Sudah tiga tahun lamanya, Yasmin menanti Cakrawala kembali pulang. Namun, harapan tinggallah harapan. Kepergian Cakrawala menyisakan kepedihan mendalam baginya.
Cakrawala menghilang tanpa jejak dalam tugas terakhirnya. Yasmin sudah melakukan segala macam cara untuk mencari Cakrawala. Namun, tak ada hasilnya, hingga suatu hari, ia melihat Cakrawala berdiri tak jauh darinya. Tetapi, belum jua kakinya melangkah, Yasmin membeku saat mendengar seorang bocah memanggil Cakrawala dengan sebutan Ayah!
Setelah melakukan penyelidikan, ternyata Cakra sudah memiliki keluarga baru dan namanya adalah Tomi. Dia menebak Cakra hilang ingatan.
Yasmin pun menemui Cakra. Akan tetapi, Cakra tidak mengenal Yasmin dan mengatakan Yasmin, wanita licik yang berusaha merusak rumah tangganya. Namun, Yasmin yakin sekali, jika Tomi adalah Cakra setelah melihat tanda lahir yang terukir di tubuh Tomi sangatlah mirip dengan Cakra.
Yasmin pun berencana mengejar cinta sang suami. Akankah rencana Yasmin berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penghujung
Tak lama kemudian, setelah kejadian tersebut. Cakra memberi perintah pada bodyguard yang telah direkrutnya untuk selalu menjaga Arion dan Yasmin kemana pun mereka pergi. Bahkan ketika di dalam rumah dan bermain Arion tak lepas dari pandangan Cakra. Dia tak mau kejadian kemarin terulang kembali. Yasmin pun pula memiliki bodyguard khusus seorang wanita. Cakra juga menyuruh Hendra memperketat keamanan penjara agar Riko dan Yuni tak melarikan diri. Hendra pun mengiyakan permintaan teman akrabnya itu.
Setelah kejadian tempo lalu juga, Arion sangat manja pada Yasmin. Bocah kecil itu selalu menempel bak perangko. Alhasil, Cakra jarang sekali memiliki waktu berduaan bersama Yasmin. Karena selalu diganggu Arion. Ketika tidur pun, bocah itu menjadi pembatas di antara mereka. Cakra kesal setengah mati jadinya. Arion seperti pesaingnya saja.
Di hari sabtu ini, di saat Cakra rehat dari perkerjaannya. Dia dan Yasmin sedang bersantai di gazebo. Namun, kedatangan Arion tiba-tiba membuat moodnya hancur. Bagaimana tidak, dia ingin bergelayut manja dengan Yasmin. Akan tetapi, rencananya gagal total.
"Arion, bermainlah di sana, Ayah mau berbicara empat mata sama Bunda." Cakra sudah tak tahan lagi kala Arion malah memeluk Yasmin bak seorang kekasih. Tentu saja dia cemburu. Cakra pun bingung sendiri.
"Ish, Ayah kok gitu, Alion kan mau main sama Bunda!" Dengan bibir turun ke bawah, Arion menatap sengit Cakra.
"Nggak ada gitu-gitu, ayo sekarang pergi sana!" kata Cakra sedikit ketus.
"Nggak mau! Alion mau sama Bunda!" Arion melipat tangan di dada lalu menatap tajam Ayahnya itu.
Yasmin terkekeh-kekeh pelan, melihat perselisihan antara Cakra dan Arion saat ini.
"Arion ikuti perkataan Ayah, ayo pergi!" Cakra tak mau kalah. Dia pun juga mengangkat angkuh dagunya, menatap tajam mata munggil itu dan berharap Arion mau mengikuti perintahnya. Namun, Arion malah melengoskan muka dan kembali menelusupkan wajahnya ke dada Yasmin, sambil menyeringai tipis.
Cakra berdecak kesal setelahnya.
"Arion, ayo sini sama Opa!" Yanto menyembul keluar dari ruang tengah bersama seorang perawat yang mendorong kursi rodanya.
Arion menoleh sekilas. "Di sini saja Opa, Alion mau di sini!" celetuknya dari kejauhan.
Yanto melengkungkan senyuman, melihat tingkah cucunya itu. Dia pun menyuruh sang perawat mendorong kursi rodanya menuju gazebo.
