NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Panggung Penghinaan

Pilihan Jiang Chen tidak mengejutkan siapa pun, tetapi penampilannya yang lemah mengirimkan gelombang bisikan ke seluruh penonton.

"Apa yang terjadi padanya? Dia terlihat sakit."

"Mungkin dia terlalu memaksakan diri di Hutan Binatang Kabut?"

"Lihat cara dia berdiri! Auranya sangat tidak stabil. Ini bukan pertanda baik."

Di area keluarga Zhang, senyum kemenangan di wajah Patriark Zhang Long semakin lebar. "Bodoh. Dia benar-benar jatuh ke dalam perangkap. Dia seharusnya mundur dan berpura-pura sakit, tetapi kesombongannya membuatnya naik ke panggung. Hari ini, reputasinya akan hancur berkeping-keping!"

Zhang Hao melompat ke atas panggung dengan seringai di wajahnya. Ia berdiri tegak, memancarkan aura kuat seorang jenius tingkat lima, kontras sekali dengan Jiang Chen yang tampak goyah.

"Jiang Chen!" seru Zhang Hao dengan suara keras agar semua orang bisa mendengar. "Juara tahap pertama kita! Aku merasa sangat terhormat telah kau pilih. Tapi melihat kondisimu... apa kau yakin bisa berdiri tegak selama lebih dari sepuluh detik?"

Tawa mengejek terdengar dari kelompok keluarga Zhang.

Jiang Chen hanya tersenyum tipis, senyum yang tampak lemah di mata orang lain. "Kau akan tahu sebentar lagi."

"Mulai!" teriak wasit dari pinggir panggung.

Zhang Hao tidak membuang waktu. Ia ingin mempermalukan Jiang Chen dengan cepat. Dengan raungan, ia melesat maju, menggunakan teknik andalan keluarga Zhang, 'Pukulan Cakar Harimau'. *Qi*-nya membentuk ilusi cakar harimau yang tajam, menebas ke arah dada Jiang Chen.

Serangan itu cepat dan ganas. Di mata penonton, Jiang Chen tampak panik. Ia mencoba menghindar, tetapi gerakannya lamban dan canggung. Ia berhasil menghindari serangan utama, tetapi ujung cakar Qi itu masih menyerempet lengannya, merobek lengan bajunya.

Jiang Chen terhuyung mundur beberapa langkah, wajahnya semakin pucat.

"Hahahaha! Hanya itu kemampuan sang juara?" ejek Zhang Hao, semakin bersemangat. "Kau bahkan tidak bisa menghindari serangan pertamaku! Di mana Griffon-mu sekarang? Apa kau butuh tungganganmu untuk bertarung untukmu?.

Ia melancarkan serangan lagi, rentetan pukulan dan tendangan yang memaksa Jiang Chen untuk terus mundur. Jiang Chen tampak seperti perahu kecil di tengah badai, terus-menerus di ambang kehancuran. Ia berhasil menangkis beberapa serangan, tetapi setiap tangkisannya tampak lemah, dan ia terus terdorong mundur hingga ke tepi panggung.

"Sudah berakhir, Jiang Chen!" teriak Zhang Hao. Ia melompat tinggi, menyiapkan tendangan kapak yang kuat yang ditujukan untuk mematahkan bahu Jiang Chen dan menjatuhkannya dari panggung.

Kerumunan menahan napas. Patriark Zhang berdiri, siap untuk merayakan kemenangan.

Namun, tepat saat tendangan itu turun, sesuatu yang aneh terjadi.

Jiang Chen, yang tadinya tampak panik dan goyah, tiba-tiba berhenti. Kepalanya yang tertunduk terangkat. Mata yang tadinya kusam kini bersinar dengan cahaya dingin yang menusuk. Rasa lemah di sekelilingnya lenyap dalam sekejap, digantikan oleh aura yang tenang dan dalam seperti lautan kuno.

Senyum mengejek di wajahnya kini terlihat jelas.

"Bermainnya sudah selesai," bisik Jiang Chen, suaranya terlalu pelan untuk didengar siapa pun kecuali dirinya sendiri.

Di hadapan tendangan kapak yang turun, Jiang Chen tidak bergerak. Ia hanya mengangkat dua jari.

Dua jari.

PLAK!

Ujung kedua jarinya bertemu dengan pergelangan kaki Zhang Hao.

Tidak ada ledakan besar. Tidak ada suara yang menggelegar. Hanya suara benturan kecil yang tumpul.

Namun, hasilnya sungguh mengejutkan.

Seluruh kekuatan di balik tendangan Zhang Hao lenyap seketika, seolah-olah diserap ke dalam lubang hitam. Ekspresi sombong di wajahnya membeku, digantikan oleh syok dan ketidakpercayaan mutlak. Ia merasa seolah-olah kakinya telah menendang sebuah gunung yang tak tergoyahkan.

"Giliranku."

