NovelToon NovelToon
MALA & DERREN IKATAN TANPA RENCANA

MALA & DERREN IKATAN TANPA RENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: zanita nuraini

---


Nirmala hampir saja dijual oleh ibu tirinya sendiri, Melisa, yang terkenal kejam dan hanya memikirkan keuntungan. Di saat Mala tidak punya tempat lari, seorang pria asing bernama Daren muncul dan menyelamatkannya. membuat mereka terjerat dalam hubungan semalam yang tidak direncanakan. Dari kejadian itu, mala meminta daren menikahi nya karena mala sedikit tau siapa daren mala butuh seseorang untuk perlindungan dari kejahatan ibu tiri nya melisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanita nuraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 PERIKSA KEHAMILAN

Di teras rumah, Pak Wira dan Tuan Armand duduk santai sambil menikmati kopi hitam panas.

Setelah beberapa hari berturut-turut rumah mereka dikepung oleh ketegangan, ledakan, dan serangan mendadak, pagi itu terasa seperti hadiah langka.

Pak Wira menatap Armand dengan mata sendu.

“Armand… saya ucapkan terima kasih. Kalau bukan karena bantuan Anda dan anak buah Anda… saya nggak tahu apa yang terjadi sama Mala dan cucu saya.”

Armand tertawa pelan, suaranya berat tapi hangat. Ia menepuk bahu Wira.

“Wira… santai. Sekarang kita ini bukan cuma kenalan. Kita sudah besanan. Dan umur kita pun tidak beda jauh. Sudah, panggil saya Armand saja. Tidak usah pakai ‘Tuan’. Saya bukan atasan Anda.”

Pak Wira mengangguk, agak canggung tapi jelas lega.

“Baik, Mand…”

Belum sempat percakapan mereka berlanjut, suara langkah Nyonya Maya terdengar dari dalam rumah. Ia keluar sambil membawa tablet, wajahnya sumringah seolah baru menemukan ide besar.

“Aku kepikiran sesuatu tadi malam,” katanya semangat.

Armand mendengus sambil menaikkan alis. “Apa lagi? Kamu kalau sudah kepikiran sesuatu biasanya bikin orang sekitar panik.”

Maya cemberut sedikit, tapi tetap bicara.

“Aku mau adakan resepsi pernikahan untuk Daren dan Mala. Mumpung perut Mala belum kelihatan besar. Biar foto-fotonya bagus.”

Armand mengangkat cangkir kopinya. “Kalau pun sudah kelihatan, Papa nggak masalah. Mereka sudah sah. Lagipula perempuan hamil itu justru punya cantik yang beda.”

Maya mengerjap sejenak mendengar jawaban itu, lalu tersenyum kecil.

“Ya juga. Oke. Aku pertimbangkan lagi konsepnya.”

...****************...

Pintu rumah terbuka dan Kayla keluar sambil menyeret ransel besarnya. Wajahnya terlihat agak sedih, tapi ia memaksakan senyum cerah seperti biasa.

“Tante Maya, aku mau pamit balik ke kota ya. Besok aku harus kerja lagi.”

Maya tidak langsung menjawab. Tatapan nakalnya muncul dalam hitungan detik.

“Loh? Bukannya kamu lagi naksir salah satu bodyguard tante? Atau… mau tante jodohin sekalian sama Reyhan?”

Kayla langsung memerah parah.

“Tanteeee! Jangan gitu dong…!”

Dimas, salah satu bodyguard tampan yang sedang berjaga di pintu, ikut membuka suara sambil menahan tawa.

“Iya, Nona Kayla. Mau pilih siapa? Saya, Reyhan, atau yang lain? Kami semuanya masih bujangan.”

Kayla sampai menutupi wajahnya sendiri karena malu.

“Aduh… kalian nih ya…”

Aurelia yang melihat hal itu sampai menahan tawa sambil menggeleng.

“Kak Kayla… baru digodain dikit aja sudah kayak kepiting rebus.”

Kayla makin salah tingkah, tapi suasana jadi hangat.

Sementara itu, Nirmala duduk santai di sofa sambil menikmati rujak kedondong yang asamnya benar-benar mengancam lambung orang normal.

Aurelia spontan meringis.

“Kak… pagi-pagi rujak kedondong? Ngilu liatnya.”

Mala mengangkat bahu santai.

“Lagi pengen. Enak kok.”

Bahkan pengawal yang lewat pun ikut menelan ludah karena melihat rujak yang super pedas itu. Tapi Mala tetap makan tanpa ekspresi kesakitan sedikit pun.

Kayla memeluk Mala sebentar sebelum benar-benar pamit.

“Hati-hati ya bumil calon mafia. Jangan makan serabi panas di tengah baku tembak lagi.”

Mala mendelik kecil.

“Eh! Itu kemarin bukan salahku. Ngidam datangnya mendadak.”

Kayla mendengus. “Tetep aja! Orang lain panik, kamu malah makan.”

Mala tertawa kecil. “Namanya juga ibu hamil.”

