NovelToon NovelToon
RYUGA

RYUGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yudi Chandra

Vierra Quinn Maverick menjadi anak baru di SMA Lentera Cendekia.
Namun di hari pertamanya, ia kembali bertemu dengan teman SMP-nya, Ryuga Arashima Renzo. Dingin, karismatik, dan kini dikenal sebagai Leader of RAVENIX, geng motor paling disegani di Jakarta. Sosok yang dulu begitu dekat dengannya… sebelum sebuah kesalahpahaman memisahkan mereka.
Quinn memilih pergi tanpa berpamitan kepada Ryuga.
Pertemuan itu bukan sekadar reuni, melainkan benturan dua hati yang belum benar-benar selesai.
"Mulai detik ini, jauhin gue!" — Quinn.
“Jauhin lo? Coba ulang lagi kalimat itu sambil liat mata gue. Masih berani?” — Ryuga.
Di tengah konflik sekolah, rivalitas geng, dan rahasia yang terungkap perlahan, mereka dipaksa menghadapi satu pertanyaan:
Apakah cinta pertama mereka telah usai…
atau justru belum pernah benar-benar padam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudi Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Malam semakin panas di arena balap liar.

Lampu motor menyilaukan.

Suara knalpot meraung seperti binatang buas.

BRROOOOOOM!!

Kerumunan penonton semakin rapat di pinggir lintasan.

“WOIII! BALAPANNYA MAU MULAI!!”

“ASTAGA! RYUGA LAWAN KAEL LAGI!!”

“GILA! INI SERU BANGET!”

Quinn berdiri di antara kerumunan bersama Vexa.

Matanya tertuju ke garis start.

Di sana beberapa motor sudah siap.

Ryuga duduk di motor sport hitamnya.

Helm sudah terpasang.

Tatapannya dingin… tapi fokus.

Beberapa meter di sampingnya—

Kael juga sudah siap di motornya.

Mesin motornya meraung keras.

Kael menoleh sebentar ke arah kerumunan.

Matanya sempat menangkap Quinn.

Ia tersenyum kecil.

Namun saat Kael kembali menatap lintasan—

Ia melihat Ryuga menatapnya tajam.

Aura di sekeliling Ryuga terasa berbeda malam ini.

Lebih dingin.

Lebih… berbahaya.

Di pinggir lintasan, Keano menyenggol lengan Zayden.

“Bro.”

Zayden menoleh santai.

“Apa?”

Keano fokus menatap ke arah Ryuga.

“Lo ngerasa nggak sih…?”

Zayden mengerti maksud Keano. Ia pun mengangguk sambil tersenyum miring.

“Iya. Ryuga kelihatan... lagi emosi.”

Elric yang biasanya diam juga ikut bicara pendek.

“Gue juga lihat itu.”

Ia melirik ke arah Quinn dan Kael yang tadi sempat ngobrol.

“Kayaknya dia cemburu.”

Keano terkekeh.

“Waaah... gawat.”

Zayden langsung mengusap dada dramatis.

"Akhirnya... Setelah sekian purnama, ada juga yang bisa cairin gunung es di hati Ryuga."

Di sisi lain lintasan—

Seorang gadis berdiri di tengah jalan.

Ia mengangkat kain bendera.

Penonton langsung heboh.

“WOOOOO!!”

Quinn menggigit bibirnya.

Jantungnya ikut berdebar.

Vexa malah loncat-loncat kegirangan.

“QUINN! INI GILA BANGET, ANJIR!” katanya semangat.

"ASTAGA! BANYAK COGAN DI SINI!" lanjutnya sambil menunjuk-nunjuk peserta balapan yang bahkan terlihat tampan dan keren meski wajah mereka tertutup helm.

Bendera terangkat.

Mesin motor meraung semakin keras.

BRROOOOOM!!

Detik berikutnya—

WOOSH!!

Motor-motor itu melesat seperti peluru.

Penonton langsung bersorak.

“WOOOOO!!”

Quinn terkejut melihat kecepatan mereka.

Motor Ryuga langsung melaju seperti orang kesetanan.

Ia menyalip dua motor dalam hitungan detik.

Vexa sampai melongo.

“BUSYEEET!”

Di lintasan—

Kael mengerutkan dahi.

“Cepet banget…”

Ryuga bahkan tidak melirik ke belakang.

Gasnya diputar habis.

Motor hitamnya meluncur seperti bayangan.

