NovelToon NovelToon
Terjebak Di Dunia Siluman Burung Garuda Emas

Terjebak Di Dunia Siluman Burung Garuda Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Romansa / Masuk ke dalam novel / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Wanita
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wardha

Aurora terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berada di dunia asing yang begitu indah, penuh dengan keajaiban dan dikelilingi oleh pria-pria tampan yang bukan manusia biasa. Saat berjalan menelusuri tempat itu, ia menemukan sehelai bulu yang begitu indah dan berkilauan.

Keinginannya untuk menemukan pemilik bulu tersebut membawanya pada seorang siluman burung tampan yang penuh misteri. Namun, pertemuan itu bukan sekadar kebetulan—bulu tersebut ternyata adalah kunci dari takdir yang akan mengubah kehidupan Aurora di dunia siluman, membuatnya terlibat dalam rahasia besar yang menghubungkan dirinya dengan dunia yang baru saja ia masuki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan ke Benteng Terakhir

Dipandu oleh pria tua yang menyebut dirinya Eldrin, Aurora dan Raviel menyusuri hutan yang semakin pekat oleh kabut gelap. Setiap langkah terasa berat, bukan hanya karena udara yang penuh energi kegelapan, tetapi juga karena perasaan terus diawasi.

"Berapa jauh lagi?" tanya Raviel, matanya tajam mengamati sekeliling.

Eldrin menarik napas panjang. “Benteng Terakhir berada di balik gunung itu.” Ia menunjuk ke arah bayangan gunung di kejauhan. “Tapi, kita harus melewati Lembah Kematian.”

Aurora menyipitkan mata. “Lembah Kematian?”

Eldrin mengangguk, ekspresinya muram. “Dulu itu hanya lembah biasa. Tapi setelah Noctyros bangkit, tempat itu berubah menjadi kuburan para pejuang yang gagal melawannya. Roh-roh mereka masih terperangkap di sana, dan mereka tidak mengenal teman atau lawan.”

Aurora merasakan hawa dingin merayap di punggungnya. “Jadi mereka akan menyerang siapa pun yang melewati tempat itu?”

Eldrin mengangguk. “Mereka adalah Prajurit Terlupakan. Tanpa kesadaran, tanpa tujuan, hanya bayangan dari diri mereka yang dulu.”

Raviel mengepalkan tangannya. “Kalau itu satu-satunya jalan, kita harus tetap maju.”

Eldrin tersenyum kecil, meskipun kelelahan jelas terlihat di wajahnya. “Kalian benar-benar berbeda dari siluman burung biasa.”

Saat mereka memasuki lembah, udara semakin dingin. Kabut berubah menjadi lebih padat, dan suara-suara aneh mulai terdengar di kejauhan—bisikan samar, rintihan kesakitan, dan terkadang jeritan mengerikan.

Tanah di bawah mereka dipenuhi sisa-sisa armor dan senjata yang sudah berkarat, seolah pertempuran besar pernah terjadi di sini.

Lalu, tanpa peringatan.

Bayangan-bayangan mulai muncul di antara kabut.

Mereka bergerak lambat pada awalnya, tetapi semakin banyak yang muncul, tubuh mereka seperti arwah yang setengah transparan, mengenakan armor kuno dengan mata kosong yang berkilauan samar.

“Pergi!” salah satu dari mereka berbisik.

“Pergi ... sebelum terlambat!”

Aurora menggenggam pedangnya erat. “Mereka masih memiliki kesadaran?”

Eldrin menggeleng. “Tidak. Itu hanya sisa-sisa ingatan mereka. Begitu mereka menyadari keberadaan kita sepenuhnya—”

Sebelum Eldrin menyelesaikan kalimatnya, salah satu arwah itu tiba-tiba melesat dengan kecepatan luar biasa, pedangnya mengarah langsung ke leher Raviel!

CLANG!

Raviel berhasil menangkis serangan itu tepat waktu, tetapi dampaknya cukup kuat untuk mendorongnya mundur beberapa langkah.

Tiba-tiba, seluruh lembah bergema dengan suara-suara jeritan perang.

