NovelToon NovelToon
Suamiku Tidak Mencintaiku

Suamiku Tidak Mencintaiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Selingkuh
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Karisma Putri, perempuan berusia tiga puluh dua tahun harus menerima kenyataan pahit bahwa sang suami yang bernama Radit, laki- laki yang begitu dia cintai sepenuh hati telah menodai pernikahannya dengan cara berselingkuh dengan perempuan dari masa lalunya.

Tak hanya itu, ternyata selama sepuluh tahun pernikanannya bersama Radit, dan sudah dikaruniai dua orang anak,Risma baru mengetahuinya jika suaminya itu tidak pernah mencintainya dan tidak pernah bahagian hidup bersamanya.

Risma baru mengetahui jika cintanya selama ini kepada Radit hanya bertepuk sebelah tangan.

Lalu apakah Risma bisa mempertahankan keutuhan rumah tangganya di tengah kehancuran hatinya...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Bertahan semampuku

Beberapa hari kemudian Risma bersama dengan sahabatnya Ririn pergi ke klinik kecantikan untuk melakukan facial dan perawatan lainnya. Setelah tiga jam berada di klinik kecantikan mereka berdua pergi makan siang di food court di sebuah mall yang cukup ternama di kota A. Sementara itu anak- anak masih berada di sekolah. Setelah dari mall mereka akan langsung ke sekolah menjemput anak- anak.

"Jadi kamu sudah meminta cerai dari Radit tapi Radit tidak mau menceraikanmu...?" tanya Ririn di sela- sela makannya. Risma mengangguk.

"Dia tidak mau menceraikanku dan juga tidak mau menceraikan Eva.. " jawab Risma.

"Hem...egois... Rakus lagi... bilangnya nggak cinta sama kamu tapi kenapa dia nggak menceraikan kamu...?" sahut Ririn geram.

"Karena menurut dia, aku kan ibu dari anak- anaknya. Mungkin dia nggak mau anak- anak sedih dan akan kehilangan kasih sayang dari kedua orang tua jika dia menceraikan aku. Dan dia nggak mau menceraikan Eva karena sekarang Eva sedang mengandung anaknya..." jawab Risma.

"Hah... ? Eva hamil....? Wah gila...gila..." sahut Ririn.

"Logikanya aja Ris, kalau dia memikirkan perasaan anak- anak, harusnya dia sebagai kepala keluarga, membahagiakan istri dan anaknya dong, buat kamu dan anak kamu senang, kasih perhatian dan kasih sayang. Bukannya malah menghadirkan perempuan lain dalam hubungan rumah tangga kalian yang pada akhirnya membuat hubungan kamu sama dia menjadi hancur. Apa lagi sekarang Eva hamil... Hadehhh..." ucap Ririn.

"Dia janji akan berbuat adil Rin..." sahut Risma.

"Trus kamu percaya kalau Radit bisa adil sama kamu...?" tanya Ririn. Risma menggelengkan kepalanya.

"Ya udah kamu ambil keputusan dong Ris. Kalau dia tidak mau menceraikan kamu, kamu yang gugat cerai dia. Jangan diam aja kayak gitu dong. Memangnya kamu mau menderita seumur hidup kamu hanya karena mempertahankan suami yang nggak setia, dan juga nggak cinta sama kamu...? Jangan bodoh dong Ris, kamu nggak pantas disakiti terus sama Radit. Kamu juga berhak bahagia..." ucap Ririn.

Risma hanya diam sambil menunduk.

"Aku tahu Ris, kenapa kamu lemah seperti ini, kamu nggak berani mengambil keputusan untuk menggugat cerai Radit. Itu karena kamu terlalu cinta sama Radit kan...? Ketampanan Radit dan perasaan cinta kamu yang terlalu besar itu, tanpa kamu sadari membuat kamu buta tahu nggak Ris...." Ririn emosi sendiri.

"Bahkan ketika kamu merasa sakit, tapi kamu tetap bertahan dalam posisi kamu yang menyiksa batin dan perasaan kamu sendiri. Mau sampai kapan kamu akan seperti ini Ris..."

"Sepuluh tahun Ris, kamu jadi istrinya Radit, tapi kamu nggak tahu tentang perasaan Radit sama kamu. Kamu nggak sadar kalau Radit tidak pernah cinta sama kamu. Kok bisa gitu lho, aku benar- benar nggak ngerti Ris. Memangnya kamu nggak pernah memperhatikan sikap Radit sama kamu...? Nggak curiga, dengan sikapnya yang terlalu cuek dan dingin sama kamu...?" tanya Ririn.