Sebelum Zhang Hao bisa menarik kakinya, jari-jari Jiang Chen mencengkeram pergelangan kakinya. Dengan satu gerakan memutar yang santai, Jiang Chen mengayunkan seluruh tubuh Zhang Hao di udara seperti sebuah karung dan membantingnya ke lantai panggung.

BOOM!

Panggung bergetar. Zhang Hao memuntahkan seteguk darah, dan debu beterbangan. Seluruh penonton terdiam, pikiran mereka kosong. Perubahan situasi yang tiba-tiba ini terlalu cepat untuk mereka proses.

Senyum di wajah Patriark Zhang membeku, tampak seperti topeng yang mengerikan.

Jiang Chen berjalan perlahan ke arah Zhang Hao yang mencoba bangkit.

"Kenapa... kenapa kau..." gagap Zhang Hao, pikirannya kacau. "Racunnya..."

"Racun?" Jiang Chen tertawa, kali ini tawanya terdengar jelas dan penuh penghinaan. Ia menatap lurus ke arah Patriark Zhang di kejauhan. "Maksudmu Bubuk Pencerai Jiwa yang kau kirim tadi malam? Barang tingkat rendah seperti itu kau sebut racun?"

Pernyataan itu seperti bom yang meledak di alun-alun. Jadi itu sebabnya! Keluarga Zhang telah meracuni Jiang Chen!

"Kau pikir aku benar-benar lemah?" lanjut Jiang Chen sambil menendang dada Zhang Hao, membuatnya terbatuk darah lagi. "Aku hanya ingin menunjukkan pada seluruh kota betapa menyedihkannya trik kecil kalian."

Ia kemudian berjongkok di samping Zhang Hao yang gemetaran. "Oh, dan omong-omong, aku tidak suka menerima hadiah tanpa membalasnya. Aku menambahkan sedikit 'bumbu' ke dalam tehmu."

"Apa... apa maksudmu?" tanya Zhang Hao dengan ngeri.

Jiang Chen tersenyum. "Kau tahu, Bubuk Pencerai Jiwa itu membosankan. Jadi aku mengubahnya sedikit. Aku menamakannya 'Pil Balasan Seribu Patah Hati'. Dan pemicunya... adalah *Qi*-mu sendiri saat kau menggunakan teknik keluarga Zhang secara berlebihan."

Saat Jiang Chen mengucapkan kata-kata itu, wajah Zhang Hao tiba-tiba berubah menjadi ungu.

"A... AAAAAARRRRGGGHHHH!"

Sebuah jeritan yang tidak manusiawi keluar dari mulutnya. Ia mulai berguling-guling di lantai panggung, mencakar-cakar tubuhnya sendiri. Qi di dalam tubuhnya menjadi sangat kacau, tidak hanya lamban, tetapi kini mengalir terbalik, menyerang meridiannya sendiri dari dalam. Rasanya seperti ribuan jarum panas menusuk setiap inci pembuluh darahnya secara bersamaan.

"Patriark! Selamatkan aku! Sakit! SAKIT!" raungnya putus asa ke arah Zhang Long.

Tetapi tidak ada yang bisa dilakukan siapa pun. Di hadapan puluhan ribu orang, jenius keluarga Zhang itu kini kejang-kejang di lantai seperti cacing yang disiram garam, auranya menurun dengan cepat, dan meridiannya rusak parah di bawah serangan balik *Qi*-nya sendiri.

Jiang Chen berdiri, membersihkan debu dari tangannya yang bahkan tidak ada, dan menatap Patriark Zhang Long yang wajahnya sepucat kertas.

"Ini," kata Jiang Chen dengan suara dingin yang menusuk tulang, "adalah bunga dari hutangmu. Sisanya akan segera menyusul."

1
Eko
ayooooo terobos🤣
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
kotos kotos jooooz Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus
ddrhart
mengyao melongo .... pasti nyesel tuh
ddrhart
kenapa ditolong, kalaupun.biar suruh babak belur dulu....
ddrhart
masih baik hati.... tidak dibantai semuanya
ddrhart
kelihatan banget beda kelas..... kota awan bambu ga cukup buat nahan Jiang Chen
ddrhart
zhang wei sok kuat.... tetua sj tumbang.... bodoh banget
ddrhart
kibarkan !!!!!
ddrhart
mantaaafffff..... ayah lebih percaya kepada anaknya, yang akan bangkit menjadi naga sakti
ddrhart
selalu ada wanita yang tidak tulud. tapi hanya menghitung untung rugi dalam hubungan dengan orang lain...
ddrhart
persiapan mengjadapi tikus yang lebih besar dengan membuat sekutu yanv kuat
ddrhart
gilaaaa.... langsung bunuh tanpa rasa takut !!!!
ddrhart
bagaimana menghadapi kemarahan patriark zhang ?
ddrhart
ngapain di tanya-tanya, cewek matre kays gitu ?
Eko
ditunggu update terbaru thor
Eko
hehehehe final melawan perang gila nih
ddrhart
apakah cukup dengan tingkat empat untuk membuat gebrakan di kota awan bambu dan mengembalikan hinaan yg selama ini diterima ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!