Para Prajurit Terlupakan mulai menyerang dari segala arah!

Aurora segera membentuk perisai cahaya, menangkis serangan pedang yang datang dari berbagai arah. Tapi jumlah mereka terlalu banyak—tidak peduli berapa banyak yang mereka tebas, lebih banyak lagi yang muncul dari kabut.

Raviel mengayunkan Pedang Garuda Emas, melepaskan gelombang energi yang melenyapkan beberapa prajurit, tetapi mereka terus kembali, seolah tidak bisa dihancurkan sepenuhnya.

Eldrin menjerit, jatuh ke tanah saat salah satu prajurit mencoba menebasnya. Aurora segera melesat, menebaskan pedangnya dan menolongnya.

“Kita tidak bisa bertarung selamanya!” seru Eldrin. “Kita harus menemukan jalan keluar!”

Aurora mengamati sekeliling, mencoba mencari celah di antara serangan tanpa henti. Lalu ia melihatnya—sebuah batu besar dengan simbol kuno terukir di atasnya.

“Itu! Itu adalah Segel Roh!” serunya.

Raviel menoleh. “Apa maksudmu?”

Aurora bergegas ke batu itu, menghindari serangan yang datang. “Aku ingat dari Kitab Emas—prajurit ini terjebak di sini karena segel ini rusak! Jika kita bisa memperbaikinya, mereka bisa beristirahat dengan damai!”

Raviel mengangguk. “Kalau begitu, lakukanlah! Aku akan melindungimu!”

Aurora meletakkan tangannya di batu itu dan mulai menyalurkan energi cahaya. Batu itu awalnya dingin dan mati, tetapi perlahan mulai bersinar keemasan.

Namun, saat itu juga, para prajurit semakin agresif—seolah menyadari apa yang sedang terjadi.

Raviel berdiri di depan Aurora, sayap emasnya mengepak lebar. Ia melepaskan seluruh kekuatannya, menciptakan pusaran energi yang menghalangi prajurit mendekat!

“TIDAK ADA YANG BOLEH MENYENTUHNYA!” teriaknya, matanya bersinar terang.

Aurora menggertakkan giginya, mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki. Cahaya dari tangannya semakin kuat, hingga akhirnya—

BOOM!

Gelombang cahaya menyebar ke seluruh lembah.

Para prajurit terdiam. Mata kosong mereka mulai bersinar lembut. Lalu satu per satu, tubuh mereka menghilang dalam cahaya putih—seperti abu yang ditiup angin.

Suasana menjadi hening. Kabut perlahan menghilang, dan langit di atas lembah terlihat lebih terang dari sebelumnya.

Eldrin terengah-engah, masih terduduk di tanah. “Kalian, berhasil!”

Aurora bangkit dengan tubuh lelah, tetapi senyum kecil muncul di wajahnya. “Akhirnya mereka bisa beristirahat dengan tenang.”

“Kau menghabiskan terlalu banyak energi, Aurora.”

“Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku.” Senyum kecil muncul dari bibirnya.

Raviel menyarungkan pedangnya dan menatap ke arah gunung. “Kita harus melanjutkan perjalanan. Benteng Terakhir sudah dekat. Tetapi Aurora butuh istirahat, energinya terkuras cukup banyak.”

“Raviel ...,”

Raviel mengepahkan sayapnya, ia membawa Aurora dalam dekapannya. “Kau butuh energi emas, Aurora.”

Dengan sekejab, Aurora kembali ke wujud manusia aslinya. Eldrin sempat melihatnya, sebelum Aurora tertutup oleh seluruh bulu emas milik Raviel.

“Dia manusia?”

“Dia keturunan terakhir Garuda emas dan garuda hitam. Dia bersembunyi di dunia manusia, dan baru kembali ke dunia siluman.”

Eldrin berpikir sejenak, “Itu artinya, dia ratu Kerajaan Aetheroin?”

“Ya. Kita harus melanjutkan perjalanan,”

Eldrin mengangguk. “Ayo, aku harap masih ada yang bertahan di sana.”

