NovelToon NovelToon
Khodam Leluhur

Khodam Leluhur

Status: tamat
Genre:Horor / Spiritual / Mata Batin / Tamat
Popularitas:42.8k
Nilai: 5
Nama Author: qsk sri

Seorang gadis yang terlahir di malam istimewa (malam satu suro)di warisi sebuah khodam dari leluhurnya tetapi terpaksa tersegel karena sebuah peristiwa. Tepat di usianya yang ke tujuh belas segel kembali dibuka.
Mampukah gadis itu menjalani hari-hari nya dengan kemampuan yang baru dimilikinya...
Sinopsis yang sangat singkat ya,...tapi cukuplah buat yang baca jadi penasaran 🤭
Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tempat dan alur cerita. Sebab cerita ini aku buat murni dari imajinasi ku sendiri alias karangan bebas. Jadi jika ada kesamaan itu merupakan suatu ketidak sengajaan🙏🏼
Soo... ikuti cerita ku, dan jangan lupa tinggalkan jejak jempol dan komentar ya☺️
Jangan lupa juga bintang lima jika cerita ku bisa bikin baper 😁🤭🙏🏼

Yuk dukung karya terbaru ku ...!
Selamat membaca ...! 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu seseorang

Hari rabu pagi Saras dan Pandu memulai hari dengan penuh semangat. Dengan tersenyum lebar,Saras melambaikan tangan pada Pandu saat dirinya hendak masuk ke dalam kelas.

"Belajar yang bener jangan pacaran mulu!" Ucap Pandu setengah meledek

"Yee...siapa yang pacaran. Kakak tuh belajar yang bener,awas jangan nakal ! "Ucap Saras membalikan kata-kata kakak nya

"Iya, siap nyonya !"Ucap Pandu sambil tersenyum

Mobil Pandu melaju meninggalkan sekolah tempat adiknya menuntut ilmu. Saras terdiam sejenak menatap mobil yang semakin menjauh dan hilang diantara mobil lain.

Saat Saras berjalan Bianca muncul dan melayang disamping Saras.

"Kamu apa gak capek jalan kaki ? Kaya aku dong bisa terbang " Ucap Bianca yang memamerkan keahlian barunya yaitu terbang.

"Kamu saja yang terbang,kan kamu hantu aku mah manusia "Ucap Saras

"Kamu udah denger belum gosip terbaru di sekolah ?" Tanya Bianca tiba-tiba

"Gosip apa pula,aku gak suka gosip " Sahut Saras cuek

Saras terus berjalan hingga ia bertemu dengan teman-teman nya dan mereka pun saling bertegur sapa.

"Hai... senang kamu sudah bisa masuk lagi " Sapa Saras

"Kamu berangkat sendirian?"Tanya Audi

Kening Saras mengernyit," Biasanya juga kan aku berangkat sendirian,emang bareng siapa ?" Tanya nya

"Ya kali aja kamu diantar kak Pandu,hee..." Sahut Audi sambil nyengir

"Kalau gitu pertanyaan nya yang salah,harusnya kamu tuh nanya apakah aku berangkat sekolah diantar kak Pandu ?,gitu..." Ujar Saras

"Iya maksud aku begitu tadi "Kilah Audi

"Gimana, apa kamu berangkat sekolah diantar kak Pandu ?" Tanya Audi meralat pertanyaan nya

"Iya. Kenapa ?" Tanya Saras

"Pake ditanya kenapa ,ya jelas karena dia suka sama kakak kamu " Ucap Airin sambil mengerlingkan mata

"Kamu mau punya kakak ipar seperti Audi ?" Tanya Claudia. Saras terdiam menatap Audi dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Audi tersipu menunggu jawaban dari Saras.

"Hhmm.... gak tau ah" Jawab Saras seraya berlalu, sebenarnya ia hanya sengaja ingin membercandai temannya itu .