"Secuek- cueknya laki- laki, pasti ada sisi romantisnya walaupun cuma sedikit Ris. Contohnya dia cium kening kamu ketika akan pergi kembali ke luar kota, dia telpon kamu ketika dia di luar kota, tanya kabar kamu, kamu lagi ngapain, udah makan apa belum. Radit pernah nggak seperti itu...?" tanya Ririn.

Lagi - lagi Risma menggelengkan kepalanya.

"Ya Alloh Karisma Putri...." Ririn memijit keningnya merasa pusing dengan kondisi sahabatnya itu.

"Aku nggak ngerti deh Ris dengan jalan pikiran kamu. Menurut kamu nih ya, laki- laki yang cinta sama kamu itu harusnya sikapnya seperti apa sih Ris...?" tanya Ririn.

"Aku nggak tahu Ris. Kamu kan tahu bagaimana percintaan aku dari dulu. Dari aku masih gadis, masih remaja, aku tidak pernah dicintai sama laki- laki. Laki- laki yang aku cintai nggak perduli sama aku. Bahkan aku sudah menunggu laki- laki yang aku cintai selama bertahun- tahun dengan setia. Tapi dia malah memilih pergi jauh dengan perempuan lain tanpa mau memikirkan perasaan aku sama sekali...." jawab Risma.

"Makanya, setelah mas Radit menikahiku, aku begitu bahagia akhirnya ada laki- laki yang mau menikahi aku. Dan dengan sekuat tenaga, aku berusaha setia dan mencintai mas Radit dengan sepenuh hatiku, karena aku tidak mau ditinggalkan lagi oleh laki- laki yang aku cintai Rin..." sambung Risma.

"Oh ya ampun Risma, jadi semua ini karena dulu kamu pernah patah hati sama Taufik...? Karena dulu kamu sangat mencintai Taufik dan menunggu Taufik sekian lama tapi dia malah pergi ke kota dengan Asih...?...tanya Ririn.

"Kamu sakit hati dan sekarang kamu ingin membuktikan pada Taufik, kalau kamu bisa bahagia hidup tanpa dia. Kamu ingin mempertahankan rumah tangga kamu bersama Radit agar kamu terlihat baik- baik saja di mata Taufik...? Begitu Risma...?".tanya Ririn.

Risma terdiam. Ririn menghela nafas panjang. Iya, Ririn tahu kisah Risma bersama Taufik waktu dulu. Taufik begitu dekat dengan Risma. Risma beranggapan kalau kedekatan mereka itu karena Taufik menaruh perasaan lebih padanya. Risma jatuh cinta dengan Taufik karena perhatiannya padanya melebihi perhatian laki - laki kepada lawan jenis. Dan tentu saja Risma begitu mengharapkan Taufik mau mengatakan cinta padanya. Tapi hingga bertahun- tahun Risma menunggu, Taufik tidak mengatakan cinta pada Risma, dia justru malah pergi ke kota bersama Asih, teman kuliah yang selama ini dekat dengannya.

"Ris, kamu masih sakit hati sama Taufik...? Kamu boleh aja patah hati karena seseorang, tapi kamu nggak perlu lah, menutupi keadaan kamu sekarang, dengan pura- pura bahagia agar terlihat baik- baik saja di depan orang yang pernah membuat kamu patah hati..." ucap Ririn.

"Bukan Ris, bukan seperti itu..." Risma menangis.

"Ya aku mungkin dulu sakit hati sama mas Taufik. Tapi setelah aku pikir- pikir lagi, mas Taufik nggak salah apa- apa kok. Aku aja yang salah menilai dia Rin. Aku salah mengartikan perhatian dia sama aku. Jadinya aku berharap lebih darinya. Kalau dia akhirnya memilih pergi sama Asih, itu hak dia Rin....''

"Dan keadaanku sekarang tidak ada hubungannya dengan perasaanku sama mas Taufik. Kamu tahu kan, aku kalau sudah cinta sama seseorang, sulit buat melupakan dia dengan mudah. Aku juga dulu sulit sekali melupakan mas Taufik. Tapi setelah aku menikah dengan mas Radit, aku sudah janji menyerahkan seluruh cinta aku sama mas Radit..."

