NovelToon NovelToon
Stuck With You (Ma Mia Cara)

Stuck With You (Ma Mia Cara)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Cinta Paksa / Cinta pada Pandangan Pertama / Wanita Karir / Romansa
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sequoia_caca

"Kau adalah milikku, Kau ada di setiap hembusan nafasku. Ku bunuh siapapun yang berani menyentuhmu. Aku mencintaimu Anya" - Damian Andante Salvatore

"Yang kau sebut cinta itu adalah Penjara bagiku Dante. Bila bersamamu rasanya sesak bagiku. Aku membencimu Dante" - Azzevanya Laluna Hazal



Hallo guys, ini adalah novel pertama ku... maaf kalau banyak typo atau ceritanya kurang menarik ya... Terima kasih banyak😍😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sequoia_caca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dante

Azze membiarkan tubuhnya dialiri air dari shower dengan sedikit meringis karena luka-luka yang ada ditubuhnya kembali basah. Azze tampak sedang berpikir, dia harus memanfaatkan situasi. Dia hanya menebak bahwa Sifat dari Damian adalah seorang pria keras yang selalu ingin dipatuhi di setiap aturan dan perintahnya. Azze melihat bahwa biasanya orang seperti Damian mudah emosi dan setiap perkataan yang keluar dari mulut pria itu adalah hukum dan harus ditepati.

"Baiklah, aku harus bersabar dan bertahan. Aku harus mencari cara untuk kabur dari sini tapi sekaligus mencari cara agar menyelematkan keluargaku juga dari pria psikopat gila seperti dia. Sebenarnya apa yang dia inginkan dariku... hikssshiksss aku hanya ingin bekerja dengan tenang dan mendapatkan uang yang banyak. Tapi dengan teganya mereka malah menjebak ku seperti ini hikssshikssss. "

Azze menghabiskan waktu yang lama di dalam kamar mandi, hingga dia merasa puas menangis dibawah guyuran air. Azze keluar dari kamar mandi lalu melihat dirinya yang telanjang di depan cermin.

Tubuhnya penuh luka lebam dan robek karena kejadian kemarin malam. Sekarang pun tubuhnya masih terasa sakit semua. Dalam pikiran nya, jika dia terus memberontak tidak memungkiri bahwa dia bisa mati kapanpun juga. Dia tidak mau hal itu terjadi, maka dari itu dia memutuskan untuk mengikuti segala permainan yang Damian lakukan. Dan saat dia lengah, Azze akan memanfaatkan saat itu untuk kabur dari jeratan Damian dan meninggalkan tempat ini untuk selamanya.

Azze memakai pakaiannya yang berupa setelan kaus berwarna putih dan celana jeans cutbray. Meski tanpa polesan apapun wajahnya tetap saja cantik, walaupun matanya masih terlihat sembab karena terlalu lama menangis.

Setelah berpakaian, Azze memutuskan untuk memikirkan nama panggilan yang diinginkan Damian.

"Bukannya memberi hadiah atau membiarkan aku keluar dari sini. Sebagai apresiasi dia malah memberi ku tugas yang nyeleneh. Untuk apa aku memberi nama panggilan untuknya. Dia juga seperti nya lebih tua jauh dariku. Untuk apa semua itu... dasar bajingan tidak tau Terima kasih! "

Saat Azze mengatakan semua hal itu, sebenarnya Damian ada di luar pintu kamar Azze. Tadinya ia hendak mengetuk pintu kamar Azze karena dirasa dia terlalu lama berada di dalam kamar. Damian ingin memastikan bahwa Azze tidak mencoba kabur lagi lewat jendela. Tapi saat Damian mendengar ocehan Azze dia memutuskan untuk tidak jadi masuk kedalam kamar itu.

"Dia marah padaku... "

Damian melangkah kan kakinya meninggalkan tempat itu dan membiarkan Azze untuk beristirahat sebentar.