"Yaahh...kok pergi ..." Lirih Audi menatap punggung Saras

"Hihihihi....rasain, makanya jadi cewek tuh jangan terlalu kepedean" ledek Claudia sambil terkekeh,meski hanya bercanda terselip nada sinis disertai tatapan julid darinya.

"Kamu ih bukan nya dukung aku..." Keluh Audi merasa sebal, lalu berjalan menyusul Saras

Airin hanya menghela nafas,ia yang sudah tahu bagaimana cara bercanda teman nya itu pun tak bisa berkata-kata.

"Udah ah yuk !" Ajak nya pada Claudia

Airin dan Claudia terpisah setelah Claudia masuk ke dalam kelas nya. Saat Airin berjalan di koridor datang Tio yang berjalan mensejajarkan langkahnya.

"Sendirian saja ,yang lain mana ?" Tanya nya

"Yang lain siapa ?" tanya Airin datar

"Saras ?"Lanjut Airin

"Nah itu tahu. Kamu lihat Saras gak ?" Tanya Tio

"Gak tahu !" Jawab Airin dengan nada jutek.

"Dih, pagi-pagi udah kesambet setan jutek saja. Makanya banyakin istighfar neng " Ucap Tio dengan nada bercanda

Airin terus berjalan tak menggubris candaan Tio.

"Dia kenapa ya, kalau sama aku jutek mulu . Apa aku ada salah ?" Gumam Tio sambil menatap punggung Airin ,ia terdiam berpikir kalau-kalau ada kesalahan nya yang tak disengaja telah menyakiti hati gadis itu.

"Ah bodo ! ngapain juga aku mikirin,orang dia mah dari dulu emang gitu " Ucap Tio kemudian,ia merasa tak pernah melakukan kesalahan pada gadis itu,dan menganggap sikap Airin memang sudah biasa seperti itu padanya.

Beberapa jam kemudian saat bel istirahat berbunyi,Saras dan teman-temannya pergi ke kantin.

"Minum buat kamu " ucap Dimas yang sudah membelikan jus jeruk

"Makasih " Ucap Saras

Tak lama datang Tio dengan membawa satu porsi makanan.

"Nasi goreng spesial buat kamu " Ucap nya seraya meletakkan nya di depan Saras

Saras terdiam menatap nasi goreng di hadapannya,asap tipis terlihat masih mengepul,aroma rempah nya tercium di udara.

"Buat aku ?" Tanya Saras bingung

"Iya. Aku sengaja pesan yang spesial karena kamu juga kan spesial" Ucap pria itu sambil tersenyum

Airin memutar bola matanya,sementara Audi hanya geleng-geleng kepala. Sedangkan Claudia terdiam dengan tatapan yang tak dapat diartikan.

"Kalian serius ini buat aku ? Dalam rangka apa ?" Tanya Saras merasa aneh dengan sikap kedua teman pria nya itu.

"Gak dalam rangka apa-apa sih,cuman pengen saja traktir kamu " Ucap Tio

"Kita gak ditraktir juga nih ?" Tanya Airin sambil menaikan satu alis nya

"Iya,kenapa cuman Saras yang ditraktir? Kita enggak ?" Tanya Audi menimpali

"Kalian nanti saja lah, pikir-pikir dulu " Ucap Tio bercanda

"Aku curiga kalian seperti ini pasti ada batu dibalik udang " Celetuk Airin

"Perasaan kebalik deh.." Gumam Audi

"Aku mah tulus ikhlas kok,gak ada maksud apa-apa" Ucap Dimas

"Apalagi aku,mana mungkin aku ada niat terselubung" Sambung Tio

"Aduh jadi enak nih kalau tiap hari ditraktir terus ,bisa irit uang jajan ini mah " Canda Saras

"Bisa diatur,kamu tinggal sebutkan saja mau makan apa ,nanti aku yang bayarin " Ucap Dimas

"Aku juga bisa kok traktir kamu tiap hari " Sambung Tio tak mau kalah

"Heh...aku cuman bercanda kok. Gak usah ,jangan tiap hari ! Aku malah jadi gak enak kalau gitu. Btw makasih ya makanan dan minuman nya , besok-besok aku yang traktir kalian berdua, kalian juga " Ucap Saras sambil menatap teman-teman nya

"Ok sip...!" Sahut Audi

Saras menatap heran Claudia dan Evan." kalian kenapa diam saja dari tadi ?" tanya nya

"Gak usah heran,dia mah kan emang kulkas delapan pintu " Celetuk Dimas menunjuk Evan

Yang ditunjuk nampak menghela nafas dan menegakkan tubuhnya.