"Arion, ayo ikut Opa ke taman, main sama Opa, biar Ayah dan Bunda buatin Arion adik bayi." Begitu sampai, Yanto langsung membuka suara. Lantas perkataannya barusan membuat pipi Yasmin bersemu merah. Sementara Cakra menyunggingkan senyum lebar. Sebab Papanya seakan mengetahui isi pikirannya.
"Tapi Opa, Alion mau sama Bunda," Dengan bibir manyun, Arion berkata.
"Iya, Opa tahu. Tapi apa Arion nggak mau punya adik?" Yanto masih berusaha membujuk bocah itu.
Arion tak serta-merta langsung menjawab. Dia tampak berpikir keras. "Oke deh, tapi—"
"Iya, nanti Opa belikan es krim!" Seakan bisa membaca isi pikiran Arion, Yanto langsung menyela.
Arion mengangguk cepat lalu turun dari bangku dan berlarian cepat, mendekati Opanya.
"Cepatlah." Yanto mengedipkan mata pada Cakra seketika sambil tersenyum menggoda. Semburat merah di pipi Yasmin semakin terlihat jelas.
Cakra membalas dengan mengangguk cepat.
"Ayo, sekarang ikut Opa ke taman belakang ya, nanti Opa belikan pabrik es krim untuk Arion," celetuk Yanto sambil melirik sang perawat untuk menggerakkan kursi rodanya.
"Yei! Alion mau es klim banyak-banyak ya Opa!" Arion kecil mulai menganyunkan kakinya. Bocah itu seakan lupa kehadiran orangtuanya.
"Ahk! Cakra! Apa-apaan ini?" Yasmin menjerit histeris kala Cakra menggendongnya ala bridal style seketika.
Cakra menyeringai tipis. "Jangan teriak Sayang, ayo kita ke kamar, mumpung Arion sudah diamankan," ucapnya sambil melangkah pergi.
Blush.
Pipi Yasmin berwarna pink lagi. "Tapi ini masih siang Sayang." Dia mengalungkan kedua tangannya di leher Cakra.
"Aku tak peduli, mau siang, malam, subuh, pagi. Membuat adik bayi tak perlu waktu kan." Cakra mengoda Yasmin dengan mengedipkan satu mata centilnya.
"Ish! Dasar mesum!" Yasmin menabok pundak Cakra seketika sembari mengukir senyum hangat.
"Mesum sama istri sendiri tak apalah," Cakra mencium cepat bibir Yasmin. Dia tak peduli lagi dengan tatapan iri dari para bodyguard di setiap sudut mansion.
Pada akhirnya Yasmin hanya bisa pasrah. Lagipula dia juga merindukan kehangatan tubuh suaminya itu.
Sesampainya di atas, tepatnya di kamar Cakra dan Yasmin. Cakra langsung mengunci pintu rapat-rapat dan mulai mencumbu sang istri sambil menanggalkan pakaiannya satu-persatu.
Dalam hitungan detik, Cakra sudah berada di atas tempat tidur dalam keadaan polos. Begitu juga dengan Yasmin.
Cakra menautkan jemarinya ke jemari sang istri perlahan-lahan. "Aku mencintaimu, Sayang."
Senyum penuh cinta terpatri jelas di wajah Yasmin. "Aku juga mencintaimu, Sayang."
Setelah mendengarkan perkataan sang istri, Cakra mulai menggerakkan pinggulnya dan membawa Yasmin ke dalam pusara cinta.
Siang itu, walau keadaan di luar matahari terik menderik. Cakra dan Yasmin bergelut di atas ranjang satu sama lain sampai menjelang sore.
~THE END~
...Maaf, author tidak bisa melanjutkan novel ini. Dikarenakan sesuatu dan lain hal. Apabila di dalam novel ini, terdapat kekurangan dan tidak puas dengan endingnya, author minta maaf ya. 🙏...
...Salam penuh cinta dari Author. ...
smg tetep syang rion ya
kasian rion
semangaat cakra..selamat ya sebagai CEO baru diperusahaan papa..sukses teruus kedepanx😙😙
semangat yasmin..
biang kerokx sdh ketangkep..
alhamdulillah😘
iya kalo baik tulus..
kalo yuni cuman mau harta papax cakra doang..
sekarang nikmati karmamu ibu tiri..
Tuhan itu Maha Adil..
semangat cakra yasmin..akhirx semua terbongkar😘