Vanya, Gadis SMA berusia 18 tahun terpaksa menjalani pernikahan dengan Daffin, Laki-laki yang telah menodainya, Yang ternyata adalah lelaki yang selalu bertindak semaunya dan juga kasar.
Namun siapa sangka setelah pernikahan itu secara perlahan Daffin mulai berubah dan juga mulai mencintai Vanya.
Bagaimana usaha yang Daffin lakukan untuk meluluhkan hati Vanya yang selalu bersikap dingin kepadanya?
Bukan cerita CEO, Hanya sebuah cerita perjuangan lelaki yang telah menghancurkan hidup wanita yang menjadi istrinya, Agar wanita itu dapat menerima ia dengan sepenuh hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunyun veganezth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan Keluar
"Jangan pernah membuat keputusan terpenting saat Anda sedang dalam suasana hati yang buruk. Tunggu. Sabar. Badai akan berlalu. Musim semi akan datang." - Robert Schuller
Vanya terbangun dari tidurnya, Ia melihat ke samping kanan dan kiri Papa dan Mamanya sudah tidak ada disana.
Vanya segera mandi dan bersiap untuk ke sekolah.
Dibawah ia hanya melihat Mamanya yang sedang menyiapkan sarapan. Vanya pun menghampirinya dan lantas bertanya
"Ma , Papa kemana?" tanya Vanya
"Udah berangkat kerja, Tapi nanti sepulang kerja Papa pasti kesini lagi , Pokoknya Mama sama Papa akan ada buat kamu sampai masalah kamu selesai" ucap Mama Vanya sambil mengusap rambut Vanya
"Ya udah kamu sarapan dulu, jangan lupa habis itu langsung minum obatnya ya"ucap Mamanya lagi
"Iya Ma" jawab Vanya
Setelah sarapan Vanya pun meminum obatnya, Lalu ia diantar ke sekolah oleh Mamanya. Sebelum Vanya keluar mobil Mama Vanya membelai rambut Vanya dan mengatakan
"Kamu harus tetap semangat ya, Jangan terlalu difikirkan pokoknya sekarang kamu cukup belajar dengan sungguh-sungguh, Biar Mama sama Papa yang cari jalan keluar untuk kamu" ucap Mamanya sambil menatap Vanya
"Iya Ma" ucap Vanya
Vanya pun keluar mobil dan segera masuk ke sekolah
Hari ini hari senin waktunya upacara pagi,
Para siswa dan siswi mulai membuat barisan di lapangan, tidak terkecuali Vanya dan teman-temannya.
"Va, lo udah sehat?" tanya Meta
"Iya udah kok masih kerasa lemes sedikit sih, Tapi udah lebih kuat dari kemarin" ucap Vanya
"Kalau gitu lo enggak usah ikut upacara dulu, ke UKS gih sana" perintah Fani
"Iya Vanya~~~ Nanti kamu pingsan lagi kayak waktu itu" ucap Riri
"Enggak kok aku kuat "ucap Vanya
Tiba-tiba Niko datang menghampiri Vanya,
"Vanya kamu istirahat di UKS aja ya" ucap Niko
"Ayo aku antar" ucap Niko yang langsung memegang tangan Vanya dan membawanya keluar dari kerumunan.
"Eh tapi Nik" ucap Vanya yang belum sempat berbicara tapi sudah dibawa oleh Niko
Sesampainya di UKS Niko menyuruh Vanya duduk disana
"Kamu tunggu disini ya" ujar Niko
"Iya Nik, Tapi aku enggak apa-apa kok serius ikut upacara juga kuat" ucap Vanya
"Ga usah dipaksakan kamu kelihatan masih belum sehat jadi kamu istirahat disini aja ya, Aku mau balik ke lapangan dulu"ucap Niko
"Ya udah kalau gitu" ucap Vanya akhirnyam
Setelah upacara selesai, Vanya bergegas menuju ruang kelas untuk memulai jam pelajaran pertama.
Sementara Niko kembali ke UKS untuk melihat keadaan Vanya, Tetapi ia sudah tidak ada disana.
...----------------...
Kriiiiiiiinnnnnggggggg
Bel tanda waktu istirahat pun berbunyi Vanya dan teman-temannya pergi ke kantin untuk makan siang,
"Va, yakin lo cuma makan itu doang?" tanya Meta yang melihat Vanya hanya melahap 1 buah roti
"Iya kalau makan banyak-banyak perut gue enggak enak" ucap Vanya
"Hai, Boleh gabung?" tanya Niko yang datang dengan tiba-tiba ke meja mereka sambil membawa kotak makan di tangannya.