"Dan sekarang, mas Radit orang yang begitu aku cintai, telah menyakiti aku. Aku sakit hati Rin, sakit sekali. Aku benci sama dia . Aku ingin pergi jauh Rin, pergi jauh dari mas Radit agar aku bisa melupakan dia....

"Tapi kamu nggak tahu Rin, apa yang dikatakan oleh Rafa beberapa hari lalu sama aku.Rafa nggak mau keluarganya hancur. Dia nggak mau orang tuanya bercerai karena dia takut kalau aku dan mas Radit pisah, dia dan Sabila akan kehilangan kasih sayang dari aku dan mas Radit...." Risma menangis.

"Dia sekarang sudah bisa menilai kalau ayahnya lebih perhatian sama istri mudanya dari pada sama dia dan Sabila. Rafa takut kalau suatu hari nanti, aku sama mas Radit pisah trus aku menikah lagi, aku juga akan mengabaikan Rafa dan Sabila, seperti yang dilakukan oleh mas Radit. Mas Radit sibuk mengurus Eva yang sedang hamil muda dan kandungannya lemah, hingga dia tidak sadar ada dua hati anak- anak yang merasa diabaikan..."

"Dan tiga hari lalu, Sabila malam- malam demam tinggi. Dia terus mengigau memanggil- manggil ayahnya. Mereka tidak hanya butuh aku di samping mereka Rin, tapi mereka juga butuh ayahnya..." Risma terus menangis.

"Lalu aku harus gimana Rin...? Kalau aku nggak memikirkan perasaan mereka mungkin ketika aku mengetahui mas Radit mengkhianatiku aku langsung pergi dari rumah dan aku langsung menggugat cerai. Tapi aku juga harus memikirkan perasaan anak- anak aku Rin...hik...hik..." Risma terus menangis.

Ririn lalu mengusap punggung Risma.

"Iya Ris, aku paham, kamu yang sabar ya Ris, aku ngerti, perceraian bagi orang perempuan yang sudah memiliki anak itu tidak mudah. Dia tidak hanya memikirkan perasaannya sendiri saja. Tapi harus memikirkan perasaan anak- anak juga...." ucap Ririn.

"Aku sebagai sahabat kamu, nggak mau kamu sedih Ris, tapi semua keputusan ada di kamu, aku akan mendukung apapun keputusan kamu nanti..." ucap Ririn menggenggam tangan Risma.

"Makasih ya Rin, mungkin untuk saat ini aku akan mencoba bertahan semampuku demi anak- anak,Rin, tapi aku tidak akan memaksakan diri kok. Jika suatu hari nanti aku sudah tidak mampu lagi, aku pasti pergi Rin...." sahut Risma.

Ririn mengangguk.

"Oya, ngomong- ngomong gimana kabarnya Taufik, Ris..? Dia masih menduda kan..? Kemarin waktu pulang kampung kamu pasti ketemu kan sama dia, secara rumah kalian kan sebelahan...?" tanya Ririn.

"Iya aku ketemu sama dia, dia masih jadi duda. Tapi sepertinya lagi ada yang mencoba deketin dia..." jawab Risma.

"Hah...? Siapa...?"

"Ada, perempuannya cantik , seksi lagi, masih muda, umurnya masih kepala dua. Dia janda kembang kampung sebelah. Namanya Sekar..." jawab Risma.

"Hah...?Serius kamu...? Sekar yang mana sih, dia janda kembang kampung sebelah..? Kok aku nggak kenal ya...?" tanya Ririn.

"Ya nggak kenal lah, kan dia bukan seumuran kita..." jawab Risma.

"Kok kamu tahu kalau Taufik lagi didekati sama Janda kembang...?"

"Ya tahu lah, si janda kembang itu kan kemarin datang ke rumah mas Taufik kirim makanan. Dan kata karyawannya mas Taufik, Si janda kembang itu juga sering kirim makan siang ke perternakan buat mas Taufik...."

"Ih gatel amat tuh si janda kembang, trus Taufiknya suka nggak sama tuh si janda kembang...?" tanya Ririn.

"Mana aku tahu. Kalau dia suka ya nggak heran sih, orang janda kembangnya cantik banget kok, seksi lagi, pakai bajunya ketat- ketat..." jawab Risma.

"Ih memangnya Taufik suka sama perempuan yang bajunya ketat- ketat begitu...? Kalau kata aku sih Taufik nggak suka sama perempuan model begitu..." sahut Ririn.