"Kalau aku bersuara nanti kalian ketar-ketir lagi..." Ucap Evan seraya menarik sedikit ujung bibir nya

"Memangnya kenapa ?" Tanya Airin

Evan tak menyahut tetapi tatapan nya mengisyaratkan sesuatu.

"Udah yuk,makan !" Seru Saras segera menyantap makanannya

"Eh,kalian sudah denger gak,katanya kepala sekolah akan diganti?" Tanya Audi seraya menyeruput mie rebus

"Iya,aku udah tahu,denger-denger pengganti kepala sekolah nya ganteng blasteran bule gitu" Sahut Claudia

"Oh ya ?" Tanya Saras

"Iya katanya sih,hehehe ..." Sahut Claudia

"Masih katanya belum tentu bener " Cetus Dimas

Saat itu tiba-tiba saja Saras melihat sosok bertubuh kerdil tengah berjalan diantara para siswa. Sosok kerdil itu nampak celingukan seperti tengah mencari sesuatu. Saras menatap Airin memberi isyarat dengan gerakan mata,Airin mengerti lalu melirik ke arah sosok kerdil itu. Keduanya kembali saling tatap seolah tengah berinteraksi melalui batin keduanya sama-sama mengangguk.

Akan tetapi,sosok kerdil itu tiba-tiba menoleh dan menjulurkan lidahnya pada Saras dan Airin. Saras dan Airin menahan jijik sebab dari lidah nya muncul semacam cacing yang menggeliat berjatuhan ke lantai. Dari arah lain nampak sosok kerdil lain datang.

"Rupanya kamu di sini , ayo kita ke sana ! Bapak sudah nunggu kita " Ajak sosok itu

Kedua kerdil itu pun seketika lenyap.

"Bapak ..." Gumam Evan

Saras menoleh, tatapannya menyipit.

Saras bergeser lebih mendekat ke arah Evan. Seketika Evan menegakkan tubuh melirik Tio dan Dimas dengan tersenyum smirk.

"Kamu lihat mereka kan ?" Tanya Saras berbisik

Evan tak menyahut namun senyuman nya menjadi pertanda jika ia mengiyakan pertanyaan Saras. Melihat hal itu Tio dan Dimas pun jadi kebakaran jenggot. Mereka tak terima dan segera menarik Evan menjauh.

"Heeyy... apa-apaan, kenapa aku lagi duduk malah ditarik ?" Tanya nya seakan tak tahu apa masalah nya

"Kalian berdua ngapain sih ?" Tegur Airin

"Tau,kalau Evan jatuh kebawah ,gimana ?" Timpal Audi

"Dimana-mana jatuh ya ke bawah,Audi ...gak ada yang jatuh ke atas "Seru Claudia sambil memainkan sedotan di gelas nya yang sudah kosong.

"Ini masalah cowok, kalian para ladies jangan ikut campur !" Ucap Tio lalu dibantu Dimas menarik Evan keluar dari kantin.

"Ada apa sih ? " Tanya Audi bingung

"Udah , biarin aja. Suka-suka mereka mau ngapain kita jangan kita campur " Ucap Saras memilih untuk tak peduli dengan yang dilakukan para pria itu.

Tiba-tiba Saras beranjak," Aku ke toilet dulu ya, kalian langsung saja ke kelas nanti aku nyusul. Atau ada yang mau ikut ? " ucap Saras

Audi,Airin,dan Claudia kompak menggeleng.

