NovelToon NovelToon
AZZAM

AZZAM

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Romansa / Harem / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Azzam,anak bungsu pasangan Kenzie dan Nara. Memilih hidup terpisah dari kedua orang tua dan keluarga besarnya, demi mencapai cita-citanya menjadi pilot pesawat tempur. Pria itu bersedia menanggalkan nama besar dan kehidupan mewah yang diberikan oleh keluarga Hikmat. Perjuangannya menjadi pilot pesawat tempur, tidaklah mudah dan penuh perjuangan.

Saat Azzam berjuang untuk kesuksesannya, dia dibuat bingung dengan kehadiran tiga orang wanita yang mengharapkannya. Ketiga wanita itu memiliki tempat tersendiri di hatinya. Lalu kepada siapa hatinya bersandar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adu Strategi

Kembali ke akademi, taruna mulai disibukkan lagi dengan pelatihan dan pendidikan. Begitu pula dengan Seno yang kembali harus menghadapi Gusti dan kedua temannya yang semakin menjadi saja mengerjainya. Dia masih bersabar dan menunggu momen yang tepat untuk membalas mereka. Beruntung ketiga sahabatnya selalu membantu dan menemaninya, hingga Gusti tidak leluasa untuk mengerjainya.

Dengan kesal Gusti menghempaskan bokongnya ke kursi. Hari ini dia kembali gagal mengerjai Seno, karena ketiga sahabatnya selalu berada di dekatnya. Kedua temannya menyusul duduk di dekatnya.

“Si Seno makin belagu aja sekarang,” ujar Esa.

“Kayanya dia ngadu ke teman-temannya. Udah seminggu ini temannya ngikutin dia terus,” timpal Hari.

“Nanti tunggu waktu yang tepat. Tuh anak harus dikasih pelajaran lagi,” geram Gusti.

Beberapa kali percobaannya untuk mendekati Seno gagal. Usahanya terhalang dengan kehadiran Eko, Zakaria dan Azzam. Apalagi Azzam selalu menatapnya dengan tajam. Pemuda itu kelihatannya tidak takut sama sekali padanya. Gusti terus memutar otak bagaimana mendekati Seno lagi.

Tanpa Gusti ketahui, Seno diam-diam juga menyusun rencana untuk menjebak Gusti. Dia menunggu momen yang tepat untuk membalikkan keadaan. Dengan sabar pemuda itu menunggu kesempatannya tiba. Waktu di mana sang pelatih akan melihat dengan mata kepala sendiri perbuatan Gusti dan kedua temannya padanya.

Kesempatan yang ditunggu Seno tiba. Seperti biasa, Gusti dan kedua temannya selalu menunggunya di sudut dekat flat mereka. Matanya kemudian menangkap seorang pelatih yang berjalan kea rah Gusti. Dengan cepat Seno memotong dan mendahului pelatih tersebut untuk sampai ke dekat Gusti. Mangsa langsung terkena umpannya.

“Seno!”

Seno menghentikan langkahnya ketika mendengar Gusti memanggilnya. Pemuda itu bergegas menghampiri Gusti. Melihat mainannya yang kemarin seolah sedang kucing-kucingan dengannya, Gusti langsung mendekati Seno. Dia mencengkeram rahang pemuda itu.

“Sudah puas main kucing-kucingan denganku?” tanya Gusti dengan mata melotot.

“Maaf, saya tidak mengerti.”

“Ngga usah sok bego.”

BUGH

Sebuah pukulan mendarat di perut Seno. Pemuda itu terbatuk sambil memegangi perutnya. Di saat bersamaan, pelatih yang tadi dilihat Seno sampai di dekat mereka.

“Ada apa ini?!”

“Siap! Tidak ada apa-apa, komandan!” jawab Gusti.

Seno pun segera berdiri dengan wajah meringis. Pelatih memperhatikan wajah Seno, Gusti, Hari dan Esa. Tadi dengan jelas dia melihat Gusti memukul perut Seno.

“Kamu kembali ke flat!” ujar sang pelatih pada Seno.

“Siap, komandan!”

Setelah memberi hormat, Seno segera menuju flatnya. Dia melirik pada Gusti yang tengah terkena hukuman dari pelatih. Senyum mengembang di wajahnya. Akhirnya dia bisa membalas Gusti. Semoga saja pria itu kapok dan tidak mengerjainya lagi.

Sementara itu, Gusti, Hari dan Esa terkena hukuman dari sang pelatih. Ketiga taruna itu diminta lari mengelilingi lapangan sebanyak lima kali, lanjut dengan push up dan jalan jongkok hingga ke pos Radar. Merek bertiga juga diharuskan piket walau hari ini bukan jadwal mereka.

Mendapat hukuman dari pelatih ternyata tidak membuat Gusti jera. Pria itu justru semakin terprovokasi untuk membalas Seno atas hukuman yang diterimanya. Bersama dengan Hari dan Esa, pria itu menyusun rencana untuk membalas Seno. Mereka akan melaksanakan rencananya pada saat libur akhir pekan nanti. Saat itu di rasa paling tepat karena akademi tidak seramai biasanya, karena banyak taruna yang pergi pesiar.

“Pokoknya, Seno harus dikasih pelajaran!” geram Gusti.

“Tenang aja. Tunggu tiga hari lagi,” ujar Hari meyakinkan.

Gusti nampak menyeringai. Dia sudah tidak sabar menunggu waktu membalas Seno tiba. Dia akan membuat pemuda itu menyesali perbuatannya yang sudah membuatnya terkena hukuman.

🌻🌻🌻

Waduh🙈

1
duoNaNa
asha..asha....pegang pistol ga bs tp bikin masalah aj...kan..yglain pd bertaruh nyawa.
duoNaNa
kan..si asha cuma bisa nutupin telinga..kam dia yang ngajak jalan2 kesitu..udh bahaya..sepi lagi..hiiihh...sebel kan jadinya....kasihan yang lain sha....yg seneng kamu..yglain susah
duoNaNa
biarin...udah tahu kondisi bahaya malah mikirin ngenang2 pertemuan
duoNaNa
serasa kapten yoo ya mak 🤣🤣
duoNaNa
nggih mak
duoNaNa
tegang mak
duoNaNa
si azzam dan seno kyk main ps
duoNaNa
wes sak karepmu mak....🤣
duoNaNa
wk wk wk wk wk 🤣🤣🤣🤣🤣
duoNaNa
deket rumahku itu makkk...besok mampir ah..nyari yakob
duoNaNa
88⁸8 kyk gini kan mak?
duoNaNa
lanjutkan mak e
duoNaNa
betooollll
duoNaNa
maaakk....bener2 ruarbiyasa karyamu 👍👍👍 sampe detail gini...aq jd dpt ilmu
Eskael Evol
terharuuuuuuu ya ampuuunnnn thor begitu smart nya dirimu thoooorrrrrr😘😘😘😘😘👍👍👍
Eskael Evol
wkwkwk bab ini bikin ngakak pamer gigi mulu😃
Eskael Evol
hadeh tambal belagu si gusti
Eskael Evol
terharuuu mksh ya orang² kaya yg bsik
Eskael Evol
salut ma keluarga konglomerat
mantul thor👍❤🙏
Eskael Evol
terhuraaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!