Tria Ayung Ningsih ada seorang Gadis cantik dan pintar dia hanya tinggal berdua dengan ibu nya karna ayah nya telah pergi dengan wanita lain saat umar nya 3tahun.
suatu hari dia bertemu dengan nathan radifatih seorang genderuwo tampan ke turunan manusia. dan sekarang Nathan pangeran dari kerjaan gaib kerajaan Genderuwo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Pindi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.DIKURUNG DI GUDANG SEKOLAH
**Setelah selesai sholat subuh tria membangunkan vivi tapi vivi masih merasa pusing, tria berjalan ke dapur dan melihat bundanya sudah menggoreng telur untuknya sarapan dan untuk bekalnya. sehabis makan tria segera pamit ke bunda nya kesekolah. Bunda dewi hanya senyum dia akan siap dan akan membangunkan vivi karna dia akan membawa vivi kepuskesmas. stelah siap vivi dan bunda dewi naik motor bunda dewi mereka menuju ke puskesmas. setelah menempuh jalan 20 menit akhirnya mereka sampai di puskesmas bunda dewi langsung mendaftarkan nama vivi, stelah selesai mendaftar mereka mereka pun langsung menuju ruangan dokter tapi mereka bertemu nek darmi,nek darmi memanggil mereka " He vi tu barang² mu yang ada di rumah nenek bawa tio gak mau barang² mu di rumah lagi " ucap nek darmi dia tidak akan berpura-pura baik lagi. mendengar itu mereka mengiyakan dan akan mengambilnya sepulang dari sini. vivi memang berniat menjemput barang² nya karna buku dan seragam sekolahnya masih di rumah nek darmi. stelah di periksa dokter vivi dan bunda dewi pergi kerumah nek darmi, sesampai nya mereka langsung melihat tio yang sedang bermain game, " udah masuk aja beresin semuanya dan jangan ada yang tinggal satupun" ucap tio masih asik bermain game di HPnya. vivi dan bunda dewi masuk kedalam vivi mengemasi semua barang² nya dan memasukan ke dalam koper dan tas sekolahnya, stelah itu mereka langsung pulang dan tidak pamit kepada tio**.
**Di sekolah bell istirahat berbunyi tria terlihat kekantin sendirian karna dika tidak masuk sekolah dia meminta izin menemani mamanya kekota. terlihat sonya dan geng nya sedang merencanakan sesuatu. stelah jam istirahat selesai tria kembali masuk kelas dan dia mengikuti pelajaran dengan baik. bel pulang sekolah pun tiba semua anak² sudah pulang semua tapi tria dan teman satu kelasnya yang bernama sofi masih sibuk menyapu kelas karna hari ini adalah hari piket mereka. " Tria aku boleh mintak ambilin pel lantai di gudang gak? " ucap sofia kepada tria. tria mengangguk dan pergi ke gudang untuk mengambil kain pel. saat dia masuk ke gudang tiba² saja pintu gudang nya tertutup dan terkunci dari luar. ternyata itu semua sudah di rencanakan oleh sonya dan sofi juga sudah di bayar oleh sonya tadi pas istirahat. " Buka tolong buka, buka pintunya " teriak vivi tidak ada yang mendengarnya karna gudang itu berada belakangan sekali dan jarang ada yang lewat. tria menangis di tidak bisa apa² hp nya tinggal di tas di dalam kelas nya. cukup lama tria berada di gudang itu dan terus berteriak, gudang itu sangat gelap dan membuat tria sangat takut. Di rumah tria bunda dewi sedang hawatir memikirkan tria belom juga pulang karna jam sudah pukul 5 sore dan tria belom pulang biasa nya jam setengah 4 tria sudah sampai di rumah. vivi menelpon dika dan dika bilang dia dikota dengan mamanya dan tidak masuk sekolah hari ini. vivi sudah menelpon nomor tria tapi tidak aktif karna tria mematikan Hp nya saat jam pelajaran**.
**Vivi dan bunda dewi menyusul tria kesekolah dan vivi melihat danau yang sering mereka singgahi tapi tria tidak terlihat disana. sesampainya di sekolah ternyata gerbang sekolah sudah terkunci dan tak ada satupun orang disana. vivi dan bunda dewi pun kembali dan akan mencari vivi di tempat lain. Di dalam gudang tria sangat takut dia terus berteriak tapi tidak ada yang menolongnya. Tiba² saja di teringat nathan,nathan bilang di sosok pelindung pasti nathan bisa menolong nya. tapi dia tidak tau bagaimana memanggil nathan, dia melihat gelang merahnya dan dia memegang gelang itu sambil memejamkan mata dan memanggil nama nathan dan tidak lama gelang itu bersinar terang dan tiba² saja sosok nathan muncul di hadapan tria. " kamu memanggil ku" ucap nathan tersenyum. tria langsung memeluk nathan dia sangat takut dan itu membuat nathan salah tingkah dan membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya. " kamu kenapa? " tanya nathan kepala tria. " aku takut aku di kunci oleh seseorang dari luar " ucap tria menghapus air matanya. nathan memintanya untuk menutup mata. dan Tria menurut dan nathan menyuruh membuka mata dan ternyata tria sudah ada di luar gerbang sekolah nya dengan tasnya yang sudah ada di tangan nya. Tiba² saja Tria pusing dan kesadarannya menghilang dia pingsan di depan sekolahnya. nathan panik dia tidak bisa meminta tolong kepada siapapun karna dia tidak bisa di lihat orang lain. Tapi untung saja dika lewat di situ dan mereka melihat ada orang yang memakai seragam sekolah pingsan di pinggir jalan saat di melihatnya bertapa kagetnya dia melihat itu adalah tria untung saja di membawa mobil jadi dia langsung memasukan tria ke dalam mobilnya dan langsung mengantarkan tria pulang. sesampainya di rumah tria bunda dewi dan vivi terkejut melihat tria yang pingsan dika menggendong tria dan membaringkan tria di atas sofa. dika menjelaskan kepada bunda dewi kalau dia memukan tria pingsan di pinggir jalan depan sekolah. bunda dewi mengoleskan minyak angin di hidung,tangan dan kaki tria dan tak lama tria bangun dia langsung di beri minum oleh vivi. tria melihat dika di rumahnya dan melihat nathan yang tersenyum di samping dika. " kamu kemana sih anak bunda hawatir sama kamu blom pulang dan tiba² saja kamu diantar dika pingsan katanya di nemuin kamu pingsan di depan gerbang sekolah padahal tadi bunda sma vivi udah kesana tapi gerbang nya terkunci" bunda dewi bertanya kepada tria, Tria menjelaskan kalau dia di kunci di gudang oleh seseorang dan tria bilang untung ada guru yang bantu dia. tria tidak menceritakan nathan lah yang tlah membantunya karna dia tidak mau di bilang gila. Bunda dewi binggung siapa yang tlah mengunci tria di gudang sekolah. Tapi tidak dengan dika dan vivi mereka sudah tau siapa pelakunya**.
#Terimakasih sudah mampir ke novel pertama aku semua nya semoga suka dengan karya ku ini.
#Jangan lupa kome dan like nya ya biar aku semakin semangat nulis nya.