Di pinggir lintasan—

Keano menatap serius.

“Gila…”

Ia menunjuk lintasan.

“Itu Ryuga mau nyari mati apa?!”

Zayden tertawa kecil.

“Tenang.”

Namun matanya juga fokus.

“Orang kalau lagi cemburu emang bisa gila.”

Elric menyilangkan tangan.

“Kael bakal kewalahan.”

Benar saja.

Di tikungan tajam—

Ryuga miring ekstrem dengan kecepatan tinggi.

Motor Kael mencoba menyusul.

Namun jaraknya semakin jauh.

Kael mendengus kesal di balik helmnya.

“Shit…”

Ia menambah kecepatan.

Namun Ryuga sudah jauh di depan.

Di pinggir lintasan—

Vexa berteriak.

“RYUGAAAA!!”

Penonton lain ikut bersorak.

Quinn justru tegang.

Tangannya mengepal tanpa sadar.

“Pelan dikit kek…”

Ia bergumam khawatir.

Motor Ryuga hampir seperti tidak takut mati.

Kecepatan semakin gila.

Tikungan terakhir—

Kael mencoba menyalip.

Namun Ryuga tiba-tiba memutar gas penuh.

BRROOOOOOOOM!!

Motor hitam itu melesat ke depan.

Garis finish semakin dekat.

Penonton menahan napas.

Dan—

WOOSH!!

Ryuga melewati garis finish pertama.

Penonton langsung meledak.

“WOOOOOOOO!!”

“RYUGA MENANG!!”

“KING RACING!!”

Quinn menghela napas lega.

“Syukurlah…”

Ia bahkan tidak sadar dirinya tersenyum.

Sementara itu—

Kael berhenti beberapa detik kemudian.

Ia melepas helmnya dengan kesal.

“Brengsek.”

Ia melempar helmnya ke tanah.

DUK!

Kael mengusap wajahnya kasar.

“Sialan…”

Di tengah kerumunan—

Ryuga turun dari motornya.

Teman-temannya langsung mendekat.

Keano menepuk bahunya keras.

“GILA LO!”

Zayden tertawa.

“Balapan apa perang tadi?”

Elric hanya berkata pendek.

“Lo hebat.”

Ryuga melepas helmnya.

Namun sebelum ia sempat bicara—

Seseorang tiba-tiba berlari mendekat.

“RYUGA!”

Itu Naomi. Entah sejak kapan gadis itu ada di sana.

Ia langsung memeluk Ryuga erat.

Ryuga bahkan sedikit terkejut.

Naomi memeluknya sambil panik.

“Aku khawatir banget tahu!”

Ryuga mengerutkan dahi.

Naomi menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Kamu tahu nggak tadi kamu hampir buat aku kena serangan jantung, Ga.”

Ia memegang wajah Ryuga.

“Kalau kamu kenapa-kenapa gimana?!”

Dari kejauhan—

Quinn melihat semuanya.

Dadanya tiba-tiba terasa aneh.

Ia memalingkan wajah.

Vexa yang berdiri di sampingnya langsung menyeringai.

“Ehm…”

Quinn menoleh.

Vexa menyipitkan mata.

“Lo cemburu?”

Quinn langsung mendengus.

“Nggak tuh.”

Ia menyilangkan tangan.

“Cemburu itu cuma buat orang yang nggak percaya diri.”

Vexa melotot.

“Sejak kapan lo jadi pengikut Dilan?”

Quinn cemberut.

“Tahu ah.”

Ia menghela napas kesal.

“Ini balapannya udah selesai kan?”

Vexa mengangguk.

“Udah sih.”

Quinn langsung menarik tangan Vexa.

“Ya udah. Ayo pulang.”

Vexa langsung merengek.

“EH! TUNGGU!”

Ia menoleh ke arah para pembalap ganteng.

“Gue masih mau lihat mereka!”

Quinn menyeretnya.

“Nanti aja lihat di Instagram.”

“QUINN!!”

Sementara itu—

Di tengah kerumunan—

Ryuga akhirnya mendorong Naomi menjauh.

Ekspresinya dingin.

“Lepas.”

Naomi kaget.

“Ryuga?”

Ryuga tidak menjawab.

Namun matanya tiba-tiba menangkap sesuatu.

Di kejauhan—

Quinn sedang pergi.

Ryuga langsung menegang.