"Eh, Ris, mending kamu cerai aja deh dari Radit, abis itu kamu nikah sama Taufik, kan cocok tuh janda ketemu sama duda..." ucap Ririn sambil tertawa.

"Jangan ngaco deh kamu Rin...." Risma memukul pelan lengan Ririn. Ririn pun tertawa.

"Eh Ris, kemarin waktu kamu ketemu sama Taufik kalian sempat ngobrol nggak...?"

"Ehm... Iya sih ngobrol sebentar..." jawab Risma. Risma tidak mau cerita pada Ririn soal Risma yang diajak ke peternakan dan diajak sarapan bersama di rumah. Risma tidak mau Ririn jadi berfikir macam- macam.

"Trus gimana...?"

"Ya nggak gimana- gimana, ngobrol biasa aja basa basi..." jawab Risma.

"Ih kamu ini. Maksud aku, kamu deg- degan nggak waktu ketemu sama dia...? Trus dianya grogi nggak waktu ketemu sama kamu...?" tanya Ririn.

"Nggak tahu ah..."

"Ih kamu tuh..." gantian Ririn yang memukul lengan Risma.

"Kalau Taufik terlihat grogi saat ngomong sama kamu, berarti dia masih ada perasaan sama kamu Ris..."

"Masih ada perasaan gimana...? Memangnya kapan mas Taufik punya perasaan sama aku...?" tanya Risma.

"Iya juga sih, tapi kalau dia dulu nggak punya perasaan apa - apa sama kamu ,kenapa dia dulu deket banget sama kamu sih...? Dia perhatian banget sama kamu, sikap dia sama kamu dulu itu kayak cowok yang perhatian sama ceweknya. Tapi kok dia nggak pernah bilang suka sama kamu ya...? Aneh, berarti dulu dia cuma php in kamu aja dong...? Wah emang b*rengs*k juga tuh cowok...." sahut Risma lalu meminum minumannya.

Tiba- tiba ponsel Risma berdering. Risma lalu mengambil ponselnya dari dalam tas.

"Bu Rt, ada apa dia telpon aku...?" ucap Risma.

Lalu Risma mengangkat telpon dari bu Rt.

"Hallo Assalamualaikum bu Rt..." ucap Risma.

"Waalaikumsalam... mbak Risma kamu lagi di mana...?" tanya bu Rt.

"Saya lagi di luar bu, ada apa ya...?" jawab Risma.

"Itu mbak Risma, tadi adik iparnya mbak Risma, yang perempuan itu siapa namanya ya saya lupa..."

"Oh Anggi bu, ada apa dengan Anggi bu...?"

"Iya tadi mbak Anggi datang ke rumah mbak Risma. Dia panggil- panggil mbak Risma tapi mbak Risma nggak ada di rumah. Dia marah - marah sambil memaki- maki mbak Risma lho di depan rumah mbak Risma, sampai orang - orang pada keluar rumah karena gaduh..." jawab bu Rt.

"Hah...? Anggi marah- marah...? Memangnya kenapa bu...?" tanya Risma.

"Saya nggak tahu masalahnya apa mbak, tapi dia bilang kalau mbak Risma perempuan murahan, gitu mbak..." jawab bu Rt.

"Dia tadi bilang sama saya, kalau mbak Risma pulang suruh datang ke rumahnya. Dia mau bikin perhitungan sama mbak Risma katanya...'' lanjut bu Rt.

"Ya Alloh bu Rt, ada apa ya kok Anggi bisa semarah itu sih...?" tanya Risma cemas.

"Mbak Risma datang saja ke rumah mbak Anggi, biar jelas apa permasalahannya..." jawab bu Rt.

"Ya udah deh bu Rt, makasih ya bu sudah ngabarin aku...."

"Iya mbak Risma sama- sama..." jawab Bu Rt. Sambungan telpon pun berakhir.

Risma lalu meletakkan kembali ponselnya di tasnya.

"Ada apa Ris...?" tanya Ririn.

"Itu tadi bu Rt ngasih tahu aku katanya Anggi marah-marah di depan rumah aku..."

"Lho kenapa...?"

"Aku juga nggak tahu Rin, makanya aku juga bingung..." jawab Risma.

"Kamu ada bikin salah nggak sama dia...?" tanya Ririn.

