NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Pagi hari di rumah sakit terasa jauh lebih tenang dibandingkan malam sebelumnya.

Di dalam kamar rawat itu, Tasya sedang sibuk membereskan beberapa barang milik kakeknya. Ia melipat selimut tipis, memasukkan pakaian ke dalam tas, lalu memastikan tidak ada barang yang tertinggal.

Di sofa kecil dekat jendela, Kenzi sudah duduk sambil menggoyangkan kakinya pelan. Kondisinya sudah jauh lebih baik. Infus di tangannya bahkan sudah dilepas sejak pagi.

Sementara itu Kenzo berdiri bersandar di dekat pintu dengan tangan terlipat, memperhatikan ibunya tanpa banyak bicara.

Di atas tempat tidur, kakek Tasya menatap cucunya dengan perasaan bersalah.

“Tasya…” panggil pria tua itu pelan, Tasya menoleh.

“Iya, Kek?”

Pria tua itu menghela napas.

“Kakek minta maaf.”

Tasya langsung berhenti memasukkan pakaian ke tas.

“Kakek merasa sudah merepotkanmu.”

Ia menatap Tasya dengan mata yang penuh penyesalan.

“Gara-gara Kakek sakit … kamu pasti harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya rumah sakit.”

Tasya tersenyum kecil sambil menggeleng.

“Tidak apa-apa, Kek. Yang penting Kakek sehat.”

Namun, sebelum kakeknya sempat menjawab, pintu kamar terbuka pelan.

Seorang perawat masuk sambil membawa map berisi beberapa berkas.

“Selamat pagi,” sapa perawat itu ramah.

“Selamat pagi,” jawab Tasya.

Perawat itu kemudian menyerahkan sebuah dokumen.

“Ini surat pengeluaran pasien dari rumah sakit.”

Tasya menerima kertas itu. Namun, sebelum ia sempat membaca, perawat itu melanjutkan,

“Dan untuk biaya perawatan … semuanya sudah ditanggung oleh pihak rumah sakit.”

Tasya langsung terdiam. “Ditanggung … rumah sakit?”

Perawat itu mengangguk.

“Benar.”

“Jadi tidak ada biaya yang perlu dibayar.”

Kakek Tasya langsung terlihat sangat lega.

“Syukurlah…” gumamnya.

Namun, Tasya justru terlihat bingung. Di dalam pikirannya muncul satu nama.

Alex. Mungkin biaya kemarin saat Kenzi dirawat memang ditanggung olehnya.

Tasya menatap berkas di tangannya beberapa detik. Namun, ia tidak mengatakan apa pun. Akhirnya ia hanya menarik napas pelan dan kembali membereskan barang-barang yang tersisa.

Sementara itu, kakeknya terlihat sangat senang karena akhirnya bisa pulang.

Kenzi juga langsung berdiri dari sofa dengan wajah ceria.

“Mommy, kita pulang sekarang?” tanyanya penuh semangat.

Tasya tersenyum kecil pada putranya.

“Iya … kita pulang." Tetapi, jauh di dalam hatinya dia masih merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Di ruangan dokter anak yang berada di lantai yang sama, suasana terasa jauh lebih tegang.

Alex berdiri di depan meja dokter dengan wajah dingin, sementara Mario berdiri sedikit di belakangnya. Keduanya menunggu dengan sabar, meskipun udara di ruangan itu terasa berat.

Dokter yang semalam menangani Kenzi membuka sebuah map berwarna putih di atas meja.

“Tes DNA sudah keluar lebih cepat dari yang saya perkirakan,” ucap dokter itu sambil menyesuaikan kacamatanya.

Alex tidak duduk, dia hanya berdiri tegak dengan kedua tangan di saku celana, menatap meja dokter dengan tajam.

“Langsung saja,” katanya singkat.

Dokter itu mengangguk, lalu menggeser lembar hasil pemeriksaan ke arah Alex dan Mario.

Di atas kertas itu tertulis beberapa grafik dan angka hasil analisis genetika. Dokter kemudian berkata dengan nada profesional,

“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA antara Anda dan anak laki-laki bernama Kenzi…”

Ia berhenti sebentar.

