satu kamar yang sama. Bahkan, mereka dituntut untuk berbagi segala hal yang dulunya tidak pernah mereka bayangkan untuk berbagi dengan orang lain.

Anindia dan Keanu, dua insan yang memiliki kepribadian yang sangat berbeda, kini harus belajar untuk hidup bersama dan menerima kenyataan bahwa mereka telah terikat dalam ikatan pernikahan.

Keanu yang selama ini terkenal sebagai badboy dan hidup dalam kebebasan, kini harus menerima kenyataan bahwa ia sekarang sudah mempunyai seorang istri. Begitu juga dengan Anindia yang terkenal kalem dan pintar, kini harus dihadapkan kenyataan bahwa ia sudah menjadi istri dari seorang pria yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Capek debat sama kamu, tau gak!" Ujar Anindia sembari menghela nafas kasar.

"Gue lebih capek lagi ngadepin istri kayak lo!" Ujar Keanu tidak mau kalah.

Tanpa ingin berdebat lagi, Anindia pun memutuskan untuk kembali ke dalam kamar dan membuka kembali bukunya. Ia merasa bahwa tugas sekolahnya jauh lebih menarik daripada harus berurusan dengan Keanu yang tidak pernah ada ujungnya.

Anindia kembali ke sofa, ia kembali membuka buku yang sempat ia tinggalkan tadi. Setelah menenangkan diri, Anindia berusaha untuk mencerna soal tugas di dalam bukunya itu.

Sementara Keanu, ia yang merasa sudah sangat kesal saat ini memutuskan untuk pergi ke kolam renang rumahnya. Dengan harapan air kolam yang segar dapat mengurangi rasa kesalnya saat ini.

Keanu masuk ke dalam kamar, membuka lemari dan mengambil sebuah handuk. Tanpa aba-aba, tiba-tiba saja Keanu membuka bajunya, membiarkan tubuh bagian atas terekspos begitu saja memperlihatkan tubuhnya yang atletis.

Anindia yang tidak sengaja melihat itu dari ujung ekor matanya, langsung menutup matanya dengan buku. Ia tidak menyangka bahwa Keanu tiba-tiba saja bertindak seperti itu di depannya.

"Keanuuu!! Apa-apaan sih?! Ngapain buka baju di situ?!" Ujar Anindia sambil menutup erat matanya.

"Apaan sih?! Suka-suka gue lah, ini juga kamar gue. Lagian gue suami lo, emang salahnya dimana?!" Ujar Keanu dengan nada galaknya.

Mendengar perkataan Keanu, Anindia langsung terdiam tanpa kata. Ia lupa bahwa ia sudah menikah dengan Keanu. Tapi tetap saja, Anindia belum siap bahkan tidak siap sama sekali untuk melihat sesuatu yang lain dari Keanu.

"Terserah ihh! Yang jelas jangan buka baju di situ!" Ujar Anindia.

Keanu hanya mendengus kasar, lalu melangkah keluar dari kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun. Karena rasa kesal dan emosinya, Keanu yang ingin menendang meja justru membuatnya berakhir dengan jatuh tersungkur.

Gubrakkk!!

"Ini lagi meja! Ngapain di situ coba?!" Ujar Keanu memarahi benda yang tidak bersalah itu sambil bangun dari posisinya.

Mendengar itu, Anindia melonggarkan sedikit buku dari matanya. Ia mengintip sedikit ke arah Keanu, tanpa sadar ia pun tersenyum sedikit berusaha menahan tawanya. Ia merasa bahwa Keanu memiliki sisi lain yang membuatnya merasa lucu.

"Ngapain lo? Mau ketawain gue?" Ujar Keanu dengan nada dinginnya.

"Enggak kok, pede banget!" Ujar Anindia yang terdengar seperti biasanya, meskipun hatinya sedang tertawa saat ini.

Keanu pun langsung melangkahkan kakinya. Sejujurnya ia merasa malu. Tapi karena tidak ingin kehilangan muka di depan Anindia, Keanu pun menyembunyikan rasa malunya dengan sikap dinginnya.