"Ya nggak lah, aku ketemu saja dia aja jarang. Terakhir waktu dia hajatan. Abis itu nggak pernah lagi..." jawab Risma.

"Ya udah kamu datangi aja dia ke rumahnya..." sahut Ririn.

Risma menghela nafas panjang. Masalah rumah tangganya saja belum beres sekarang malah ada masalah baru lagi.

Bersambung....

🥰 Yang kesal sama sikap Risma silahkan koment, marah- marahi aja dia sesuka hati kalian... Tapi jangan marahi Authornya ya.. 😁🥰😍

1
Nur Adam
lnjut
Hera
mulai deh Radit ngerasain tuh gimana dikecewakan bentar lagi mungkin ditinggalkan sama si Eva
Daulat Pasaribu
jgn dibuat si Radit cepat mati Thor enak aja langsung mati GK ada hukuman untuk dia Ama keluarganya,apalagi si pelakor
sutiasih kasih
mana mau eva brtahan dgnmu radittt.... lha gajimu cm seuprit....
inget y radit.... beda istri beda rizkinya...
km mnikah dgn risma.... jabatanmu di kantor makin moncer.... krna risma mngabdi dan mndoakan suaminya setulus hati....
tpi justru doa yg tak hnti risma langitkn siang malam.... km balas dgn pnghianatan dan ktidak adilan...
istri sah km beri nafkah seadanya... sdangkn selingkuhanmu km beri berlipat2 ganda untuk ber senang2...
Uthie
Wahhh.. sebenarnya kurang puasssss itu 😡
tapi.. semoga setelah ini si Radit jadi beneran balangsak dan makin ancur dehhhh 😡😡😡😡
Ma Em
Alhamdulillah sekarang Radit cuma pegawai staf biasa apakah Eva juga akan dipecat juga ,rasakan sama kamu Eva sekarang Radit bkn orang berduit lagi, Radit kerjanya sdh diturunkan jabatannya semoga pelakor Eva mau ngurus Radit yg sdh sakit2an , untuk Risma dan anaknya Rafa semoga selalu bahagia dan setelah masa idah Risma segera menikah dgn Taufik agar tdk diganggu sama Radit lagi.
Asmara
masih untung pak Wijaya tidak memecatmu Radit.... mau lihat apa Eva masih mau setia sama kamu dgn kondisimu seperti sekarang
sutiasih kasih
tuh kelakuan iblis perempuan pujaan dan idamanmu radit.....
makin mblangsak & makin g smbuh2 saat km tau betapa rafa sangat2 mmbencimu...
Ma Em
Wah emang pelakor itu sangat bahaya Risma kirim pesan mau kasih tau Radit bahwa Rafa mau pindah sekolah dikampung malah yg balasnya si pelakor Eva bilang yg tidak2 semoga Radit segera tau kelicikan istri tercintanya si Eva.
Mommy Almira
Sebenarnya bab 68 sudah aq kirim dari tadi malam abis maghrib, tapi baru terkirim tadi jam 9 pagi, mungkin ada gangguan kali ya ...
Uthie: pantasan... ditungguin koq sampai seharian gak ada notif up nya cerita ini 😁
Asmara: pantes aja aku nungguin dari kemarin Thor,
total 2 replies
Farid Atallah
kok blm up 🥴
Mommy Almira: up dr tadi malam kak, tpi masih direview tumben itu lama bgt nggak terkirim juga, mungkin lg ada gangguan dr pihak noveltoon
total 1 replies
Salsabiela
jangn tunggu lama" , nanti lama" Risma diambil orang...
Salsabiela
alhamdulillah dah resmi cerai
Uthie
gak sabar Mereka bersatu 👍😍🤗🤗
Daulat Pasaribu
mau liat penyesalan si Radit
Nur Adam
lnjur
Ma Em
Taufik dan Risma semoga kamu setelah masa idah langsung di halalin saja jgn lama2 takut nanti si Radit ganggu Risma
Uthie
Sayang banget, si Radit gak liat kedatangan Taufik juga 😂😏😏
Asmara
nyesel karena udah kena penyakit...
Hera
nyesek" deh lo Radit, semua udah terjadi, tinggal menyikapi agar kedepannya jadi lebih baik n bijak aja buat Radit, siap" aja tuh ngadepin sikap menye" si Eva ya
Mommy Almira: bagus kl eva mau bertahan sama dia yg penyakitan, kl Eva kabur gmna ...? tmbah apes ya 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!