“Terdapat kecocokan genetik yang sangat tinggi.” Dokter menunjuk bagian bawah lembar hasil itu.

“Tingkat kecocokannya mencapai lebih dari sembilan puluh sembilan persen.”

Ruangan itu mendadak terasa sunyi.

Mario yang berdiri di samping Alex langsung menunduk melihat kertas itu dengan mata melebar.

Dokter kemudian melanjutkan kalimatnya.

“Secara medis tidak ada keraguan lagi.”

Ia menatap Alex dengan serius.

“Kenzi adalah anak kandung Anda.”

Kalimat itu seperti menghantam udara di ruangan tersebut.

Alex tidak langsung berbicara. Namun, kedua tangannya perlahan mengambil lembar hasil tes DNA itu. Tatapannya membaca setiap baris hasil pemeriksaan. Seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

Di belakangnya, Mario bahkan sampai menelan ludah.

“Tuan…” gumamnya pelan.

Alex tetap diam. Beberapa detik kemudian tangannya tiba-tiba meremas kertas hasil tes DNA itu dengan kuat. Urat di tangannya terlihat menegang. Tatapannya menjadi jauh lebih gelap.

Pikirannya kembali ke malam tujuh tahun lalu.

Wanita yang ia anggap sebagai kesalahan. Dan kini wanita itu melahirkan anak kembar miliknya.

Penerus keluarga Vasillo.

Alex menutup matanya sebentar. Saat membukanya kembali, tatapannya berubah menjadi dingin namun penuh keputusan.

Mario yang berdiri di sampingnya bisa merasakan sesuatu sedang berubah di dalam diri bosnya.

Alex lalu bertanya dengan suara rendah kepada dokter,

“Jika seseorang memiliki anak kembar…”

Ia berhenti sebentar.

“Apakah mungkin keduanya lahir dari ayah yang sama?” tanya Alex, karena takut mungkin Tasya telah menikah lagi sebelum keduanya lahir.

Dokter mengangguk tanpa ragu.

“Tentu saja.”

“Terutama jika mereka kembar identik.”

Mario langsung menoleh cepat ke arah Alex.

Sementara, Alex menatap kembali hasil tes DNA yang masih diremas di tangannya.

Lalu ia berkata pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri,

“Jadi … mereka benar-benar anakku.”

Kalimat itu membuat jantung Mario berdegup lebih cepat. Karena ia tahu jika Alex sudah mengakui sesuatu sebagai miliknya, maka tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa merebutnya kembali.

Beberapa detik kemudian Alex kembali menatap hasil tes itu. Lalu perlahan ia mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Mario.

Tatapannya berubah tajam.

“Perintahkan pengawal.” Suara Alex rendah namun tegas.

Mario sedikit mengernyit.

“Pengawal, Tuan?”

Alex tidak menjelaskan panjang.

“Ambil Kenzo dan Kenzi dari Tasya.”

Mario langsung menegang. Alex melanjutkan dengan nada dingin.

“Hari ini mereka pasti keluar dari rumah sakit.”

“Bawa mereka ke penthouse.”

Mario terdiam beberapa detik, wajahnya terlihat ragu.

“Tapi … Tuan…” Kalimat itu belum selesai.

Alex langsung menatapnya dengan tajam.

“Tidak ada tapi-tapi...” Suara Alex kini jauh lebih keras.

“Lakukan apa yang aku perintahkan.”

Mario menelan ludah, dia jarang melihat Alex sekeras ini.

“Tuan … kalau kita mengambil mereka begitu saja … Nona Tasya pasti—”

Alex memotong kalimatnya.

“Mereka anakku.” Kalimat itu diucapkan pelan namun penuh tekanan.

“Darah keluarga Vasillo.” Ia melangkah mendekati meja dokter. Tatapannya menjadi lebih gelap.

“Aku tidak akan membiarkan anak-anakku hidup seperti orang biasa.”

Mario masih terlihat ragu.

“Tapi Tua n… mereka sudah hidup bersama ibunya selama tujuh tahun.”

Alex menatap lurus ke arah Mario.