Sedangkan Azze sedang pusing memikirkan nama panggilan yang diminta Damian. Dia bingung harus memanggil Damian dengan sebutan apa

"Hulk.... ahh tidak bisa-bisa dia langsung membunuhku. Monster besar... apalagi itu. Demon... Evil.. Lucifer... Aduhhh kenapa semua yang kupikirkan mengenainya hanyalah hal buruk. Coba dari namanya saja... namanya adalah Damian Andante Salvatore.. Damn? sudah dipakai oleh pria berambut seperti bendera kaum pelangi itu. Salva... iuhhhh terdengar seperti Saliva... Salvatore terdengar seperti nama drakula... Ian...? So imut sekali... tidak cocok dengan tampilannya yang menyeramkan. Damn aku sudah dengar, Ian juga.. Andante terlalu sulit diucapkan seperti tingkat kematangan pasta saja Aldente... Tunggu dulu... Nah bagaimana kalau Dante.. Iya Dante sajalah.. aku pusing. "

Akhirnya setelah lama berfikir Azze sudah memutuskan Dante adalah panggilan yang akan dia berikan pada Damian sesuai keinginan pria itu. Azze sudah malas berfikir lagi. Yang dia inginkan sekarang adalah beristirahat sejenak. Tapi sebelum itu dia mengecek ponsel nya yang ternyata kehabisan daya. Azze bangkit lalu mencari charger di tas miliknya, setelah itu dia mengisikan daya ponsel nya dan pergi tidur sebentar.

Damian yang berada di ruang santai lantai dua, mengecek laptop nya. Dia mendapatkan sebuah link dari Vasco. Saat dia membuka link itu. Isinya adalah semua data perusahaan gelap uang baru dikelolaJohny. Disitu memuat data berupa Johny juga melakukan perdagangan organ tubuh manusia yang dilakukan di beberapa negara seperti Mexico, Colombia,Kuba, Honduras, Brazil dan lainnya.

"Pantas saja dia semakin kaya.. "

Sebuah pesan masuk baru dari Vasco muncul yang berisi.

"Itu baru setengahnya Ian, masih banyak lagi data yang belum ter-download. Untuk mendapatkan itu saja butuh waktu yang lama. " -Vasco

"Ini saja sudah cukup. Sebelum dia menghancurkan Perdagangan senjata ku. Akan ku hancurkan dulu Usahanya. " -Damian

"Kapan kau akan menyerang Johny Damn... sudah lama aku tidak ikut pertempuran. Harusnya kalian itu membawa dewa perang seperti ku. Kalian pasti akan menang dengan mudah"- Ares

" Ku jahit mulutmu sebelum kau sampai di medan pertempuran!!!. Jelas-jelas kau yang selalu absen saat kita akan beraksi... bangsat!!" -Vasco

"Sudahlah... Selesai kan pertengkaran kalian.. "-Damian

Setelah mengakhiri percakapan nya bersama Ares dan Vasco lewat Pesan singkat. Damian memutuskan untuk melihat keadaan Azze ke kamarnya.

Damian membuka pintu dengan hati-hati. Dia hanya melihat Azze lewat celah pintu. Hatinya menghangat saat tau bahwa Azze menuruti perintahnya untuk tidak kabur.

"Dia pasti memikirkan nasib keluarga nya. Hal itu menguntungkan juga bagiku. Sehingga dia tidak akan mencoba kabur lagi dariku karena takut keluarganya akan ku bantai. "

Damian menutup pintu itu kembali, Tiba-tiba Azze membuka matanya. Air mata turun seketika saat dia sedikit mendengar Damian mengatakan hal itu dengan entengnya.

"Benar-benar manusia tidak berperasaan, dengan mudahnya dia berbicara seperti itu. Hikkssshikssa... huhhh tenang Azze, kau harus bersabar sedikit. Kau harus kuat dan tegar menghadapi semua ini. "

Azze bangkit dari posisi tidurnya, dia mengelap air matanya dengan tissue.

"Yaaa aku harus kuat... demi bisa kembali pulang dan bertemu bunda juga adik-adikku. Aku akan turun sekarang, aku tidak boleh takut"

Azze melangkah kan kakinya keluar dari kamar untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Damian padanya. Dia ingin tau apa yang akan pria itu lakukan setelah Azze berhasil.

1
Chusnul Chotimah
ngeri x Damian.kasihan sekali nanti nasib Azee
Farldetenc: Ada karya menarik nih, IT’S MY DEVIAN, sudah End 😵 by farldetenc
Izin yaa
total 1 replies
Nania Nia
Luar biasa
Hazal Alif: Terima kasih banyak kak/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!