“…”

Ia mendorong Naomi yang menghalangi langkahnya.

“Ra!”

Naomi bingung.

“Kamu mau ke mana, Ga?”

Namun Ryuga sudah berjalan cepat melewatinya.

Naomi menghentakkan kakinya kesal.

“Ryuga!”

Di sisi lain—

Quinn masih menyeret Vexa.

Tiba-tiba—

“Ra, tunggu!”

Seseorang menarik tangannya.

Quinn menoleh.

Itu Ryuga.

“Lo mau ke mana?”

Quinn langsung menyentakkan tangannya.

“Pulang.”

Ia menjawab jutek.

Vexa berdiri di samping mereka dengan senyum kikuk.

Ia merasa seperti obat nyamuk di tengah drama.

Ryuga menatap Quinn.

“Gue antar.”

Quinn langsung menolak.

“Ogah.”

Ryuga mengerutkan dahi.

“Kenapa?”

Quinn menjawab sinis.

“Nanti cewek lo marah.”

Ryuga menyipitkan mata.

Namun sebelum Quinn sempat pergi—

Tiba-tiba Ryuga mengangkat tubuh Quinn.

“EH—?!”

Quinn langsung panik.

Ryuga menggendongnya ala bridal style.

Kerumunan langsung heboh.

“WOIIII!!”

“APAAN TUH!”

“ROMANTIS BANGET!”

Quinn meronta malu.

“RYUGA TURUNIN GUE!!”

Vexa malah teriak excited.

“AAAAA... SO SWEEETTTT!!”

Keano dan Zayden yang melihat dari jauh langsung tertawa.

Keano bersiul.

“WOOOOO... Ice prince beraksi!”

Zayden menggeleng geli.

"Gue nggak nyangka dia seposesif itu."

Elric hanya menghela napas, disusul seulas senyum tipis.

Naomi yang melihat itu dari jauh langsung mengepalkan tangan.

Wajahnya cemburu.

Sementara itu—

Ryuga membawa Quinn ke motornya.

Ia mendudukkan Quinn di jok belakang.

Quinn langsung mau turun.

Namun Ryuga berkata dingin—

“Lo turun…”

Ia mencondongkan tubuh sedikit.

“…gue cium bibir lo sekarang juga.”

Quinn langsung membeku.

“…”

Beberapa detik hening.

Vexa tertawa keras.

“GUE PULANG SENDIRI AJA!”

Ryuga menyalakan mesin.

BRROOOM.

Motor sport hitam itu melaju meninggalkan arena.

Angin malam menerpa wajah Quinn.

Ia masih kesal.

Sementara itu di belakang—

Kael berdiri sambil menyilangkan tangan.

Ia melihat motor Ryuga yang menjauh bersama Quinn.

Senyum miring perlahan muncul di bibir seksinya.

“Jadi… Dia cewek lo.”

Ia bergumam pelan.

“Menarik.”

...----------------...

Motor sport hitam milik Ryuga melaju membelah jalan malam.

Lampu jalan lewat satu per satu.

Angin menerpa wajah Quinn yang duduk di belakangnya.

Namun bukannya menikmati perjalanan—

Quinn justru ngomel tanpa henti.

“RYUGA!”

Ia memukul bahu Ryuga berkali-kali.

“Turunin gue!”

BUG! BUG! BUG!

“Gue nggak mau pulang sama cowok brengsek kayak lo!”

Ryuga tetap fokus ke jalan.

Seolah tidak terganggu sama sekali.

Bahkan di balik helmnya—

Ia menahan senyum. Baginya, Quinn sangat menggemaskan saat sedang marah-marah seperti ini.

Quinn makin kesal.

“WOI! GUE LAGI NGOMONG!”

Ia memukul lagi bahu Ryuga.

“Denger nggak sih lo?!”

Ryuga akhirnya menjawab santai.

“Denger.”

Quinn melotot.

“TERUS?!”

Ryuga tetap tenang.

“Berisik.”

Quinn hampir meledak.

“RYUGA!”

Ia memukul bahu Ryuga lagi.

Namun Ryuga tetap melaju dengan santai.

Seolah menikmati kemarahan Quinn.

Akhirnya Quinn berkata kesal.

“Ryuga!”

Tidak ada respon.

Quinn mengancam.

“Turunin gue sekarang!”

Ryuga tetap diam.

Quinn makin kesal.

“RYUGA! Turunin gue atau gue lompat!”