" Mau ngapain ke toilet? " Tanya Audi

"Beli pulsa ! Ya mau pipis lah, ngadi-ngadi saja pertanyaan kamu " Ucap Saras sambil mengerungkan kening

"Iya maksud aku , mau pipis apa mau pup ? " Ujar Audi meralat ucapannya

"Pipis. Udah ya, aku udah gak kuat " Saras segera berlari kecil menuju toilet

Akan tetapi ia malah terpeleset, seseorang berhasil menangkap nya hingga tak terjatuh.

"Hati-hati " Ucap pria itu

"I.. iya. Terima kasih " Ucap Saras gugup

"Maaf, saya permisi " Saras segera pergi dan menghilang di tikungan.

Pria itu tersenyum kecil namun tatapan nya tajam dan wajahnya nampak datar. Perlahan lidah nya bergerak membasahi bibir nya. Jakun nya naik turun saat ia menelan ludahnya sendiri.

"Hhhmmm....aroma nya begitu wangi,dan pasti akan sangat segar dan manis jika aku bisa mendapat kan nya ..... "

Kilatan di matanya menandakan jika ada sesuatu yang besar yang telah dirancang, dan itu merupakan sesuatu yang tak baik.

Sementara itu ,Saras terdiam di dalam toilet.

"Siapa orang tadi ? Kenapa rasanya begitu aneh seperti ada sesuatu,...."

....

1
Arfan Abdillah
cerita nya bagus tapi kok sepi pembaca nya ya
Asri: 😊makasih kak 🙏
total 1 replies
Saha Weh
wah ini kaya bangke 😂😂😂alias bangkenan 😂😂dia juga kan mati suri
Saha Weh
ya pasti GK asing lah itukan punya nenek buyut kamu Saras 🤭🤭uyut vinaya 🤭🙏
Saha Weh
kepala sekolah ini sangat misterius🤔🤔apa Evan jodo ya Saras 🤔penasaran 👍
Krisna Adhi
/Facepalm//Facepalm//Sob/
Al Muna
luar biasa kk,,
Asri: makasih🙏😁
total 1 replies
Sekti Ibue'BilFa
ternyata srikunti kenal jg sm Badrun... lanjut thor
Asri: Ok, bulan puasa up nya agak selow ya 😁 🙏
total 1 replies
Sekti Ibue'BilFa
bukannya kemarin pas diresto jg ada tuyul ya, masih GK kapok jg tuh tuyul🤭
Asri: tuyul yang ini beda yang punya nya😁
total 1 replies
Nurr Tika
sipa yg bwa tuyul
Asri: tuyul tetangga 🤭
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut thor
Asri: siap...! Makasih 🙏🏼😊
total 1 replies
Nurr Tika
evan knpa ga hati"
Nurr Tika
lanjut
Kayla Callista
kaget beneran loh Thor , tiap liat visual horonga😭
Asri: 😁😁😁sengaja biar kaget 🤣🙏
total 1 replies
Nurr Tika
bukanya yg nyuapin pandu saras ya ko jd arshy
Asri: Iya kak, aku salah ketik 🤣🙏
total 1 replies
Nurr Tika
saras mata batinya udah kebuka
Nurr Tika
pandu kenapa ya
Nurr Tika
🙏 thor baru mampir, salam kenal
Asri: salam kenal juga, makasih udah mampir ya semoga suka ceritanya 🙏😊
total 1 replies
Tri Handayani
weleh weleh saras gk bisa naik motor🤔cucu horang kaya 😅😅😅bisanya nyetir mobil
Asri: nyetir mobil pun dia gak bisa😔
total 1 replies
Tri Handayani
😅😅😅😅waah thoor beneran evan hidup lagi niiii🤔🤔🤔
Asri: Hehehe,... kasian soalnya 😅
total 1 replies
falea sezi
mati suri kah
Asri: Ya, kira² begitu 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!