"Boleh kok" jawab Fani
Lalu Niko duduk di sebelah Vanya,
"Bawa bekal Nik? tumben" tanya Meta
"Iya nih, Mama lagi seneng masak"ucap Niko sambil membuka kotak makan nya.
Vanya mengintip isinya ada berbagai macam masakan disana
Kayaknya enak batin Vanya
"Kamu mau ? " tanya Niko
"Oh, enggak itu kan makan siang kamu" ucap Vanya
"Nih" ucap Niko sambil memberikan makanan kepada Vanya dan akan menyuapinya
Vanya tanpa ragu menerimanya ia langsung melahap suapan yang diberikan Niko
Meta melirik sekilas dan langsung melanjutkan makannya, Sedangkan Fani melihat sambil ternganga lalu menggigit garpunya sendiri
"Niko so sweet banget" ucap Riri yang terus memperhatikan sedari tadi
Sontak wajah Vanya mulai memerah, Sedangkan Niko terlihat senang dan tersenyum.
Aduh Vanya kenapa mangap aja sih malu-maluin banget batin Vanya
"Nik gue juga mau dong, aaa..." ucap Fani seraya membuka mulutnya
"Ambil nih" ucap Meta seraya mendaratkan bakso yang ada digarpu miliknya ke dalam mulut Fani
"emmm, Enak Ta lagi dong" ucap Fani sambil mengunyah
"Enak aja punya lo masih banyak itu" Meta sewot
"Ayo Ta sesuap lagi aja kalau enggak gue minta Niko nih" rengek Fani
"Enggak !" tolak Meta
Sementara itu Niko menawarkan makanannya lagi kepada Vanya
"Gimana rasanya? Kamu mau lagi?" tanya Niko
"Enak ya, Enggak deh enggak usah itu kan makan siang kamu" ucap Vanya
"Enggak apa-apa aku sengaja bawa banyak dari kemarin aku lihat kamu enggak nafsu makan jadi aku fikir kamu bakalan suka masakan Mama aku" ucap Niko
"Nih abisin" ujar Niko memberikan bekalnya pada Vanya
"Enggak apa-apa nih?" tanya Vanya meyakinkan
"Iya enggak apa-apa"ucap Niko sambil tersenyum
Vanya melahap habis makanan yang dberikan Niko, Sedangkan Niko melihatnya dengan senang.
"Va, kesambet lo" celetuk Fani yang syok melihat Vanya makan dengan lahap nya
"Beda lah emang masakan calon mertua" ucap Meta
Uhukk uhuk uhuk
Vanya tersedak dan dengan sigap Niko memberikan air minum kepadanya.
"Ini minum dulu" ucap Niko
Sementara itu dari kejauhan Daffin menatap dengan kesal kedekatan Vanya dan Niko
Kriiiiinnnngggg
Bel sudah berbunyi mereka bergegas masuk ke dalam kelas, Namun saat Vanya akan masuk kedalam kelas ada yang memanggil nya dari kejauhan
"Vanya, sini kamu!" panggil Daffin tiba-tiba saat Vanya hendak masuk ke dalam kelas
Namun Vanya tak langsung menghampiri Daffin ia terdiam,
"Va, dipanggil sama Pak Daffin tuh sana samperin dulu" ucap Meta
"Iya " jawab Vanya singkat
Ia pun menghampiri Daffin dan teman-temannya lantas masuk ke dalam kelas,
"Ada apa ?" tanya Vanya yang terlihat malas bertemu Daffin
Daffin membungkukkan badannya dan membisikan sesuatu ditelinga Vanya yang membuatnya tercengang.
"Nanti malam aku dan orang tuaku mau kerumah untuk melamar kamu" bisik Daffin
Vanya kaget bukan kepalang, setelah membisikan hal itu Daffin lantas berjalan pergi. Sementara Vanya mematung.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
makasih 🙏🏻😊
tp kn emang niatnya Thor bikin skenario yg kayak gini.
nunggu Vanya positif Bru mom's nya d kasih tau kl Vanya kecolongan d perkosa kakak kelas.
pokok ngikut kakak Thor aja lah