Tiba-tiba—

CKIIITTTT!

Ryuga langsung mengerem mendadak.

Motor berhenti.

Quinn yang tidak siap langsung refleks memeluk Ryuga erat.

“EH?!”

Napas Quinn memburu.

Ia langsung memukul bahu Ryuga lagi.

“Lo apaan sih?! Lo mau kita mati?!”

Ryuga menoleh sedikit.

“Lo bilang mau turun.”

Quinn bingung.

“Hah?”

Ryuga berkata datar.

“Ya udah. Turun.”

Quinn melotot.

Ia menatap Ryuga tidak percaya.

“Lo… beneran mau nurunin gue?”

Ryuga terlihat bingung.

“Bukannya tadi lo yang minta?”

Ia melanjutkan tenang.

“Gue nggak mau lo lompat dari motor.”

“Jadi kalau mau turun ya silakan.”

Quinn benar-benar tidak percaya.

Ia hanya menggertak tadi.

Bukan beneran mau turun.

Di dalam hati Quinn menggerutu.

"Dasar nggak peka! Gue dibujuk kek, apa kek!"

Akhirnya Quinn mendengus.

“Ya udah.”

Ia turun dari motor dengan kesal.

Ryuga menatapnya serius.

“Tapi…”

Quinn melirik sinis.

“Apa lagi?”

Ryuga menunjuk ke arah samping jalan.

“Hati-hati ya.”

Quinn mengerutkan dahi.

“Hati-hati kenapa?”

Ryuga pura-pura melihat kiri kanan.

Lalu menunjuk sebuah rumah kosong di pinggir jalan.

Rumah tua.

Lampunya mati.

Pekarangannya gelap.

“Katanya rumah kosong itu angker.”

Quinn langsung menoleh ke sana.

Ryuga melanjutkan santai.

“Banyak hantunya.”

Quinn langsung merinding.

Ryuga menambahkan dengan nada menakut-nakuti.

“Sering muncul kalau malam kayak gini.”

Quinn menelan ludah.

Namun ia mencoba terlihat berani.

“Jaman sekarang mana ada hantu.”

Ia menyilangkan tangan.

“Nggak usah nakut-nakutin gue.”

Ia mendengus.

“Nggak bakal mempan.”

Ryuga diam-diam tersenyum miring.

“Ya udah.”

Ia naik lagi ke motornya.

“Gue duluan.”

Mesin motor dinyalakan.

BRROOOM.

Quinn langsung panik.

“EH! Ga, tunggu!”

Ryuga menoleh.

“Apa?”

Quinn terlihat ragu.

“Lo… beneran mau ninggalin gue?”

Ryuga menjawab santai.

“Bukannya itu yang lo mau?”

Quinn langsung tertawa kaku.

“Hahaha… Astaga, Ga. Gue becanda tadi. Serius amat.”

Ryuga hanya menatapnya datar.

Tatapan itu membuat Quinn berhenti tertawa.

Ia berdehem canggung.

“Jadi…”

Quinn mendekat sedikit.

“Jangan tinggalin gue ya.”

Ia menatap Ryuga dengan wajah imut.

“Anterin gue pulang, please.”

Quinn menambahkan dramatis.

“Lo emang tega lihat cewek secantik dan sebohay gue pulang sendiri?”

Ryuga langsung memalingkan wajah.

Ia menekan pipi dalam dengan lidah menahan senyum.

Wajah Quinn terlalu imut saat memohon.

Akhirnya Ryuga berkata.

“Oke.”

Quinn langsung senang.

“Serius?”

Ryuga melanjutkan.

“Tapi…”

Quinn menyipitkan mata.

“Apa?”

Ryuga menatapnya lama.

Lalu ia membuka helmnya perlahan.

Rambut hitamnya sedikit berantakan.

Ia menunjuk pipinya.

“Cium gue.”

Quinn langsung melotot.

“APA?!”

Ryuga santai.

“Kenapa? Nggak mau?”

Ia pura-pura menyalakan motor lagi.

“Kalau nggak mau—”

Quinn langsung memotong.

“Eh, iya iya!”

Ia berkata cepat.

“Oke, gue cium!”

Ryuga menoleh lagi.

Quinn mendengus kesal.

Lalu menarik wajah Ryuga mendekat.

“EMMMUAH!”

Ia mencium pipi Ryuga cepat.

“Udah!”