“Dan sekarang waktunya mereka kembali.” Suasana ruangan terasa semakin berat.

Mario mengepalkan tangannya sebentar.

Ia tahu, jika Alex sudah membuat keputusan, hampir tidak ada orang yang bisa mengubahnya. Namun, tetap saja ia merasa tidak nyaman.

“Tuan… Nona Tasya tidak akan tinggal diam.”

Alex tersenyum tipis.

“Dia tidak punya pilihan.” Ia memasukkan hasil tes DNA itu ke dalam map.

“Pergi sekarang.”

“Pastikan mereka dibawa ke sini.”

Mario masih berdiri beberapa detik.

Hatinya terasa berat. Namun, akhirnya ia menundukkan kepala.

“Baik … Tuan.” Setelah mengatakan itu, Mario berbalik dan keluar dari ruangan dokter.

1
Anonim
Cerita yang bagus , sukses selalu
Yani Suryani
Alex, kamu selalu mengancam orang, sekarang Kamu diancam anakmu sendiri 😀
lenny sukmasari
Luar biasa
Yani Suryani
dulu yg penasaran Kenzo dengan Alex dan Kenzi tidak mempercayai, tapi justru sekarang setelah mengetahui kalau Alex ayahnya justru Kenzi yg paling bersemangat
Iis Kurniasih
Walaupun baca novelnya sudah tamat dr pembuatan n tudak mengikuti pd saat membuat episode ² nya ...aq acungin jempol 2 is the best pokoknya karya Mba Aisyah Alfatih ... sukses selalu Mba ttp semangat n jaga kwalitas pembuatan novel nya
kookie
lah si tasya kok diam aja dion bilang sikembar bukan anak alex, lah kamu emang tidur sama siapa aja tasya dudul
e²n
suka sama Kenzi 😍
e²n
keluarga vasillo dan rockhi di adu domba
evana gusani
baru mampir
Yani Suryani
Alex kamu ingin menguasai,lah perusahaan mu aja dibajak anak kecil aja langsung keos sok berlagak dibuat bangkrut baru nyahok lo
Yani Suryani
Tasya kenapa gak cerita detailnya sama kakeknya , kalau dia dijual terus melarikan diri
Munas Tuti
akhirnya mereja semua bahagia....selamat mbak author 👍👍
Yani Suryani
menyebalkan sekali lagi baca iklan Shopee selalu nongol berulang ulang sangat menggangu sekali, kadang sampai maki" karena geregetan,baca satu bab tapi iklan Shopee nya datang berulang ulang 😤😡
Aisyah Alfatih: 😭😭😭😭 iyakah? jadikan VIP akunnya kak, biar bebas iklan...
total 1 replies
Yani Suryani
aneh kalau tanya hal pribadi langsung didepan banyak orang itu seperti tidak proporsional dan terlalu gegabah, sedikit songong sih😁
Yani Suryani
kalau kerja dirumah sakit ya mentingin pasien tapi aneh menejernya 😁, dokter lagi menangani pasien darurat kok suruh keluar untuk penyambutan 🤦, sebenarnya bukan cerita komedi tapi menggelikan
Kenzo keberanian mu luar biasa 👍
Kenzi muka datar tapi nyalinya sedikit menciut karena perhitungan dan menyelamatkan saudaranya biar tidak kena masalah
bocil kembar yg saling melengkapi dan melindungi 😁👍
Yani Suryani
keceriaan Kenzo seperti mamanya tapi instingnya seperti Daddy nya, Kenzi muka datar dan misterius seperti Daddy nya tapi kecerdasannya seperti mamanya, bahkan membobol keamanan Daddy nya sendiri 🤭😀 biar tau rasa karena sombong beraninya meremehkan mamanya
Yani Suryani
Kenzo ini memiliki kemirip Daddy nya kalau kenzi seperti ibunya yg memiliki kemampuan yg sama juga, jadi keduanya saling melengkapi
Iis Kurniasih
is the best
Iis Kurniasih
Jalan cerita tidak bertele² ...msh enak bt dibaca n lebih mudah dimengertinya......
Munas Tuti
benernya culik balik Jessi...buang jauh2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!