Dengan langkah mantap, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Raviel masih setia membawa Aurora ditubuhnya. Ia akan melindungi Aurora, selagi memulihkan tenaganya.

Perjalanan masih panjang, tetapi mereka semakin dekat dengan benteng terakhir perlawanan manusia. Dan semakin dekat dengan pertempuran terakhir melawan Noctyros.

Setelah melewati Lembah Kematian, Aurora, Raviel, dan Eldrin akhirnya melihat tujuan mereka di kejauhan—Benteng Terakhir.

Dikelilingi oleh dinding batu raksasa yang dilapisi cahaya perlindungan, benteng itu berdiri kokoh di puncak sebuah bukit. Namun, dari jarak ini, mereka bisa melihat bahwa keadaan di dalamnya tidak baik. Asap tipis mengepul ke langit, dan tanda-tanda pertempuran terlihat di sekitar gerbang utama.

“Apa yang terjadi di sana?” tanya Raviel dengan mata tajam.

Eldrin menggertakkan giginya. “Aku takut kita mungkin sudah terlambat.”

Mereka mempercepat langkah, menuruni bukit dan mendekati gerbang. Begitu mereka semakin dekat, suara benturan senjata dan jeritan terdengar jelas.

Benteng itu sedang diserang.

Begitu mereka tiba di depan gerbang, mereka melihat sekelompok pejuang yang mengenakan armor sederhana, bertahan mati-matian melawan gerombolan makhluk bayangan—pasukan Noctyros.

Makhluk-makhluk itu berbentuk humanoid, tetapi tubuh mereka berwarna hitam pekat, dengan mata merah menyala. Mereka bergerak seperti kabut, tetapi memiliki cakar dan pedang yang tajam.

Aurora bergerak di gendongan Raviel. Saat itu pula Raviel melepaskan Aurora. “Hah, aku merasa lebih baik.”Dan saat itu pula Aurora melihat keadaan di sekitarnya. “Apa yang terjadi?”

“Sepertinya mereka butuh bantuan,”

“Kita harus membantu mereka!” kata Aurora, langsung mengangkat pedangnya.

Raviel tidak membuang waktu. Dengan satu kepakan Sayap Emasnya, ia melesat ke medan pertempuran, mengayunkan pedangnya dan menebas beberapa makhluk bayangan dalam sekali tebas.

Aurora mengikuti di belakangnya, melepaskan Gelombang Cahaya Aetheroin yang membakar makhluk-makhluk itu hingga menghilang.

Melihat bantuan datang, para pejuang benteng mendapatkan kembali semangat mereka.

“Jangan biarkan mereka menembus gerbang!” teriak salah satu pemimpin mereka.

Dengan cepat, Raviel dan Aurora memimpin serangan balik, membantai makhluk-makhluk bayangan satu per satu.

Dalam beberapa menit, jumlah pasukan kegelapan semakin berkurang—hingga akhirnya mereka mulai mundur, menghilang kembali ke dalam kabut.

Setelah pertempuran usai, pemimpin para pejuang—seorang wanita berambut perak dengan mata tajam—mendekati mereka.

“Kalian bukan siluman biasa,” katanya sambil mengamati Raviel dan Aurora. “Siapa kalian?”

Eldrin maju, suaranya dipenuhi harapan. “Mereka adalah Aurora dan Raviel, utusan dari Kerajaan Langit. Mereka datang untuk menghentikan Noctyros!”

Mata wanita itu membesar. “Jadi, akhirnya bantuan datang.”

Aurora menatapnya dengan serius. “Kami ingin bicara dengan pemimpin kalian. Kami perlu tahu apa yang terjadi di sini.”

Wanita itu mengangguk. “Ikutlah denganku. Aku Sera, kapten pasukan benteng ini. Kalian harus bertemu dengan Orion, Sang Pelindung Terakhir.”

Mereka mengikuti Sera melewati gerbang benteng, tempat terakhir di dunia ini yang masih melawan kegelapan Noctyros.

Namun, di dalam benteng, mereka segera menyadari kenyataan yang lebih mengerikan menanti mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!