Silla gadis muda yang terpaksa harus menikah muda di harus kan menjalani berbagai macam cobaan hidup yang begitu berat demi mendapatkan cinta,,akankah Silla bisa bertahan atau menyerah dengan keadaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anma Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketua OSIS
Dua hari berlalu tidak ada satupun yang membahas kejadian Wulan kesurupan saat kemah.Entah apa penyebabnya tidak ada yang tahu.Seolah ingatan mereka semua terhapus atau mereka enggan untuk membicarakannya tidak ada yang tahu pasti.
Padahal masing-masing diantara mereka masih ingat betul kejadian menegangkan itu . Apalagi yang ikut dalam mengembalikan cincin di sungai tak ada yang membahas kejadian itu karena takut akan ancaman Nyai Ratu Roro Kidul.
Tibalah saatnya pengumuman siapa saja yang menjadi anggota OSIS inti atau anggota saja.
Sebelum acara pengumuman ini bapak kepala sekolah sudah mengumpulkan semua guru tanpa terkecuali untuk membahas siapa yang menjabat OSIS.
Ternyata selain dari nilai yang unggul para guru mata pelajaran dan guru pendamping OSIS banyak yang mendukung Silla.
Melihat reaksi para guru saat bapak kepala sekolah menyebutkan Silla dengan nilai paling tinggi para guru malah langsung mengajukan Silla menjadi ketua OSIS bapak kepala sekolah hanya tersenyum.
Kata para guru tidak masalah kalau ketua OSIS diambil dari kelas X.Menurut mereka siapapun yang nilainya paling tinggi dia lah yang berhak menduduki posisi yang tinggi.
Tanpa perlu perdebatan keputusan sudah ditetapkan Silla sebagai ketua OSIS.Besok setelah selesai upacara hasilnya akan dibacakan oleh bapak kepala sekolah.
Silla yang menjadi bahan pembicaraan para guru tidak sedikitpun berfikiran kalau dia yang akan menjabat sebagai ketua OSIS.Sudah ikut menjadi anggota biasa bukan inti saja itu sudah lebih baik.
Di sekolah Silla ini memang semua yang ikut OSIS diambil dari nilai tes bukan asal dia populer atau cantik dan ganteng .
Makanya bisa menjadi OSIS adalah kebanggaan tersendiri karena dengan begitu kepandaiannya diakui sekolah.
Tepat di hari senin usai upacara bendera sengaja tidak langsung dibubarkan tetapi mereka semua masih dikumpul di lapangan untuk mendengarkan hasil pengurus OSIS.
"Baik,,, dengarkan semuanya,hari ini adalah hari pengumuman siapa saja yang menjadi pengurus OSIS.Apapun hasilnya kita sebagai guru mengambil dari nilai terbaik."kata bapak kepala sekolah.
Terdengar berbagai macam bisik-bisik para siswa mencoba menebak siapa saja yang bakalan menempati posisi ketua OSIS.
Banyak juga yang menebak dan mendukung Silla jadi ketua OSIS.Walaupun jarang yang menjadi ketua OSIS dari kelas XI tapi kali ini mereka yakin Silla yang menang.Pesona Silla memang tidak diragukan lagi.
"Saya harap tenang dulu jangan ada yang berisik,,atau ada yang mau menggantikan saya berbicara di depan sini??". Interupsi bapak kepala sekolah.
Karena banyak yang berbisik-bisik menjadikan suasana agak berisik jadi bapak kepala sekolah mencoba menenangkan para siswa.Dan sontak semua langsung diam takut disuruh berdiri di depan menggantikan bapak kepala sekolah.
Bapak kepala sekolah ini dikenal tegas dan disiplin jadi semua tidak ada yang berani berbicara takut disuruh maju beneran.Mereka tahu ini bukan sekedar ancaman tapi jika masih ada yang berisik pasti disuruh maju beneran.
"Saya hanya akan mengumumkan siapa yang menjadi ketua OSIS saja untuk wakil dan sebagainya bisa dilihat di papan mading.Jika saya mengumumkan semua bisa kering kalian semua di lapangan". bapak kepala sekolah mencoba mencairkan ketegangan para murid menanti siapa ketua OSIS nya.
"Ketua OSIS tahun ini adalaaahhhh,,,,".
Bapak kepala sekolah menjeda kata katanya membuat sebagian siswa merasa jengkel karena lama menunggu.Mereka cuma bisa mengumpat dalam hati.
"SILLAAA".
Kata bapak kepala sekolah dengan lantang dan membuat semua siswa bersorak.Hasilnya sesuai dengan keinginan mereka.
Ada juga yang tidak setuju karena merasa iri, mereka pikir Silla tidak pantas menjadi ketua OSIS.Cuma menang di tampang saja.Mereka beranggapan Silla terpilih karena cantik saja.Belum tahu saja mereka kemampuan Silla.
Berbeda dengan orang yang ikut dalam pengembalian cincin, mereka sudah tidak ragu dengan kemampuan Silla bahkan mereka yakin kegiatan sekolah akan semakin maju dan berkembang.
Silla yang jadi topik utama masih terbengong.Dia tidak percaya terpilih menjadi ketua OSIS.
Teman satu kelas Silla langsung bersorak gembira ada yang memeluk dan menjabat tangan memberi ucapan selamat.
"Silla selamat ya,,,wah aku seneng banget nggak nyangka kamu jadi ketua OSIS".ucap Niken memberi selamat dan memeluk Silla.
"Selamat Silla".
"Selamat ya Silla".
"Selamat dan semangat ya Silla".
Banyak ucapan yang diterima Silla.Bukan hanya dari teman satu kelas tapi dari kelas lain juga.
Kebahagiaan tentu dari Arif juga dong.Dia bukan hanya bahagia tapi juga bangga.Dia yakin Silla pasti bisa menjadi ketua OSIS yang baik,tegas bijaksana dan tanggung jawab.
Karena barisan Arif dan Silla jauh membuat Arif tidak bisa langsung memberikan selamat.Tapi setelah upacara berakhir dia akan langsung ke kelas Silla dulu memberi ucapan selamat.
"Untuk Silla bisa maju kedepan dulu biar yang belum tahu Silla itu yang mana bisa melihat secara langsung".
Panggil bapak kepala sekolah agar Silla maju ke depan sekalian memberikan sepatah dua patah kata.
Tepuk tangan dan sorak ramai sekali mengiringi perjalanan Silla menuju samping bapak kepala sekolah.
"Silakan Silla mungkin ada yang mau disampaikan".kata bapak kepala sekolah meminta Sila memberi sambutan.
"Sebelumnya terimakasih buat bapak kepala sekolah dan semua staf guru pengajar seta guru pembimbing OSIS seta semua teman-teman karena telah mempercayakan saya untuk menjadi ketua OSIS."
"Saya sebenarnya tidak menyangka bisa menjadi ketua OSIS.Saya tidak akan bisa kerja sendiri jadi untuk pengurus yang lainnya mohon dukungannya ".
Hanya itu yang Silla ucapkan karena dia sendiri masih belum percaya dan tidak punya persiapan jadi dia sedikit gerogi.