Quinn langsung naik ke motor dengan wajah memerah.

“Cepet jalan!”

Ryuga diam beberapa detik.

Ia mengusap pangkal hidung mancungnya.

Menahan senyum.

Lalu memakai helmnya lagi.

Quinn menepuk bahunya.

“Ayo jalan!”

Ryuga menyalakan mesin.

Motor melaju lagi.

BRROOOM.

Begitu motor melesat—

Quinn langsung refleks memeluk pinggang Ryuga.

“Jangan ngebut!”

Ryuga tertawa kecil di balik helm.

Malam itu—

Entah kenapa—

Ia merasa sangat bahagia.

...****************...

1
Nur Halida
oke naomi ... kamu nyerah aja gak usa deket2 lagi ama ryuga karena ryuga udah cinta mati sama quinn
Nur Halida
gilirannya vexa sama elric nih🤭🤭😁
Angelia nikita Sumalu
karena kamu menghalu bisa memiliki ryuga .. dalam mimpi sekalipun ryuga gak akan pernah memilih kamu.. dalam keadaan apapun perempuan yang akan selalu dipilih ryuga hanya quiin seorang meskipun bereinkarnasi ke kehidupan selanjutnya 😂😂😂
Bu Dewi
lanjut 😍😍😍
Nur Halida
kan emang ryuga gak pernah suka sama elo naomi... jadi yang waras ya 🤣🤣jangan gangguin quinn lagi😁
Nur Halida
cieee ... akhirnya jadian juga 😁😁😁
Nur Halida
mangkanya ga baca dulu tuh undangan biara gak salah paham lagi😄
Angelia nikita Sumalu
salah paham jilid 2..
Nur Halida
eh.. jangan2 ryuga pergi karena parah hati dan salah paham ama quinn kek dulu quinn pergi karena salah paham ama ryuga.. .
baca dong ga nama di undangannya biar kamu gak kecewa dan nama quinn masih ada di hatimu
Nur Halida
udah mulai gak salah paham lagi .. syukurlah😁
Yudi Chandra: aku seneng kamu selalu hadir....💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞😘😘😘😘😘😘
makaciiiiiih🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nur Halida
lope you ryuga . .😍😍😍😍😍
Yudi Chandra: love you toooooo🤭🤭🤭🤭😘😘😘😘
total 1 replies
Nur Halida
udah deh ga kalo kamu emang beneran suka sama quinn jauhi naomi .. jangan masukkan dia pada circle pertemananmu lagi biar quinn gak salah paham terus .. dari dulu quinn salah paham karena naomi yg nempelin kamu mulu
Yudi Chandra: betul tuh betul.....🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
jangan berani berharap apa2 ren karena quinn punya ryuga..
Yudi Chandra: Hahaha....jangan gitu dong...kasian dia🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
modus terus buat dapat viuman pipi dari quinn😁😁
Yudi Chandra: lumayan kaaannn🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak🤭🤭🤭🤭
Yudi Chandra: siiippppp👍👍👍👍😘😘😘😘
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
maksa banget sih....
tebal muka banget...
berapa lapis tuh... macam kue lapis aja... 🤣🤣🤣
Yudi Chandra: Hahahha....tapi kue lapis enak tauuuuu🤭🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
Heyy cewek gila...
Jangan berani²...
Yudi Chandra: dihhhh....mana peduli dia...😅😅😅🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
Ternyata oh ternyata..
ada perempuan yang gak tahu malu mengatasnamakan teman masa kecil.. yg segitu gak tahu malunya segitu terobsesinya makanya mengaku ke quinn kalau dia pacarnya ryuga... hidup lu macam pemeran dalam drama cina si pemeran cewek manipulatif yg mengatasnamakan teman masa kecil tapi didepan wanita yg disukai sahabat mu mengakui kalau kamu sama sahabatmu itu pacaran padahal dekat kamu aja sahabatmu itu risih... bangun woyy Naomi... percuma nama cantik tapi kelakuannya minus
Yudi Chandra: hadeeehhh....cinta itu buta saayyyyyy🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅
total 1 replies
Nur Halida
banyak saingan ya ryuga ???
semangat ga....aku pendukung setiamu😁😁😁
Yudi Chandra: Hahahha...bisa aja lu🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
ya karena kamu ada rasa sama ryuga quinn🤭🤭
Yudi Chandra: Hihihihi......masih denial diaaa🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!