Sementara itu, Anindia mencoba untuk kembali menenangkan dirinya. Ia kembali bersikap santai seolah kembali membaca buku di hadapannya. Tapi, setelah Keanu menghilang dari pandangan, seutas senyum pun terukir di wajahnya. Ia merasa bahwa Keanu tidaklah terlalu menyebalkan seperti dugaannya, tapi Keanu justru mempunyai sisi lain yang membuat Anindia merasa geli sendiri.

"Dasar Keanu," gumamnya lirih pada dirinya sendiri sambil menggeleng singkat.

Di kolam renang, Keanu menghela nafas sejenak. Ia merasa perdebatan dengan Anindia tidak akan pernah ada habisnya, terlebih keduanya sama-sama keras kepala.

Keanu memang sedang merasa kesal, tapi ketika melihat tawa yang tertahan dari Anindia membuat hatinya merasa hangat. Tanpa sadar, seutas senyum miring namun tulus terukir di wajahnya, seakan baru menyadari akan kecantikan Anindia.

Tersadar dari lamunannya, Keanu pun langsung menggelengkan kepalanya dan kembali ke ekspresi datarnya. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung melompat masuk ke dalam air kolam yang menyegarkan.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Malam hari setelah selesai makan malam bersama keluarga Bramantyo, Anindia dan Keanu kini berada di dalam kamarnya. Mereka berdua duduk saling memunggungi satu sama lain, seakan masih menunjukkan permusuhan yang kuat.

Meskipun mereka sempat merasakan sisi lain dari keduanya, tapi itu hanya sejenak. Mereka pun kembali ke sifat awalnya yang cuek dan acuh tak acuh. Suasana hening tanpa kata, yang terdengar hanya detik jam dinding di kamar itu.

"Tidur sana, udah malem," ujar Keanu tiba-tiba dengan nada dinginnya.

"Iya," jawab Anindia singkat, tapi ia tidak bergerak untuk tidur.

"Gue heran ya sama lo. Kenapa lo itu keras kepala banget?" Ujar Keanu kemudian.

"Kamu gak nyadar apa kalo kamu itu jauh lebih keras kepala dari aku?" Ujar Anindia yang masih memandang ke arah tembok.

Seakan terkena kata-kata Anindia, Keanu pun langsung berpura-pura sibuk dengan ponselnya. Ia tidak menjawab apa-apa selain satu kata singkat, 'oh'. Sementara Anindia yang mendengarnya langsung menghela nafas panjang, ia baru menyadari bahwa dirinya sedang berbicara dengan orang paling menyebalkan sedunia.

Dengan posisi saling memunggungi, keduanya terlihat masih membatasi diri. Jika kebanyakan pengantin baru menghabiskan waktu malam berdua, berbeda dengan sepasang pengantin baru ini yang terlihat seperti 'Tom and Jerry'.

Di bawah lampu kamar yang terang benderang itu, keduanya justru merasa seperti sedang berada di balik jeruji besi. Dimana tidak ada kebebasan bagi keduanya.

Anindia yang merasa lelah, langsung membaringkan tubuhnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Keanu. Ia memeluk bantal guling dan berhadapan langsung dengan tembok di depannya.

Keanu pun melakukan hal yang sama, ia membaringkan tubuhnya dengan posisi yang masih membelakangi, dengan posisi yang menghadap ke arah sofa.

"Gapapa kan gue tidur di sini?" Tanya Keanu dengan nada dinginnya.

"Iya, ini kan kamar kamu." Ujar Anindia yang tidak bisa melarang Keanu untuk tidur di sebelahnya, terlebih kamar ini bukanlah miliknya.

Tidak ada percakapan apapun lagi di antara mereka. Dengan posisi saling membelakangi, keduanya memejamkan matanya. Mereka membiarkan diri tenggelam dalam pikirannya masing-masing, sebelum akhirnya terlelap dalam tidur nyenyak di dalam kamar yang sama.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!