Kayla memelotot. “Bumil kamu beda spesies.”

Semua tertawa.

Setelah suasana kembali tenang, Maya menjelaskan rencana pagi itu.

“Mala harus periksa kehamilan di kota. Sekalian cek detail kandungan, perkembangan janin, dan kebutuhan medis lainnya.”

Daren langsung bersiap, memasukkan beberapa berkas penting ke tas.

Armand berdiri dan memberi aba-aba.

Saat itu juga, para bodyguard langsung bergerak.

Gerakan mereka cepat, disiplin, dan rapi.

Dua orang cek mobil.

Dua lainnya mengecek rute aman.

Tim depan memastikan jalanan desa tidak ada pengintai.

Sniper cadangan sudah stand by di bukit kecil dekat jalan utama.

Hacker memantau GPS mobil dan sinyal radio mencurigakan.

Armand mengamati semuanya dengan mata tajam seperti komandan pasukan khusus.

“Hari ini tidak boleh ada kejadian gila. Semua fokus.”

Para pengawal mengangguk serempak.

Pak Wira berdiri di dekat jendela, melihat penjagaan yang begitu ketat untuk putrinya sendiri. Ia menghela napas panjang.

“Kenapa Melisa bisa senekat ini…” gumamnya lirih.

Armand menatapnya sebentar, lalu mendekat.

“Karena dia sudah kehilangan kendali. Orang seperti Melisa kalau terdesak… akan lebih berbahaya dari sebelumnya.”

Wira menatap tanah. “Dia dulu perempuan baik, Mand. Tapi ambisinya membunuh dirinya sendiri…”

Armand menepuk bahunya pelan.

“Tidak ada yang bisa kamu lakukan sekarang selain melindungi Mala. Fokus itu saja.”

Pak Wira mengangguk, meski ekspresinya jelas menunjukkan bahwa hati seorang ayah tetap terluka melihat mantan istrinya berubah begitu jauh.

Mala berjalan ke arah mobil sambil memegang perutnya yang masih belum terlalu terlihat.

Daren berdiri di samping pintu mobil, memperhatikan setiap langkah istrinya.

“Pelan-pelan, sayang,” katanya lembut.

Mala mendecak pelan. “Ini baru bulan kedua, Bang. Perutku belum berat.”

“Tetap aja. Aku nggak mau ambil risiko.”

Mala tersenyum tipis. “Iya, iya.”

Kayla yang sudah siap pulang menghampiri mobil.

“Nanti kabarin aku hasilnya, ya. Siapa tahu bayinya kembar. Jadi lebih seru.”

Mala tertawa. “Kembar apanya. Kamu tuh selalu drama.”

“Eh, tapi bisa aja lho!” Kayla membalas gak mau kalah.

Aurelia kemudian memeluk Mala sebentar.

“Hati-hati ya, Kak.”

Mala membalas pelukan itu.

“Kamu juga di rumah. Jangan keluar sendirian.”

Aurelia mengangguk serius.

Mobil utama berisi:

• Daren

• Mala

• Pak Wira

• Nyonya Maya

Mobil kedua adalah mobil pengawal depan.

Mobil ketiga pengawal belakang.

Di sepanjang jalan keluar desa, dua motor pengawal mengapit mobil.

Dari kejauhan, sniper cadangan memantau mereka hingga kendaraan hilang dari area pandang.

Semua bergerak seperti operasi militer kecil.

Di dalam mobil, Mala memperhatikan semua itu sambil mengunyah permen jahe.

“Bang… kita ini mau ke dokter kandungan, bukan ke perang dunia,” katanya santai.

Daren menatapnya dengan mata yang sedikit melotot.

“Justru itu. Kita nggak tahu kapan serangan muncul lagi.”

Pak Wira yang duduk di depan hanya menghela napas panjang.

“Saya nggak menyangka hidup kita berubah sampai seperti ini.”

Maya menjawab sambil menatap ke luar jendela.

“Setelah ini selesai, kita harus pikirkan tempat tinggal baru untuk Mala. Biar lebih aman.”

Daren langsung menatap Maya. “Aku sudah siapkan, Ma. Tinggal pembesaran sistem keamanan.”

Maya tersenyum bangga. “Begitu dong.”

Mala menepuk paha Daren.

“Bang, kamu tuh kalau soal keamanan selalu lebay.”

“Kalau soal istri dan anak, aku memang lebay.” jawab Daren penuh keyakinan.

Mala langsung tersipu malu, sementara Pak Wira dan Maya tertawa pelan.

Rombongan terus melaju menuju kota dengan pengawalan yang sangat ketat.

Meskipun keadaan tampaknya lebih tenang, semua orang tahu mereka tidak boleh lengah sedikit pun.

Melisa mungkin belum muncul sejak terakhir gagal, tetapi itu justru membuat semua orang semakin waspada.

Karena orang yang terluka, putus asa, dan kehilangan semuanya…

Assalamualaikum selamat pagi..

selamat membaca....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!